Friday, September 21, 2012

FF - SOMETHING//SHINee-Super Junior//Part VII



YA UHUK UHUK ! ANNYEOOOOONG ! 
mia disini ! author geje dengan ff yg gejenya dtng lagi. ada yang kangen ga ?! ga ada ?! *pulang*
mian aku bener-bener lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget nerusin ff ini. bener2 stuck ditengah jalan. semoga ga ancur deh ff nya. 
mumumumu :*

=======HAPPY READING======

TITLE                  : Something
MAIN CAST         : Kyuhyun ( Super Junior ) as Cho Kyuhyun
                             Minho ( SHINee ) as Choi Minho
                             Key (SHINee) as Kim Kibum
                             Shin Neul Yong (OC’s)
OTHER CAST       : Shin Yoonmi (OC)
                              Choi Eunsoo (OC)
                              dan yang lainnya temukan sendiri dalam FF
LENGTH                : CHAPTERED
GENRE                  : Family, Friendship, Romance
RATING               : PG -15
AUTHOR              : MutiaMia Andara
DISCLAIMER       : Semua cast punya orang tuanya masing2 kecuali Shin Neul Yong dan Other Cast nanti nya..
I hate SIDERS and don't be PLAGIATOR

PREVIOUS CHAPT

Begitu lama mereka berpelukan sampai akhirnya Kyuhyun mendengar dengkuran halus. Neul Yong tertidur dalam pelukannya. Mungkin lelah sehabis menangis. Kyuhyunpun melepas pelukannya dan membaringkan Neul Yong. Menyelimutinya hingga batas dagu. Ia menatap Neul Yong dengan pandangan penuh kasih. Mengelus lembut pipi Neul Yong. Tersenyum melihat adik kecilnya yang sudah beranjak dewasa ini. Lalu ia mencium kening Neul Yong, merambat kehidung Neul Yong dan terakhir menyentuh bibir mungil Neul Yong.

Namun Kyuhyun terhentak kaget. Ia segera melepas ciuman itu. Apa yang ia lakukan ? Mencium bibir adiknya sendiri ? Apa yang tengah dipikirkannya ? Kyuhyun segera berdiri dan berbalik. Meninggalkan Neul Yong yang terlelap. Tapi langkahnya terhenti melihat Kibum tengah berdiri diambang pintu. Terdiam dan menatapnya tajam.

“ Oh, Kibum. Ada apa ? ” Kyuhyun mencoba untuk tidak panik dan bersikap tenang. Dilihatnya sorot mata Kibum masih tajam. “ Aniyo. Aku hanya ingin melihat keadaan Neul Yong. Ternyata ia sudah tidur. ”

“ Ne. Ia baru saja tidur. Lebih baik kau juga tidur. Masih ada kuliah besok bukan ? ” Kyuhyun pun berjalan melewati Kibum dan masuk kedalam kamarnya yang tepat disamping kamar Neul Yong. Kibum menatap tajam punggung Kyuhyun yang baru saja hilang dibalik pintu  . Didalam benaknya masih terpikirkan kejadian yang baru saja ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. 

CHAPTER 7B

Matahari sudah bangun dari peradapannya. Mulai menyongsong kehidupan disebagian belahan bumi. Shin Neul Yong terbangun dari alam mimpinya begitu alarm yang berada dimeja nakasnya berbunyi nyaring. Mengerang dengan keras sebelum tangannya yang mungil itu meraba-raba meja nakasnya dan menekan tombol alarm untuk berhenti mengeluarkan bunyi yang memekakkan telinga.

Merenggangkan badannya sebentar lalu beranjak dari ranjangnya yang nyaman ini. Berniat untuk membasuh mukanya dan menggosok giginya sebelum ia memulai aktivitasnya di minggu yang cerah ini. Walaupun sinar matahari tidak memiliki pengaruh sama sekali terhadap suhu yang sekarang berada diatas 5 derajat.

Setelah selesai membasuh muka dan menyikat giginya, Neul Yong beranjak kedapur untuk membuat sarapan untuk dirinya dan juga kedua kakaknya. Masih belum terlihat batang hidung dari kedua kakaknya yang menandakan bahwa mereka berdua masih tidur.

Neul Yong memakai apron yang sudah biasa ia kenakan dan kemudian melihat isi kulkas. Memandang isi yang ada didalam kulkas tersebut dan setelah menimang-nimang, ia memutuskan untuk membuat omelet keju dengan saus asam manis.

Ia mengeluarkan semua bahan yang ia butuhkan dan kemudian menyiapkan alat-alat masaknya. Mencampur semua bahan menjadi satu dan kemudian mengaduk-aduk adonan telur tersebut sedikit lama agar semua tercampur rata. Setelah itu, ia menyiapkan wajan panas dan mulai memasak. Membuat Omelet keju adalah hal yang mudah bagi Neul Yong mengingat ia sudah belajar memasak sejak dirinya tinggal dipanti asuhan.

Bibi-bibi yang ada dipanti selalu mengajarkan para anak perempuan untuk memasak setiap satu minggu sekali. Dan itu sangat berguna bagi kehidupannya yang sejak beberapa tahun lalu, bersama dengan 2 kakaknya ini memutuskan untuk keluar dari panti asuhan tersebut.

Neul Yong tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian dulu saat ia diajari cara memasak oleh bibi-bibi dari panti.

“ Kenapa kau senyum-senyum sendiri ? ”

Suara itu membuat Neul Yong tersentak kaget. Kyuhyun yang sudah duduk-entah sejak kapan- dikursi meja makan tengah memandang Neul Yong heran. Neul Yong kembali tersenyum. Membuat Kyuhyun mengerutkan dahinya.

“ Aniya. Aku hanya mengingat saat bibi dipanti mengajari aku memasak. ”

Kerutan didahi Kyuhyun menghilang dan digantikan dengan kedua sudut bibirnya yang terangkat. “ Kau merindukan mereka ? ”

Neul Yong memandang Kyuhyun dan mengangguk. “ Sangat. ”

Kyuhyun terlihat berpikir. Dan akhirnya berkata, “ Bagaimana kalau kita mengunjungi mereka hari ini ? ”

Neul Yong menaikkan alisnya. Tidak menyangka kakaknya akan mengatakan seperti ini.

“ Jeongmal ? Oppa mau kita kesana ? ”
Kyuhyun mengangguk, “ Ya. Lagipula juga kita sudah lama tidak kesana. Aku ingin sekali bertemu dengan Jung Ahjumma. Ingin memberitahukan kelulusanku. ”

Neul Yong tersenyum lebar. “ Baiklah oppa. Selesai sarapan, aku akan mandi dan kita akan berangkat. Aigoooo, aku sudah tidak sabar. ”

Kyuhyun hanya bisa tersenyum simpul melihat sikap adiknya ini. Melihat Neul Yong senang saja, sudah membuat dirinya sebahagia ini. Ia ingin selalu membuat adiknya tersenyum, sampai kapanpun.

“ Kibum Oppa dimana ? ” Tanya Neul Yong begitu ia membawakan dua piring yang berisi omelet dan kemudian meletakkannya diatas meja.

“ Kibum sudah berangkat dari tadi. Ia ada kuliah minggu pagi ini. ”

Neul Yong hanya ber-OH ria. Dan kemudian duduk tanpa kembali lagi kedapur untuk mengambil satu piring lagi omelet yang tadi ia buatkan untuk Kibum. Melihat kakaknya yang satu itu sudah berangkat duluan dan tidak sarapan seperti biasanya.

“ Aku tidak suka kalau Kibum Oppa tidak sarapan. Kalau tiba-tiba dia sakit bagaimana ? Aishhh, dia itu tidak pernah belajar dari kejadian sebelumnya. Kau ingat kan Oppa saat tiba-tiba perutnya sakit dan ia harus menginap dirumah sakit karena dia jarang sarapan ?! Aishh, Jinjja.”

Kyuhyun hanya mendengarkan omelan dari Neul Yong tanpa berhenti melahap omelet kejunya.

“ Oppa, nanti kau antarkan aku ke kampus Kibum Oppa ya. Aku ingin memberikan omeletku. Aku tidak ingin dia terus-terusan makan sembarangan. ” Kyuhyun hanya mengangguk saja.

Setelah mereka sarapan, Neul Yong membawa kedua piring tersebut kedapur dan berniat mencucinya. Namun sebelum ia membuka keran air, Kyuhyun menahannya.

“ Biar aku yang cuci. Kau siapkan makanan untuk Kibum saja. ” Neul Yong pun menurut dan ia mengambil piring dengan omelet diatasnya lalu menaruhnya dikotak bekal. Namun langkahnya terhenti. Neul Yong mengetuk-ngetukkan telunjuknya didagu tanda bahwa ia sedang berpikir. Kalau Kibum kuliah, otomatis ada Minho juga. Tidak enakkan kalau hanya memberikan bekal untuk Kibum saja ?

Neul Yong akhirnya membuka kulkas yang persis disampingnya lalu mengambil bahan-bahan yang sama untuk membuat omelet keju tadi. Kyuhyun yang sudah selesai mencuci merasa heran dengan Neul Yong. Untuk apa ia membuat omelet lagi padahal omelet yang tadi untuk Kibum masih ada dan belum disentuh sama sekali ?

“ Kau buat untuk siapa lagi ? ” Tanya Kyuhyun ketika melihat adikknya tengah menggoreng telurnya.

“ Minho Oppa. Aku berpikir kalau ada Kibum Oppa di kampus, otomatis akan ada Minho Oppa disana. Aku merasa tidak enak jika hanya memberikan bekal ini kepada Kibum Oppa saja. Maka dari itu, sekarang aku membuatnya untuk Minho Oppa. ” Jelas Neul Yong panjang. Rahang Kyuhyun berubah mengeras begitu ia mendengar nama Minho. Kedua tangannya terkepal disamping tubuhnya.

“ Lebih baik kau mempercepat masakmu. Kita berangkat 30 menit lagi. ” Dan Kyuhyun pun meninggalkan Neul Yong yang tengah memandangnya dengan alis berkerut. Sependengarannya tadi, Kyuhyun mengucapkan itu dengan nada yang menurutnya sangat sinis.

Neul Yong hanya mengangkat bahunya acuh dan kemudian melanjutkan kembali memasak.

****

“ Oppa, eodiga ? Aku ada didepan kampusmu. Cepat kesini. ” Neul Yong berbicara kepada Kibum lewat ponselnya. Ia dan Kyuhyun sedang menunggu Kibum ditaman kampus sambil duduk-duduk dibangku taman yang kosong. Hari ini salju turun lumayan banyak. Membuat banyak sekali jalanan dikampus ditutupi oleh salju.

“ Aku bersama Kyuhyun Oppa disini. Palli. Disini dingin sekali. Aku membawakan sarapan untukmu. ” Neul Yong masih berbicara dengan Kibum.

“ Eoh. Kau sedang bersama Minho Oppa juga tidak ? Aku membawakan makanan juga untuknya. ”

“...”

“ Ye. Palliwa Oppa. Hmm. Annyeong. ”

Neul Yong pun memutuskan sambungan dan setelah itu memasukkan ponselnya kedalam tas.

“ Bagaimana ? ” Tanya Kyuhyun.

“ Kibum Oppa baru saja keluar kelas. Ia akan tiba sebentar lagi katanya. ”

****

“ Nugu ? ” Tanya Minho begitu Kibum kembali memasukkan ponsel kedalam saku celanany a. Kibum menoleh kearah Minho dan tersenyum.
“ Pacarmu. ” Ucapnya enteng.

“ Nugu ? ” Minho menaikkan alisnya, heran. Ia belum punya pacar dan siapa yang dimaksud Kibum dengan ‘pacarnya’ ?

“ Aish, kau ini. Neul Yong. Dia sudah ada di depan kampus. ”

Minho langsung menegakkan tubuhnya begitu mendengar nama Neul Yong. Menatap Kibum lekat. “ Neul Yong ? Ada apa dia kemari ? ”

“ Makan. Dia membawakan sarapan untukku. Dia itu paling tidak suka kalau aku tidak sarapan. ” Kata Kibum sembari membereskan buku-bukunya yang masih berserakan diatas meja.

“ Oh.” Terdengar nada malas dalam suara Minho. Ia kira Neul Yong kemari untuk menemuinya. Namun ternyata ia salah duga.

“ Dan katanya ia membawakan sarapan juga untukkmu. ”

“ Mwo ? Jeongmal ? ” Suara Minho kembali semangat begitu ia tahu bahwa Neul Yong membawakan sarapan untuknya. Beruntung sekali dirinya. Ia memang belum sarapan sejak tadi. Ibunya masih tidur ketika ia berangkat, sedangkan Eunsoo, jangan harap ia memasak. Menyentuh peralatan dapur saja ia tidak pernah.

Kibum mengangguk. “ Eoh. Kajja. Kasihan dia dan hyong menunggu diluar. ”

Minho menatap Kibum tidak percaya. Neul Yong bersama dengan Kyuhyun ? Untuk apa ? Aish, mendengar nama itu saja sudah membuat dirinya panas.

Kibum menoleh kearah Minho. Melihat perubahan sikap Minho ketika ia menyebut ‘hyong’ dalam ucapannya. Ia tahu bahwa Minho tidak menyukai Kyuhyun. Dan ia juga tahu bahwa Minho merasa Kyuhyun adalah saingan beratnya. Saingan dalam memperebutkan cinta Neul Yong.

Minho bukanlah tipikal orang yang akan menyerah begitu saja. Ia orang yang tidak pernah mau kalah. Apapun yang menjadi ambisinya harus ia dapatkan. Begitulah Minho. Ada sisi positif maupun sisi negatif mempunyai sifat sepertinya. 

“ YA ! Jangan melamun. Cepat kita ke Neul Yong. Dia sudah kedinginan. ” Kibum pun  memecah kesunyian dengan mengguncang bahu Minho. Membuat menggelengkan kepalanya lalu menatap Kibum.

“ Baiklah.”

****

“ Aish, mana sih Kibum Oppa ? Dingin sekali disini ! ” Neul Yong menggosok-gosokkan kedua tangannya agar hawa dingin yang ia rasakan sedikit berkurang. Namun tetap saja, hawa dingin itu hanya berkurang sepersekian persen. Dingin yang ia rasakan sudah mencapai batas maksimum. Ia sangat kedinginan.

“ Kenapa saat kau tahu cuaca seperti ini kau malah tidak membawa sarung tangan ? ” Kyuhyun yang memperhatikannya sejak tadi hanya bisa mendengus heran melihat kelakuan adiknya ini.

“ Aku lupa. Salah oppa sendiri juga yang menyuruhku cepat-cepat ! ” Neul Yong menatap Kyuhyun dan menggembungkan pipinya. Sebal. “ Oppa juga tidak memakai sarung tangan. Jadi jangan memarahiku juga.”

“ Oppa itu laki-laki. Dan juga masih bisa menahan dingin. Sedangkan kau ? Lihat, sudah menggigil seperti itu. ”

“ Oppa kan enak dijaketnya ada kantung. Aku ? Mana ada model jaket wanita yang memakai kantung ? ”

“ Aishh, kau ini memang tidak pernah mau disalahkan. ”

“ Biarkan. ” Neul Yong memehrongkan lidahnya lalu kembali lagi mengusap-usap tangannya.

Kyuhyun tersenyum menatap adiknya. “ Kemarikan tanganmu. ” Kyuhyun menengadahkan telapak tangannya. Hendak meminta uluran tangan Neul Yong. Neul Yong menatap telapak tangan Kyuhyun dan wajah Kyuhyun bergantian. Kedua alisnya terangkat, heran.

“ Untuk apa ? ”

“ Sudah, kemarikan saja. ” Kyuhyun yang gemas melihat respon adiknya yang sedikit lambat pun merebut tangan kiri Neul Yong. Ia menggenggam tangan tersebut lalu memasukkannya kedalam kantung jaketnya.

“ Nah, hangat bukan ? ” Kyuhyun tersenyum menatap Neul Yong yang sedikit terperangah dengan tingkah kakaknya yang satu ini. Detiknya berikutnya ia pun membalas senyum Kyuhyun dan mengangguk. “ Eumm, Gomawo Oppa. ”

Dan selanjutnya mereka menunggu kedatangan Kibum dengan sebuah keheningan. Suara terpaan angin yang dingin sedikit membuat bulu kuduk meremang. Cuaca di Seoul ketika musim dingin akan menurun drastis.
Melihat salju yang jatuh dari langit memberikan sebuah suasana yang damai nan romantis. Kyuhyun dan Neul Yong sangat menikmatinya. Dan kenikmatan itu sedikit terganggu begitu mereka mendengar suara yang begitu familiar ditelinga mereka.

“ Neul Yong, Hyong. ”

Kyuhyun dan Neul Yong menoleh bersamaan. Dilihatnya Kibum tengah melambai kearah mereka. Dan disampingnya terdapat namja dengan tubuh tinggi atletis memandang mereka berdua tajam. Kyuhyun tahu tatapan itu. Tatapan tidak suka dari seorang Choi Minho.

Mendengar itu, dengan refleks Neul Yong melepaskan genggaman tangannya dan mengambil 2 kotak makan yang ia letakkan disamping kanannya lalu berlari kearah Kibum.

“ Oppa, dari mana saja kau ? Aku dan Kyuhyun Oppa kedinginan tahu ! ” Neul Yong menggembungkan pipinya, kesal.

“ Hahaha, Mianhae. Oppa sedang membereskan buku-buku tadi. Jadi sedikit lama. Mana sarapan untukku ? ” Ucap Kibum sembari menengadahkan tangannya. Meminta jatah sarapannya.

Neul Yong memberikan sekotak makanan yang ada ditangan kirinya kepada Kibum lalu tangan kanannya memberikan sekotak lagi untuk Minho. “ Oppa, Untukmu. Aku tadinya hanya ingin memberikan sarapan untuk Kibum oppa, tapi karena aku tahu pasti kau selalu bersamanya, otomatis aku buatkan juga untukmu. Igeo. ”

Minho pun menerimanya. Mengacak-acak rambut Neul Yong dan tersenyum, “ Gomawo, Neul Yong. ”

“ Cheonman, Oppa. Sudah ya. Aku pergi dulu. Aku dan Kyuhyun Oppa mau kepanti asuhan. ”

“ Ke panti ? Kenapa tidak mengajakku ? Aku juga ingin kesana. ” Rengek Kibum.

“ Tidak bisa. Kau kuliah saja, Oppa. Nanti akan aku sampaikan salammu kepada Jung Ahjumma dan yang lainnya. Annyeong. ” Neul Yong melambaikan tangannya kearah Kibum dan Minho lalu berlari menghampiri Kyuhyun yang sudah menunggu diatas motornya.

Neul Yong menerima helm putih yang biasa ia pakai lalu menaiki motornya. Duduk dijok belakang. Dan kemudian ia memeluk pinggang Kyuhyun sebelum Kyuhyun menjalankan motornya dengan kecepatan sedang.

Minho hanya menatap dari jauh kepergian Neul Yong bersama dengan Kyuhyun. Rasa tidak sukanya kepada Kyuhyun semakin hari semakin bertambah. Kibum menatap Minho yang tengah menatap kepergian Neul Yong dan Kyuhyun dari jauh. Menghela nafas panjang. Sepertinya Minho dan Kyuhyun akan menjadi rival. Mengingat mereka menyukai orang yang sama. Ya, Shin Neul Yong.

****

Jarak yang ditempuh Seoul-Incheon tidak membutuhkan waktu lama. Sekarang mereka sudah tiba dipemukiman dekat panti. Kyuhyun memakirkan motornya didekat gang agar mereka bisa masuk. Hanya tinggal beberapa meter lagi mereka sampai. Rumah dengan pohon cemara besar yang berada dihalaman rumah sudah dapat dilihat dari dekat. Kyuhyun dan Neul Yong saling memandang dan tersenyum penuh arti. Sebentar lagi mereka akan bertemu dengan Jung ahjumma dan juga bibi-bibi lainnya.

Dan tepat saat mereka didepan pagar rumah tersebut, tertulis “ Panti asuhan JUNG SIN YONG”. Terlihat dihalaman mereka yang luas, anak-anak kecil sedang bermain salju. Ada yang membuat boneka salju dan juga bermain perang bola salju. Kyuhyun memarkir motor didepan pagar dan Neul Yong memasuki halaman rumah tersebut.

Anak-anak kecil itu segera terdiam melihat Neul Yong yang disusul dengan Kyuhyun yang berdiri dibelakangnya masuk kedalam halaman. Salah satu dari anak kecil itu berteriak, “ JUNG HALMEONI ! ADA ORANG DATANG ! ”

Kyuhyun dan Neul Yong berpandangan dan tertawa kecil melihat kelakuan anak kecil itu. Kelakuannya mengingatkan mereka saat masih seumuran dengan anak kecil itu. Selang beberapa menit kemudian, anak kecil itu keluar dengan menarik-narik tangan seorang ahjumma yang umurnya sudah lanjut.

“ Itu halmeoni, itu. Ada orang dewasa datang. ” Tunjuk anak kecil itu dengan tangan kirinya sembari tangan kanannya menarik ujung baju dari ahjumma tersebut.

“ Siapa yang... ” Pandangan ahjumma tersebut terhenti begitu ia melihat Neul Yong dan Kyuhyun yang tersenyum memandangannya.

“ Kyuhyun ? Neul Yong ? ”

“ Ne, Jung ahjumma. Ini kami. ” Ujar Kyuhyun. Neul Yong tidak sanggup menjawab karena ia sudah mulai terisak. Dan akhirnya Neul Yong berlari meninggalkan Kyuhyun dan memeluk Ahjumma tersebut.

“ Ahjumma. Hiks. Hiks. Hiks. Nan jeongmal bogoshipta. Hiks. Hiks. ”

“ Neul Yong-ah.. Kau sudah besar nak. Nado. Nado bogoshipta. ” ahjumma yang ternyata bermarga jung itu mengelus-elus punggung Neul Yong. Matanya sudah dibasahi dengan air mata. Tersenyum bahagia melihat anak-anak yang dulu sempat tinggal disini sudah beranjak dewasa.
Kyuhyun menghampiri Neul Yong dan Jung ahjumma yang masih saling melepas rindu. Tersenyum begitu matanya dan mata jung ahjumma saling pandang. Kyuhyun membungkukkan 90 derajat tubuhnya. Kembali tersenyum. “ Apa kabar ahjumma ? ”

Neul Yong dan Jung ahjumma melepas pelukan mereka. Neul Yong masih terisak walau isakannya itu sudah mulai mereda. Jung ahjumma menatap Kyuhyun dan Neul Yong bergantian sebelum menjawab, “ Aku baik-baik saja. Seperti yang kalian lihat. Bagaimana dengan kalian ? Dimana Kibum ? ”

“ Kibum masih ada jam kuliah, ahjumma. Jadi hanya aku dan Neul Yong yang bisa mampir kesini. ” Jawab Kyuhyun. Neul Yong menimpali dengan anggukannya. “ Ayo masuklah. Yang lain pasti akan terkejut dengan kedatangan kalian. ” Jung ahjumma mengajak Neul Yong dan Kyuhyun masuk. Mereka berdua mengangguk dan mengikuti Jung ahjumma untuk masuk kedalam hunian yang pernah mereka tinggali dulu.

****

Setelah melepas rindu dengan semua bibi yang ada di panti, Kyuhyun memutuskan untuk keluar rumah sebentar. Berjalan-jalan dan kemudian duduk di ayunan yang terletak persis dibawah pohon cemara.

Menatap pekarangan rumah yang dipenuhi oleh salju yang menggunung membuat Kyuhyun menghela nafasnya. Terkenang dengan masa lampau dulu. Dari saat ia masih berumur 3 tahun sampai ia memutuskan bersama dengan Kibum dan Neul Yong keluar dari panti ini.

“ Sedang melamun nak ? ” Sebuah suara mengagetkan Kyuhyun dari lamunanya. Entah sejak kapan Jung Ahjumma sudah duduk disampingnya.

“ Ah, aniyo. ” ucap Kyuhyun mencoba berkilah. Jung ahjumma hanya tersenyum menanggapi tingkah Kyuhyun.

“Bagaimana kabar kalian semua ? Baik-baik saja ?” tanya Jung ahjumma.

“ Sangat baik ahjumma. ” Kyuhyun tersenyum dan kemudian ia kembali memandangi pepohonan.

“ Neul Yong.. Apakah ia tidak pernah menanyakan tentang keluarga kandungnya ? ”

Kyuhyun menoleh kearah Jung ahjumma. Dan alisnya berkerut tanda kurang mengerti.

“ Aniyo, ahjumma. Waeyo ? ”

Kyuhyun melihat Jung ahjumma menghela nafasnya dan kemudian terlihat beliau merogoh-rogoh saku roknya. Memperlihatkan sebuah bandul kalung dengan satu cincin yang tergantung. Kyuhyun menatap heran kalung itu. “ Punya siapa, ahjumma ? ”

“ Kalung ini ? Ini sesungguhnya kalung yang dulu dipakai Neul Yong saat ia ditemukan di depan panti ini. ” Kyuhyun hanya terdiam melihat kalung yang dipegang oleh Jung ahjumma. Dan kemudian ia mengulurkan tangannya.

“ ahjumma, boleh aku lihat kalungnya ? ” Jung ahjumma menoleh dan kemudian memberikan kalungnya. Kyuhyun mengamati bentuk kalung tersebut. Lebih tepatnya cincin yang ada dikalung itu. Rasanya ia cincin itu tidak asing dimatanya. Ada seseorang yang pernah memakai cincin yang sama seperti ini.

“ Kalung itu aku titipkan padamu, Kyuhyun-ah. Tolong kau berikan ini kepada Neul Yong.” Ujar Jung ahjumma tiba-tiba. Membuta konsentrasi Kyuhyun untuk mengingat siapa yang pernah memakai kalung seperti ini terpecah. Ia menoleh sekilas kearah Jung ahjumma dan kemudian mengangguk.

“ Ne, ahjumma. ”

****

Kibum yang sedari tadi memakan bekal yang dibuatkan Neul Yong, memandang heran sahabat yang duduk dihadapannya ini. Minho hanya menatap kotak bekal dengan menu makanan yang sama sepertinya dan tidak menyentuh sedikit pun makanan itu sejak 10 menit yang lalu.

“ Kenapa kau tidak makan bekalmu, Minho ? Bukannya tadi kau bilang kalau kau lapar ?”

Minho yang mendengar panggilan Kibum mendongakkan wajahnya dan menggeleng, “ nafsu makanku hilang. ” Jawabnya.

“ Bekalmu boleh buatku tidak ? aku lapar sekali. ” Tanya Kibum kembali. Dan sang empunya bekal itu hanya mengangguk pasrah. Kibum dengan segera mengambil bekal makanan Minho dan kemudian memakan kembali omelet tersebut. 

'tidak akan ada seorang pun yang boleh ,erebutnya dariku. TIDAK ADA !'

TBC

EHEHEHEHE ! *nyengir ala chanyeol*
segitu dulu ya partnya. mian mian cuma sediiikiiiiiiiiit bgt :) Jangan lupa RCL nya ya. Sampai jumpa di chapt selanjutnya :)

3 comments:

  1. Akhirnya ni ff dilanjutin juga,. Udah hampir lumutan nih nungguinnya..
    Ditunggu ya kelanjutannya..

    ReplyDelete
  2. yg part VI nyaa manaa yaa :((

    ReplyDelete

Jangan lupa tulis nama kalian sebelum komentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KAMSAHAMNIDA

Profile

My photo
Pangkalan Bun, Kalteng, Indonesia
Saya buat BLOG ini untuk berbagi dengan teman-teman penjelajah dunia maya.... WELCOME TO MY BLOG :)