Annyeong haseyo ^^
Aku, author nan gaje kembali setelah bertapa
betahun-tahun mencari inspirasi untuk FF yang semakin hari semakin gaje
ini.. Hehehe ^^
Ada berapa ralatan untuk PG nya. yang tadinya +16, menjadi -15 aja deh.. karena aku belum bisa membuat FF yadong sih#plakk..
Oke, tanpa banyak cincong, Langsung aja :
TITLE : Something
MAIN CAST : Key (SHINee) as Kim Kibum
Kyuhyun ( Super Junior ) as Cho Kyuhyun
Minho ( SHINee ) as Choi Minho
Shin Neul Yong (OC’s)
OTHER CAST : Temukan sendiri dalam FF
LENGTH : CHAPTERED
GENRE : Family, Friendship, Romance
RATING : PG -15
AUTHOR : MutiaMia Andara (#OnDuMi(FF)#)
DISCLAIMER : Semua cast punya orang tuanya masing2 kecuali Shin Neul Yong dan Ontehr Cast nanti nya..
I hate SIDERS and don't be PLAGIATOR
PREVIOUS PART
“
Kenapa Kyuhyun oppa seperti itu padaku ? Padahal selama ini ia tidak
pernah bersikap begitu padaku. ” Kata Neul Yong disela-sela isak
tangisnya.
“ Mungkin ia sudah lelah menunggumu, Neul Yong-ah. Kau tahu kan orang yang sudah cemas itu emosinya naik turun tidak menentu. ”
“
Tapi seharusnya ia tidak bersikap seperti itu. Aku sangat tidak suka. ”
Neul Yong memukul-mukul mejanya dengan keras hingga semua barang yang
ada dimejanya itu melompat-lompat.
“ Lebih baik kau lebih bersabar dan memaafkan oppa mu itu. ” Ucap Eunsoo.
“ Mungkin akan sulit. ” Neul Yong sudah berhenti menangis. Namun masih terdengar suara sesenggukan yang keluar dari mulutnya.
“
Itu terserah kau. Bagaimana kalau kita makan saja ? Dari pada kau
menangis terus. ” Eunsoo berdiri dan memegang tangan Neul Yong.
Menariknya untuk berdiri.
“ Hmm, baiklah. Tapi kau yang teraktir ya. ”
“ Aishh, kau ini. Baiklah. Aku akan mentraktir temanku yang sedang bersedih ini. Kajja.”
NEXT PART
“ YA ! Neul Yong-ah.. Makan mu banyak sekali. Aku bisa-bisa tekor nih. ”
Eunsoo melihat isi dompetnya yang sudah menipis. Setelah tadi Neul Yong
banyak makan di kantin dengan makan bulggogi 2 porsi, ddokbokki 2 porsi
dan spagethi 1 porsi, setelah pulang sekolah ia melanjutkan lagi dengan
makan ddokbokki dipinggir jalan.
“ Au perti dak tau
kuw ini kalau dah muarah (kau sudah seperti tidak tahu aku ini kalau
sudah marah). ” Kata Neul Yong dengan mulut penuh ddokbokki panas.
“ Hey, kalau makan jangan bicara. Nanti tersedak. ”
“ Uhuk-uhuk-uhuk.” Neul Yong memukul dadanya dan segera mengambil minum.
“ Tuh kan, baru aja kubilang.” Eunsoo memukul-mukul pelan belakang Neul Yong.
“ Haaah, leganya. Sekarang aku sudah kenyang. Ayo kita pulang. ” Neul
Yong beranjak pergi. “ Gomawo Ahjumma. Ddokbokki nya enak sekali. ” Neul
Yong menundukkan kepalanya.
“ Aishh, kau ini. Berapa semuanya ahjumma ? ” Tanya Eunsoo.
“ Semuanya 2000 won. ” Jawab Ahjumma itu.
“ Ini ahjumma. ” Eunsoo menyodorkan 2 lembar uang 1000 won. “ Gomapseumnida. ”
Eunsoo berlari menyusul Neul Yong yang sudah pergi meninggalkannya. “ YA ! Shin Neul Yong ! Tunggu aku. ”
Neul Yong menoleh kebelakang dan menghentikan langkahnya. “ Oh, mianhae. Aku mengantuk. Ingin cepat-cepat pulang. ”
“ Pulang ? Bukankah kau bekerja hari ini ? ” Tanya Eunsoo yang sudah ada disamping Neul Yong.
Neul Yong memiringkan kepalanya, heran. Tampak sedang berpikir. “ Kerja
? ” Lalu matanya membelalak. “ Astaga lupa. Sekarang jam berapa ? ”
“ Jam 5 sore. ” Jawab Eunsoo.
“ Ya tuhan. Aku sudah terlambat. Kalau begitu aku pergi dulu ya. Gomawo
sudah mentraktirku. Annyeong. ” Neul Yong berlari dan melambaikan
tangannya.
“ YA ! Jangan tinggalkan aku. ” Eunsoo menghentak-hentakkan kakinya dan berlari menyusul Neul Yong.
****
“ Jeosonghamnida Manajer. Jeosonghamnida.” Neul Yong membungkukkan
badannya berkali-kali kepada manajer tempatnya bekerja.
“ Kali ini kau kumaafkan. Tapi kalau kau telat lagi, aku tanpa pikir panjang akan langsung memecatmu. Ara ? ”
“ Ne. Gomapseumnida sajangnim. Sekali lagi Jeosonghamnida ” Lalu
manajer pun pergi meninggalkan Neul Yong.Neul Yong menghela nafas lega.
Lalu ia segera bersiap-siap kerja. Mengganti pakaian sekolahnya dengan
pakaian kerja. Saat ia ingin menutup loker kerjanya, ponsel nya
bergetar. Tanda ada sma masuk.
Ia membuka flap ponselnya dan membaca sms baru itu.
From : Minho Oppa
Neul Yong-ah... Kau sedang kerjakah ? Hari ini mau aku jemput lagi boleh ? Aku harap kau tidak menolaknya ya..
Neul Yongtersenyum melihatnya. Ia segera mengetik sms balasan.
To : Minho Oppa
Hmmm, bagaimana ya ?? Jawabanku seperti biasa, asal itu tidak merepotkan oppa.
Lalu ia menekan tombol Send. Menunggu dengan tenang sms balasan Minho.
Dan tidak butuh waktu lama, sms balasan pun datang.
From : Minho Oppa
Hahahaha.. Baiklah kalau begitu. Aku jemput seperti biasa ya. Tapi
nanti angkat telfon dariku. Selamat bekerja.. Annyeong :)
Neul Yong langsung memasukkan ponselnya di saku rok dan menutup loker.
Ketika ia hendak keluar ruang ganti, ponselnya berbunyi. Ia merogoh saku
roknya dan melihat siapa yang menelefon. Raut mukanya langsung berubah
melihat siapa yang menelefon. Ia segera mereject telfon tersebut.
Menekan modus tidur agar tidak ada suara yang terdengar dari poselnya
tersebut dan kembali memasukkan ponselnya ke saku rok.
****
Kyuhyun memandang layar ponselnya berkali-kali. Ia sudah lebih dari 10
kali menelefon Neul Yong tapi tidak diangkat olehnya. Telfon yang
pertama langsung direject oleh Neul Yong dan 9 telfon lagi tidak
diangkat Neul Yong. Kyuhyun mendesah keras.
Hari ini
ia masih ada kuliah sore. Ia hanya ingin mengatakan kalau ia tidak bisa
menjemput Neul Yong hari ini. Ia takut Neul Yong yang sedang marah akan
semakin marah bila ia tidak bisa menjemputnya.
Karena
ia sudah mahasiswa tingkat akhir, banyak sekali tugas yang harus
diselesaikan sebelum sidang akhirnya. Saat ini ia sedang berada
diperpustakaan sekolah. Mengambil bahan-bahan yang ia butuhkan untuk
menyelesaikan tugas tersebut. ‘ Lebih baik aku beritahu Kibum’ batin
Kyuhyun.
Ia membuka flip ponselnya dan memulai mengetik.
To : Kibum
Kibum-ya, tolong beritahu Neul Yong kalau aku tidak bisa menjemputnya.
Aku ada kuliah sore hari ini. Kalau bisa kau jemput dia.
Kyuhyun langsung mengirim sms tersebut dan menunggu balasannya. 5 menit kemudian, sms balasan datang.
From : Kibum
Ne. Tadi ia sudah menelfon ku dan bilang bahwa Minho yang akan menjemputnya.
‘ Untuk apa namja itu yang menjemputnya ? ‘ Batin Kyuhyun.
To : Kibum
Minho ? Baiklah kalau begitu.
Setelah Kyuhyun membalas sms Kibum, ia langsung memasukan ponselnya itu
ke saku celana jeans hitamnya. Ia mendesah. ‘ Untuk apa Neul Yong
dijemput pria seperti itu ? ’
Ponsel Kyuhyun bergetar lagi. Segera ia mengambil ponsel tersebut dan membaca sms yang masuk.
From : Kibum
Baiklah. Geundae,Apakah hyong sedang ada masalah dengan Neul Yong ?
Saat aku menyebut nama Hyong, Neul Yong terdengar sedikit emosi.
Kyuhyun mendesah lagi. Neul Yong masih marah padanya. Entah ia harus
berbuat apa untuk membuat adiknya itu tidak marah lagi. Tidak ada satu
pun cara yang ada dibenaknya.
To : Kibum
Tidak ada masalah apa-apa. Mungkin emosi dia sedang labil. Biarkan saja.
Kyuhyun kembali lagi mencari bahan-bahan yang ia butuhkan. Lalu
seseorang dari jarak 3 meter memanggilnya. “ Kyuhyun-ssi.. ”
Kyuhyun menoleh kesamping dan dilihat seorang Yeoja tengah melambai
kearahnya. Kyuhyun menyipitkan matanya. ‘ Nugu ? ’ Batinnya. Dilihatnya
yeoja itu menghampirinya.
“ Kyuhyun-ssi ? Sedang apa kau disini ? ” Yeoja itu sudah ada didepannya. Sebuah senyuman merekah dari bibirnya itu.
“ Oh, Yoonmi-ssi. Annyeong haseyo. ” Kyuhyun membungkukkan kepalanya dan kemudian kembali mencari-cari buku.
“ Annyeong. Kau sedang apa disini ? ” Tanyanya yang sedang melihat
Kyuhyun membaca nama pengarang buku yang baru saja ia ambil.
“ Oh, aku sedang mencari-cari bahan untuk tugas akhirku. Yoonmi-ssi sendiri ? ”
“ Aku ? Sama seperti kau. Sedang mencari bahan juga. ”
“ Oh, begitu.” Kyuhyun baru saja mengembalikan buku yang tadi ia baca
sebentar lalu kembali mencari buku yang menurutnya tepat untuk bahan
tugas akhirnya tersebut.
Yeoja yang bernama Yoonmi itu merasa diacuhkan Kyuhyun. Lalu akhirnya dia pamit.
“ Kalau begitu aku permisi dulu Kyuhyun-ssi. Annyeong haseyo. “ Yoonmi
menundukkan kepalanya dan pergi. Mata Kyuhyun mengikuti arah yeoja
berambut panjang itu pergi. ‘ Aku seperti pernah melihatnya.’
****
“ Yeoboseyo. Minho Oppa, ada apa ? ” Neul Yong mengapit ponselnya
dengan pundaknya agar menempel ke telinganya mengingat ia sedang
merapihkan lokernya, hendak pulang.
“ Oh, aku baru
saja beres-beres. Sebentar lagi pulang. Oppa sudah sampai ? ” Neul Yong
mengambil ponselnya dan kemudian memindahkan posisi ponselnya. “ Oppa
sudah didepan ? Baiklah kalau begitu. Aku segera kesana. ” Neul Yong
menutup flap ponselnya dan mengambil tasnya. Bergegas pergi dan segera
mengunci ruang ganti.
Neul Yong sampai ditempat
parkiran dan melihat sedan hitam tengah terparkir disana. Berjalan
menghampiri mobil tersebut dan segera membuka pintu. Dilihatnya Minho
yang tengah berada dibelakang kemudi tersenyum padanya. “ Masuklah.”
Ajaknya.
Neul Yong segera masuk. Menutup pintu
tersebut dan segera memasang set belt tanpa kesusahan seperti kemarin. “
Oppa sudah lama menunggu ? ” Tanya Neul Yong.
“ Ani.
Baru 10 menit yang lalu. ” Kata Minho sembari menyalakan mesin mobil. Ia
menaikkan gigi lalu menginjak gas dengan perlahan.
“ Oh. ” Neul Yong menyenderkan tubuhnya ke kursi dan mengalihkan
pandangannya ke jendela. Melihat begitu banyak keramaian membuat hatinya
tenang. Namun pikirannya tertuju pada Kyuhyun. Oppa nya ini tidak
pernah membentak bahkan memarahinya seperti kemarin. Ini pertama kalinya
Kyuhyun terlihat emosi seperti itu. Oppa yang ia kenal sebagai oppa
yang lemah lembut, baik dan selalu ramah pada siapapun. Neul Yong
mendesah. ‘ Apakah aku harus memaafkannya ? Tapi aku sudah terlalu emosi
padanya. ’ Batin Neul Yong.
“ Neul Yong-ah.. ” Panggil Minho.
“ Ne ? ” Tanya Neul Yong.
“ Apa besok kau bekerja ? ”
“ Ani. Besok hari minggu, Oppa. Aku selalu istirahat dirumah. Waeyo ? ”
“ Hmm, aku mendapatkan 2 tiket masuk taman hiburan yang baru saja
dibuka. Aku ingin mengajakmu pergi denganku. Kau mau tidak ? ”
Neul Yong membelalakkan matanya. Posisinya berubah yang tadinya
bersandar dikursi dan menatap jalanan, langsung menghadap Minho. “ Mwo ?
Taman Hiburan yang baru saja dibuka itu ? Taman hiburan dengan
fasilitas lengkap disana ? Yang tiket masuknya mencapai 50.000 won Itu ?
”
Minho mengangguk, “ Ya. Kau sepertinya cukup tahu soal taman bermain itu ? ”
“ Sudah pasti, Oppa. Aku ini salah satu orang yang punya kesukaan main
ke taman hiburan seperti itu. Walaupun sudah SMA. Aku sudah hampir
mengunjungi semua taman hiburan di korea ini. Kecuali yang baru dibuka 1
bulan yang lalu. Aku ingin sekali masuk tapi sayang, harga tiketnya
mahal sekali. Aku harus mikir 5 kali buat beli itu. ” Ucap Neul Yong
panjang lebar.
“ Oh, begitu. Jadi intinya ? Kau mau pergi denganku ? ”
Neul Yong berteriak. Menaikkan kedua tangannya keatas , “ Aku mauuuuu..”
****
Seperti biasa, Minho mengantarkan Neul Yong sampai depan rumah. Kali ini Neul Yong menawarkan Minho untuk masuk.
“ Oppa mau masuk ? Akan aku buatkan teh hangat. ”
“ Ah, tidak usah. Aku tidak ingin kau repot-repot. ”
“ Tidak apa-apa. Ayo kita masuk. ” Neul Yong meraih lengan Minho dan
mengajaknya masuk. “ Aku pulang. ” Teriaknya. “ Kibum Oppa ? Dimana kau ?
”
“ Aku diruang tv.” Teriak Kibum. Neul Yong dan Minho menghampiri Kibum.
“ Oppa, ini ada Minho Oppa. ” Kata Neul Yong. Kibum yang sedang
tidur-tiduran di sofa segera bangkit. “ Oh kau. Ada apa kemari ? ”
Sebelum Minho menjawab, Neul Yong lebih dulu menjawabnya,” Aku
menawarkan Minho oppa minum teh. Kau temani Minho Oppa dulu. Aku mau
kedapur sebentar. ” Neul Yong kemudian meninggalkan mereka berdua. Minho
duduk disamping Kibum. Dilihatnya Kibum tersenyum penuh arti.
“ Mwoya ? ” Tanya Minho.
“ Aigoo.. Ternyata temanku satu ini sudah ada kemajuan. Hebat juga kau.
” Kibum menepuk-nepuk bahu Minho. Minho hanya menyeringai. Dilihatnya
Neul Yong membawa nampan. Minho segera bangkit dan diambilnya nampan
tersebut.
“ Oppa, jangan kau yang membawanya. Sini
biar aku saja. ” Neul Yong meminta kembali nampan yang telah diambil
Minho. Minho menepis tangan Neul Yong.
“ Eits, jangan. Lebih baik tuan putri duduk saja. Biar pelayanmu yang tampan ini yang membawakannya. ” Kata Minho.
Neul Yong mendengus lalu tersenyum. Ia menuruti kemauan Minho. Duduk
manis berhadapan dengan Kibum yang terperangah. “ Seorang Neul Yong mau
saja menuruti kata-kata Minho ? YA ! Kau saja bahkan tidak mau mendengar
perintahku. ” Kibum menunjuk-nunjuk Neul Yong. Neul Yong hanya mehrong
saja.
Minho lalu meletakkan gelas –gelas itu perlahan. “ Silahkan tuan putri. Minuman anda telah tersaji. ”
“ Aigoo, Oppa. Kau tidak usah seperti ini. Aku bukan anak kecil lagi tahu. ”
“ Aku tahu. Tapi kan setidaknya kau lebih muda dibandingkan aku, Neul Yong-ah. ”
“ Hanya 2 tahun Oppa. 2 Tahun. ” Neul membentuk angka 2 dengan jarinya.
“ 2 tahun juga masih sangat muda. ”
“
Aishh, terserah oppa saja. ” Neul Yong mengambil salah satu gelas lalu
menyeruput teh nya perlahan. “ Hmmm, mashita. ” Neul Yong
mengecap-ngecap lidah nya perlahan. Tanda bahwa ia menikmati teh
buatannya sendiri.
Setelah acara minum teh yang singkat, Minho pamit untuk pulang. Neul Yong mengantarkannya sampai didepan gerbang.
“ Gomawo Oppa sudah mengantarkan aku hari ini. ” Kata Neul Yong.
“ Cheonman. Jangan lupa besok. Aku jemput jam 10 pagi. Jangan sampai bangun telat ya. ” Ucap Minho.
“
Siap Oppa. ” Kata Neul Yong. Minho mengelus rambut Neul Yong perlahan
dan masuk kedalam mobilnya. Ia mengklakson mobilnya sekali dan pergi.
Neul Yong hendak menutup gerbang rumahnya namun gerakannya terhenti
mendengar suara derungan mesin motor. Dilihatnya Kyuhyun baru pulang
dari kerjanya. Ia kembali membuka gerbang dan membiarkan motor Kyuhyun
masuk.
Setelah motor itu masuk, Neul Yong menutup
gerbang tersebut dan melengos pergi tanpa menunggu Kyuhyun yang sedang
memasukkan motornya kedalam garasi. Ternyata Kyuhyun sudah ada didepan
pintu. Tubuhnya disandarkan ke tembok. Kedua tangannya dimasukkan
kedalam saku celananya. Ia memandang Neul Yong tajam. Neul Yong
menghentikan langkahnya. Memandang Kyuhyun juga sebelum akhirnya ia
berjalan perlahan melewati Kyuhyun.
Kyuhyun mengikuti
Neul Yong dari belakang. Ia menutup pintu perlahan dan terus mengikuti
Neul Yong sampai Neul Yong berhenti didepan pintu kamarnya. Neul Yong
menyadari bahwa sedari tadi Kyuhyun mengikutinya. Namun karena rasa
egonya yang terlalu tinggi, ia tidak berani untuk menghadap Kyuhyun.
Neul Yong akhirnya memutuskan untuk masuk ke kamar tanpa melihat
Kyuhyun sedikit pun. Namun sebelum ia memasuki kamarnya, tangan besar
Kyuhyun menyentuh lengannya. Tapi dengan segera Neul Yong menepisnya.
Membuat genggaman Kyuhyun lepas. “ Mianhae.” Ucap Kyuhyun. Tanpa
membalas ucapan Kyuhyun, Neul Yong segera menutup pintunya.
Menatap nanar pintu kamar Neul Yong, menempelkan dahinya dipintu. “ Neul Yong-ah... Mianhae..”
****
“ Neul Yong-ah... Neul Yong-ah... Neul Yong-ah.” Seseorang
mengguncang-guncang tubuh Neul Yong yang dibalut selimut. Neul Yong
hanya menggeliat dan tidak membuka matanya.
“ Neul Yong-ah, bangun. ” masih mengguncang-guncang tubuh Neul Yong namun ia hany bergumam tidak jelas.
“
YA ! SHIN NEUL YONG ! BANGUN ! Choi Minho sudah menunggumu dibawah ! ”
Teriak orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Oppa nya sendiri,
Kibum.
Neul Yong langsung terlonjak kaget. Ia bangun dari tidurnya
dan wajahnya terlihat kusut. Dengan rambut yang berantakan disana-sini.
“ Mwo ? Memang sekarang jam berapa ? ” Tanya Neul Yong heran.
Kibum
menjitak kepala Neul Yong, “ Pabo ! Kau ini sudah janjian sama orang
bukannya cepat siap-siap malah masih asik tidur dengan ilermu itu.
Sekarang sudah jam 10.15. Cepat kau mandi. Minho sudah menunggumu. ”
“
Aishh ! Appo ! Oppa ini cerewet sekali seperti omma-omma yang lain. ”
Neul Yong mengelus-elus kepalanya yang terkena jitakan maut(?) Kibum.
“ Kau ini. Cepat sana mandi dan ganti bajumu. ”
“ Ne ! ” Neul Yong berdiri dan segera mengambil handuk untuk mandi. Kibum segera turun lagi kebawah.
“ Mianhae Minho-ya. Neul Yong baru saja bangun. Dasar anak itu ! ” Kata Kibum sembari duduk berhadapan dengan Minho.
“
Hahahaha. Gwenchana. Mungkin ia lelah kemarin. Lagipula aku juga tidak
terburu-buru. ” Ucap Minho santai. Lalu ia mengedarkan pandangan
kesekeliling rumah Kibum. Ia belum melihat hyong nya kibum semenjak
tadi.
“ Dimana Hyong mu ? ” Tanya Minho.
“ Dia masih tidur. Kalau setiap minggu ia selalu bangun yang paling telat karena habis lembur kerja. ”
“ Oh. Memangnya kalian kerja apa sampai larut ? ”
“ Hyong bekerja sebagai pelayan cafe, aku jadi assisten designer dan kalau Neul Yong, kau pasti sudah tahu sendirilah. ”
“ Oh. Begitu. ”
Lalu
setelah menunggu lama, akhirnya Neul Yong turun. Minho terperangah
melihat penampilan Neul Yong. Ia memakai kaus putih polos yang
memperlihatkan semua lekuk tubuhnya ditambah dengan balutan kardigan
hitam. Lalu dengan paduan celana jeans biru panjang, memperlihatkan
lekuk kakinya yang jenjang. Rambut panjangnya yang terlihat sedikit
bergelombang itu dibiarkannya terurai. Menambah kesan manis untuk
dirinya.
“ Oppa.. ” Neul Yong memanggil Minho yang masih diam mematung.
“ Minho Oppa.. ” Panggil Neul Yong lagi.
“ Ah, ne ? ” Tanya Minho yang sadar dari lamunannya.
“ Mian aku terlambat bangun. Ayo kita berangkat sekarang. ” Ajak Neul Yong.
“ Oh, baiklah kalau begitu. ” Minho berdiri lalu pamit pada Kibum. “ Kami pergi dulu. Annyeong. ”
“ Oh, baiklah kalau begitu. Jaga adikku. ” Balas Kibum.
“ Oppa, kami pergi dulu ya. ” Neul Yong pamit dan langsung berjalan menuju luar rumah.
Minho mengikutinya dari belakang. Namun Kibum mendesah pelan, “ Dasar Minho ! “
****
“ Oppa..”
“ Hmmm ? ”
“
Bagaimana oppa bisa mendapatkan tiket taman hiburan itu ? Apa
jangan-jangan oppa membelinya ? ” Tanya Neul Yong. Minho yang sedang
menyetir menoleh ke arah Neul Yonng sebentar.
“ Ah, ani. Temanku
mendapat hadiah tiket masuk disana. Tadinya ia ingin pergi dengan yeoja
chingunya, tapi karena sekarang ia sedang sakit, katanya dari pada tiket
itu terbuang sia-sia, ia memberikannya padaku. Ya sudah, akhirnya aku
mengajakmu saja. ”
“ Oh. Tapi kenapa oppa mengajakku ? Kenapa tidak mengajak Eunsoo ? ”
“ Dia tidak mau. Katanya suruh aku mengajakmu saja. Ia tau kalau kau suka sekali dengan taman hiburan. ”
“
Hahaha, Eunsoo tahu saja apa kesukaanku. ” Ucap Neul Yong. Minho
tersenyum melihat sikap Eunsoo. Ia kira saat pertama kali melihatnya,
Neul Yong adalah tipikal yeoja yang jutek dan dingin. Tapi ternyata
setelah mengenalnya, ia orang yang sangat asik diajak bicara. Dan
juga... Cantik. Bahkan hari ini ia terlihat cantik hanya dengan pakaian
sederhana sepeti ini.
“ Kau sangat cantik hari ini. ”Kata Minho
tanpa mengalihkan pandangannya ke jalan. Neul Yong yang sedang memandang
pertokoan yang lalu lalang disampingnya menoleh ke arah Minho. “ Mwo
Oppa ? ”
“ Kau sangat cantik hari ini. ” Ulang Minho. Pipi Neul Yong merona merah. Ia menunduk malu.
“
Oh, Ani. Tidak hanya hari ini. Setiap hari pun kau terlihat sangat
cantik. ” Pipi Neul Yong semakin memerah. Bahkan lebih merah
dibandingkan dengan tomat. Neul Yong menatap Minho. Namja yang sedang
ditatapnya ini begitu tampan.
Mengenakan kaos putih dengan bentuk
leher v yang memperlihatkan sedikit tubuhnya yang atletis dipadukan
dengan jaket hitam dan jeans hitam. Tak lupa juga ia memakai topi warna
senada dengan bajunya. Kalau Neul Yong pikir, pakaian mereka hampir
terlihat mirip.
“ Oppa, apakah oppa sadar kalau pakaian kita hampir sama ? ” Tanya Neul Yong.
Minho melihat Neul Yong sekilas dan tersenyum. “ Benar juga. Jangan –jangan kita ini berjodoh ya, Neul Yong-ah. ”
“ Aishh, Oppa ini. Ada – ada aja. ” Neul Yong mencubit pelan lengan Minho.
“ Aww, kau ini. Aku ini tidak bercanda. Serius. Siapa tahu kita berjodoh. ”
“
Jangan bicara yang aneh-aneh deh Oppa. Ayo percepat jalannya. Aku sudah
tidak sabar untuk memainkan semua wahana yang ada disana. ”
“ Arasseo, arasseo. ” Minho kemudian menginjak gas nya lebih dalam.
****
“
Wooahhh.. Banyak sekali wahananya.. ” Neul Yong memandang kagum taman
hiburan itu. Baru pertama kalinya ia masuk kedalam taman hiburan dengan
fasilitas yang sangat lengkap. Mulai dari wahananya, toko souvenir,
penjual makanan, hingga pertunjukkan demi pertunjukkan ditampilkan
disana. Pantas saja harga tiket masuknya mencapai 50.000 won lebih.
Ternyata hal yang disuguhkan didalam taman hiburan ini setara dengan
harga tiketnya. Satu kata bagi Neul Yong untuk taman hiburan ini, DAEBAK
!
“ Kau terlihat senang melihat ini. ” Kata Minho.
“ Yuup.
Senang sekali. Ayo oppa. Kita mulai memainkan satu persatu wahana yang
ada disini. ” Neul Yong menarik lengan Minho dan mengajaknya menaiki
salah satu wahana yang langsung terlihat didepan matanya. “ Kita mulai
dengan Roller Coaster. Let’s go Oppa.”
****
“ Kau tidak
lelah Neul Yong ? ” Tanya Minho yang sudah terlihat kelelahan. Ia dan
Neul Yong sedang duduk menikmati minuman dingin yang mereka beli. Mereka
sudah menaiki hampir semua wahana yang ada di taman hiburan itu. Mulai
dari Roller coaster, biang lala, rumah hantu, rumah boneka dan masih
banyak lagi wahana. Tinggal beberapa wahana lagi yang belum mereka
masuki.
“ Aniyo. Aku sudah biasa oppa. Apa oppa sudah lelah ? ” Tanya Neul Yong.
“ Lumayan. Ngomong-ngomong tinggal berapa wahana lagi yang belum kita naiki ? ”
“ Hmm, ada kincir angin, perahu berjalan dan kereta wisata. Menurut oppa, apa yang mau kita naiki duluan ? ”
“ Bagaimana kalau kereta wisata ? sekalian aku istirahat sambil melihat-lihat arena bermain ini. ”
“
Hmm, oke. Kajja Oppa. ” Neul Yong berdiri dari duduk nya dan menarik
lengan Minho. Mereka langsung ketempat wahana kereta wisata. Mereka
duduk dibagian depan kereta. Kereta menunggu hingga semua tempat duduk
tidak kosong lagi. Hingga menunggu 10 menit, kereta itu mulai berjalan.
Kereta
tersebut mengelilingi semua kawasan yang ada di taman hiburan itu. Neul
Yong dan Minho terlihat sangat menikmati perjalanan mereka. Sampai
tidak terasa mereka sudah sampai lagi ditempat pemberangkatan kereta.
“
Woahh, keren banget oppa. Sungguh, benar-benar Daebak banget taman
hiburan ini. ” Kata Neul Yong seraya berjalan didepan Minho namun
berhadapan dengannya. Neul Yong tersenyum senang. Minho yang melihatnya
balas tersenyum memandangannya. Melihat tatapan Neul Yong yang sangat
bahagia itu membuatnya ingin selalu tersenyum. Entah sihir apa yang
dimiliki Neul Yong. Jujur saja, Minho bukanlah tipikal orang yang suka
mengumbar senyum nya. Namun entah mengapa, dihadapan yeoja ini, ia
selalu saja ingin tersenyum.
“ Taman ini memang bagus. Selanjutnya kita mau kemana ? ” Tanya Minho.
“ Kita naik bianglala, bagaimana ? ”
“
Hmm, oke. ” Minho berjalan cepat ke arah Neul Yong dan menggamit
tangannya. Neul Yong melihat tangannya yang digamit oleh Minho. Semburat
merah muncul di pipinya. Membuatnya terlihat seperti tomat.
Mereka
segera menaiki bianglala. Dengan perlahan kincir angin itu mulai
berputar. Kincir angin ini bisa melihat hampir ke seluruh wilayah yang
ada di Seoul. Neul Yong mengamati dengan seksama pemandangan yang
terhampar didepannya. Sungguh Indah. Hamparan laut dan bangunan terlihat
begitu indah jika melihatnya lewat ketinggian seperti ini. Minho yang
duduk disamping Neul Yong hanya memandang wajah Neul Yong. Dan lagi-lagi
senyuman terlihat dari bibirnya itu.
Ditengah –tengah
kebahagiaan Neul Yong melihat kota kelahirannya itu, tiba-tiba bianglala
tersebut berhenti tepat saat tempat Neul Yong dan Minho berada ditempat
yang paling atas.
“ Oppa, wae gurae ? Kenapa bianglala ini berhenti ? ” Tanya Neul Yong panik.
“
Molla. ” Kata Minho. Terdengar suara dari pengeras suara yang ada di
tempat Minho dan Neul Yong. “ Mohon maaf bagi para pengunjung atas
ketidak nyamanan ini. Telah terjadi kerusakan di mesin utama. Harap
menunggu 5 menit agar kami bisa memperbaikinya. Terima kasih. ”
“ Astaga, Oppa. Eottohke ? ” Neul Yong makin terlihat panik.
“
Kau tenang Neul Yong-ah. Jangan panik. Kau tarik nafas perlahan, lalu
buang dengan perlahan juga. ” Kata Minho yang berusaha menenangkan Neul
Yong. Neul Yong mengikuti perintah Minho. Ia menarik nafas perlahan dan
itu ia lakukan berulang-ulang agar tenang.
“ Kau sudah tenang ? ” Tanya Minho.
“
Lumayan. Gomawo oppa. ” Neul Yong menoleh kearah Minho dan tersenyum.
Namun dilihatnya Minho sedang menatapnya tajam. “ Oppa, wae gurae ? Ada
yang salah denganku ? ” Tanya Neul Yong heran. Ia melihat tangan Minho
perlahan menyentuh pipi nya. Lalu mengelusnya dengan perlahan. Neul Yong
tampak terkejut. Dilihatnya lagi Minho kemudian mendekatkan wajahnya.
Mereka berdua sudah merasakan desahan nafas masing-masing. Minho
memiringkan wajahnya dan terlihat matanya terpejam. Neul Yong juga
menutup matanya perlahan. Hidung mereka sudah bersentuhan.
Namun
saat hampir bibir mereka bertemu, bianglala itu bergerak kembali.
Membuat sedikit gerakan dari tempat mereka. Itu membuat Minho menjauhkan
dirinya dari Neul Yong. Neul Yong terlihat malu. Wajah kedua orang ini
terlihat sangat merah. Bahkan lebih merah dari kepiting rebus.
Saat bianglala
itu sudah selesai berputar, dan menurunkan semua pengunjung yang naik,
Neul Yong dan Minho segera berjalan menjauh. Nampak dari sikap mereka,
mereka masih malu akan kejadian yang tadi. Mereka berdua keluar dari
taman hiburan tersebut dan pergi ke parkiran mobil.
Minho
membukakan pintu bagi Neul Yong. Neul Yong masuk dan segera memasang set
belt. Wajahnya masih memanas. Ia memegang kedua pipinya itu. ‘ Omo,
tadi itu aku mau apa ? ’ Batin Neul Yong. Dilihatnya Minho masuk ke
mobil. Ia segera menyalakan mobil dan menginjak gas perlahan.
Dalam
perjalan, tidak ada yang bersuara sedikit pun. Mereka masih terlihat
gugup. Minho menoleh kearah Neul Yong sekilas dan dilihatnya Neul Yong
juga sedang melihatnya. Pandangan mereka berdua bertemu. Neul Yong
segera mengalihkan pandangannya begitu juga Minho.
Rintik-rintik
hujan mulai terlihat di kaca mobil. Dengan perlahan, rintik-rintik itu
berubah menjadi air deras yang turun dari langit. Begitu derasnya. Minho
menekan tombol otomatis agar kacanya selalu terhindar dari air hujan.
Ia menyetir perlahan karena hujan yang begitu deras hingga titik
pandangnya sangat sedikit. Matanya disipitkan agar lebih fokus ke
jalanan.
Padahal hanya butuh 20 menit untuk sampai di
rumah Neul Yong, tapi karena hujan yang begitu deras, dibutuhkan waktu
dua kali lipat dari biasanya. Mereka baru sampai didepan pagar rumah
Neul Yong. Tidak berani untuk turun karena takut kebasahan. Masih dalam
keadaan diam dan tidak bersuara. Hanya hembusan nafas merekalah yang
terdengar.
10 menit sudah mereka didalam mobil. Tanpa
mengobrol atau apapun. Minho memberanikan diri menoleh ke arah Neul
Yong. Dilihatnya Neul Yong sedang memandang pintu rumahnya. Minho
melihat hal yang sama dengan Neul Yong dan melihat seseorang tengah
berdiri memandang mereka. Dari postur tubuhnya ia yakin kalau itu bukan
Kibum. Minho sudah hafal betul temannya itu. ‘ Pasti orang itu..’ Batin
Minho.
Terdengar kalau Neul Yong menghela nafas. Kemudian
ia membalikkan tubuhnya ke Minho. Dilihat Minho sedang menatapnya tajam.
“ Oppa..”
“ Hmm ? ”
“ Gomawoyo..”
“ Untuk apa berterima kasih ? ”
“ Untuk semuanya hari ini. Karena sudah mengajakku ke taman hiburan. Dan untuk semuanya. ” Ucap Neul Yong.
“ Hmmm, cheonman. ”
“
Kalau begitu aku turun dulu ya oppa. Mumpung hujan sudah reda.
Annyeong. ” Neul Yong membuka pintunya. Tetapi Minho menarik lengannya.
Membuat Neul Yong kembali mengahadapnya lagi.
“ Lain kali boleh aku mengajakmu lagi ? ”
“ Dengan senang hati Oppa. ” Jawab Neul Yong sambil tersenyum.
“ Boleh aku mengirim sms setiap hari padamu ? ”
“ Silahkan kalau oppa mau. Aku tidak keberatan kok. ”
“ Gomawo. ” Minho tersenyum lembut.
“
Cheonman. Kalau begitu, aku pulang dulu ya. Annyeong. ” Neul Yong
berpamitan lagi pada Minho. Namun tangan Minho masih memegang tangannya.
“
Neul Yong-ah...” Minho kemudian mengangkat tangan Neul Yong dan
kemudian mengecupnya lembut. Membuat Neul Yong tersentak kaget. “ Kau
sangat cantik hari ini, Neul Yong-ah..”
Kata –
kata itu kembali membuat Neul Yong tersipu malu. Minho melepas tangannya
perlahan dan membiarkan Neul Yong turun. Setelah Neul Yong menutup
pintu mobil, ia segera menyalakan mesin mobilnya dan kemudian menginjak
gas perlahan.
Ia memegangi kedua tangannya. Tampak malu. ‘
Ya ampun.. Ada apa denganku ini ? ’ Neul Yong berjalan perlahan ke
pintu masuk dan didapati Kyuhyun sedang berdiri diambang pintu.
Memandangnya dengan tatapan yang terkesan tajam namun tersirat dimatanya
kalau ia terlihat lelah. Neul Yong berjalan perlahan melewati Kyuhyun
tanpa mengucapkan satu kalimat pun. Ekor matanya melihat kalau Kyuhyun
sedang memandanganya.
Sebenarnya ia ingin sekali berbaikan
dengan kakak tersayangnya ini, namun ego nya yang besar membuat hal itu
masih tertahan hingga sekarang. Neul Yong melepas sepatunya dan
berkata, “ Aku pulang. ” lalu berjalan menuju lantai atas. Ia ingin
sekali berbaring di ranjang nya yang empuk setelah seharian penuh
bermain.
Neul Yong merasakan bahwa Kyuhyun mengekorinya
dibelakang tapi Neul Yong mengacuhkannya. Sebelum ia memegang knop
pintu, Kyuhyun menarik lengannya dan membuat Neul Yong menghadap
Kyuhyun. Neul Yong menatap Kyuhyun dengan bola mata cokelatnya itu.
“
Neul Yong-ah.. Mianhae, Jeongmal mianhae. ” Kata Kyuhyun. Tatapan
matanya begitu sendu. Membuat Neul Yong tidak tega melihat oppa
tersayangnya ini. Neul Yong terlihat mendesah.
“ Untuk apa oppa meminta maaf ? ”
“ Aku sudah bersalah padamu. Aku tidak akan mengulangi ucapan ku dulu. ” Kata Kyuhyun masih menggenggam tangan Neul Yong.
“ Aku kan sudah bilang oppa tidak harus minta maaf. Lagi pula aku sudah tidak memikirkannya lagi kok. ”
“ Jeongmal ? Kau tidak marah padaku Neul Yong-ah ? ” Kyuhyun terlihat tidak percaya.
“ Ne. Aku tidak marah pada oppa. ”
“
Gomawo Neul Yong. ” Kyuhyun menarik Neul Yong masuk kedalam pelukannya.
Membenamkan Neul Yong didadanya yang bidang. Neul Yong terpaku.
Tangannya tergeletak lemas di samping tubuhnya. Entah apa yang ia
rasakan saat ini. Dadanya begitu bergemuruh. Ia takut oppa nya ini
mendengar suara detak jantungnya yang sangat cepat.
Seperti ada sesuatu yang mendorongnya, Neul Yong meletakkan kedua
tangannya di punggung Kyuhyun. Membalas pelukannya. Ia merasakan desahan
nafas Kyuhyun di tengkuknya. Begitu pelan dan teratur. “ Gomawo Neul
Yong-ah. ” Kyuhyun berbisik lembut ditelinga Neul Yong.
Neul Yong tersenyum, “ Cheonmaneyo oppa. ”
****
Minho memasukkan mobilnya ke garasi. Lalu menekan tombol kunci agar
mobil nya terkunci otomatis. Ia bersiul-siul senang sambil
melempar-lempar kunci mobil yang ada ditangannya.
“ Aku pulang. ” Minho melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan
sendal rumah. Ia menuju dapur untuk mengambil minum. Setalah menegak air
putih cukup banyak karena haus, Ia segera melempar tubuhnya disofa,
tepat disamping adiknya yang sedang mengganti-ganti channel tv.
“ YA ! Oppa ! Kenapa kau membuatku kaget ? ” Eunsoo memasang tampan
menyeramkan ke arah Minho. Yang ditatapnya hanya tersenyum tanpa dosa.
“
Hahaha, Mianhae. ” Kata Minho masih dengan senyuman tanpa dosanya itu.
Eunsoo yang melihat gelagat oppanya yang aneh itu ikut-ikut tersenyum.
Tersenyum meledek.
“ Sepertinya hari ini oppa sedang
senang sekali. Pasti ada sesuatu yang terjadi tadi. Hayo Oppa. Ceritakan
padaku tadi seperti apa. ” Eunsoo menyenggol-nyenggol bahu Minho. Yang
disenggol makin melebarkan senyumnya.
“ Tuh kan ! Pasti
aku melewatkan sesuatu ! Ceritakan padaku oppa. Palli ! ” Paksa Eunsoo.
Kali ini ia menggoyang-goyangkan tubuh Minho agar sang empunya yang
punya tubuh itu menceritakan kepadanya.
“ Haaaah, hal yang bagus seperti tadi sulit untuk diceritakan. ” Kata Minho.
“ Aishh, Oppa ! Kalau oppa gak mau menceritakannya padaku, aku tidak janji akan membantu oppa lagi. ” Ancam Eunsoo.
“
Kalau kau tidak mau membantuku lagi, aku tidak akan membantumu juga.
Biar aku membiarkan Kibum mencari yeoja chingunya sendiri. ” Minho
mengancam balik Eunsoo yang membuat Eunsoo mengerucutkan bibirnya.
“ Hahaha. Kau kalah telak denganku. Aku akan menceritakannya padamu saat aku benar-benar menembaknya. Oke ? ”
“ Jadi oppa belum menembaknya ? ” Tanya Eunsoo heran.
“ Belum. Aku sedang mencari waktu yang tepat. ”
“ Aishh. Oppa ku ini lambat sekali. Siapa tahu nanti Neul Yong nya direbut orang lain. ”
Minho
langsung terdiam. Pikirannya langsung melayang ke orang itu. Seseorang
yang membuat dirinya merasa tersaingi. Yang membuatnya merasa ingin
memiliki Neul Yong seutuhnya. Seseorang yang membuat dirinya ingin
bertindak lebih jauh agar tidak ada seorang pun selain dirinya yang bisa
berada disamping Neul Yong. Melindungi Neul Yong, menjaga Neul Yong.
Cho Kyuhyun.
****
Neul Yong merebahkan
tubuhnya diranjang empuknya setelah ia selesai mandi. Menatap
langit-langit kamar. Pikirannya melayang kembali pada
kejadian tadi. Yang membuat dirinya hampir saja berciuman dengan Minho.
Semburat merah muncul di pipinya yang putih itu. ‘ Aigoo, apa yang aku
bayangkan tadi ? Kyaaaaa.. ’ Neul Yong berguling-guling di kasurnya.
Dan...
BUGH
Neul Yong terjatuh dari tempat
tidur. “ Adawww..” Neul Yong mengelus-elus bokongnya yang kesakitan.
Kemudian ia bangkit. Hendak turun ke lantai bawah dan makan malam. Namun
langkahnya terhenti melihat ponsel nya berdering. Ada sms masuk. Ia
segera mengambil ponsel yang ia letakkan dimeja riasnya. Dibukanya flap
ponselnya lalu tersenyum saat tahu siapa yang mengirimnya sms.
From : Minho Oppa
Annyeong Neul Yong-ah J
Sedang apa kamu ? Sudah makankah ?
To : Minho Oppa
Annyeong Oppa..
Ini baru saja mau makan.. Oppa sedang apa ?J
From : Minho Oppa
Aku ? Aku sedang memikirkan seseorang. Seseorang yang tengah meng-sms ku kali ini.
Deg,deg
Rasanya
setelah membaca sms itu dada Neul Yong serasa tidak karuan. Ia tidak
tahu harus membalas apa. Lalu bunyi dering sms terdengar lagi.
From : Minho Oppa
Neul Yong-ah.. Padahal tadi kita baru bertemu dan main bersama tapi entah mengapa aku sudah rindu padamu. Bogoshippeo..
Jantung
Neul Yong berdegup semakin cepat. ‘ Astaga, benarkah ini ? Aku harus
membalas apa ? ’ Batin Neul Yong. Tapi sepertinya tidak bisa dipungkiri
lagi kalau..
To : Minho Oppa
Nado Oppa.
****
Minho sedang duduk-duduk santai di balkon kamarnya sambil memainkan
ponselnya. Ia kali ini sedang bersms ria dengan Neul Yong. Kemudian ada
sesuatu yang membuat Minho terkaget-kaget membaca sms balasan Neul Yong.
Ia tadinya tidak mau jujur kalau ia sedang memikirkan Neul Yong. Entah
setan apa yang merasuki Minho saat ini hingga ia mengatakannya juga.
Namun
jawaban yang tidak Minho sangka adalah bahwa Neul Yong merindukannya
juga. Ia segera mengirim sms balasan untuk Neul Yong.
To : Expected NY
Jeongmal ? Kau juga merindukanku ?
Sms balasan cukup lama ia terima. Namun setelah ada bunyi tanda sms masuk, ia segera membacanya.
From : Expected NY
Hmmm...
Minho
tersenyum samar. Ini pertama kali seumur hidupnya mempunyai perasaan
seperti ini kepada seorang Yeoja. Walaupun ini bukan pertama kalinya ia
pacaran, tapi baru kali ini ia merasakan benar-benar ingin memiliki
seseorang. Mungkin karena saat pacaran dulu, bukan ia yang mengatakan
suka duluan, melainkan sang yeoja duluan.
Minho melihat
langit malam yang telah dihiasi oleh banyak bintang yang bersinar dan
bulan sabit yang tersenyum. Menerawang kembali kata-kata Eunsoo tadi
sore. “Aishh. Oppa ku ini lambat sekali. Siapa tahu nanti Neul Yong nya direbut orang lain. ”
‘
Mungkin kata Eunsoo benar. Aku harus bertindak duluan sebelum ia
direbut oleh orang lain. Karena aku benar-benar mencintainya. ’
****
Suara
ayam jantan berkokok menandakan bahwa pagi telah datang. Neul Yong
menggeliat-geliat saat tidur. Jam wekernya sudah berbunyi dari tadi
namun tidak membuat Neul Yong membuka matanya. Matanya masih berat
karena kemarin ia tidur larut malam. Minho mengajaknya bersms ria
kemarin malam.
“ Neul Yong-ah..” Seseorang
mengguncang-guncang tubuh Neul Yong. Seperti tidak merasakan goncangan
apapun, Neul Yong masih tetap saja bergeming. Tidak bergerak sedikitpun
dari tempatnya semula. Malah ia menaikan selimutnya sampai seluruh
tubuhnya tertutup selimut tebal.
“ Neul Yong-ah, Bangun.
Kau mau sekolah atau tidak ? Ini sudah jam 6 lewat. ” Orang itu kembali
mengguncang-guncangkan tubuh Neul Yong.
“ Hoammm, aku masih ngantuk oppa. ” Kata Neul Yong masih dengan mata tertutup.
“ Baiklah kalau begitu. Kalau kau tidak bangun jam setengah 7, aku dan Kibum akan meninggalkanmu ya. Ara ? ”
“ Hmmmm...” Neul Yong hanya bergumam. Kemudian Kyuhyun berbalik dan keluar dari kamar Neul Yong.
****
Bounce to You Bounce to You nega summi neoh
Nada
dering telfon terdengar dari ponsel Neul Yong yang ia letakkan di meja
samping tempat tidurnya. Neul Yong meraba-raba meja itu dengan mata
masih terpejam. Lalu membuka flap ponsel nya tanpa melihat siapa yang
menelefon.
“ Yeoboseyo ? ”
“ SHIN NEUL YONG
!!! ” Suara teriakan terdengar dari sana. Neul Yong segera menjauhkan
ponselnya dari telinga. Takut-takut gendang telinganya pecah karena
suara sahabatnya itu.
“ Yeoboseyo ? ” Tanya Neul Yong lagi.
“
Yeoboseyo, yeoboseyo !! YA ! Kau kemana hari ini ? Kenapa tidak datang
kesekolah ? Kim songsaenim mencari mu tahu. ” Kata Eunsoo dari seberang
telfon. Neul Yong mengerutkan keningnya, bingung.
“ Untuk
apa Kim songsaenim mencariku ? ” Neul Yong tampak berpikir lagi. “ Eh ?
Eh ? EEHHH ? Kim Songsaenim ? Astaga aku lupa. “ Neul Yong menepuk
jidatnya pelan. “ Tugas makalah Biologi tentang rekayasa genetik lupa
aku berikan padanya. ”
“ Aishh, kau ini. Lalu kenapa kau tidak masuk hari ini ? Tunggu dulu ! Jangan bilang kau baru saja bangun jam segini ? ”
“ hehehehe. Aku memang baru saja bangun. ”
“
ASTAGA ! Neul Yong !! Kau itu.. Ini sudah jam 11 siang, Neul Yong. Dan
kau baru bangun jam segini ? Semalam kau ngapain saja sih ? ” Damprat
Eunsoo bertubi-tubi.
“ Hehehehe. Minho Oppa mengajak aku sms-an. Jadi aku ladeni saja. Ternyata enak juga mengobrol dengan Oppa mu itu. ”
“ Omooo, sejak kapan kau sms-an dengan oppa ku ? Jangan bilang...” Eunsoo menggantungkan perkataannya.
“ Jangan bilang apa ?? ” Tanya Eunsoo penasaran.
“ Ah, ani. Tidak jadi. ”
“ Aishh, kau ini. ”
“ Ya sudah Neul Yong-ah. Jung Songsaenim sudah datang nih. Annyeong.”
Eunsoo segera memutuskan hubungannya. Dan Eunsoo segera mengirim sms kepada Oppa nya itu.
To : Minho Oppa
Oppa,
gawat !! Neul Yong sakit gara-gara ia tidur terlalu malam. Ini semua
gara-gara oppa mengajaknya sms-an sampai larut. Kau tidak tahu Oppa ?
Neul Yong kalau sudah tidur terlambat bakal langsung sakit. Cepat
kerumahnya. Aku takut terjadi apa-apa padanya.
Lalu Eunsoo menekan tombol Send. Ia terkikik pelan. ‘ Aku kerjain kau oppa.. Hihihi ’
****
Minho
terlihat bosan melihat layar Proyektor. Telapak tangannya sedari tadi
menopang kepalanya yang terasa berat. Rasa kantuk sebenarnya sudah ia
rasakan sejak mata kuliah pertama hari ini. Karena kemarin ia ber-sms
ria dengan Neul Yong. Mengingat hal itu membuat wajah Minho sumringah.
Tiba-tiba
getaran ponselnya terasa dari saku jeans nya. Ia merogoh sakunya
tersebut dan mengambil ponselnya. Ada satu sms masuk. Dari dongsaengnya.
From : Yeodongsaengku
Oppa,
gawat !! Neul Yong sakit gara-gara ia tidur terlalu malam. Ini semua
gara-gara oppa mengajaknya sms-an sampai larut. Kau tidak tahu Oppa ?
Neul Yong kalau sudah tidur terlambat bakal langsung sakit. Cepat
kerumahnya. Aku takut terjadi apa-apa padanya.
Minho
terbelalak kaget melihat sms dari dongsaengnya itu. ‘ MWO ? Neul Yong
sakit ? Dan itu akibat dari kesalahnku ? ’ Batinnya. Itu membuat Minho
gelisah. Waktu masih ada 20 menit lagi sebelum mata kuliah terakhir
untuk hari ini selesai. Ia terlihat uring-uringan. Matanya terus melihat
kearah jam tangannya. Ingin segera pelajaran membosankan ini berakhir
dan segera pergi ke rumah Kibum.
10 menit lagi waktu
pelajaran selesai. Minho semakin tidak tenang. Akhirnya tanpa pikir
panjang, ia berdiri membawa tas ranselnya. Berjalan menuju songsaenim
yang sedang menjelaskan. Meminta ijin untuk pulang lebih dulu dengan
alasan saudaranya sedang sakit. Jadi ia diminta untuk menemaninya
berobat.
Setelah cukup lama, akhirnya songsaenim
memberikan izin padanya dengan syarat ia harus mengerjakan tugas makalah
sebanyak 20 halaman. Minho mengiyakannya dan pergi. Ia berlari
disepanjang koridor menuju parkiran mobil.
Dengan
cepat ia segera masuk kedalam mobil. Menyalakannya dan kemudian
mengemudikannya dengan cepat. Pikirannya masih melayang pada Neul
Yong.Ia sangat takut terjadi apa-apa padanya. Hanya dalam 10 menit,
dengan kecepatan diatas 100 km/jam, Minho sampai didepan rumah Neul
Yong.
Ia segera turun dari mobilnya dan menuju ke pintu
utama rumah Neul Yong. Ia menekan bel nya berkali-kali. Masih terlihat
gelisah, ia menghentak-hentakkan kakinya menunggu pintu itu terbuka.
Akhirnya terdengar derap langkah mendekat. Lalu knop pintu itu berputar
yang membuat pintu itu terbuka. “ Nugu ? ” Terdengar suara dari celah
pintu yang terbuka.
“ Neul Yong-ah.. ”
Pintu
itu terbuka lebar dan terlihat Neul Yong masih dengan piyamanya
tersenyum. “ Oppa ? Ada apa ? Kenapa kau..” Sebelum Neul Yong selesai
bicara, Minho menarik lengan Neul Yong dan merengkuhnya kedalam pelukan.
“
Neul Yong-ah.. Aku lega kau tidak apa-apa..” Minho berbisik lembut
ditelinga Neul Yong. Membuat suatu sensasi yang amat dinikmati olehnya.
“Loh ? Memangnya aku kenapa ? “ Tanya Neul Yong heran.
Minho
melepas pelukannya. “ Bukankah kau sedang sakit ? Aku lega sekali tidak
terjadi apa-apa denganmu. Sedari tadi aku sudah khawatir. ”
Neul Yong menaikkan sebelah alisnya, “ Mwo ? Sakit ? Aku baik-baik saja Oppa. Aku sehat walafiat. ”
“
Tapi kata Eunsoo, kau... ” Minho tidak jadi melanjutkan kalimatnya. Ia
berpikir sejenak lalu seringaian terlukis dibibirnya. ‘ Aishh, anak
itu.. Bisa-bisanya kau mengerjaiku. Awas saja kau, Choi Eunsoo..’
“ Kata Eunsoo aku kenapa oppa ? ” Tanya Neul Yong heran.
“ Oh ani. Baguslah kau tidak apa-apa. Hmm, kau tidak membiarkan aku masuk ? ”
“
Oh iya. Ayo oppa. ” Neul Yong menarik tangan Minho. Mereka berdua
akhirnya masuk dan Neul Yong menyuruh Minho duduk disofa sementara ia
mengganti bajunya.
Setelah Neul Yong berganti baju, ia menyiapkan minuman untuk mereka berdua.
“ Oppa, kau mau minum apa ? ” Teriak Neul Yong dari arah dapur.
“
Terserah kau saja. ” Kata Minho. Namun suara nya terdengar sangat dekat
ditelinga Neul Yong. Ternyata Minho sedang menuju kearahnya. Ia ingin
membantu Neul Yong membawakan gelasnya.
“ Oppa, kau duduk
saja disana. Biar ini aku yang bawakan. Oppa itu kan tamuku. ” Kata Neul
Yong sembari memasukkan gula kedalam 2 cangkir yang ada dihadapannya
itu.
“ Kau jangan begitu tuan putri. Mana ada tuan putri
yang membawakan minumnya untuk pelayannya yang tampan ini. Biar aku saja
yang membawakannya. ” Goda Minho.
“ Aishh, Oppa. Kau itu narsis sekali sih. ” Neul Yong memutar bola matanya. Minho yang melihat itu hanya tertawa pelan.
“
Yap. Sudah selesai. ” Neul Yong menepuk kedua tangannya. Saat Neul Yong
hendak mengambil nampan yang ada dimeja makan, ia tiba-tiba terpeleset.
Hampir saja ia jatuh terjengkang sebelum Minho menahan pinggang Neul
Yong dan menariknya. Kini wajah mereka begitu dekat. Mereka bahkan bisa
merasakan desahan nafas satu sama lain.
Mata mereka saling
bertatapan. Mata tajam Minho menatap kedalam bola mata cokelat itu.
Wajah mereka semakin dekat. Mungkin kejadian yang ‘ Hampir’ terjadi di
bianglala itu akan terjadi sekarang. Bahkan bibir mereka nyaris
bersentuhan dan
“EHEM...”
Terdengar seseorang sedang berdeham. Mereka berdua segera menjauhkan diri. Semburat merah terlihat dari wajah mereka.
“
Ehem,ehem.. Sepertinya aku mengganggu kalian ya ? Ayo lanjutkan lagi
saja. ” Kibum memperlihatkan seringaian menggoda nya sebelum melengos
pergi.
“ OPPA !! ”
“ YA ! KIM KIBUM ! ”
TBC
Hohohoho... Gimana gimana ? semakin gaje kan ?
Tapi walaupun semakin gaje, aku minta comentnya ya.. DON'T BE SILENT READER... OK?

Lee Ha Ki imnida ;)
ReplyDeletehehehe,, waaa unnii unnii.. bguss bangett aww :D sya yg bca jd ikut* deg deg serr kwkwkwkkk