Sunday, November 6, 2011

FF - Something // SHINee-Super Junior III

Annyeong haseyo ^^
Aku, author nan gaje kembali setelah bertapa betahun-tahun mencari inspirasi untuk FF yang semakin hari semakin gaje ini.. Hehehe ^^
Ada berapa ralatan untuk PG nya. yang tadinya +16, menjadi -15 aja deh.. karena aku belum bisa membuat FF yadong sih#plakk..
Oke, tanpa banyak cincong, Langsung aja :
TITLE                  : Something
MAIN CAST         : Key (SHINee) as Kim Kibum
                             Kyuhyun ( Super Junior ) as Cho Kyuhyun
                             Minho ( SHINee ) as Choi Minho
                             Shin Neul Yong (OC’s)
OTHER CAST       : Temukan sendiri dalam FF
LENGTH                : CHAPTERED
GENRE                  : Family, Friendship, Romance
RATING               : PG -15
AUTHOR              : MutiaMia Andara (#OnDuMi(FF)#)
DISCLAIMER       : Semua cast punya orang tuanya masing2 kecuali Shin Neul Yong dan Ontehr Cast nanti nya..
I hate SIDERS and don't be PLAGIATOR
PREVIOUS PART
“ Kenapa Kyuhyun oppa seperti itu padaku ? Padahal selama ini ia tidak pernah bersikap begitu padaku. ” Kata Neul Yong disela-sela isak tangisnya.
“ Mungkin ia sudah lelah menunggumu, Neul Yong-ah. Kau tahu kan orang yang sudah cemas itu emosinya naik turun tidak menentu. ”
“ Tapi seharusnya ia tidak bersikap seperti itu. Aku sangat tidak suka. ” Neul Yong memukul-mukul mejanya dengan keras hingga semua barang yang ada dimejanya itu melompat-lompat.
“ Lebih baik kau lebih bersabar dan memaafkan oppa mu itu. ” Ucap Eunsoo.
“ Mungkin akan sulit. ” Neul Yong sudah berhenti menangis. Namun masih terdengar suara sesenggukan yang keluar dari mulutnya.
“ Itu terserah kau. Bagaimana kalau kita makan saja ? Dari pada kau menangis terus. ” Eunsoo berdiri dan memegang tangan Neul Yong. Menariknya untuk berdiri.
“ Hmm, baiklah. Tapi kau yang teraktir ya. ”
“ Aishh, kau ini. Baiklah. Aku akan mentraktir temanku yang sedang bersedih ini. Kajja.” 
NEXT PART
            “ YA ! Neul Yong-ah.. Makan mu banyak sekali. Aku bisa-bisa tekor nih. ” Eunsoo melihat isi dompetnya yang sudah menipis. Setelah tadi Neul Yong banyak makan di kantin dengan makan bulggogi 2 porsi, ddokbokki 2 porsi dan spagethi 1 porsi, setelah pulang sekolah ia melanjutkan lagi dengan makan ddokbokki dipinggir jalan.
            “ Au perti dak tau kuw ini kalau dah muarah (kau sudah seperti tidak tahu aku ini kalau sudah marah). ” Kata Neul Yong dengan mulut penuh ddokbokki panas.
            “ Hey, kalau makan jangan bicara. Nanti tersedak. ”
            “ Uhuk-uhuk-uhuk.” Neul Yong memukul dadanya dan segera mengambil minum.
            “ Tuh kan, baru aja kubilang.” Eunsoo memukul-mukul pelan belakang Neul Yong.
            “ Haaah, leganya. Sekarang aku sudah kenyang. Ayo kita pulang. ” Neul Yong beranjak pergi. “ Gomawo Ahjumma. Ddokbokki nya enak sekali. ” Neul Yong menundukkan kepalanya.
            “ Aishh, kau ini. Berapa semuanya ahjumma ? ” Tanya Eunsoo.

            “ Semuanya 2000 won. ” Jawab Ahjumma itu.      
   
            “ Ini ahjumma. ” Eunsoo menyodorkan 2 lembar uang 1000 won. “ Gomapseumnida. ”
            Eunsoo berlari menyusul Neul Yong yang sudah pergi meninggalkannya. “ YA ! Shin Neul Yong ! Tunggu aku.  ”
            Neul Yong menoleh kebelakang dan menghentikan langkahnya. “ Oh, mianhae. Aku mengantuk. Ingin cepat-cepat pulang. ”
            “ Pulang ? Bukankah kau bekerja hari ini ? ” Tanya Eunsoo yang sudah ada disamping Neul Yong.
            Neul Yong memiringkan kepalanya, heran. Tampak sedang berpikir. “ Kerja ? ” Lalu matanya membelalak. “ Astaga lupa. Sekarang jam berapa ? ”
            “ Jam 5 sore. ” Jawab Eunsoo.
            “ Ya tuhan. Aku sudah terlambat. Kalau begitu aku pergi dulu ya. Gomawo sudah mentraktirku. Annyeong. ” Neul Yong berlari dan melambaikan tangannya.
            “ YA ! Jangan tinggalkan aku. ” Eunsoo menghentak-hentakkan kakinya dan berlari menyusul Neul Yong.
****
            “ Jeosonghamnida Manajer. Jeosonghamnida.” Neul Yong membungkukkan badannya berkali-kali kepada manajer tempatnya bekerja.
            “ Kali ini kau kumaafkan. Tapi kalau kau telat lagi, aku tanpa pikir panjang akan langsung memecatmu. Ara ? ”
            “ Ne. Gomapseumnida sajangnim. Sekali lagi Jeosonghamnida  ” Lalu manajer pun pergi meninggalkan Neul Yong.Neul Yong menghela nafas lega. Lalu ia segera bersiap-siap kerja. Mengganti pakaian sekolahnya dengan pakaian kerja. Saat ia ingin menutup loker kerjanya, ponsel nya bergetar. Tanda ada sma masuk.
            Ia membuka flap ponselnya dan membaca sms baru itu.
            From   : Minho Oppa


            Neul Yong-ah... Kau sedang kerjakah ? Hari ini mau aku jemput lagi boleh ? Aku harap kau tidak menolaknya ya..

            Neul Yongtersenyum melihatnya. Ia segera mengetik sms balasan.
            To        : Minho Oppa
            Hmmm, bagaimana ya ?? Jawabanku seperti biasa, asal itu tidak merepotkan oppa.

            Lalu ia menekan tombol Send. Menunggu dengan tenang sms balasan Minho. Dan tidak butuh waktu lama, sms balasan pun datang.
            From   : Minho Oppa
            Hahahaha.. Baiklah kalau begitu. Aku jemput seperti biasa ya. Tapi nanti angkat telfon dariku. Selamat bekerja.. Annyeong :)

            Neul Yong langsung memasukkan ponselnya di saku rok dan menutup loker. Ketika ia hendak keluar ruang ganti, ponselnya berbunyi. Ia merogoh saku roknya dan melihat siapa yang menelefon. Raut mukanya langsung berubah melihat siapa yang menelefon. Ia segera mereject telfon tersebut. Menekan modus tidur agar tidak ada suara yang terdengar dari poselnya tersebut dan kembali memasukkan ponselnya ke saku rok.
****
            Kyuhyun memandang layar ponselnya berkali-kali. Ia sudah lebih dari 10 kali menelefon Neul Yong tapi tidak diangkat olehnya. Telfon yang pertama langsung direject oleh Neul Yong dan 9 telfon lagi tidak diangkat Neul Yong. Kyuhyun mendesah keras.
            Hari ini ia masih ada kuliah sore. Ia hanya ingin mengatakan kalau ia tidak bisa menjemput Neul Yong hari ini. Ia takut Neul Yong yang sedang marah akan semakin marah bila ia tidak bisa menjemputnya.
            Karena ia sudah mahasiswa tingkat akhir, banyak sekali tugas yang harus diselesaikan sebelum sidang akhirnya.  Saat ini ia sedang berada diperpustakaan sekolah. Mengambil bahan-bahan yang ia butuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut. ‘ Lebih baik aku beritahu Kibum’ batin Kyuhyun.
            Ia membuka flip ponselnya dan memulai mengetik.
            To        : Kibum

            Kibum-ya, tolong beritahu Neul Yong kalau aku tidak bisa menjemputnya. Aku ada kuliah sore hari ini. Kalau bisa kau jemput dia.

            Kyuhyun langsung mengirim sms tersebut dan menunggu balasannya. 5 menit kemudian, sms balasan datang.
            From   : Kibum
            Ne. Tadi ia sudah menelfon ku dan bilang bahwa Minho yang akan menjemputnya.

            ‘ Untuk apa namja itu yang menjemputnya ? ‘ Batin Kyuhyun.
            To        : Kibum
            Minho ? Baiklah kalau begitu.

            Setelah Kyuhyun membalas sms Kibum, ia langsung memasukan ponselnya itu ke saku celana jeans hitamnya. Ia mendesah. ‘ Untuk apa Neul Yong dijemput pria seperti itu ? ’
            Ponsel Kyuhyun bergetar lagi. Segera ia mengambil ponsel tersebut dan membaca sms yang masuk.
            From   : Kibum
            Baiklah. Geundae,Apakah hyong sedang ada masalah dengan Neul Yong ? Saat aku menyebut nama Hyong, Neul Yong terdengar sedikit emosi.      
    
            Kyuhyun mendesah lagi. Neul Yong masih marah padanya. Entah ia harus berbuat apa untuk membuat adiknya itu tidak marah lagi. Tidak ada satu pun cara yang ada dibenaknya.
            To        : Kibum
            Tidak ada masalah apa-apa. Mungkin emosi dia sedang labil. Biarkan saja.

            Kyuhyun kembali lagi mencari bahan-bahan yang ia butuhkan. Lalu seseorang dari jarak 3 meter memanggilnya. “ Kyuhyun-ssi.. ”
            Kyuhyun menoleh kesamping dan dilihat seorang Yeoja tengah melambai kearahnya. Kyuhyun menyipitkan matanya. ‘ Nugu ? ’ Batinnya. Dilihatnya yeoja itu menghampirinya.
            “ Kyuhyun-ssi ? Sedang apa kau disini ? ” Yeoja itu sudah ada didepannya. Sebuah senyuman merekah dari bibirnya itu.

            “ Oh, Yoonmi-ssi. Annyeong haseyo. ” Kyuhyun membungkukkan kepalanya dan kemudian kembali mencari-cari buku.
            “ Annyeong. Kau sedang apa disini ? ” Tanyanya yang sedang melihat Kyuhyun membaca nama pengarang buku yang baru saja ia ambil.
            “ Oh, aku sedang mencari-cari bahan untuk tugas akhirku. Yoonmi-ssi sendiri ? ”
            “ Aku ?  Sama seperti kau. Sedang mencari bahan juga. ”
            “ Oh, begitu.” Kyuhyun baru saja mengembalikan buku yang tadi ia baca sebentar lalu kembali mencari buku yang menurutnya tepat untuk bahan tugas akhirnya tersebut.
            Yeoja yang bernama Yoonmi itu merasa diacuhkan Kyuhyun. Lalu akhirnya dia pamit.
            “ Kalau begitu aku permisi dulu Kyuhyun-ssi. Annyeong haseyo. “ Yoonmi menundukkan kepalanya dan pergi. Mata Kyuhyun mengikuti arah yeoja berambut panjang itu pergi. ‘ Aku seperti pernah melihatnya.’
****
            “ Yeoboseyo. Minho Oppa, ada apa ? ” Neul Yong mengapit ponselnya dengan pundaknya agar menempel ke telinganya mengingat ia sedang merapihkan lokernya, hendak pulang.
            “ Oh, aku baru saja beres-beres. Sebentar lagi pulang. Oppa sudah sampai ? ” Neul Yong mengambil ponselnya dan kemudian memindahkan posisi ponselnya. “ Oppa sudah didepan ? Baiklah kalau begitu. Aku segera kesana. ” Neul Yong menutup flap ponselnya dan mengambil tasnya. Bergegas pergi dan segera mengunci ruang ganti.
            Neul Yong sampai ditempat parkiran dan melihat sedan hitam tengah terparkir disana. Berjalan menghampiri mobil tersebut dan segera membuka pintu. Dilihatnya Minho yang tengah berada dibelakang kemudi tersenyum padanya. “ Masuklah.” Ajaknya.
            Neul Yong segera masuk. Menutup pintu tersebut dan segera memasang set belt tanpa kesusahan seperti kemarin. “ Oppa sudah lama menunggu ? ” Tanya Neul Yong.
            “ Ani. Baru 10 menit yang lalu. ” Kata Minho sembari menyalakan mesin mobil. Ia menaikkan gigi lalu menginjak gas dengan perlahan.


            “ Oh. ” Neul Yong menyenderkan tubuhnya ke kursi dan mengalihkan pandangannya ke jendela. Melihat begitu banyak keramaian membuat hatinya tenang. Namun pikirannya tertuju pada Kyuhyun. Oppa nya ini tidak pernah membentak bahkan memarahinya seperti kemarin. Ini pertama kalinya Kyuhyun terlihat emosi seperti itu. Oppa yang ia kenal sebagai oppa yang lemah lembut, baik dan selalu ramah pada siapapun. Neul Yong mendesah. ‘ Apakah aku harus memaafkannya ? Tapi aku sudah terlalu emosi padanya. ’ Batin Neul Yong.
            “ Neul Yong-ah.. ” Panggil Minho.
            “ Ne ? ” Tanya Neul Yong.
            “ Apa besok kau bekerja ? ”
            “ Ani. Besok hari minggu, Oppa. Aku selalu istirahat dirumah. Waeyo ? ”
            “ Hmm, aku mendapatkan 2 tiket masuk taman hiburan yang baru saja dibuka. Aku ingin mengajakmu pergi denganku. Kau mau tidak ? ”
            Neul Yong membelalakkan matanya. Posisinya berubah yang tadinya bersandar dikursi dan menatap jalanan, langsung menghadap Minho. “ Mwo ? Taman Hiburan yang baru saja dibuka itu ? Taman hiburan dengan fasilitas lengkap disana ? Yang tiket masuknya mencapai 50.000 won Itu ? ”
            Minho mengangguk, “ Ya. Kau sepertinya cukup tahu soal taman bermain itu ? ”
            “ Sudah pasti, Oppa. Aku ini salah satu orang yang punya kesukaan main ke taman hiburan seperti itu. Walaupun sudah SMA. Aku sudah hampir mengunjungi semua taman hiburan di korea ini. Kecuali yang baru dibuka 1 bulan yang lalu. Aku ingin sekali masuk tapi sayang, harga tiketnya mahal sekali. Aku harus mikir 5 kali buat beli itu. ” Ucap Neul Yong panjang lebar.
            “ Oh, begitu. Jadi intinya ? Kau mau pergi denganku ? ”
            Neul Yong berteriak. Menaikkan kedua tangannya keatas , “ Aku mauuuuu..”
****
            Seperti biasa, Minho mengantarkan Neul Yong sampai depan rumah. Kali ini Neul Yong menawarkan Minho untuk masuk.
            “ Oppa mau masuk ? Akan aku buatkan teh hangat. ”

            “ Ah, tidak usah. Aku tidak ingin kau repot-repot. ”
            “ Tidak apa-apa. Ayo kita masuk. ” Neul Yong meraih lengan Minho dan mengajaknya masuk. “ Aku pulang. ” Teriaknya. “ Kibum Oppa ? Dimana kau ? ”
            “ Aku diruang tv.” Teriak Kibum. Neul Yong dan Minho menghampiri Kibum.
            “ Oppa, ini ada Minho Oppa. ” Kata Neul Yong. Kibum yang sedang tidur-tiduran di sofa segera bangkit. “ Oh kau. Ada apa kemari ? ”
            Sebelum Minho menjawab, Neul Yong lebih dulu menjawabnya,” Aku menawarkan Minho oppa minum teh. Kau temani Minho Oppa dulu. Aku mau kedapur sebentar. ” Neul Yong kemudian meninggalkan mereka berdua. Minho duduk disamping Kibum. Dilihatnya Kibum tersenyum penuh arti.
            “ Mwoya ? ” Tanya Minho.
            “ Aigoo.. Ternyata temanku satu ini sudah ada kemajuan. Hebat juga kau. ” Kibum menepuk-nepuk bahu Minho. Minho hanya menyeringai. Dilihatnya Neul Yong membawa nampan. Minho segera bangkit dan diambilnya nampan tersebut.
            “ Oppa, jangan kau yang membawanya. Sini biar aku saja. ” Neul Yong meminta kembali nampan yang telah diambil Minho. Minho menepis tangan Neul Yong.
            “ Eits, jangan. Lebih baik tuan putri duduk saja. Biar pelayanmu yang tampan ini yang membawakannya. ” Kata Minho.
            Neul Yong mendengus lalu tersenyum. Ia menuruti kemauan Minho. Duduk manis berhadapan dengan Kibum yang terperangah. “ Seorang Neul Yong mau saja menuruti kata-kata Minho ? YA ! Kau saja bahkan tidak mau mendengar perintahku. ” Kibum menunjuk-nunjuk Neul Yong. Neul Yong hanya mehrong saja.
Minho lalu meletakkan gelas –gelas itu perlahan. “ Silahkan tuan putri. Minuman anda telah tersaji. ”
“ Aigoo, Oppa. Kau tidak usah seperti ini. Aku bukan anak kecil lagi tahu. ”
“ Aku tahu. Tapi kan setidaknya kau lebih muda dibandingkan aku, Neul Yong-ah. ”
“ Hanya 2 tahun Oppa. 2 Tahun. ” Neul membentuk angka 2 dengan jarinya.
“ 2 tahun juga masih sangat muda. ”

“ Aishh, terserah oppa saja. ” Neul Yong mengambil salah satu gelas lalu menyeruput teh nya perlahan. “ Hmmm, mashita. ” Neul Yong mengecap-ngecap lidah nya perlahan. Tanda bahwa ia menikmati teh buatannya sendiri.
            Setelah acara minum teh yang singkat, Minho pamit untuk pulang. Neul Yong mengantarkannya sampai didepan gerbang.
“ Gomawo Oppa sudah mengantarkan aku hari ini. ” Kata Neul Yong.
“ Cheonman. Jangan lupa besok. Aku jemput jam 10 pagi. Jangan sampai bangun telat ya. ” Ucap Minho.
“ Siap Oppa. ” Kata Neul Yong. Minho mengelus rambut Neul Yong perlahan dan masuk kedalam mobilnya. Ia mengklakson mobilnya sekali dan pergi. Neul Yong hendak menutup gerbang rumahnya namun gerakannya terhenti mendengar suara derungan mesin motor. Dilihatnya Kyuhyun baru pulang dari kerjanya. Ia kembali membuka gerbang dan membiarkan motor Kyuhyun masuk.
           Setelah motor itu masuk, Neul Yong menutup gerbang tersebut dan melengos pergi tanpa menunggu Kyuhyun yang sedang memasukkan motornya kedalam garasi. Ternyata Kyuhyun sudah ada didepan pintu. Tubuhnya disandarkan ke tembok. Kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celananya. Ia memandang Neul Yong tajam. Neul Yong menghentikan langkahnya. Memandang Kyuhyun juga sebelum akhirnya ia berjalan perlahan melewati Kyuhyun.
          Kyuhyun mengikuti Neul Yong dari belakang. Ia menutup pintu perlahan dan terus mengikuti Neul Yong sampai Neul Yong berhenti didepan pintu kamarnya. Neul Yong menyadari bahwa sedari tadi Kyuhyun mengikutinya. Namun karena rasa egonya yang terlalu tinggi, ia tidak berani untuk menghadap Kyuhyun.
           Neul Yong akhirnya memutuskan untuk masuk ke kamar tanpa melihat Kyuhyun sedikit pun. Namun sebelum ia memasuki kamarnya, tangan besar Kyuhyun menyentuh lengannya. Tapi dengan segera Neul Yong menepisnya. Membuat genggaman Kyuhyun lepas. “ Mianhae.” Ucap Kyuhyun. Tanpa membalas ucapan Kyuhyun, Neul Yong segera menutup pintunya.
         Menatap nanar pintu kamar Neul Yong, menempelkan dahinya dipintu. “ Neul Yong-ah... Mianhae..”
****


            “ Neul Yong-ah... Neul Yong-ah... Neul Yong-ah.” Seseorang mengguncang-guncang tubuh Neul Yong yang dibalut selimut. Neul Yong hanya menggeliat dan tidak membuka matanya.
“ Neul Yong-ah, bangun. ” masih mengguncang-guncang tubuh Neul Yong namun ia hany bergumam tidak jelas.
“ YA ! SHIN NEUL YONG ! BANGUN ! Choi Minho sudah menunggumu dibawah ! ” Teriak orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Oppa nya sendiri, Kibum.
Neul Yong langsung terlonjak kaget. Ia bangun dari tidurnya dan wajahnya terlihat kusut. Dengan rambut yang berantakan disana-sini. “ Mwo ? Memang sekarang jam berapa ? ” Tanya Neul Yong heran.
Kibum menjitak kepala Neul Yong, “ Pabo ! Kau ini sudah janjian sama orang bukannya cepat siap-siap malah masih asik tidur dengan ilermu itu. Sekarang sudah jam 10.15. Cepat kau mandi. Minho sudah menunggumu. ”
“ Aishh ! Appo ! Oppa ini cerewet sekali seperti omma-omma yang lain. ” Neul Yong mengelus-elus kepalanya yang terkena jitakan maut(?) Kibum.
“ Kau ini. Cepat sana mandi dan ganti bajumu. ”
“ Ne ! ” Neul Yong berdiri dan segera mengambil handuk untuk mandi. Kibum segera turun lagi kebawah.
“ Mianhae Minho-ya. Neul Yong baru saja bangun. Dasar anak itu ! ” Kata Kibum sembari duduk berhadapan dengan Minho.
“ Hahahaha. Gwenchana. Mungkin ia lelah kemarin. Lagipula aku juga tidak terburu-buru. ” Ucap Minho santai. Lalu ia mengedarkan pandangan kesekeliling rumah Kibum. Ia belum melihat hyong nya kibum semenjak tadi.
“ Dimana Hyong mu ? ” Tanya Minho.
            “ Dia masih tidur. Kalau setiap minggu ia selalu bangun yang paling telat karena habis lembur kerja. ”
“ Oh. Memangnya kalian kerja apa sampai larut ? ”
“ Hyong bekerja sebagai pelayan cafe, aku jadi assisten designer dan kalau Neul Yong, kau pasti sudah tahu sendirilah. ”

“ Oh. Begitu. ”
Lalu setelah menunggu lama, akhirnya Neul Yong turun. Minho terperangah melihat penampilan Neul Yong. Ia memakai kaus putih polos yang memperlihatkan semua lekuk tubuhnya ditambah dengan balutan kardigan hitam. Lalu dengan paduan celana jeans biru panjang, memperlihatkan lekuk kakinya yang jenjang. Rambut panjangnya yang terlihat sedikit bergelombang itu dibiarkannya terurai. Menambah kesan manis untuk dirinya.
“ Oppa.. ” Neul Yong memanggil Minho yang masih diam mematung.
“ Minho Oppa.. ” Panggil Neul Yong lagi.
“ Ah, ne ? ” Tanya Minho yang sadar dari lamunannya.
“ Mian aku terlambat bangun. Ayo kita berangkat sekarang. ” Ajak Neul Yong.
“ Oh, baiklah kalau begitu. ” Minho berdiri lalu pamit pada Kibum. “ Kami pergi dulu. Annyeong. ”
“ Oh, baiklah kalau begitu. Jaga adikku. ” Balas Kibum.
“ Oppa, kami pergi dulu ya. ” Neul Yong pamit dan langsung berjalan menuju luar rumah.
Minho mengikutinya dari belakang. Namun Kibum mendesah pelan, “ Dasar Minho ! “
****
“ Oppa..”
“ Hmmm ? ”
“ Bagaimana oppa bisa mendapatkan tiket taman hiburan itu ? Apa jangan-jangan oppa membelinya ? ” Tanya Neul Yong. Minho yang sedang menyetir menoleh ke arah Neul Yonng sebentar.
“ Ah, ani. Temanku mendapat hadiah tiket masuk disana. Tadinya ia ingin pergi dengan yeoja chingunya, tapi karena sekarang ia sedang sakit, katanya dari pada tiket itu terbuang sia-sia, ia memberikannya padaku. Ya sudah, akhirnya aku mengajakmu saja. ”
“ Oh. Tapi kenapa oppa mengajakku ? Kenapa tidak mengajak Eunsoo ? ”
  
“ Dia tidak mau. Katanya suruh aku mengajakmu saja. Ia tau kalau kau suka sekali dengan taman hiburan. ”
“ Hahaha, Eunsoo tahu saja apa kesukaanku. ” Ucap Neul Yong. Minho tersenyum melihat sikap Eunsoo. Ia kira saat pertama kali melihatnya, Neul Yong adalah tipikal yeoja yang jutek dan dingin. Tapi ternyata setelah mengenalnya, ia orang yang sangat asik diajak bicara. Dan juga... Cantik. Bahkan hari ini ia terlihat cantik hanya dengan pakaian sederhana sepeti ini.
“ Kau sangat cantik hari ini. ”Kata Minho tanpa mengalihkan pandangannya ke jalan. Neul Yong yang sedang memandang pertokoan yang lalu lalang disampingnya menoleh ke arah Minho. “ Mwo Oppa ? ”
“ Kau sangat cantik hari ini. ” Ulang Minho. Pipi Neul Yong merona merah. Ia menunduk malu.
“ Oh, Ani. Tidak hanya hari ini. Setiap hari pun kau terlihat sangat cantik. ” Pipi Neul Yong semakin memerah. Bahkan lebih merah dibandingkan dengan tomat. Neul Yong menatap Minho. Namja yang sedang ditatapnya ini begitu tampan. 
Mengenakan kaos putih dengan bentuk leher v yang memperlihatkan sedikit tubuhnya yang atletis dipadukan dengan jaket hitam dan jeans hitam. Tak lupa juga ia memakai topi warna senada dengan bajunya. Kalau Neul Yong pikir, pakaian mereka hampir terlihat mirip.
“ Oppa, apakah oppa sadar kalau pakaian kita hampir sama ? ” Tanya Neul Yong.
Minho melihat Neul Yong sekilas dan tersenyum. “ Benar juga. Jangan –jangan kita ini berjodoh ya, Neul Yong-ah. ”
“ Aishh, Oppa ini. Ada – ada aja. ” Neul Yong mencubit pelan lengan Minho.
“ Aww, kau ini. Aku ini tidak bercanda. Serius. Siapa tahu kita berjodoh. ”
“ Jangan bicara yang aneh-aneh deh Oppa. Ayo percepat jalannya. Aku sudah tidak sabar untuk memainkan semua wahana yang ada disana. ”
“ Arasseo, arasseo. ” Minho kemudian menginjak gas nya lebih dalam.

****


“ Wooahhh.. Banyak sekali wahananya.. ” Neul Yong memandang kagum taman hiburan itu. Baru pertama kalinya ia masuk kedalam taman hiburan dengan fasilitas yang sangat lengkap. Mulai dari wahananya, toko souvenir, penjual makanan, hingga pertunjukkan demi pertunjukkan ditampilkan disana. Pantas saja harga tiket masuknya mencapai 50.000 won lebih. Ternyata hal yang disuguhkan didalam taman hiburan ini setara dengan harga tiketnya. Satu kata bagi Neul Yong untuk taman hiburan ini, DAEBAK !
“ Kau terlihat senang melihat ini. ” Kata Minho.
“ Yuup. Senang sekali. Ayo oppa. Kita mulai memainkan satu persatu wahana yang ada disini. ” Neul Yong menarik lengan Minho dan mengajaknya menaiki salah satu wahana yang langsung terlihat didepan matanya. “ Kita mulai dengan Roller Coaster. Let’s go Oppa.”
****
“ Kau tidak lelah Neul Yong ? ” Tanya Minho yang sudah terlihat kelelahan. Ia dan Neul Yong sedang duduk menikmati minuman dingin yang mereka beli. Mereka sudah menaiki hampir semua wahana yang ada di taman hiburan itu. Mulai dari Roller coaster, biang lala, rumah hantu, rumah boneka dan masih banyak lagi wahana. Tinggal beberapa wahana lagi yang belum mereka masuki.
“ Aniyo. Aku sudah biasa oppa. Apa oppa sudah lelah ? ” Tanya Neul Yong.
“ Lumayan. Ngomong-ngomong tinggal berapa wahana lagi yang belum kita naiki ? ”
“ Hmm, ada kincir angin, perahu berjalan dan kereta wisata. Menurut oppa, apa yang mau kita naiki duluan ? ”
“ Bagaimana kalau kereta wisata ?  sekalian aku istirahat sambil melihat-lihat arena bermain ini. ”
“ Hmm, oke. Kajja Oppa. ” Neul Yong berdiri dari duduk nya dan menarik lengan Minho. Mereka langsung ketempat wahana kereta wisata. Mereka duduk dibagian depan kereta. Kereta menunggu hingga semua tempat duduk tidak kosong lagi. Hingga menunggu 10 menit, kereta itu mulai berjalan.
Kereta tersebut mengelilingi semua kawasan yang ada di taman hiburan itu. Neul Yong dan Minho terlihat sangat menikmati perjalanan mereka. Sampai tidak terasa mereka sudah sampai lagi ditempat pemberangkatan kereta.


“ Woahh, keren banget oppa. Sungguh, benar-benar Daebak banget taman hiburan ini. ” Kata Neul Yong seraya berjalan didepan Minho namun berhadapan dengannya. Neul Yong tersenyum senang. Minho yang melihatnya balas tersenyum memandangannya. Melihat tatapan Neul Yong yang sangat bahagia itu membuatnya ingin selalu tersenyum. Entah sihir apa yang dimiliki Neul Yong. Jujur saja, Minho bukanlah tipikal orang yang suka mengumbar senyum nya. Namun entah mengapa, dihadapan yeoja ini, ia selalu saja ingin tersenyum.
“ Taman ini memang bagus. Selanjutnya kita mau kemana ? ” Tanya Minho.
“ Kita naik bianglala, bagaimana ? ”
“ Hmm, oke. ” Minho berjalan cepat ke arah Neul Yong dan menggamit tangannya. Neul Yong melihat tangannya yang digamit oleh Minho. Semburat merah muncul di pipinya. Membuatnya terlihat seperti tomat.
Mereka segera menaiki bianglala. Dengan perlahan kincir angin itu mulai berputar. Kincir angin ini bisa melihat hampir ke seluruh wilayah yang ada di Seoul. Neul Yong mengamati dengan seksama pemandangan yang terhampar didepannya. Sungguh Indah. Hamparan laut dan bangunan terlihat begitu indah jika melihatnya lewat ketinggian seperti ini. Minho yang duduk disamping Neul Yong hanya memandang wajah Neul Yong. Dan lagi-lagi senyuman terlihat dari bibirnya itu. 
Ditengah –tengah kebahagiaan Neul Yong melihat kota kelahirannya itu, tiba-tiba bianglala tersebut berhenti tepat saat tempat Neul Yong dan Minho berada ditempat yang paling atas.
“ Oppa, wae gurae ? Kenapa bianglala ini berhenti ? ” Tanya Neul Yong panik.
“ Molla. ” Kata Minho. Terdengar suara dari pengeras suara yang ada di tempat Minho dan Neul Yong. “ Mohon maaf bagi para pengunjung atas ketidak nyamanan ini. Telah terjadi kerusakan di mesin utama. Harap menunggu 5 menit agar kami bisa memperbaikinya. Terima kasih. ”
“ Astaga, Oppa. Eottohke ? ” Neul Yong makin terlihat panik.
“ Kau tenang Neul Yong-ah. Jangan panik. Kau tarik nafas perlahan, lalu buang dengan perlahan juga. ” Kata Minho yang berusaha menenangkan Neul Yong. Neul Yong mengikuti perintah Minho. Ia menarik nafas perlahan dan itu ia lakukan berulang-ulang agar tenang.
“ Kau sudah tenang ? ” Tanya Minho.

“ Lumayan. Gomawo oppa. ” Neul Yong menoleh kearah Minho dan tersenyum. Namun dilihatnya Minho sedang menatapnya tajam. “ Oppa, wae gurae ? Ada yang salah denganku ? ” Tanya Neul Yong heran. Ia melihat tangan Minho perlahan menyentuh pipi nya. Lalu mengelusnya dengan perlahan. Neul Yong tampak terkejut. Dilihatnya lagi Minho kemudian mendekatkan wajahnya. Mereka berdua sudah merasakan desahan nafas masing-masing. Minho memiringkan wajahnya dan terlihat matanya terpejam. Neul Yong juga menutup matanya perlahan. Hidung mereka sudah bersentuhan.
Namun saat hampir bibir mereka bertemu, bianglala itu bergerak kembali. Membuat sedikit gerakan dari tempat mereka. Itu membuat Minho menjauhkan dirinya dari Neul Yong. Neul Yong terlihat malu. Wajah kedua orang ini terlihat sangat merah. Bahkan lebih merah dari kepiting rebus.
Saat bianglala itu sudah selesai berputar, dan menurunkan semua pengunjung yang naik, Neul Yong dan Minho segera berjalan menjauh. Nampak dari sikap mereka, mereka masih malu akan kejadian yang tadi. Mereka berdua keluar dari taman hiburan tersebut dan pergi ke parkiran mobil.

Minho membukakan pintu bagi Neul Yong. Neul Yong masuk dan segera memasang set belt. Wajahnya masih memanas. Ia memegang kedua pipinya itu. ‘ Omo, tadi itu aku mau apa ? ’ Batin Neul Yong. Dilihatnya Minho masuk ke mobil. Ia segera menyalakan mobil dan menginjak gas perlahan.

Dalam perjalan, tidak ada yang bersuara sedikit pun. Mereka masih terlihat gugup. Minho menoleh kearah Neul Yong sekilas dan dilihatnya Neul Yong juga sedang melihatnya. Pandangan mereka berdua bertemu. Neul Yong segera mengalihkan pandangannya begitu juga Minho.

Rintik-rintik hujan mulai terlihat di kaca mobil. Dengan perlahan, rintik-rintik itu berubah menjadi air deras yang turun dari langit. Begitu derasnya. Minho menekan tombol otomatis agar kacanya selalu terhindar dari air hujan. Ia menyetir perlahan karena hujan yang begitu deras hingga titik pandangnya sangat sedikit. Matanya disipitkan agar lebih fokus ke jalanan.

Padahal hanya butuh 20 menit untuk sampai di rumah Neul Yong, tapi karena hujan yang begitu deras, dibutuhkan waktu dua kali lipat dari biasanya. Mereka baru sampai didepan pagar rumah Neul Yong. Tidak berani untuk turun karena takut kebasahan. Masih dalam keadaan diam dan tidak bersuara. Hanya hembusan nafas merekalah yang terdengar. 

10 menit sudah mereka didalam mobil. Tanpa mengobrol atau apapun. Minho memberanikan diri menoleh ke arah Neul Yong. Dilihatnya Neul Yong sedang memandang pintu rumahnya. Minho melihat hal yang sama dengan Neul Yong dan melihat seseorang tengah berdiri memandang mereka. Dari postur tubuhnya ia yakin kalau itu bukan Kibum. Minho sudah hafal betul temannya itu. ‘ Pasti orang itu..’ Batin Minho.

Terdengar kalau Neul Yong menghela nafas. Kemudian ia membalikkan tubuhnya ke Minho. Dilihat Minho sedang menatapnya tajam. “ Oppa..”

“ Hmm ? ”

“ Gomawoyo..”

“ Untuk apa berterima kasih ? ”

“ Untuk semuanya hari ini. Karena sudah mengajakku ke taman hiburan. Dan untuk semuanya. ” Ucap Neul Yong.

“ Hmmm, cheonman. ”

“ Kalau begitu aku turun dulu ya oppa. Mumpung hujan sudah reda. Annyeong. ” Neul Yong membuka pintunya. Tetapi Minho menarik lengannya. Membuat Neul Yong kembali mengahadapnya lagi.

“ Lain kali boleh aku mengajakmu lagi ? ”

“ Dengan senang hati Oppa. ” Jawab Neul Yong sambil tersenyum.

“ Boleh aku mengirim sms setiap hari padamu ? ”

“ Silahkan kalau oppa mau. Aku tidak keberatan kok. ”

“ Gomawo. ” Minho tersenyum lembut.

“ Cheonman. Kalau begitu, aku pulang dulu ya. Annyeong. ” Neul Yong berpamitan lagi pada Minho. Namun tangan Minho masih memegang tangannya.

“ Neul Yong-ah...” Minho kemudian mengangkat tangan Neul Yong dan kemudian mengecupnya lembut. Membuat Neul Yong tersentak kaget. “ Kau sangat cantik hari ini, Neul Yong-ah..”

  
Kata – kata itu kembali membuat Neul Yong tersipu malu. Minho melepas tangannya perlahan dan membiarkan Neul Yong turun. Setelah Neul Yong menutup pintu mobil, ia segera menyalakan mesin mobilnya dan kemudian menginjak gas perlahan.

Ia memegangi kedua tangannya. Tampak malu. ‘ Ya ampun.. Ada apa denganku ini ? ’ Neul Yong berjalan perlahan ke pintu masuk dan didapati Kyuhyun sedang berdiri diambang pintu. Memandangnya dengan tatapan yang terkesan tajam namun tersirat dimatanya kalau ia terlihat lelah. Neul Yong berjalan perlahan melewati Kyuhyun tanpa mengucapkan satu kalimat pun. Ekor matanya melihat kalau Kyuhyun sedang memandanganya.

Sebenarnya ia ingin sekali berbaikan dengan kakak tersayangnya ini, namun ego nya yang besar membuat hal itu masih tertahan hingga sekarang. Neul Yong melepas sepatunya dan berkata, “ Aku pulang. ” lalu berjalan menuju lantai atas. Ia ingin sekali berbaring di ranjang nya yang empuk setelah seharian penuh bermain.

Neul Yong merasakan bahwa Kyuhyun mengekorinya dibelakang tapi Neul Yong mengacuhkannya. Sebelum ia memegang knop pintu, Kyuhyun menarik lengannya dan membuat Neul Yong menghadap Kyuhyun. Neul Yong menatap Kyuhyun dengan bola mata cokelatnya itu.

“ Neul Yong-ah.. Mianhae, Jeongmal mianhae. ” Kata Kyuhyun. Tatapan matanya begitu sendu. Membuat Neul Yong tidak tega melihat oppa tersayangnya ini. Neul Yong terlihat mendesah.

“ Untuk apa oppa meminta maaf ? ”

“ Aku sudah bersalah padamu. Aku tidak akan mengulangi ucapan ku dulu. ” Kata Kyuhyun masih menggenggam tangan Neul Yong.

“ Aku kan sudah bilang oppa tidak harus minta maaf. Lagi pula aku sudah tidak memikirkannya lagi kok. ”

“ Jeongmal ? Kau tidak marah padaku Neul Yong-ah ? ” Kyuhyun terlihat tidak percaya.

“ Ne. Aku tidak marah pada oppa. ”

“ Gomawo Neul Yong. ” Kyuhyun menarik Neul Yong masuk kedalam pelukannya. Membenamkan Neul Yong didadanya yang bidang. Neul Yong terpaku. Tangannya tergeletak lemas di samping tubuhnya. Entah apa yang ia rasakan saat ini. Dadanya begitu bergemuruh. Ia takut oppa nya ini mendengar suara detak jantungnya yang sangat cepat.

            Seperti ada sesuatu yang mendorongnya, Neul Yong meletakkan kedua tangannya di punggung Kyuhyun. Membalas pelukannya. Ia merasakan desahan nafas Kyuhyun di tengkuknya. Begitu pelan dan teratur. “ Gomawo Neul Yong-ah. ” Kyuhyun berbisik lembut ditelinga Neul Yong.
           
Neul Yong tersenyum, “ Cheonmaneyo oppa. ”

****

            Minho memasukkan mobilnya ke garasi. Lalu menekan tombol kunci agar mobil nya terkunci otomatis. Ia bersiul-siul senang sambil melempar-lempar kunci mobil yang ada ditangannya.
           
            “ Aku pulang. ” Minho melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sendal rumah. Ia menuju dapur untuk mengambil minum. Setalah menegak air putih cukup banyak karena haus, Ia segera melempar tubuhnya disofa, tepat disamping adiknya yang sedang mengganti-ganti channel tv. 

            “ YA ! Oppa ! Kenapa kau membuatku kaget ? ” Eunsoo memasang tampan menyeramkan ke arah Minho. Yang ditatapnya hanya tersenyum tanpa dosa.

“ Hahaha, Mianhae. ” Kata Minho masih dengan senyuman tanpa dosanya itu. Eunsoo yang melihat gelagat oppanya yang aneh itu ikut-ikut tersenyum. Tersenyum meledek.

“ Sepertinya hari ini oppa sedang senang sekali. Pasti ada sesuatu yang terjadi tadi. Hayo Oppa. Ceritakan padaku tadi seperti apa. ” Eunsoo menyenggol-nyenggol bahu Minho. Yang disenggol makin melebarkan senyumnya.

“ Tuh kan ! Pasti aku melewatkan sesuatu ! Ceritakan padaku oppa. Palli ! ” Paksa Eunsoo. Kali ini ia menggoyang-goyangkan tubuh Minho agar sang empunya yang punya tubuh itu menceritakan kepadanya.

“ Haaaah, hal yang bagus seperti tadi sulit untuk diceritakan. ” Kata Minho.

“ Aishh, Oppa ! Kalau oppa gak mau menceritakannya padaku, aku tidak janji akan membantu oppa lagi. ” Ancam Eunsoo.

“ Kalau kau tidak mau membantuku lagi, aku tidak akan membantumu juga. Biar aku membiarkan Kibum mencari yeoja chingunya sendiri. ” Minho mengancam balik Eunsoo yang membuat Eunsoo mengerucutkan bibirnya.

“ Hahaha. Kau kalah telak denganku. Aku akan menceritakannya padamu saat aku benar-benar menembaknya. Oke ?  ”

“ Jadi oppa belum menembaknya ? ” Tanya Eunsoo heran.

“ Belum. Aku sedang mencari waktu yang tepat. ”

“ Aishh. Oppa ku ini lambat sekali. Siapa tahu nanti Neul Yong nya direbut orang lain. ”

Minho langsung terdiam. Pikirannya langsung melayang ke orang itu. Seseorang yang membuat dirinya merasa tersaingi. Yang membuatnya merasa ingin memiliki Neul Yong seutuhnya. Seseorang yang membuat dirinya ingin bertindak lebih jauh agar tidak ada seorang pun selain dirinya yang bisa berada disamping Neul Yong. Melindungi Neul Yong, menjaga Neul Yong. Cho Kyuhyun.

****

Neul Yong merebahkan tubuhnya diranjang empuknya setelah ia selesai mandi. Menatap langit-langit kamar. Pikirannya melayang kembali            pada kejadian tadi. Yang membuat dirinya hampir saja berciuman dengan Minho. Semburat merah muncul di pipinya yang putih itu. ‘ Aigoo, apa yang aku bayangkan tadi ? Kyaaaaa.. ’ Neul Yong berguling-guling di kasurnya. Dan...

BUGH

Neul Yong terjatuh dari tempat tidur. “ Adawww..” Neul Yong mengelus-elus bokongnya yang kesakitan. Kemudian ia bangkit. Hendak turun ke lantai bawah dan makan malam. Namun langkahnya terhenti melihat ponsel nya berdering. Ada sms masuk. Ia segera mengambil ponsel yang ia letakkan dimeja riasnya. Dibukanya flap ponselnya lalu tersenyum saat tahu siapa yang mengirimnya sms.

From    : Minho Oppa

Annyeong Neul Yong-ah J 
Sedang apa kamu ? Sudah makankah ?

To        : Minho Oppa

Annyeong Oppa..
Ini baru saja mau makan.. Oppa sedang apa ?J 



From    : Minho Oppa

Aku ? Aku sedang memikirkan seseorang. Seseorang yang tengah meng-sms ku kali ini.

Deg,deg

Rasanya setelah membaca sms itu dada Neul Yong serasa tidak karuan. Ia tidak tahu harus membalas apa. Lalu bunyi dering sms terdengar lagi.

From    : Minho Oppa

Neul Yong-ah.. Padahal tadi kita baru bertemu dan main bersama tapi entah mengapa aku sudah rindu padamu. Bogoshippeo..

Jantung Neul Yong berdegup semakin cepat. ‘ Astaga, benarkah ini ? Aku harus membalas apa ? ’ Batin Neul Yong. Tapi sepertinya tidak bisa dipungkiri lagi kalau..

To        : Minho Oppa

Nado Oppa.

****

            Minho sedang duduk-duduk santai di balkon kamarnya sambil memainkan ponselnya. Ia kali ini sedang bersms ria dengan Neul Yong. Kemudian ada sesuatu yang membuat Minho terkaget-kaget membaca sms balasan Neul Yong. Ia tadinya tidak mau jujur kalau ia sedang memikirkan Neul Yong. Entah setan apa yang merasuki Minho saat ini hingga ia mengatakannya juga.

 Namun jawaban yang tidak Minho sangka adalah bahwa Neul Yong merindukannya juga. Ia segera mengirim sms balasan untuk Neul Yong.

To        : Expected NY

Jeongmal ? Kau juga merindukanku ?

Sms balasan cukup lama ia terima. Namun setelah ada bunyi tanda sms masuk, ia segera membacanya. 

From   : Expected NY

Hmmm...



Minho tersenyum samar. Ini pertama kali seumur hidupnya mempunyai perasaan seperti ini kepada seorang Yeoja. Walaupun ini bukan pertama kalinya ia pacaran, tapi baru kali ini ia merasakan benar-benar ingin memiliki seseorang. Mungkin karena saat pacaran dulu, bukan ia yang mengatakan suka duluan, melainkan sang yeoja duluan.

Minho melihat langit malam yang telah dihiasi oleh banyak bintang yang bersinar dan bulan sabit yang tersenyum. Menerawang kembali kata-kata Eunsoo tadi sore. “Aishh. Oppa ku ini lambat sekali. Siapa tahu nanti Neul Yong nya direbut orang lain. ”

‘ Mungkin kata Eunsoo benar. Aku harus bertindak duluan sebelum ia direbut oleh orang lain. Karena aku benar-benar mencintainya.  ’

****

Suara ayam jantan berkokok menandakan bahwa pagi telah datang. Neul Yong menggeliat-geliat saat tidur. Jam wekernya sudah berbunyi dari tadi namun tidak membuat Neul Yong membuka matanya. Matanya masih berat karena kemarin ia tidur larut malam. Minho mengajaknya bersms ria kemarin malam.

“ Neul Yong-ah..” Seseorang mengguncang-guncang tubuh Neul Yong. Seperti tidak merasakan goncangan apapun, Neul Yong masih tetap saja bergeming. Tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya semula. Malah ia menaikan selimutnya sampai seluruh tubuhnya tertutup selimut tebal.

“ Neul Yong-ah, Bangun. Kau mau sekolah atau tidak ? Ini sudah jam 6 lewat. ” Orang itu kembali mengguncang-guncangkan tubuh Neul Yong.

“ Hoammm, aku masih ngantuk oppa. ” Kata Neul Yong masih dengan mata tertutup.

“ Baiklah kalau begitu. Kalau kau tidak bangun jam setengah 7, aku dan Kibum akan meninggalkanmu ya. Ara ? ”

“ Hmmmm...” Neul Yong hanya bergumam. Kemudian Kyuhyun berbalik dan keluar dari kamar Neul Yong.

****


Bounce to You Bounce to You nega summi neoh

  
Nada dering telfon terdengar dari ponsel Neul Yong yang ia letakkan di meja samping tempat tidurnya. Neul Yong meraba-raba meja itu dengan mata masih terpejam. Lalu membuka flap ponsel nya tanpa melihat siapa yang menelefon.

“ Yeoboseyo ? ”

“ SHIN NEUL YONG !!! ” Suara teriakan terdengar dari sana. Neul Yong segera menjauhkan ponselnya dari telinga. Takut-takut gendang telinganya pecah karena suara sahabatnya itu.

“ Yeoboseyo ? ” Tanya Neul Yong lagi.

“ Yeoboseyo, yeoboseyo !! YA ! Kau kemana hari ini ? Kenapa tidak datang kesekolah ? Kim songsaenim mencari mu tahu. ” Kata Eunsoo dari seberang telfon. Neul Yong mengerutkan keningnya, bingung.

“ Untuk apa Kim songsaenim mencariku ? ” Neul Yong tampak berpikir lagi. “ Eh ? Eh ? EEHHH ? Kim Songsaenim ? Astaga aku lupa. “ Neul Yong menepuk jidatnya pelan. “ Tugas makalah Biologi tentang rekayasa genetik lupa aku berikan padanya. ”

“ Aishh, kau ini. Lalu kenapa kau tidak masuk hari ini ? Tunggu dulu ! Jangan bilang kau baru saja bangun jam segini ? ”

“ hehehehe. Aku memang baru saja bangun. ”

“ ASTAGA ! Neul Yong !! Kau itu.. Ini sudah jam 11 siang, Neul Yong. Dan kau baru bangun jam segini ?  Semalam kau ngapain saja sih ? ” Damprat Eunsoo bertubi-tubi.

“ Hehehehe. Minho Oppa mengajak aku sms-an. Jadi aku ladeni saja. Ternyata enak juga mengobrol dengan Oppa mu itu. ”

“ Omooo, sejak kapan kau sms-an dengan oppa ku ? Jangan bilang...” Eunsoo menggantungkan perkataannya.

“ Jangan bilang apa ?? ” Tanya Eunsoo penasaran.

“ Ah, ani. Tidak jadi. ”

“ Aishh, kau ini. ”

“ Ya sudah Neul Yong-ah. Jung Songsaenim sudah datang nih. Annyeong.”



Eunsoo segera memutuskan hubungannya. Dan Eunsoo segera mengirim sms kepada Oppa nya itu.

To        : Minho Oppa

Oppa, gawat !! Neul Yong sakit gara-gara ia tidur terlalu malam. Ini semua gara-gara oppa mengajaknya sms-an sampai larut. Kau tidak tahu Oppa ? Neul Yong kalau sudah tidur terlambat bakal langsung sakit. Cepat kerumahnya. Aku takut terjadi apa-apa padanya.

Lalu Eunsoo menekan tombol Send. Ia terkikik pelan. ‘ Aku kerjain kau oppa.. Hihihi ’

****

Minho terlihat bosan melihat layar Proyektor. Telapak tangannya sedari tadi menopang kepalanya yang terasa berat. Rasa kantuk sebenarnya sudah ia rasakan sejak mata kuliah pertama hari ini. Karena kemarin ia ber-sms ria dengan Neul Yong. Mengingat hal itu membuat wajah Minho sumringah.

Tiba-tiba getaran ponselnya terasa dari saku jeans nya. Ia merogoh sakunya tersebut dan mengambil ponselnya. Ada satu sms masuk. Dari dongsaengnya.

From   : Yeodongsaengku

Oppa, gawat !! Neul Yong sakit gara-gara ia tidur terlalu malam. Ini semua gara-gara oppa mengajaknya sms-an sampai larut. Kau tidak tahu Oppa ? Neul Yong kalau sudah tidur terlambat bakal langsung sakit. Cepat kerumahnya. Aku takut terjadi apa-apa padanya.

Minho terbelalak kaget melihat sms dari dongsaengnya itu. ‘ MWO ? Neul Yong sakit ? Dan itu akibat dari kesalahnku ?  ’ Batinnya. Itu membuat Minho gelisah. Waktu masih ada 20 menit lagi sebelum mata kuliah terakhir untuk hari ini selesai. Ia terlihat uring-uringan. Matanya terus melihat kearah jam tangannya. Ingin segera pelajaran membosankan ini berakhir dan segera pergi ke rumah Kibum.

10 menit lagi waktu pelajaran selesai. Minho semakin tidak tenang. Akhirnya tanpa pikir panjang, ia berdiri membawa tas ranselnya. Berjalan menuju songsaenim yang sedang menjelaskan. Meminta ijin untuk pulang lebih dulu dengan alasan saudaranya sedang sakit. Jadi ia diminta untuk menemaninya berobat.

Setelah cukup lama, akhirnya songsaenim memberikan izin padanya dengan syarat ia harus mengerjakan tugas makalah sebanyak 20 halaman. Minho mengiyakannya dan pergi. Ia  berlari disepanjang koridor menuju parkiran mobil.



Dengan cepat ia segera masuk kedalam mobil. Menyalakannya dan kemudian mengemudikannya dengan cepat. Pikirannya masih melayang pada Neul Yong.Ia sangat takut terjadi apa-apa padanya. Hanya dalam 10 menit, dengan kecepatan diatas 100 km/jam, Minho sampai didepan rumah Neul Yong.

Ia segera turun dari mobilnya dan menuju ke pintu utama rumah Neul Yong. Ia menekan bel nya berkali-kali. Masih terlihat gelisah, ia menghentak-hentakkan kakinya menunggu pintu itu terbuka. Akhirnya terdengar derap langkah mendekat. Lalu knop pintu itu berputar yang membuat pintu itu terbuka. “ Nugu ? ” Terdengar suara dari celah pintu yang terbuka.

“ Neul Yong-ah.. ”

Pintu itu terbuka lebar dan terlihat Neul Yong masih dengan piyamanya tersenyum. “ Oppa ? Ada apa ? Kenapa kau..” Sebelum Neul Yong selesai bicara, Minho menarik lengan Neul Yong dan merengkuhnya kedalam pelukan.

“ Neul Yong-ah.. Aku lega kau tidak apa-apa..” Minho berbisik lembut ditelinga Neul Yong. Membuat suatu sensasi yang amat dinikmati olehnya.

“Loh ? Memangnya aku kenapa ? “ Tanya Neul Yong heran.

Minho melepas pelukannya. “ Bukankah kau sedang sakit ? Aku lega sekali tidak terjadi apa-apa denganmu. Sedari tadi aku sudah khawatir. ”

Neul Yong menaikkan sebelah alisnya, “ Mwo ? Sakit ? Aku baik-baik saja Oppa. Aku sehat walafiat. ”

“ Tapi kata Eunsoo, kau... ” Minho tidak jadi melanjutkan kalimatnya. Ia berpikir sejenak lalu seringaian terlukis dibibirnya. ‘ Aishh, anak itu.. Bisa-bisanya kau mengerjaiku. Awas saja kau, Choi Eunsoo..’

“ Kata Eunsoo aku kenapa oppa ? ” Tanya Neul Yong heran.

“ Oh ani. Baguslah kau tidak apa-apa. Hmm, kau tidak membiarkan aku masuk ? ”

“ Oh iya. Ayo oppa. ” Neul Yong menarik tangan Minho. Mereka berdua akhirnya masuk dan Neul Yong menyuruh Minho duduk disofa sementara ia mengganti bajunya.

Setelah Neul Yong berganti baju, ia menyiapkan minuman untuk mereka berdua.

“ Oppa, kau mau minum apa ? ” Teriak Neul Yong dari arah dapur.



“ Terserah kau saja. ” Kata Minho. Namun suara nya terdengar sangat dekat ditelinga Neul Yong. Ternyata Minho sedang menuju kearahnya. Ia ingin membantu Neul Yong membawakan gelasnya.

“ Oppa, kau duduk saja disana. Biar ini aku yang bawakan. Oppa itu kan tamuku. ” Kata Neul Yong sembari memasukkan gula kedalam 2 cangkir yang ada dihadapannya itu.

“ Kau jangan begitu tuan putri. Mana ada tuan putri yang membawakan minumnya untuk pelayannya yang tampan ini. Biar aku saja yang membawakannya. ” Goda Minho.

“ Aishh, Oppa. Kau itu narsis sekali sih. ” Neul Yong memutar bola matanya. Minho yang melihat itu hanya tertawa pelan.

“ Yap. Sudah selesai. ” Neul Yong menepuk kedua tangannya. Saat Neul Yong hendak mengambil nampan yang ada dimeja makan, ia tiba-tiba terpeleset. Hampir saja ia jatuh terjengkang sebelum Minho menahan pinggang Neul Yong dan menariknya. Kini wajah mereka begitu dekat. Mereka bahkan bisa merasakan desahan nafas satu sama lain.

Mata mereka saling bertatapan. Mata tajam Minho menatap kedalam bola mata cokelat itu. Wajah mereka semakin dekat. Mungkin kejadian yang ‘ Hampir’ terjadi di bianglala itu akan terjadi sekarang. Bahkan bibir mereka nyaris bersentuhan dan

“EHEM...”

Terdengar seseorang sedang berdeham. Mereka berdua segera menjauhkan diri. Semburat merah terlihat dari wajah mereka.

“ Ehem,ehem.. Sepertinya aku mengganggu kalian ya ? Ayo lanjutkan lagi saja.  ” Kibum memperlihatkan seringaian menggoda nya sebelum melengos pergi.

“ OPPA !! ”

“ YA ! KIM KIBUM ! ”

TBC
Hohohoho... Gimana gimana ? semakin gaje kan ?
Tapi walaupun semakin gaje, aku minta comentnya ya.. 

DON'T BE SILENT READER... OK?

1 comment:

  1. Lee Ha Ki imnida ;)
    hehehe,, waaa unnii unnii.. bguss bangett aww :D sya yg bca jd ikut* deg deg serr kwkwkwkkk

    ReplyDelete

Jangan lupa tulis nama kalian sebelum komentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KAMSAHAMNIDA

Profile

My photo
Pangkalan Bun, Kalteng, Indonesia
Saya buat BLOG ini untuk berbagi dengan teman-teman penjelajah dunia maya.... WELCOME TO MY BLOG :)