Sunday, December 4, 2011

FF - SOMETHING // SHINee-SUPER JUNIOR Part IV

Annyeong ^^
Aku balik lagi nih bawa FF GAJE abiss..
Mian lama bagi yang nungguin...
Ini FF ku sebelum aku US.. Jadi untuk sementara, aku bakal lama post part selanjutnya..
Karena yang kemarin cuma sedikit yang RCL, jadinya aku cuma tag yag RCL aja ya.. Mian..
Oke, langsung aja.. 
TITLE                  : Something
MAIN CAST         : Key (SHINee) as Kim Kibum
                             Kyuhyun ( Super Junior ) as Cho Kyuhyun
                             Minho ( SHINee ) as Choi Minho
                             Shin Neul Yong (OC’s)
OTHER CAST       : Temukan sendiri dalam FF
LENGTH                : CHAPTERED
GENRE                  : Family, Friendship, Romance
RATING               : PG -15
AUTHOR              : MutiaMia Andara (#OnDuMi(FF)#)
DISCLAIMER       : Semua cast punya orang tuanya masing2 kecuali Shin Neul Yong dan Ontehr Cast nanti nya..
I hate SIDERS and don't be PLAGIATOR
PREVIOUS PART
“ Ehem,ehem.. Sepertinya aku mengganggu kalian ya ? Ayo lanjutkan lagi saja.  ” Kibum memperlihatkan seringaian menggoda nya sebelum melengos pergi.

“ OPPA !! ”

“ YA ! KIM KIBUM ! ”

“ Hahahahaha..” Terdengar tawa Kibum yang membahana diseluruh penjuru rumah(?).

NEXT PART

            “ Ayo Neul Yong-ah, kita berangkat sekarang. Bukankah sebentar lagi kau kerja ? ” Tanya Minho. Mereka bertiga, Kibum-Minho dan Neul Yong, sedang makan malam. Minus Kyuhyun karena selesai kuliah, ia langsung pergi ketempat kerjanya.



            “ Oh, ayo. Kibum oppa, kau yang cucikan semua ini ya ?! ” Tanya Neul Yong sembari berdiri dari kursinya dan beranjak kekamar. Ingin mengambil tas nya.

            “ MWO ? Kenapa tidak kau saja ? ” Tanya Kibum.

            “ No no no ! “ Neul Yong menggoyang-goyangkan telunjuknya. “ Sekarang jadwalnya oppa yang membereskan. Aku sudah terlambat kerja.” Lanjutnya lagi.

            “ Hmm, Ara ara ! ” Kibum hanya memberengut kecil sembari membereskan piring – piring kotor dari meja makan. Minho terkikik pelan melihat tingkah temannya itu. Kibum yang sadar ditertawakan menoleh kearah Minho dengan tatapan tajam menusuk.

            “ Apa kau ketawa- ketawa ? Senang diatas penderitaan sahabatnya ini ? ”

            “ Haahahaha.. Ani. Hanya lucu saja melihat kau seperti anak kecil yang memberengut. ”

            “ Aissh, kau ini. Makanya cepat carikan aku pacar. Mana janjimu ? Katanya mau memperkenalkan aku pada yeoja yang sudah kau kenal ? Mana ? ”

            “ Hahahaha.. ternyata kau sudah tidak sabar. Sabar sabar. Tunggu tanggal mainnya dan aku akan segera memperkenalkannya padamu. ”

            Kibum mengedikkan bahunya, “ Terserah kau saja. Tapi aku ingin secepatnya. ”

            “ Tenang saja. ” Mendengar jawaban Minho, Kibum segera melengos kedapur dan terdengar suara kucuran air keluar. Minho menopang dagu dengan sebelah tangannya, menunggu Neul Yong turun. Tidak berapa lama, Neul Yong turun dan sudah membawa tasnya. “ Ayo oppa kita berangkat. ”

            Minho berdiri dari duduknya, “ Baiklah. Kibum, aku pulang dulu. Sekalian mau antar adikmu ini. ”

            “ Yeee ! ” Teriak Kibum dari arah dapur. Minho kemudian berjalan kearah Neul Yong dan merangkul bahunya. “ Kajja kita pergi. ” Dan menuntun Neul Yong keluar rumah.

****

            “ Neul Yong-ah..” Ucap Minho disela-sela ia sedang mengemudi.

            “ Waeyo ? ” Neul Yong menoleh kearah Minho. Yang ditatapnya hanya menoleh sekilas lalu kembali memusatkan penglihatannya ke jalanan.
            “ Ini soal Kibum..”

            “ Ada apa dengannya ? ”

            “ Hmmm, begini, pernahkah ia bercerita padamu kalau ia sedang mencari seorang yeoja untuk dikencaninya ? ”Minho terkesan ragu untuk mengatakannya.

            “ Ani. Memangnya Kibum Oppa pernah berkata seperti itu pada oppa ? ”

            Minho mengangguk, “ Ya. Mungkin ia berkata seperti itu karena sudah bosan padaku. ”

            “ Hahaha. Oppa ini ada-ada saja. Wah, kalau benar dia berkata begitu, kasian sekali dia. Itu tandanya tidak ada satu yeoja pun yang tertarik padanya. ” Kata Neul Yong, ‘ Kecuali sahabatku itu.’ Batinnya nya.

            “ Mungkin ada yang suka padanya. ” Kata Minho.

            Neul Yong memiringkan kepalanya tanda berpikir, “ Nugu ? ”

            “ Aku tidak enak untuk mengatakannya padamu. Secara kamu itu adiknya Kibum. Aku takut kamu tidak setuju. Jujur saja, aku dimintai tolong untuk membantunya mencari yeoja dan aku sudah menemukannya. ”

            Neul Yong terlihat semakin heran, “ Maksud oppa siapa ? ”

            Minho terlihat ragu-ragu menjawabnya. Ia menggaruk-garuk kepala belakangnya yang sebenarnya tidak gatal. “ Hmmm, gimana ya mengatakannya, hmmm, yeoja yang aku maksud itu... Adikku sendiri, Eunsoo.”

            Neul Yong menahan tawanya. Ia membekap mulutnya sendiri agar tawanya tidak terdengar. “ Hmmpph..”

            Minho melihat sekilas kearah Neul Yong, terlihat heran. “ Kenapa kau begitu ? Tertawa saja kalau kau mau. ”

            Neul Yong membuka bekapan mulutnya dan mulai tertawa terbahak-bahak.

            “ Bwahahahahahaha.. Jadi Eunsoo minta bantuan pada oppa, yang gak lain dan gak bukan adalah sahabat oppa ku sendiri itu ?  Aissh, dasar. Ternyata ia punya otak cemerlang juga. Huahahaha.” Neul Yong memegangi perutnya yang sedikit sakit akibat tertawa sendiri.

            “ Aishh, kau ini. Sepertinya senang sekali.”

            “ Hahahaha.. Pasalnya Eunsoo juga minta bantuanku oppa. ”

            “ Jeongmal ? ”

            “ Yup...” Neul Yong mengangguk.

            Minho mengernyitkan dahi nya tanda berpikir. “ Bagaimana kalau kita kerjasama buat dekatin mereka ? Gimana ?  ”

            “ Hmm, ide bagus juga itu. Oke kalau begitu. Aku setuju.”

            “ Baiklah kalau begitu. Kita mulai pikirkan rencana A. Hahaha..”

****

            Neul Yong membuka lockernya dan mengambil baju kerjanya disitu. Hendak berganti pakaian. Saat ia menutup pintu lockernya, terlihat seseorang sedang membuka locker disebelahnya. Neul Yong mengerutkan dahinya. Lalu ia langsung tersenyum mengetahui orang itu. “ Eonni ? ”

            Yang dipanggil Neul Yong segera menolehkan wajahnya dan tersenyum, “ Neul Yong-ah, Annyeong. ”

            “ Annyeong. Lama sekali aku tidak melihat eonni. Bagaimana kabar eonni sekarang ? ” Tanya Neul Yong.

            “ Baik. Sangat baik. Bagaimana dengan kau sendiri ? ” Tanyanya sembari menutup pintu lockernya.

            “ Aku juga baik. Kenapa eonni baru kerja sekarang ?  Eonni sedang sibuk ? ”

            “ Ne. Aku sedang sibuk memnyelesaikan skripsi ku. Untuk itu aku cuti untuk sementara waktu. Ayo kita duduk dulu. Waktu kerja masih ada 20 menit lagi. Sudah lama aku tidak mengobrol denganmu. ” Ia mengajak Neul Yong duduk dibangku dekat mereka.

            “ Aku kangen sekali dengan eonni. Bogoshippeo. ” Neul Yong memeluk yeoja yang ia panggil eonni itu. Yeoja itu membalas pelukan Neul Yong. Ia selalu merasa senang ketika yeoja yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu memeluknya.      
           



            “ Nado bogoshippeo, saeng. ”

            “ Eonni sepertinya sibuk sekali ya. Sampai-sampai tidak pernah mengirim kabar lagi padaku. ” Neul Yong melepas pelukannya dan menatap wajah eonni nya itu.

            “ Hahaha. Mianhae saeng. Eonni benar-benar sedang sibuk sekarang. Eonni saja sekarang datang hanya untuk meminta ijin untuk cuti 2 minggu lagi. Setelah itu, Eonni free dan siap buat kerja lagi. Benar-benar kejar deadline banget.”

            “ Hmm, arasseo. Sama seperi oppa ku. Dia juga sedang persiapan skripsi. Seperti Eonni. Tapi setelah 2 minggu, eonni benar-benar free kan ? Bakal terus kerja disini kan ? ”

            “ Ne. Benar-benar free. Tinggal menunggu sidang saja.” Ia tersenyum.

            “ Aku senang mendengarnya. ” Neul Yong pun ikut tersenyum. Ia senang bisa kembali mengobrol dengan Eonni tersayangnya itu. Sudah hampir 1 bulan lebih ia tidak bertemu dengannya. Eonni yang sangat baik dan sudah ia anggap sebagai Eonni nya sendiri. Lalu seseorang membuka pintu ruangan tersebut.

            “ Yoonmi-ssi, anda dipanggil oleh manajer diruangannya. ”

            “ Oh, baiklah kalau begitu. Gomawo. ” Orang itu kembali menutup pintunya. “ Kalau begitu eonni pergi dulu ya. Sekarang cepat ganti baju. Sebentar lagi waktu kerja mulai. ” Eonni yang bernama Yoonmi itu segera berdiri disusul dengan Neul Yong.

            “ Ne. ”

            “ Kalau begitu eonni pergi dulu ya. Annyeong. ” Yoonmi melambaikan tangannya, membuka pintu kemudian menghilang. “ Annyeong Eonni. ”

****

            Jam kerja sudah selesai. Neul Yong dengan segera membereskan barang-barangnya dan segera beranjak dari ruang ganti. Minho sudah menunggunya dari tadi. Untuk itu dia mempercepat langkahnya agar Minho tidak menunggunya terlalu lama. Entah sekarang sudah menjadi kebiasaan rutin Minho menjemput Neul Yong. Minho tidak keberatan dan Neul Yong juga senang-senang saja.   
  

Didalam mobil, mereka berdua membicarakan rencana untuk menjodohkan Kibum dan Eunsoo. Dan setelah berargumen cukup lama, akhirnya mereka sepakat akan mempertemukan keduannya beberapa hari lagi.

“ Gomawo oppa. ” Neul Yong membungkukkan badannya beberapa derajat. Minho sudah biasa mendapatkan ucapan terima kasih dari Neul Yong setiap hari sepulang ia mengantarnya bekerja.

“ Eoh. Kau tidur yang nyenyak ya. Jangan terlalu larut. Annyeong. ” Mengusap rambut Neul Yong lembut lalumembalikkan tubuhnya dan berjalan perlahan. Namun langkahnya terhenti melihat motor sport biru masuk kepekarangan rumah. Minho melihat motor itu juga berhenti. Dari dalam helm nya terlihat 1 pasang mata sedang menatapnya tajam. “ Kyuhyun Oppa. ” Ditengoknya kebelakang dan melihat Neul Yong melambaikan tangannya pada sang pengemudi motor itu.

Minho melanjutkan langkahnya. Ia lewat disamping motor itu, matanya melihat si pengemudi sekilas lalu berjalan menjauh. Menuju mobilnya yang terparkir di depan pagar. Melihat mobil Minho sudah menjauh dari rumahnya, Kyuhyun segera memasukkan motornya ke garasi rumah.

“ Oppa, kenapa baru pulang jam segini ? ” Tanya Neul Yong yang bergelayut manja di tangan Kyuhyun.

“ Aku ada kerja lembur. Makanya baru pulang jam segini. Kau juga baru pulang ? ”

Neul Yong mengangguk, “ Baru saja. Untungnya Minho oppa selalu menjemputku. Jadi aku tidak terlalu takut untuk pulang sendiri. ” Kyuhyun terdiam melihat cara bicara Neul Yong yang terdengar... Bahagia ???

“ Kibum dimana ? ” Tanya Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.

“ Mungkin sudah tidur. Lagi pula ini juga hampir tengah malam. Oppa sudah makan ? ”

“ Belum. ”

“ Mau aku buatkan makan malam dulu ? ”

“ Tidak usah. Lebih baik kau tidur saja sana. Dari pada kau terlambat sekolah lagi besok.”

“ Hmm, baiklah kalau begitu. Oppa juga harus tidur juga ya. Annyeong. ” Neul Yong mengecup sekilas pipi Kyuhyun dan berjalan ke arah tangga. Tangan Kyuhyun terangkat ke pipinya yang dikecup oleh Neul Yong. Matanya menatap punggung Neul Yong yang menjauh. “ Neul Yong...”

****

Kyuhyun mengantar Neul Yong sampai didepan sekolahnya. Neul Yong tersenyum sembari memberikan helm putihnya itu kepada Kyuhyun. “ Nanti aku jemput ya. Sekalian ketempat kerjamu, Otte ? ”

“ Boleh kalau begitu. Sampai nanti oppa. ” Neul Yong melambaikan tangannya dan Kyuhyun pun berlalu. Ia membalikkan tubuhnya dan melangkah perlahan menuju kelas. “ Shin Neul Yoooong..” Seseorang meneriakkan namanya. Membuat Neul Yong berhenti dan menoleh kebelakang. Dilihatnya Eunsoo melambaikan tangannya dan kemudian berlari menghampirinya.

“ Yo,yo,yo,yo... ” Kata Eunsoo saat ia sudah ada disebelah Neul Yong.

“ Mwoya ? Kau itu pagi-pagi sudah bikin heboh saja. ”

“ Hehehe.. Bagaimana kau dengan oppa ku yang tampan itu ? Ada kemajuan ?”

“ Apa maksudmu sih ? Kemajuan apaan ? ” Neul Yong heran dengan pertanyaan sahabatnya itu.

“ Jangan pura-pura jadi orang pabo begitu deh. ”

“ Siapa juga yang pura-pura ?! Harusnya aku yang tanya begitu padamu, ada kemajuan gak kau dengan oppa ku ? Kau ini bisanya cuma jadi secret admirer saja sih. Mana seorang Choi Eunsoo yang cerewet dan banyak omong itu ? Masa didepan oppa ku saja kau jadi orang gagap. ”

“ Ga...gagap apaan sih ? ”

“ Aishh kau ini jangan pura-pura lupa. Mau aku ingatkan lagi ?! ”

Flash Back


2 Tahun yang lalu...

“ Neul Yong-ah, boleh aku main kerumahmu hari ini ? “ Tanya Eunsoo. Saat itu mereka sedang istirahat makan siang.

“ Boleh saja. ”

“ Gomawo Neul Yong. ”

*****

“ Aku pulang. ” Neul Yong melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah. Dibelakangnya mengekor(?) Eunsoo. Ia sedang melihat-lihat isi rumah Neul Yong. “ Kyuhyun Oppa, Kibum Oppa, eodiga ? ” Teriak Neul Yong dari ruang tamu.

“ Oh, kau sudah pulang Neul Yong-ah ? ” Tanya seseorang yang muncul dari tangga. Eunsoo terpana melihat orang itu. ‘Tampan..’ Batinnya.

“ Ye, aku sudah pulang. Oh iya oppa, kenalkan ini Choi Eunsoo dan Eunsoo, ini Oppa ku, Cho Kyuhyun. ” Neul Yong memperkenalkan Eunsoo pada kakaknya.

“ Annyeong, Choi Eunsoo imnida. ” Eunsoo menundukkan wajahnya.

“ Annyeong. Cho Kyuhyun imnida. ” Kyuhyun tersenyum ramah pada teman adiknya ini.

“ Oh iya oppa, dimana Kibum oppa ? ” Neul Yong celingak-celinguk melihat sekeliling ruangan mencari sosok kakaknya itu.

“ Sebentar lagi juga sampai.. Oh, itu dia.” Terdengar suara pintu utama dibuka dan dilihatnya sosok namja yang masih memakai helmnya. “ Aku pulang. ” Katanya.

Eunsoo penasaran dengan sosok dibalik helm itu. Ia mengikuti gerak-gerik namja itu yang sedang kedapur tanpa berpaling sedikitpun. “ Kibum oppa, ada temanku yang ingin aku kenalkan. ” Kata Neul Yong.

Namja itu kembali lagi masih dengan helm yang ia pakai dan segelas air putih ditangannya. Ia meletakkan gelas itu di meja ruang tamu lalu membuka helm nya. Eunsoo terpana melihatnya. Bahkan lebih terpana dibandingkan ia tadi melihat Kyuhyun. Gerakan namja itu membuka helm terasa sangat lambat dimatanya. Membuat ia menikmati setiap gerakan namja itu. Lekuk wajah yang nyaris sempurna. Dengan tulang pipi yang naik keatas, tatapan matanya yang tajam itu, sanggup membuat seorang Eunsoo, yang notaben tidak pernah menyukai seorang namja terkagum-kagum melihatnya.
  

“ Eunsoo-ya.. Eunsoo ya..” Neul Yong mengguncang-guncang tubuh Eunsoo keras. Sejak tadi dipanggil, Eunsoo tidak menyahut.

“ Eh, mwo ? ” Kata Eunsoo yang akhirnya sadar dari lamunanya.

“ Ini oppa ku yang satu lagi, namanya Kim Kibum. Oppa, ini temanku, Choi Eunsoo.”

“ A..Ann..Annyeong haseyo. Choi Eunsoo Imnida.” Eunsoo membungkukkan badannya 90 derajat. Layaknya ia sedang hormat kepada presiden Indonesia#loh?

“ Oh, Kim Kibum Imnida. ” Kibum membalas bungkukkan itu pelan. Heran dengan yeoja yang satu ini. ‘ Dasar Aneh.’ Pikirnya.

“ Yasudah, acara perkenalan selesai. Ayo Eunsoo, kita kekamarku saja. ” Neul Yong mengajak Eunsoo yang masih berdiri mematung melihat Kibum.

Flash Back End

“ Nah, mana yang gak gelagapan ? Sampai aku panggil berkali-kali, kau tetap tidak menyahut saking terpesonanya dengan ketampan ‘hoek’ oppa ku itu. ” Mengucapkan kata tampan bagi oppa nya itu membuat membuat Neul Yong ingin muntah. Apa Eunsoo tidak bisa membedakan mana yang tampan mana yang tidak ? Sudah pasti Kyuhyun adalah yang tertampan nomor satu buat Neul Yong. Kakak kesayangannya itu adalah yang terbaik baginya.

“ Kau saja yang terlalu brother complex dengan Kyuhyun oppa. ” Eunsoo memberengutkan mulutnya karena merasa orang yang ia sukai dijelek-jelekkan.

“ Biarkan saja. ” Neul Yong mehrong. “ Sudahlah, dari pada membicarakan dia, ayo cepat kita masuk. Bel sudah bunyi. ” Neul Yong menarik lengan Eunsoo dan membawanya kekelas.

****

Kibum tengah melangkah pelan menuju kelas bahasanya. Kedua tangannya ia masukkan kedalam saku celananya. Terdengar derap langkah kaki yang cepat lalu beberapa detik kemudian seseorang sudah menggamit leher Kibum dari belakang. “ Yoosh ! ”

“ Ya ! Choi Minho ! Bisakah kau menghilangkan kebiasaanmu mencekikku dari belakang ?! ” Kibum mengelus-elus lehernya pelan.

“ Hahaha. Mian. ”
  
“ Kenapa kau pagi-pagi sudah sumringah begini ? Pasti ada sesuatu antara kau dengan adikku.. ”

“ Hahahaha. Ani. ”

“ Yang benar ? ” Kibum menyenggol pelan bahu Minho.

“ Ye. ” Kemudian Minho berjalan menjauh dari Kibum. Lalu ia membalik badannya menghadap Kibum. “ Hei, Kim Kibum. Apa kau sudah siapkan mental dan fisikmu ? ”

Kibum menaikkan sebelah alisnya, tanda heran.“ Mental dan fisik ? Untuk apa ? ”

Minho menyeringai. Kibum semakin heran dengan sikap Minho. Ia tahu apa arti dari seringaian itu. Seringai yang berarti akan ada sesuatu yang terjadi pada dirinya nanti.

****

Bounce to you Bounce Naega summi neoh

Ponsel Neul yong berbunyi ketika ia dan Eunsoo sedang makan dikantin. Ia melihat lcd ponsel nya dan langsung mengangkat telfonnya. “ Yeoboseyo, Minho oppa. Waeyo ? ” Kegiatan makan Eunsoo berhenti saat tahu yang menelefon temannya itu adalah oppa nya sendiri. “ Oppa ku ? ” Tanya Eunsoo heran. Neul Yong menganggukkan kepalanya memberi isyarat-iya-pada Eunsoo.

“ Sebelum berangkat kerja ? Hmmm, hari ini sepertinya tidak bisa. Kyuhyun oppa berjanji padaku akan menjemputku nanti. Bagaimana kalau besok kita membicarakannya ? Tidak apa-apa kan ? ”

“....”

“ Baiklah kalau begitu. Sampai jumpa besok. Annyeong. ” Neul Yong menutup telfonnya dan kembali melanjutkan makan. “ Ada apa dengan oppa ku ? ” Tanya Eunsoo.

“ Eoh ? Dia minta bertemu denganku sepulang sekolah. Katanya ada yang mau dibicarain. ”

“ Kenapa kau menolaknya ? ”

“ Kyuhyun oppa sudah berjanji padaku akan menjemput nanti. Aku tidak enak padanya. Baru saja aku berbaikan dengannya. ”

“ Ternyata kau sudah berbaikan. Baguslah kalau begitu. ”

“ Eoh. Aku senang sudah berbaikan lagi dengannya. “ Kata Neul Yong sembari menyeruput milkshakenya.

“ Hmm.. Aku mengerti bagaimana perasaanmu. ”

****

Neul Yong berlari mengampiri Kyuhyun yang sudah menunggu dipekarangan sekolah. Ia tersenyum melihat oppa nya yang juga tengah tersenyum. “ Oppa, sudah menunggu lamakah ? ” Tanya Neul Yong saat ia sudah berada disamping oppa nya.

“ Belum lama. Baru setengah jam. ” Kata Kyuhyun enteng.

“ MWO ? Setengah jam ?  Oppa, itu tuh bukan sebentar. Tapi lama tau ! ” Neul Yong bertolak pinggang dan terlihat marah.

“ Itu masih biasa. Ini lebih baik ketimbang dulu yang pernah menunggumu hingga 2 jam lebih kau tidak datang-datang. Ternyata saat itu kau sedang dihukum guru mengepel semua toilet. Hahaha. Itu lucu sekali. ”

Neul Yong memukul pelan lengan Kyuhyun, “ Oppa, jangan ingatkan aku pada hal itu. Itu sangat memalukan tau. ”

“ Hahaha. Tapi itu lucu sekali. Ahahaha..” Kyuhyun tertawa keras. Ia memegangi perutnya menahan sakit. Neul Yong menggembungkan pipinya. “ Oppa, berhentilah tertawa. Kau jahat. Kau membuat aku malu. ”

“ Ahahaha.. Mianhae. ” Kyuhyun berusaha menghilangkan perasaan gelinya.

“ Iish, oppa ini. ” ia menghadap ke arah yang berlawan dari Kyuhyun dan melihat mobil sedan hitam yang sudah tidak asing baginya terparkir rapi didekat motor Kyuhyun. Neul Yong menatap sang pengemudi yang ternyata juga sedang melihatnya. Pandangan mereka bertemu. Mereka saling melempar senyum. Pengemudi itu terlihat memegang ponsel nya lalu ia mendekatkan ponsel itu ketelingannya. Tiba-tiba ponsel Neul Yong berbunyi. Dilihatnya si penelepon itu yang tak lain dan tak bukan si pengemudi itu.


“ Waeyo oppa ? ” Tanya Neul Yong. Mendengar Neul Yong sedang berbicara ditelfon membuat Kyuhyun benar-benar menghentikan tawaannya. Dilihatnya Neul Yong sedang memandang tepat yang ada dibelakangannya. Ia mengikuti arah pandang Neul Yong. Dilihatnya sedan hitam terparkir persis dibelakang motornya.

Ia melihat seseorang yang ada dibalik kemudi. “ Oppa, sebentar ya. Aku mau kesana dulu. ” Neul Yong menunjuk mobil itu. Tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun, ia berlari meninggalkannya. Dilihatnya Neul Yong mengetuk pintu mobil tersebut dan kaca mobil itu terbuka.

Terlihat Neul Yong sedang berbincang-bincang dengannya. Terkadang ia tersenyum, tertawa bahkan memberengut. Lalu sebuah tangan mengelus-elus rambutnya. Membuat Kyuhyun terdiam melihatnya. Lalu ia melihat Neul Yong melambaikan tangannya dan terlihat mobil itu pergi. Neul Yong berjalan pelan menghampiri Kyuhyun. Ia terlihat bingung karena Kyuhyun hanya terdiam saja. Melamun.

“ Oppa.. Oppa... Kyuhyun Oppa..” Panggil Neul Yong. Ia menggoyangkan telapak tangannya didepan wajah Kyuhyun. “ OPPA ! ” Teriakan Neul Yong membuat Kyuhyun sadar dari lamunannya. “ Ah, Waeyo ? ” Tanya Kyuhyun.

“ Apa yang oppa lamunankan dari tadi ? ”

“ Oh, Tidak ada. Aku hanya berpikir, bukan melamun. ” Kata Kyuhyun. “ Siapa tadi yang kau hampiri ? ”

“ Minho oppa. ”

“ Oh, begitu. Ayo cepat kau naik. Aku tidak mau terlambat kerja dan kau juga kan ? ” Kyuhyun kembali memakai helmnya dan segera menstater motornya. Neul Yong kemudian naik, memakai helmnya dan segera memeluk pinggang Kyuhyun erat.

*****

“ Ahahahaha.. Boleh itu rencananya. Rencana yang bagus, Neul Yong-ah. Aku ingin membuat Eunsoo malu setengah mati. Tapi kasian juga sih.” Minho sedang mengganti pakaiannya dengan baju tidur. Kali itu, ia tidak menjemput Neul Yong karena sudah ada yang menjemputnya.

“ Mwo ? Kapan kita akan menjalankan rencananya ? ” Minho menempelkan telunjuk dan ibu jarinya didagu. Tanda berpikir. “ Hmm, kalau mulai besok bagaimana ? ”

“....”

“ Oke kalau begitu. Sekarang sudah malam. Lebih baik kau tidur. Jangan sampai tidur terlalu larut ne ? Hmm, Annyeong. Mimpi indah. ” Minho meletakkan ponsel dimeja samping tempat tidur. Lalu ia segera merebahkan tubuh dikasurnya yang terlihat nyaman. Ia tengah menatap langit-langit kamarnya. Tampak berpikir. Lalu ia tersenyum. Kalau dipikir-pikir, rencananya untuk membuat Kibum dan Eunsoo pacaran membuat ia dan Neul Yong semakin dekat. Hal yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya.

Beberapa menit kemudian, kelopak matanya mulai turun kebawah. Lalu akhirnya ia tertidur lelap.

*****

“ Eunsoo-ya..” Minho sedang memakai sepatu nya di ruang depan. Memanggil adiknya yang masih saja ada didapur. “ Eunsoo-ya, Palli.. ” Panggil Minho lagi. Tidak lama kemudian, adiknya itu muncul dengan roti yang masih saja dikunyahnya. “ Sebentar oppa. Aku ambil tas dulu. ” Dan ia segera berlari kelantai atas dan terdengar bunyi barang jatuh dilantai atas. ‘ Kali ini apa yang ia tabrak ? ’ Batin Minho.

Minho menyipitkan matanya saat melihat adiknya turun dari tangga. Tangannya ia lipat diatas dada. “ Hari ini apa yang ditabrak lagi ? ”

“ Ehehehe. Itu.. euh, itu oppa, mobil-mobilan kaca yang diberi appa dari jepang. ” Jawab Eunsoo gugup. Wajahnya ia tundukkan karena takut melihat reaksi Minho. Ia tahu kalau mobil itu adalah mobil kesayangan oppanya. Dan ia juga tahu pasti oppa nya itu marah besar.

Tidak ada tanggapan dari Minho membuat Eunsoo berani mendongakkan wajahnya. Dilihat raut muka Minho. Datar dan tidak terlihat emosi apapun. “ Cepat naik ke mobil. ” Kata Minho. Karena tidak mau membuat oppanya itu marah, Eunsoo langsung bergegas memakai sepatu dan berlari keluar rumah. Namun ia tidak sadar, Oppanya itu tengah menertawakan tingkah lakunya tersebut.

****

Dipihak yang berbeda, Neul Yong tengah membujuk Oppanya nomor dua untuk mengantarnya. Mereka berdua sampai beradu argumen beberapa menit hanya karena masalah itu. Kyuhyun yang berada diantara mereka hanya bisa geleng-geleng kepala menanggapi sikap dongsaeng-dongsaengnya itu.

“ Kau dengan Hyong saja kenapa ? ” sudah ke-3 kalinya Kibum merengek untuk tidak mengantar Neul Yong. Hari ini ia sedang cuti kuliah. Ia ingin sekali tidur seharian dirumah. Tanpa ada orang yang mengganggu aktivitas hibernasinya itu. 

Dan untuk yang kesekian kalinya pula Neul Yong menggeleng. “ Aku tidak mau. Kyuhyun oppa sedang sibuk skripsi dan aku tidak mau menganggunya. Iya kan Oppa ? ” Neul Yong bertolak pinggang dan menatap kesal Kyuhyun. Kyuhyun yang melihatnya hanya tersenyum. Ia tahu maksud dari yeodongsaengnya ini. Tahu kalau ia sedang berusaha untuk mempertemukan Kibum dengan sahabatnya itu. Jadi mau tidak mau, ia menuruti keinginan adiknya itu.

“ YA ! Aku tidak mau. Pokoknya aku tidak mau !” Kibum melipat kedua tangannya diatas dada. Wajahnya ia alihkan ke tempat lain.

“ Tidak bisa. Pokoknya kau harus mau. Kyuhyun Oppa, bantu aku membujuknya. ” Kata Neul Yong. Ia kembali menatap kesal Kyuhyun walau sebenarnya tatapan itu hanya akting saja. Kyuhyun yang ditatap seperti itu kemudian mengangguk. “ Kau antarkan saja dia. Aku juga sedang sibuk hari ini. Dan untungnya kau sedang tidak ada kegiatan. ”

“ Hyongggg ! Aku tidak mau...” Rengek Kibum. Rengekannya itu mengingatkan pada anak Tk yang minta dibelikan permen 1 buah.

“ Kau harus mau. Sudah sana pergi. Kalau sampai adikmu telat, barang-barang elektronikmu akan aku sita. ” Ancam Kyuhyun. Kibum yang melihat itu hanya bisa tercengang. Dan dengan terpaksa ia pergi kekamarnya mengambil kunci dan helm.

“ PALLIWA ! ” Teriak Kibum. Membuat Neul Yong terhentak kaget dan mendengus keras. Neul Yong menoleh kearah Kyuhyun sebentar, tersenyum dan berbisik, “ Gomawo Oppa. ” Kyuhyun hanya bisa menampilkan senyuman khasnya. Dan sebelum Kibum keluar pintu utama, ia berteriak, “ Kau jangan lupa untuk menjemputnya juga. ”

****

Minho bertemu dengan Kibum dan Neul Yong digerbang sekolah. Minho tersenyum penuh arti pada Neul Yong saat pandangan mereka bertemu. Minho lalu turun dari mobil bersama adiknya yang masih menundukkan kepalanya mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. Ia takut oppa nya itu marah. Walau jarang sekali ia melihat Minho marah.

“ Hai, Kim Kibum. ” Kata Minho seraya mengangkat tangannya sekilas sebelum kembali memasukkannya ke saku celana. Mendengar nama Kim Kibum, membuat Eunsoo tiba-tiba mengangkat wajahnya. Matanya terbelalak sekarang melihat orang yang ia puja-puja sudah ada didepannya. Dan hanya beberapa meter lagi, ia sudah bisa berada persis dihadapannya.

“ Yo ! ” Jawab Kibum yang juga membalas lambaiannya dengan helm yang masih ia pegang. 

“ Tumben sekali kau yang mengantar adikmu. Mana Hyong mu ? ” Tanya Minho saat ia sudah ada didepan Kibum.

“ Dia sibuk. Skripsi. Ini juga terpaksa aku mengantarnya daripada barang-barang elektronikku disita semua. ”

“ Disita ? Hyongmu mengancam segala ? ” Minho pura-pura terkejut. Padahal itu sendiri rencana ia dengan Neul Yong. Membuat berbagai alasan agar Kibum mau mengantar Neul Yong dan bertemu Eunsoo. Yah, walaupun ia tidak rela bila Neul Yong membujuk Kyuhyun manja agar ia mau membantu. Tapi, toh ini buat adiknya juga. Kan kasihan kalau cinta adik tersayangnya itu bertepuk sebelah tangan.

“ Yah, begitulah. ” Kata Kibum Lesu. Lalu ia menyadari ada seorang yeoja yang sedari tadi menundukkan wajahnya. Rambutnya yang panjang tergerai menutupi wajahnya. “ Kau Eunsoo bukan ? Adik Minho ? ” Tanya Kibum.

Yeoja itu mendongakkan wajahnya. Lalu tersenyum kaku dan menunduk. “ Annyeong, Kibum-ssi.” Lalu kembali menundukkan kepalanya. Kibum hanya tersenyum. ‘ Masih tetap yeoja yang aneh. Tapi, cantik. Lebih cantik dari pada saat pertama kali bertemu. ’ Batin Kibum.

‘ Kenapa dia semakin tampan ? Bisa-bisa aku mimisan ini. ’ Batin Eunsoo. Minho dan Neul Yong yang melihatnya hanya terkikik geli. Lalu Neul Yong menggamit lengan Eunsoo. Ia pamit kepada Oppa-oppanya itu. “ Kalau begitu, kami berdua pergi dulu ya. Sudah mau bel. Dan oppa, Jangan lupa untuk menjemputku lagi nanti. Kajja Eunsoo. ” Neul Yong menarik lengan Eunsoo dan berlalu.

“ Dasar yeoja. Seenaknya sendiri. ” Umpat Kibum. Namun umpatannya itu didengar oleh Minho.

“ Walau begitu, kau tetap saja membutuhkannya kan ?! ” Goda Minho.

“ Aish, kau ini. Mana janjimu mau memperkenalkanku dengan yeoja ? Jangan-jangan kau hanya berbohong padaku ya ?! ”

“ Ani. Aku tidak berbohong. Kan aku sudah bilang tunggu tanggal mainnya. Kau hanya tinggal bersabar saja. Oke ? ” Jawab Minho. Senyumannya itu mengartikan sesuatu. Sesuatu yang membuat Kibum harus hati-hati.


****



Neul Yong sedari tadi terus memperhatikan tingkah laku sahabatnya itu. Terkadang geleng-geleng kepala sendiri, tertawa sendiri, bicara sendiri bahkan terkadang pandangan sahabatnya itu kosong. Hal ini terjadi setelah ia bertemu dengan Kibum. Kali ini Neul Yong sedang mendapati temannya ini sedang melamun. Pandangannya seperti melihat kearah lapangan, namun sebenarnya kosong. Sudah 3 kali ia panggil, tapi tidak ada sahutan sama sekali. Neul Yong hanya terkikik pelan melihat sifat sahabatnya ini. ‘ Kalau sudah jatuh cinta, susah ya. ’ Batin Neul Yong.

“ Eunsoo-ya..” Ini sudah ke 4 kalinya Neul Yong memanggil Eunsoo. Masih tidak ada respon. Eunsoo masih saja menatap kosong lapangan lewat jendela kelasnya. Tangannya ia buat untuk menopang dagu. Mendesah dan terus mendesah dari tadi. Akhirnya Neul Yong menyerah. Lebih baik ia tidak mengganggu pkiran sahabatnya itu.

****

Sepulang sekolah, Neul Yong melihat motor sport Kibum tengah terparkir disamping mobil hitam Minho. Neul Yong tersenyum. Melihat rencananya dengan Minho akan segera dimulai. Ia lalu menarik lengan Eunsoo yang sedari tadi berjalan disampingnya.

“ Oppa, sudah menunggu lama ? ” Tanya Neul Yong yang masih saja menggamit lengan Eunsoo. Ia menoleh sekilas kearah Eunsoo yang sedang menundukkan kepalanya.

“ Eoh. Ayo kita pulang. Kau tidak sedang kerja kan hari ini ? ” Tanya Kibum sembari memberikan helm kepada Neul Yong.

Neul Yong tidak menerima helm pemberian Kibum, “ Ye. Tapi, sepertinya aku tidak akan pulang bersama oppa. Aku akan pulang dengan Minho Oppa. ” ia menoleh ke arah Minho yang sedari tadi tersenyum melihat. Lalu ia melihat Minho mengedipkan sebelah matanya.

“ MWO ? Kalau begitu kenapa kau suruh aku menjemputmu ? ” Kibum sedikit berteriak. Tidak terima karena Neul Yong mengganggu waktu istrirahatnya.

“ Itu karena...” Neul Yong menarik lengan Eunsoo agar mendekat ke Kibum. “...Oppa akan mengantar Eunsoo kerumahnya. ” Eunsoo yang sedari tadi menunduk tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menatap Neul Yong heran. Dahinya berkerut, heran.

Seakan tahu apa yang ada dipikiran Eunsoo, Neul Yong berkata, “ Minho oppa bilang kalau ia ada urusan penting denganku dan ingin membicarakannya berdua saja denganku. Dan tidak ingin ada orang lain selain kami berdua. ” Ucap Neul Yong lancar. Kata-kata ini telah dihafalkan Neul Yong diluar kepala agar ia tidak terlihat mencurigakan.




 Kibum menaikkan sebelah alisnya, “ Jeongmal ? Memang urusan apa sampai tidak ada orang yang boleh tahu ? ”

“ Itu rahasia. Sekarang, cepat oppa antarkan Eunsoo kerumahnya. ” Neul Yong mengambil helm yang dipegang Kibum lalu memberikannya kepada Eunsoo.Eunsoo memandang helm itu lama. Sebelum seseorang memanggilnya, “ Kenapa kau melamun saja ? cepat naik. Aku ingin cepat-cepat sampai dirumah. ” Kata Kibum cuek. Melihatnya membuat Eunsoo kembali menundukkan wajahnya, lalu dengan perlahan ia memakai helmnya dan naik ke motor Kibum. Setelah beberapa puluh detik, tidak ada suara mesin motor dinyalakan. Eunsoo heran. Lalu ia bertanya, “ Kenapa tidak jalan-jalan ? ”

“ Kau mau mati, hah ? ” Bentak Kibum. “ Pegangan yang erat. ” Lanjutnya lagi. Ia menunjuk bagian pinggangnya. Membuat Eunsoo sedikit terbelalak.

“ Tapi....”

“ Sudahlah, kau tidak usah banyak pikir. ” Kata Kibum. Namun tidak ada direaksi dari yeoja yang tengah duduk di jok belakang.

“ PALLIWA..” Bentakan itu membuat Eunsoo kaget dan dengan segera ia memeluk pinggang Kibum. Eunsoo merasa malu. Ini pertama kalinya ia begitu dekat dengan Kibum. Ia menyandarkan perlahan kepalanya dipunggung tegap Kibum. Hangat. Terasa kehangatan itu menjalar ditubuhnya. Lalu terdengar bunyi derungan motor dan motor itu akhirnya melaju.

Neul Yong melihat motor itu menjauh lalu ia pun berbalik dan naik ke mobil Minho yang tengah menuggunya sedari tadi.

****

Minho dan Neul Yong tertawa bersama melihat kelakuan dua orang yang menjadi korban rencana-rencana konyol mereka.

“ Kau lihat tadi raut wajahnya Eunsoo ?  Ia sudah seperti terkena badai caterina. Merah, mulutnya bertekuk dan matanya itu loh.. Astaga, aku sudah tidak tahan melihatnya. ” Kata Minho masih dengan tawanya yang membahana sampai pelosok negeri ginseng ini(?)

“ Hahahaha. Iya Oppa. Raut mukanya itu, tidak tahan aku melihatnya. Tapi kasian juga sih oppa. Kibum oppa terlalu dingin padanya. ”

“ Wajar saja Kibum begitu. Belum mengenal lama udah disuruh mengantar kerumah. Tapi lama kelamaan juga ia terbiasa. ”

“ Iya juga sih...”

“ Sudahlah, dari pada kita memikirkan mereka terus, kau ku teraktir es krim bagaimana ? Mau ? ”

“ Es krim ? Makanan kesukaanku. Ayo oppa. Kita melaju dengan cepaaat. ” Neul Yong memajukan tangannya layaknya pose superman terbang.

“ Hahaha.. Oke deh. Let’s go... ”

****

Ditempat lain, Eunsoo memberika helm berwarna putih itu kepada Kibum. Kibum menerimanya.

“ Gomawo.” Kata Eunsoo.

“ Eoh. Kalau begitu, aku duluan. ” Ia menyalakan motornya dan pergi. Eunsoo mendesah pelan. ‘ Sedingin itukah sifatnya ? Sedingin es yang terlalu susah untuk dibuat mencair ? ’ Batinnya. Eunsoo berjalan lesu menuju ke pekarangan rumahnya.

****

“ Kau mau es krim apa ? ” Tanya Minho. Saat itu, mereka tengah duduk dibangku taman yang menghadap langsung ke sungai Han. Taman yang dihiasi dengan begitu banyak pohon rindang yang menjulang tinggi keatas. Membuat taman itu sangat rindang dan teduh.

“ Cokelat. That’s my favorit. ”

“ Oke. Tunggu disini, oke ? I’ll be right back. ” Minho berlari menuju toko es krim yang terletak tidak jauh dari taman itu. Neul Yong menunggu. Ia bersenandung ria menyanyikan lagu-lagu favoritnya sembari menatap langit yang sudah mulai memerah. Beberapa menit kemudian, Minho kembali dengan membawa 2 cone es krim cokelat yang dibalur dengan sirup cokelat diatasnya. Plus 1 buah cherry sebagai hiasan.

“ Igo..” Kata Minho sembari mengulurkan 1 es krim ke Neul Yong. Neul Yong terlihat sumringah. Lalu ia mengambil es krim itu perlahan.

“ Gomawo oppa. ” Lalu ia segera melahap es krim itu perlahan. Minho duduk disamping dan melahap es krimnya juga. Tidak ada suara yang keluar. Hanya suara semilir angin pelan yang terdengar.



Neul Yong sudah menghabiskan es krimnya terlebih dahulu. Ia menoleh dan mendapati Minho masih memakan es krimnya. Minho menyadari dirinya ditatap Neul Yong. Ia memandang wajah Neul Yong dan tersenyum, “ Kau masih mau ? ” Dilihatnya Neul Yong menunduk namun ia mengangguk. “ Igo..” Minho menyodori Es krimnya. Neul Yong mengangkat wajahnya dan mengambilnya. “ Gomapseumnida. ” Lalu kembali memakannya secara perlahan.

Minho memandang wajah Neul Yong yang tengah memakan eskrimnya. ‘ Manis. Sangat manis. Membuatku ingin memilikinya.’

“ Uahhh, Mashita. Gomawo oppa sudah mentraktirku. ” Neul Yong memegang perutnya yang kekenyangan. Ia menatap Minho. Orang yang tengah ditatapnya pun juga tengah menatapnya. “ Ada apa oppa ? Apa ada noda eskrim diwajahku ? ” Neul Yong melap mukanya dengan punggung tangannya. Namun gerakannya terhenti saat tangan Minho memegang tangannya dan menurunkannya secara perlahan.

Neul Yong terpaku. Ia melihat Minho menatapnya tajam dan dalam. Tatapan yag dapat membuat semua yeoja luruh dan terpesona. Semakin lama wajahnya semakin dekat. Hembusan nafas sudah dapat terasa. Minho memiringkan wajahnya. Melihat itu, Neul Yong dengan refleks menutup matanya. Hanya tinggal beberapa senti lagi. Dan akhirnya bibir mereka saling bertemu. Minho mencium Neul Yong lembut. Neul Yong mengikuti alur yang diberikan oleh Minho. Lalu Minho dengan perlahan memeluk pinggang mungil Neul Yong. Neul Yong menyentuh lembut pipi Minho.

Minho melepas ciumannya perlahan. Ditatapnya kedalam manik mata Neul Yong. Dalam, agar ia mengetahui perasaan Neul Yong kepadanya. Namun tidak terbaca. Sama sekali tidak ada yang bisa ia baca dari kedua mata cokelat itu.

“ Saranghae, Neul Yong-ah... ”

*****


TBC

Don't Be Silent Readers ya :)

6 comments:

  1. Lanjut eon~
    Nggak sabar pengen tau lanjutannya hehe..
    Hwaiting!

    ReplyDelete
  2. Oke, ditunggu sja ya lanjutannya~
    harap sabar, penulisnya lgi sibuk..

    ReplyDelete
  3. annyeong eonni... kim okta imnida...
    eon aku sukaaaaaaaa bgt sama ff ini... n penasaran bgt ama part selanjutnya... keurrom, jebbal.. ppali publish next partnya... gomawo

    ReplyDelete
  4. annyeong eonni..!! DeRie imnida..!
    eon, aku suka FF-nya. cepetan post next partnya dong!
    udah ngga sabar nih!

    kamsa hamita. gomawo eonni! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah dipost chingu...
      Jangan lupa dibaca ya...

      Delete

Jangan lupa tulis nama kalian sebelum komentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KAMSAHAMNIDA

Profile

My photo
Pangkalan Bun, Kalteng, Indonesia
Saya buat BLOG ini untuk berbagi dengan teman-teman penjelajah dunia maya.... WELCOME TO MY BLOG :)