Saturday, September 10, 2011

FF - Can You Love Me ?

Annyeong, aku come back lagi dengan FF ku yang Gaje.. (Admin yang baik, minta di Share yaaaa..)
Sooooo, Check this Out.. But most important, Don’t be a silent reader yuppp..

Tittle : Can you love me ?
Cast: Minho  as Choi Minho
         Readers as Park Hyona
Other cast : Nickhun
Genre: Romance
Author : MutiaMia Andara 

Dingin semakin menyengat ditengah turunnya hujan.
Meluluh lantahkan semua perasaan yang ada dihatiku.
Terlambat sudah aku menyadarinya.
Terlambat sudah bahwa ternyata....

SARANGHAE

#################

AUTHOR POV
                “ Minho..” Hyona memanggil  Minho dari atas balkon rumahnya.
                “ Yaa, Hyona.. Palli. Kita sudah terlambat.” Minho sedikit memelototi Hyona.
                “ Hehehe.. Mianhae. Aku akan segera turun.” Hyona segera menutup jendelannya dan berlari turun. Minho menjitak kepala Hyona. “ Adaw. Sakit tau.” Hyona mengusap-usap bagian kepala yang dijitak Minho. “ Biarkan saja. Kebiasaan bangun siangmu tidak hilang-hilang juga dari dulu. Cepat kau naik.” Kata Minho sembari memberikan salah satu helmnya. “ Gomawoooo..” Ucap Hyona. Minho menyalakan mesin motornya dan kemudian mereka pun berangkat.

*Di sekolah

                “ Annyeong Hyonaaaa.” Ada seseorang yang berteriak dari belakang punggung  Hyona. Hyona pun menoleh. Lalu dia pun tersenyum. “ Annyeong Nickhun. Sudah lama tidak melihatmu. Bagaimana liburanmu ? ” Tanya Hyona.
                “ Menyenangkan. Bagaimana denganmu ?”
                 “ Ya seperti biasa. Mem-bo-san-kan.”
                “ Hahaha.. Bukannya kau berlibur bersama Minho ?”
                “ Ani. Aku sudah bosan berlibur terus dengannya. Melihat wajahnya setiap hari saja sudah membuatku bosan. ”
                “ Wah, kalian kan bersahabat. Kok begitu ?”
                “ Gwenchana sih. Tapi aku bosan saja. Habis dia itu cuek banget. Aku jadi sebal. ”
                “ Sabar,sabar. Kajja. Sudah bel. Ayo kita masuk ” Nickhun segera berlari.
                “ Yaaa, tunggu aku nickhun. ” Hyona mengejar Nickhun.

=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

HYONA POV

                “ Hyona, ayo kita pulang.” Aku mencari asal suara itu. Ternyata Minho yang memangilku. Dia melambaikan tangan didekat motornya. Aku segera berlari kearahnya. “ Ayo kita pulang. Aku sudah lelah. Ingin tidur. “ Kata Minho. “ Yaaah, dia mau tidur. Aku kira kenapa kau ingin pulang cepat. Biasannya kau mau pergi dulu kemana baru pulang.” Aku sedikit meledeknya. “ Aaah, kau ini. Cerewet sekali.” Ucap Minho sambil mengacak-acak rambutku.
                ‘DEG’
                Bunyi jantungku berdebar lebih kerasnya. Ya. Hanya Minho lah yang bisa membuat jangtungku berdebar  lebih keras dibanding biasanya. Karena aku menyukainya. Aku sangat menyayanginya sejak lama. Tapi aku tidak pernah tau perasaannya kepadaku sampai sekarang. Karena aku sangat takut menyampaikan perasaanku kepadanya. Takut kalau rasa sayang ku ini bisa mengahancurkan persahabatan kami yang sudah lama terjalin. Biarlah rasa ini tidak aku ungkapkan. Hanya dengan bersamanya saja sudah membuatku senang.
                “ Hey, kok melamun ? Ayo cepat kita pulang.” Minho memberikan salah satu helmnya. Aku menerimanya dan langsung menaiki motornya. Sungguh menyenangkan setiap hari aku bisa pulang bersamanya. Aromanya yang terkena terpaan angin sungguh menyegarkan. Hanya dengan seperti ini saja aku sudah senang.
                “ Hyona, Hyona. Sampai kapan kau mau memelukku ? ” Aku tersadar dari lamunanku. Ternyata aku sudah sampai didepan rumahku. “ Hehehe.. Mianhae. Gomawo Minho.” Aku segera turun dari motornya. “ Ne.ne.ne. Kalau begitu aku duluan ya. Annyeong.” Minho kembali menyalakan mesin motornya dan pergi. ‘Hmm.. Apakah aku bisa menjadi lebih dari seorang sahabat mu Minho ?’ Kemudian aku pun masuk kedalam rumah.

*******
              
                Perasaanku kepadanya semakin dalam. Aku jadi semakin menyukainya. Bukan menyukainya karena dia sahabatku, tetapi seperti seorang yeoja yang menyukai namja. Aku sudah menyukainya sejak lama. Entah sampai kapan aku bisa menahan perasaan yang sudah menggerogoti seluruh isi hati ini. Hanya Nickhun lah yang tau perasaanku ke Minho. “ Annyeong. Nickhun...” Kataku memulai pembicaraan di Hp. “ Annyeong. Wae Hyona ? Kau mau curhat lagi tentang Minho, huh? ” Kata Nickhun diseberang sana.
                “ Hehehehe. Mianhae aku sudah merepotkanmu. ”
                “ Gwenchana. Apa yang kau katakan?”
                “ Aku bingung sekali Nickhun.. Aku benar-benar sudah tidak bisa menahan rasa suka ku. Aku ingin benar-benar mengeluarkannya. Aku benar-benar sudah tidak tahan.”
                “ Kalau begitu, Cobalah kau bilang padanya tentang perasaanmu. Siapa tau di punya perasaan yang sama kepadamu. ”
                “ Tapi aku takut kalau karena aku, aku merusak persahabatan ku dengan Minho yang sudah lama. Aku tidak mau itu terjadi. Aku benar-benar tidak mau.”
                “ Jangan berpikiran yang negatif dulu. Kau harus mencobanya. ”
                “ Mencoba.... Tapi...”
                “ Jangan tapi... Kamu harus mencoba sampai akhir. Kamu harus berjuang. Arasseo ? ”
                “ Hmmm, ne. Arasseo. Gomawo nickhun atas sarannya. Annyeong.”
                “ Annyeong.”
              Dan aku pun menutup Hp ku. “ Benar apa kata Nickhun. Aku harus mencobanya. Ayo Hyona. AJA,AJA FIGHTING !!!”
NICKHUN POV

                “ Hmmm, ne. Arasseo. Gomawo nickhun atas sarannya. Annyeong.”
                “ Annyeong.” Hyona menutup ponselnya. Aku hanya bisa mendesah. “ Tidak tahukah dia tentang perasaan ku ? ”. Aku hanya bisa mendukung Hyona. Ya, aku hanya bisa mendukungnya dari jauh.

=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

AUTHOR POV

                ~Beberapa hari kemudian~

               Minho seperti biasa mengantarkan Hyona pulang. “ Gomawo Minho. ” Kata Hyona sembari turun dari motor Minho. “ Ne.. Kalau begitu aku pulang dulu.” Tetapi sebelum Minho memakai helmnya lagi, Hyona menahan tangannya. “ Wae ?” Tanya Minho heran. “ Saranghae.” Ucap Hyona. “ Mwo ? Katakan sekali lagi !” Minho seperti tidak percaya dengan ucapan Hyona. “ Saranghae Minho-ssi.” Hyona mengucap ulang. Minho hanya terpana memandang Hyona. Tanpa menjawab apapun, dia segera memakai helmnya dan pergi meninggalkan Hyona sendirian.
                Hyona bingung. Tanpa terasa air mata jatuh dari pelupuknya. Hyona menangis. Ia sedih karena penolakan Minho. Hyona berjalan terhuyung-huyung kedalam rumahnya. Ia langsung menuju ke kamarnya. Ia menangis sesenggukkan. Tiba-tiba terdengar lagu “Hello” nya SHINee dari HP Hyona. Tanpa melihat siapa yang menelepon, Hyona langsung mengangkatnya. “ Hiks, Annyeong, Hiks..” Hyona menjawabnya sembari menangis. “ Annyeong. Hyona, Apa yang terjadi denganmu ? Kenapa kau menangis ? ” Ternyata Nickhun yang menelepon. “ Nickhun...” Hyona hanya memanggilnya dan kemudian terdiam lagi. “ Hyona, apa yang terjadi ? Apa yang Minho lakukan padamu ?” Nada suara Nickhun sudah mulai panic. “ Apa yang Minho lakukan padamu ? ” Nickhun  bertanya lagi.
                “ Ani.. Hiks,hiks,hiks.. Dia tidak melakukan apapun.”
                “ Kau jangan berbohong. Kau dimana sekarang ? Apa sedang dirumah ? Tunggu aku. Aku akan segera kesana.” Kemudian Nickhun menutup Hp nya dan langsung menuju kerumah Hyona. Sesampainya Nickhun, dia segera ke kamar Hyona dan melihat Hyona menangis sesenggukkan disamping tempat tidurnya. Nickhun segera menghampirinya. “ Hyona, Apa yang terjadi ?” Nickhun memulai pembicaraan.
                “ Minhooo..”
                “ Kenapa dengan Minho ? Apa yang dilakukannya kepadamu ?”
                “ Dia... Dia... menolakku. Dia sama sekali tidak mengatakan apapun setelah aku bilang suka padanya. Aku tau ini pasti terjadi. Tapi kenapa aku melakukannya ? Dasar Hyona Pabo !! Pabo !! ” Kata Hyona sembari memukul-mukul kepalanya.
                “ Hyona, kau jangan seperti itu. Aku sudah mengatakannya padamu untuk mencoba kan ? ”
                “ Iya, tapi sebenarnya aku sangat takut. Dan hal yang paling aku takutkan terjadi. Persahabatanku dengan Minho akan segera berakhir.” Hyona masih tetap terisak, bahkan lebih keras.
                “ Hyona, persahabatan akan selalu kokoh walau banyak halangannya. Kalau dia memang sahabatmu, dia gak akan ninggalin kamu. Aku yakin itu.Tapi aku mohon untuk berhenti menangis ya. Ok ?” Nickhun membujuk Hyona agar berhenti menangis. “ Ne. Aku tidak akan menangis.” Hyona mengusap air matanya dengan lengan bajunya.
                “ Bagus. Sekarang ganti bajumu. Aku ingin mengajakmu pergi.”
                “ Pergi ? Kemana ?”
                “ Ada lah. pokoknya kau ikut saja. Ayo cepat. Ganti bajumu.” Nickhun menarik tangan Hyona dan mendorong Hyona ke kamar mandi.

******
                ~Beberapa jam kemudian~

                Nickhun ternyata mengajaknya ke sungai yang paling indah di Seoul, sungai Han. Disana mereka hanya duduk melamun dengan pikiran masing-masing. “ Hyona...” Nickhun membuka pembicaraan. “ Hmm?”
                “ Menangislah.”              
                “ Mwo ? Menangis ? Untuk apa?”
                “ Aku tau kau sangat sedih. Aku sudah mengenalmu cukup lama dan aku tau sifat-sifatmu. Jadi sekarang Menangislah.”
                “ Menangis ? Aku tidak akan...” Belum sempat Hyona menyelesaikan bicaranya, Nickhun memeluk Hyona. “ Menangislah Hyona.. Menangislah sepuasmu. Sampai hatimu puas.” Tiba-tiba terdengar isakan tangis yang begitu memilukan. Hyona menangis lagi. Kali ini lebih keras dibanding yang tadi. Hyona menangis sekencang-kencangnya. Nickhun hanya bisa memeluknya. Menenangkan hati Sahabat yang sangat ia sayangi.
                Sudah hampir 1 jam Hyona menangis. Kini hanya ada suara isakan kecil dari Hyona tapi ia masih tetap memeluk Nickhun. Hyona sudah agak tenang kali ini. Nickhun mengelus-elus kepala Hyona agar Hyona tenang. Setelah tenang, Hyona pun melepas pelukannya. “ Gomawo Nickhun.” Hyona tersenyum.
                “ Cheonman. Kau jangan sedih ya. Biarkan saja orang seperti Minho. Kau harus sabar. Arasseo ?”
                “ Ne. Arasseo.”
                “ Kajja.”
                “ Kita mau kemana lagi Nickhun ?”
                “ Kita ke... R-U-M-A-H-M-U..”
                “ Mwooo? Kerumah ku ? Mau ngapain ? Katanya kita mau jalan-jalan ?!”
                “ Ini kan sudah jalan-jalan. Memangnya kau mau kemana lagi ?”
                “ Hmm, kemana gitu.”
                “ Kalau begitu ayo kerumahmu saja. Aku sudah lama tidak makan masakanmu. Kau kan pintar masak.”
                “ Hmmm, gurae. Ini balas budiku karena kau telah menolongku.”
                “ Menolongku ? Dari ? ”
                “ Keresahanku.”
                “ Oke.” Nickhun pun menggenggam tangan Hyona dan membawa Hyona dengan mobil Sport putih nya.

                ~ Di rumah Hyona~

                “ Yaaa, Hyona. Lama sekali kau masaknya. Aku sudah mati kelaparan nih.” Nickhun terlihat kelaparan. Dia memegangi perutnya yang dari tadi berbunyi. “ Sabar tuan Nickhun. Sebentar lagi selesai kok.” Hyona sedikit bergurau dengan memanggil Nickhun tuan.
                “ Tuan ? Hmmm, baiklah kalau begitu. Hai kau house maid, palli. Tuanmu ini sudah lapar.”
                “ Baik tuan. Ini makananannya sudah siap.”Hyona menyajikan sepiring bibimpab yang sudah ia buat. Nickhun segera memakannya. “ Aigoooo... Makanan ini sangat...sangat....sangat enaaaakkk. Aku sudah lama tidak makan masakanmu..” Nickhun berbicara dengan mulut penuh makanan. “ Hei, makanannya ditelan dulu baru kau bicara. Kau makan saja semuanya. Aku tidak lapar.”
                “ Jeongmal ?! Baiklah. Aku akan makan semuanya..” Nickhun pun melanjutkan makanannya. Hyona hanya tersenyum melihat kelakuan Nickhun. Andai yang didepannya ini Minho. Pasti ia akan sangat... ‘Hush’ Pikir Hyona. ‘Jangan pikirkan lagi Minho. Pokoknya jangan pikirkan dia lagi’batin Hyona lagi. Selesai Nickhun makan, Ia pamit pulang.
                “ Gomawo Hyona sudah memasakkan makanan paling enak seduniaa...”
                “ Hahaha. Cheonman. Gomawo juga kau telah bersedia menampung air mataku. Sampai-sampai seluruh bajumu hampir basah karena air mataku.”
                “ Hahaha. Itu mah sudah biasa. Kalau begitu aku pamit dulu. Annyeong.”
                “ Annyeong.” Setelah mobil Nickhun tidak terlihat lagi, Hyona masuk kedalam rumah. “ Huuft, Bagaimana sikapku besok kalau ketemu Minho ? Mulai besok aku harus berangkat sendirian. Ya. Sendirian.”
HYONA POV

            “ Annyeong Nickhun. Bisakah kau menjemputku sekarang ? Ne..Ne.. Oke, aku tunggu ya. ” Aku menutup flap hp ku. Mulai sekarang aku tidak akan dijemput oleh Minho. Tidak akan. Karena kemarin pagi, dia tidak datang menjemputku. Dan disekolah pun dia acuh tak acuh kepadaku. Mulai hari ini aku akan berangkat dengan Nickhun.
            ‘TIN-TIIIIN’
            Bunyi klakson mobil. Pasti itu Nickhun. Segera aku mengambil tas ku dan keluar dari rumah. Dan benar dugaanku. Nickhun sudah datang. Dia membukakan pintu mobilnya untukku. “ Silahkan nona manis.” Ucap Nickhun. “ Gomawoooo..” Aku tersenyum melihat tingkahnya. Diperjalanan, kami mengobrol tentang banyak hal. “ Kenapa kau minta aku menjemputmu ? Bukannya dari dulu Minho yang  selalu menjemputmu ?” Tanya Nickhun. “ Ani. Sekarang tidak lagi.” Jawabku murung.
             “ Waeyo ?”
            “ Karena kemarin dia tidak menjemputku dan disekolah dia sama sekali tidak menyapaku. Sama sekali tidak. Aku dan dia seperti orang yang tidak kenal satu sama lain.”
            “ Ohh, arasseo. Tapi, kau masih menyukainya kan ?”
            “ Aku..aku...”
            “ Tuh kan benar dugaanku. Kau pasti masih menyukainya. ”
            “ Ne. Aku bahkan masih sangat,sangat menyukainya. Entah sampai kapan perasaan ini masih ada. ” Tiba-tiba NIckhun menggenggam tanganku. Aku menoleh ke arahnya. “ Gwenchana. Kau yeoja yang kuat. Aku tahu itu. Jadi kau harus bersabar. Arasseo ?” Ucap Nickhun. “ Arasseo.” Aku melihat Nickhun tersenyum dan membelokkan mobilnya dipekarangan sekolah. “ Kajja” Nickhun menarik tanganku dan berlari-lari kecil menuju kelas.
 
******

            Ya, benar seperti dugaanku. Selama beberapa minggu, Minho mengacuhkanku. Bahkan saat aku bertemu pandang dengannya, dia mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Aku sedih. Bukan karena aku ditolak dengannya. Tapi karena sikap dia kepadaku. Sikapnya yang seperti tidak pernah rmengenalku. Aku hanya bisa bersabar. Untung saja ada Nickhun disampingku. Dia yang selalu mensupport ku untuk tidak menyerah. Untuk tidak berhenti menyukai Minho.
            Aku ingin mencoba mengobrol lagi mencoba berbicara lagi dengan Minho. Hari ini aku pergi kekelasnya Minho. Setibanya dikelas, aku begitu kaget. Minho sedang bermesraan dengan seorang yeoja. Aku mengenal yeoja itu. Dia Yangsun. Aku mengenalnya karena aku tau dia sangat menyukai Minho. Aku selalu mendapat tatapan sinis ketika bertemu pandang dengannya. “ Minho.” Panggil ku.  Tetapi Minho masih tidak mendengarku. Ia makin asik bermesraan dengan Yangsun. “ Minho..” Aku memanggilnya sekali lagi. Masih tidak ada respon darinya.
            “ Minhoo..” Aku mengencangkan suaraku. Minho menoleh sebentar kearahku. Lalu mengalihkan pandangannya lagi. Kemudian dia membisikkan sesuatu yang membuat Yangsun melihatku dan kemudian tertawa. Dia berdiri dan menghampiriku. Wajahnya saat aku lihat sangat tidak mengenakkan. Tatapannya dingin. Bukan seperti Minho yang kukenal. “ Wae ? Mau apa kau kemari ?” Minho berkata cuek tanpa melihat kearahku. “ Aku hanya ingin berbicara denganmu. Bisa ikut aku sebentar ?  ” Aku mengajak Minho untuk pergi sebentar. “ Kenapa tidak disini saja ? Aku sedang sibuk nih.” Minho masih saja tidak memandangku.
            “ Aku tidak enak untuk ngomong disini.”
            “ TAPI AKU SEDANG SIBUK. ” Aku kaget tiba-tiba Minho berteriak seperti itu. Teman-teman sekelasnya pun menengok kearah Minho. “ Kau sedang sibuk ? Arasseo. Aku akan pergi.” Kemudian aku pergi meninggalkan Minho. Sewaktu aku sedang berjalan, temannya Minho berteriak, “ Yaaa, Choi Minho. Siapa itu ? Apakah dia yeoja chingumu ?” Aku mendengar suara Minho menyahut. “ Entahlah. Kenal saja aku enggak. Apalagi Yeoja chingu. ” Kemudian terdengar tawa yang berderai. Aku sedih mendengar itu. Aku pun berlari. Tanpa terasa air mata jatuh dari pipiku. Aku berlari sekencang mungkin.
            Tiba-tiba aku menabrak seseorang. “ Mianhae.” Aku mememinta maaf dan ketika hendak berlari lagi, tangan ku dipegang oleh seseorang. “ Apa yang terjadi denganmu Hyona ?” Aku menyadari ternyata yang kutabrak tadi Nickhun. Aku mencoba melepas gengaman Nickhun tetapi tidak bisa. Nickhun menggengamnya dengan sangat keras.
            “ Gwenchana. Aku tidak apa-apa.” Kataku berbohong. “ Mana mungkin kau tidak kenapa-napa ? Lihat, kau menangis. Ayo ikut aku.” Nickhun menarik tanganku.
            “ Tapi, pelajaran sebentar lagi dimulai. ”
            “ Sudah. Kita bolos saja kali ini. ” Aku pun menuruti Nickhun. Nickhun membawa ku ketaman dekat sekolah. Baru kali ini aku bolos pelajaran. Apalagi sekarang sedang pelajarannya Mr.Kim, sang guru killer. Bisa-bisa aku dihukumnya nanti. Nickhun mendudukkan aku dibangku kecil dan kemudian dia duduk disampingku.
            “ Sekarang katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi ? ” Nickhun memulai pembicaraan. “ Apa ini semua ada hunbungannya dengan Minho ? ” Katanya lagi. Aku hanya berdiam diri. “ Katakan padaku Hyona. ” Nickhun mulai tidak sabar. Aku pun kemudian mengangguk. “ Benar dugaanku. Ini semua karena si Minho bre***ek itu. ” Nickhun tiba-tiba marah. “ Apa yang dia lakukan kepadamu ?” Tanya Nickhun.
            “ Ani. Tidak apa-apa. Dia tidak melakukan apapun. ”
            “ Jangan berbohong kepadaku Hyona. Aku tahu sekarang kau sedang menyembunyikan sesuatu.” Nickhun mendesakku untuk bercerita. Dan akhirnya aku pun menceritakannya.
            “ Akan kuhajar dia. ” Nickhun tiba-tiba berdiri dan segera berjalan cepat. Aku menghalanginya. “ Jangan Nickhun. Kau jangan menghajarnya.  Aku mohon.”
            “ Tapi dia sudah mempermalukanmu. Aku tidak suka sikapnya yang pengecut itu. Kenapa kau masih saja membelanya ? ”
            “ Aku tau. Tapi aku mohon. Tolong jangan bertengkar dengannya. Oke ? ”
            “ Oke kalau itu maumu.” Nickhun kembali duduk. “ kenapa kau masih membelanya ? Kau padahal sudah tau kalau dia sudah menyakitimu. ”
            “ Aku juga tidak tau. Aku hanya ingin dia tidak kenapa-napa. Itu saja. Tidak lebih.” Nickhun tiba-tiba memelukku. “ Kau harus bersabar. Kau yeoja yang kuat. Aku tahu itu. Jadi kau harus bertahan, Oke ? Tapi, kalau kau memang sudah tidak kuat lagi, kau bisa melepaskannya dengan perlahan. Arasseo ? ” Aku pun mengangguk. Aku harus menjadi yeoja yang tangguh. Itu harus..

=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

NICKHUN POV

            ‘Tuhan, cobaan apalagi yang menimpa orang yang sangat aku sayangi ini ? Tolong jagan kau beratkan lagi masalahnya.’ Aku tidak tahan melihat Hyona menangis terus-menerus. Aku harus membuat perhitungan dengan Minho. Tanpa diketahui oleh Hyona. Ya, ini demi Hyona.

=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

AUTHOR POV

           Sepulang sekolah, seperti biasa Nickhun mengantarkan Hyona pulang. “ Gomawo Nickhun. Hati-hati dijalan. Annyeong.” Hyona melambaikan tangannya. “ Annyeong.” Nickhun pun menyalakan mobilnya dan pergi. “ Aneh, dari tadi Nickhun terlihat murung. Ada apa ya ?” Hyona pun memasuki rumahnya. Dimobil, Nickhun menelepon seseorang. “ Annyeong.” Kata orang diujung telepon. “ Annyeong, Minho..” Kata Nickhun. “ Aa, Nickhun. Ada apa ?” Ternyata orang yang ditelepon Nickhun adalah Minho. “ Ada yang ingin aku bicarakan kepadamu. Hari ini aku tunggu di taman xxx jam 9 malam.” Tanpa menunggu jawaban dari Minho, Nickhun langsung mematikan sambungannya.

            ~Di rumah Hyona~

            “ Aku merasa ada firasat yang gak enak. Apa yang terjadi dengan Nickhun ya ?” Hyona merasa cemas. Sedari tadi pulang, dia sudah merasakan perasaan yang aneh. “ Aku harus mengeceknya.” Hyona pun segera mengambil jaketnya dan pergi ke rumah Nickhun. Saat dalam perjalanan, dia melihat mobil sport putih sedang melaju cukup kencang. ‘ Itu pasti mobil Nickhun.’ Batin Hyona. Hyona pun mengikuti mobil sport itu.

            ~ Pukul 9 malam~

            Sesuai yang telah dijanjikan, Minho dan Nickhun bertemu di tempat yang sudah dijanjikan. Minho tidak tau apa yang akan dilakukan Nickhun malam-malam begini. Ia bingung hal apa yang ingin dibicarakan Nickhun. Beberapa menit kemudian, ia melihat mobil sport yang  biasa dikendarai Nickhun menepi ditepi jalan. Nickhun turun dari mobilnya dengan raut muka yang sulit ditebak. Nickhun mendekati Minho.
            Tiba-tiba, Nickhun meninju rahang Minho. Minho terjatuh dan kaget. “ Apa yang kau lakukan ?” Tanya Minho bingung. “ Seharusnya kau sudah tahu. Kau pantas mendapatkan ini setelah perbuatan yang telah kau buat. ” Nickhun menarik kerah baju Minho agar ia bisa berdiri lagi.  Nickhun meninju Minho lebih kuat. “ YAAA, apa memang salahku ? Aku tidak melakukan suatu kesalahan apapun ?” Minho membela diri. “ Tidak melakukan kesalahan apapun ? TIDAK MELAKUKAN APAPUN ?!!! Coba kau pikir Choi Minho. Kau telah membuat sahabatmu menangis tiada henti.” Nickhun memukul perut Minho. “ Sahabatku ? Nugu ? ” Minho terlihat kesakitan.
            “ Bahkan sekarang kau melupakan sahabatmu sendiri ? berpikirlah kau Choi Minho. Kau sangat...  ” belum Nickhun selesai berbicara, Minho langsung memukul pipi Nickhun. Mereka berdua saling memukul. “ Kau telah membuat Hyona menangis terus sepanjang hari. Apakah kau tidak tega melihatnya ? Bahkan dikelas tadi kau mengatakan bahwa kau sama sekali tidak mengenal Hyona. Apakah kau tidak pernah memikirkan perasaan orang lain ?” Nickhun pun masih berbicara walaupun mukanya semua babak belur. Tiba-tiba Hyona pun datang. Dia langsung melerai perkelahian itu. “ Nickhun, Minho.. Kalian jangan bertengakar. Tolong hentikan. ” Hyona mendorong Minho dan Nickhun sekuat tenaga. Tapi tidak berhasil. Tenaga mereka berdua terlalu  besar. Ketika Hyona hendak melerai lagi, sebuah pukulan entah dari siapa mengenai kepala Hyona. Dan Hyona pun jatuh pingsan...
HYONA POV

            Aku merasakan sesuatu yang sangat berat menghantam kepala ku dengan kencang. Lalu yang aku rasakan kemudian hanya suara Nickhun yang berteriak dan kemudian semuanya terasa gelap.


=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>


MINHO POV

            ‘Astaga, pukulanku mengenai Hyona. Bagaimana ini ? Sekarang dia pingsan.’ Batinku. Tiba-tiba Nickhun memanggilku. “ YAAA, CHOI MINHO. Apa yang kau lakukan, huh ? Bantu aku mengangkat Hyona.” Aku pun segera menghampirinya. Nickhun membawa Hyona kerumah sakit dengan mobil nya sedangkan aku mengikuti nya dari belakang dengan motorku.
            ‘ Mianhae Hyona. Jeongmal mianhae ‘.Aku merasa bersalah kepada Hyona. Mungkin saat dia sadar aku akan meminta maaf atas semua sikapku selama ini kepadanya. Dan merubah sifatku.

=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

HYONA POV

            Yang pertama kali aku rasakan adalah kepalaku terasa sakit sekali. Aku kemudian membuka mataku dengan perlahan. Yang aku lihat hanya ruangan bercat putih. Disampingku ada seseorang yang memanggil, “ Hyona,Hyona.. Apa kau bisa mendengarku ?” Aku menoleh dan yang terlihat adalah sesosok namja yang sudah aku kenal. “ Nickhun ?” Tanya ku kepada namja itu. “ Ya, ini aku. Bagaimana keadaanmu ? Apa yang kau rasakan sekarang ? ” Tanyanya sembari memeras tanganku.
            “ Kepalaku sakit sekali.” Aku memegang bagian kepalaku yang sakit. “ Kau harus istirahat dulu. Akan aku panggilkan dokter.” Kemudian Nickhun beranjak meninggalkanku. Ternyata ada seorang namja yang sedari tadi melihatku. Ia menyandarkan badannya di tepi jendela. Aku tidak begitu jelas melihatnya karena cahaya matahari menyilaukan pandanganku. Kemudian namja itu mendekat. Setelah jarak kami kurang lebih 3 meter, aku baru bisa melihatnya.
            Choi Minho. Namja itu adalah Choi Minho. Yang ‘ Dulunya’ menganggap aku sebagai sahabatnya. Entah sekarang dia menganggapku apa. Seorang pengganggu atau entahlah. Kami bertatapan cukup lama. Minho memulai pembicaraan, “ Bagaimana keadaanmu ? ”
            “ Baik. Cukup baik.” Kataku. Kemudian keheningan menyelimuti kami berdua. Tiba-tiba, “ Jeongmal Mianhae. Mianhae karena pukulanku mengenaimu. Mianhae.” Sebelum aku menjawabnya, Nickhun datang. Ia datang bersama seorang dokter wanita. “ Hyona, ini kakakku. Janghyun. Dia yang akan memeriksamu dan mengobatimu sampai kau sembuh.” Nickhun memperkenalkan noona nya itu. “ Annyeong Hyona. Bagaimana keadaanmu ?” Tanya Onni janghyun. “ Baik. Hanya saja kepalaku sedikit sakit.” Aku kembali memegang bagian kepala yang agak sakit. “ Oh, gwenchana. Itu terjadi karena kau terkena pukulan yang cukup keras. Sebentar lagi juga akan sembuh.” Kata Janghyun.
            ‘ TAK’
            “ Noona, apa yang kau lakukan ?” Nickhun mengelus kepalanya yang dijitk Janghyun Onni. “ Kau ini. Tidak malu apa berkelahi didepan perempuan ? Dasar Namja pabo.” Janghyun onni kembali menjitaki kepala Nickhun. “ Ampun onni.” Nickhun memohon ampun dengan tampang bersalah.
            “ Huuh. Dasar dongsaeng pabo. Awas saja kau melakukan itu lagi. Aku adukan kau ke eomma. Dan mianhae Hyona. Gara-gara Nickhun, kau jadi begini.” Janghyun Onni meminta maaf padaku. “ Gwenchana eonni. Ini tidak seberapa kok. ” Kataku. “ Oh, arasseo. Kalau ada apa-apa, panggil aku saja ya.” Kemudian Janghyun eonni meninggalkan kami bertiga.
            “ Kakakmu sangat baik ya. ” Kataku pada Nickhun.
            “ Baik apanya ? Lihat saja ini. Kepalaku jadi benjol karena jitakannya. ” Nickhun menunjuk bagian kepalanya yang tadi dijitak. “ Hahaha. Benarkah itu ? Coba sini aku lihat. ” Kemudian Nickhun duduk disampingku dan aku memegangi kepalanya untuk melihat keadaan kepalanya itu. “ Wah, benar nih. Kepalamu ada benjolnya sedikit. Wah, ketampananmu jadi hilang ya hanya karena sebuah benjolan. Hahaha.” Aku meledek Nickhun. Nickhun hanya memasang wajah cemberut. “ Hahaha. Walaupun jelek, tapi kau tetap sahabatku yang terbaik.”

=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

 MINHO POV
          
            “ Hahaha. Walaupun jelek, tapi kau tetap sahabatku yang terbaik.” Aku mendengar Hyona berkata seperti itu. ‘ Sahabat.. Sahabat.. Masihkah ia menganggapku sebagai sahabatnya setelah semua yang aku lakukan kepadanya ? Setelah aku membentaknya ? Setelah aku menolaknya dulu ? ’
            Aku melihat keasikan Nickhun bercanda dengannya. Aku ingin seperti dulu. Seharusnya yang ada diposisi Nickhun sekarang aku, bukan dia. Dia telah merampas Hyona dariku. Aku ingin Hyona masih menganggap ku sebagai sahabatnya. Atau mungkin.... Lebih ?

=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

AUTHOR POV

            ~Beberapa hari kemudian~

            Hyona sebenarnya belum diijinkan untuk pulang. Tetapi ia sudah tidak betah dirumah sakit. Kerjanya hanya tiduran seharian. Dia sudah bosan. Walaupun ada 2 orang namja tampan yang menemaninya. Para namja ini menjadi terkenal dikalangan suster-suster muda. Sampai-sampai ada suster yang memperebutkan jadwal pemeriksaan berkalaku supaya ia dapat bertemu dengan 2 namja tampan itu.
             Akhirnya dengan percekcokan yang cukup lama dengan Janghyun eonni, akhirnya Hyona diijinkan pulang dengan syarat kalau dia merasa ada apa-apa dengan kepalanya, harus langsung kerumah sakit. Dan Hyona menuruti itu.
            Hyona sedang asik bercanda-canda tanpa menyadari bahwa Minho sedang pergi entah kemana. “ Nickhun, dimana Minho ?” Tanya Hyona. “ Aku tidak tau. Mungkin ia sedang member makanan. ” Jawab Nickhun. “ Ooh.”
            “ Hyona...” Panggil Nickhun.
            “ Waeyo ?”
            “ Hyona, ada yang ingin aku katakan padamu.  ”
            “ Mwo ? Katakan saja. ”
            “ Hyona, Bisakah kau... bisakah kau melupakan Minho dan berpaling padaku ?”

=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>
MINHO POV

            Aku baru saja ingin memberikan Hyona susu coklat kesukaannya sebelum aku mendengarnya,“ Hyona, Bisakah kau... bisakah kau melupakan Minho dan berpaling padaku ? Suara Nickhun terdengar ditelingaku. Aku tidak percaya itu. Saat aku melihat sebentar, aku lihat Nickhun mendekatkan wajahnya ke Hyona dan kemudian..... aku tidak sanggup melihatnya.
              Aku pergi meninggalkan mereka. Mencoba menahan rasa amarahku yang sudah hampir meledak. ‘ Kenapa aku marah ? Kenapa aku merasa kesal ? Kenapa aku tidak suka melihatnya ?  Apa karena aku... Cemburu ?’

=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

HYONA POV

            “ Hyona, Bisakah kau... bisakah kau melupakan Minho dan berpaling padaku ?” Aku kaget Nickhun mengucapkan kata-kata seperti itu. Kemudian Nickhun mendekatkan wajahnya kepadaku dan dia menyentuh lembut bibirku. Entah mengapa rasanya itu membuatku nyaman. Setelah sentuhan lembut itu, Nickhun tersenyum padaku dan memelukku. Aku membalas pelukannya. Dia berbisik, “ Saranghae. Maukah kau mencoba untuk menjadi yeoja chinguku ?”
            Aku hanya mengangguk. Mungkin aku akan mencobanya. Mungkin ini proses aku memulai untuk melupakan Minho. Ya, aku harus bisa melupakannya.
AUTHOR POV

            Walaupun sudah keluar dari rumah sakit, Hyona masih tidak diijinkan untuk pergi kemanapun. Ia harus istirahat selama beberapa hari dirumah. Walaupun tidak pergi kemana-mana, masih ada Nickhun yang selalu menemaninya. Kalau Minho....Hyona tidak tahu lagi kabar tentangnya setelah Ia meninggalkan Hyona berdua dengan Nickhun.
            Setelah kejadian itu, Hyona dan Nickhun semakin dekat saja. Bahkan bisa dikatakan sisi romantisnya Nickhun mulai keluar dari dirinya. Mereka berdua merasa nyaman satu sama lain. Walaupun disisi lain, Hyona masih belum terlalu bisa untuk melupakan Choi Minho. Cinta pertamanya. Nickhun juga tidak memaksakan kehendak. Ketika itu, waktu sedang hujan. Nickhun seperti biasa menemani Hyona. Kadang Nickhun menginap dirumah Hyona. Hyona tinggal sendirian dirumah. Orang tuanya sedang tinggal di Jepang.
            ‘TOK-TOK’
            Bunyi pintu kamar Hyona terdengar. “ Jagiya..” Ternyata Nickhun yang mengetuknya. “ Masuk saja. Tidak aku kunci kok.” Hyona membalasnya. Kemudian pintu pun terbuka dan Nickhun membawakan nampan berisi makan malam mereka berdua. “ Ini aku buatkan makanan. Kamu belum makan dari tadi siang kan ? ” Kata Nickhun sembari menaruh nampan itu di meja santai. “ Ne. Gomawo.” Balas Hyona.
            Dari tadi Hyona sedang sibuk mengerjakan tugasnya. Selama ia tidak sekolah, banyak tugas yang diberikan. Nickhun memberikannya kepada Hyona agar ia tidak ketinggalan pelajaran. Nickhun menghampiri Hyona dimeja belajarnya.
            “ Jagiya, kau jangan terlalu lama belajarnya. Nanti bisa kelelahan. Kan dokter bilang harus istirahat total.”
            “ Aah, gwenchana. Aku baik-baik saja. Kau tidak usah menghawatirkanku.” Lalu tanpa diduga Nickhun mengecup leher Hyona dari belakang. Hyona terkejut. Ia menoleh kebelakang dan dilihatnya Nickhun sedang memandangnya. Tersenyum manis. Hyona mengecup bibir Nickhun sekilas dan kemudian ia kembali lagi belajar. “ Lebih kau makan dulu. Setelah itu, baru kau lanjutkan lagi belajarnya.” Nickhun menarik tangan Hyona dan Hyona pun menurutinya.
            Mereka berdua makan dengan lahapnya. “ Tuh kan, pasti kau kelaparan. Sampai hidung pun juga makan.  ” Nickhun mengambil sebutir nasi yang menempel dihidung Hyona. “ Gomawo.” Hyona tersenyum dan melanjutkan makannya lagi. Mereka berdua terlihat bahagia, tetapi beberapa kilometer jauhnya, seorang namja sedang kebingungan dengan perasaannya sendiri.


=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>                    

MINHO POV

            Dingin semakin menyengat ditengah turunnya hujan.
            Meluluh lantahkan semua perasaan yang ada dihatiku.
            Terlambat sudah aku menyadarinya.
            Terlambat sudah bahwa ternyata aku, MENCINTAINYA..
          
            Aku menulis kata-kata itu dalam secarik kertas. Aku memikirkan kata-kata yang aku tulis itu berulang kali. Mendalami makna setiap kata-katanya. Dan akhirnya aku menyadari bahwa aku memang sudah TERLAMBAT.
            Hyona, sahabat yang pernah aku campakkan. Sahabat yang pernah aku lukai hanya karena keegoisanku. Seorang sahabat yang bisa membuatku menyadari, ternyata selama ini aku merasa kehilangan atas senyumnya yang manis, senyumnya yang membuat hatiku tenang. Tingkah lakunya yang agak kekanak-kanakan. Semakin aku memikirkannya, semakin aku MERINDUKANNYA.

*****

            Kini, yang ada dalam benakku hanya sebuah penyesalan. Ya. Kenapa aku dulu mengacuhkannya ? Kenapa dulu aku menolaknya ? Kenapa aku tidak menyadari dari dulu bahwa aku ternyata sangat menyayanginya bahkan menyayanginya lebih dari seorang sahabat. Pabo. Aku memang sangat pabo. Choi Minho yang Pabo.
            Sekarang Hyona sudah menjadi milik Nickhun. Dia telah meninggalkanku. Bahkan mengacuhkanku. Aku sangat menyadari itu. Bahkan saat disekolah tadi, saat aku berpapasan dengannya, ia bahkan tidak membalas senyuman. Biasanya selalu dia duluan yang tersenyum padaku.
            Mungkin ini yang dirasakan Hyona saat aku mencampakkannya. Mungkin ini suatu balasan ku atas apa yang aku perbuat padanya. Mianhae Hyona. Jeongmal mianhae. Aku sekarang merasakan apa yang kau rasakan dulu. Tolong, aku benar-benar tidak sekuat dirimu. Yang mampu bertahan seperti ini. Jeonmal Mianhae Hyona. Saranghae.

 =>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

HYONA POV

            Mungkin aku hampir melupakan Minho sedikit demi sedikit. Walaupun masih ada sedikit rasa yang tersimpan.  Ini semua berkat bantuan Namja chinguku yang baik dan sangat tampan. Nickhun sangat baik terhadapku bahkan kelewat baik. Aku kadang suka heran kenapa didunia ini ada namja sebaik Nickhun. Ketika itu, Nickhun seperti biasanya mengantarkan aku pulang.
            “ Jagiya, pokoknya kau harus istirahat. Kepalamu belum sembuh total. Jangan belajar terlalu larut. Arasseo ?”
            “ Ne.. Aku akan menurutimu songsaenim.”
            “ Hei jagiya, aku bukan songsaenim mu. Aku ini namja chingumu.”
            “ Hahahaha. Ne,ne,ne. ” Kemudian aku pun  membuka pintu mobil. Tetapi tanganku ditahan Nickhun. Aku pun menoleh dan tepat saat itu, Nickhun mengecup lembut bibirku. “ Saranghae yeongwonhi.” Nickhun tersenyum padaku. Senyuman yang manis. “ Nado. Saranghae.” Aku pun tersenyum dan turun dari mobil. “ Annyeong Nickhun. ” Aku melambaikan tanganku padanya dan Nickhun pun berlalu.
          

=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

AUTHOR POV

            Pukul 10 pagi, seperti biasa Hyona pergi kekantin. Nickhun tidak menemaninya karena ia dipanggil Mr.Kim. Dan akhirnya Hyona berjalan sendirian. Karena Hyona sedang melamun, dia menabrak seseorang. Hyona kemudian minta maaf dan tanpa melihat orang yang ditabraknya, ia langsung pergi. Tapi seseorang menahan tangannya. Hyona kemudian menoleh dan melihat orang itu. Choi Minho. Hyona langsung menepis tangan itu dan berlari sekencang-kencangnya. Tapi Minho berhasil mengejarnya. “ Aku ingin bicara sebentar denganmu.” Kata Minho. “ Ingin bicara apa ? “ Kata Hyona dingin.
            “ Kita bicarakan ditempat lain. Jangan disini.”
            “ Aku tidak mau. ” Hyona kembali mencoba menepis tangan Minho. Tapi Minho malahn semakin mengencangkan pegangannya dan menari Hyona. “ Lepasin Minho. Aku tidak mau.” Hyona berusaha melapas cengkeramannya. “ Minho, sakit. Tolong kau lepaskan.” Hyona meringis kesakitan namun Minho tidak melepaskannya.
            “ Lepasin tanganmu dari tangannya Minho.” Minho lalu berhenti dan mencari sumber suara itu. Ternyata Nickhun. Nickhun segera mendekati mereka dan menampis tangan Minho dari tangan Hyona. “ Jangan pernah kau sakiti Hyona. Kalau sampai ada apa-apa dengannya, kau akan berhadapan lagi denganku.” Nickhun mengancam Minho dan kemudian segera membawa Hyona pergi.  Mengepalkan tangannya dan ia terpaku melihat Hyona dan Nickhun pergi.

***

            Minho terus mencoba berbicara dengan Hyona. Tapi selalu saja gagal. Akhirnya dia memutuskan untuk langsung menemui Hyona dirumahnya. Ia mengikuti mobil Nickhun yang membawa Hyona.

=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

HYONA POV

            “ Annyeong Nickhun. ” Aku turun dari mobil Nickhun, melambaikan tanganku padanya dan kemudian Nickhun pun berlalu. Saat aku mulai melangkahkan kakiku, aku mendengar suara deruman motor. Aku menoleh dan melihat seseorang sedang membuka helmnya. Dan ternyata dia Minho. Aku langsung berpaling dan segera berjalan cepat. “ Hyona..” panggilnya. Aku pura-pura tidak mendengarnya dan tetap meneruskan langkahku. Minho tetap memanggilku, tapi aku sama sekali tidak menggubrisnya.
            Minho kemudian mengejarku dan berhasil menggapai tanganku. “ Aku ingin bicara denganmu. ” Katanya.
            “ Kau ingin bicara apa ? Katakan saja sekarang. Aku sedang sibuk.”
            “ Tolong, jangan berlaku dingin padaku.”
            “ Itu terserah denganku. Kau duluan yang memulainya. Jangan pernah salahkan aku.”
            “ Ya sudah. Tapi tolong dengarkan aku dulu. Ara ? ” Katanya. Tapi aku tidak menjawabnya. Hanya terdiam. “ Kau tau, aku benar-benar bingung dengan sikapmu. Aku mohon, tolong maafkan aku atas sikapku dulu. Sikapku yang selalu mencampakkanmu.”     
            “ Sekarang kau baru menyadarinya, huh ? Betapa sakitnya hatiku dulu. Aku menerima kau menolakku, tapi aku tidak terima dengan sikapmu yang tiba-tiba menjauhiku. Bahkan kau sempat membentakku didepan teman-temanmu dan menganggap kau tidak pernah mengenalku. Neomu appo Minho. Neomu appo. ” Suaraku bergetar menahan tangis.
            “ Mianhae Hyona. Jeongmal Mianhae.”
            “ Mian ? Untuk apa ? ”
            “ Mian karena aku sudah bersikap tidak baik kepadamu. Jeongmal Mianhae.”
            “ Aku tidak menganggap kau bersalah Minho. Tidak pernah. Ini semua karena kesalahanku. Kesalahanku yang menyukaimu. Mencintaimu. ”
            “ Tapi...”
            “Sudahlah, itu sudah aku anggap angin lalu. Aku sekarang memiliki Nickhun. Aku memilikinya. Dan aku sudah melupakanmu Minho. Benar-benar sudah melupakanmu. ”

=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

MINHO POV
          
            “Sudahlah, itu sudah aku anggap angin lalu. Aku sekarang memiliki Nickhun. Aku memilikinya. Dan ku sudah melupakanmu Minho. Benar-benar sudah melupakanmu. ” Aku terkejut mendengarnya. Sangat terkejut. Aku tidak menyangka Hyona akan mengatakan itu. “ Be...benarkah ? Benarkah kau sudah melupakanku ? ”
            “ Ne. Aku sudah melupakanmu. ” Aku masih saja terkejut. Aku melepaskan cengkeramanku dan pergi meninggalkan Hyona.
        
            Diperjalanan, aku sedang tidak berkonsentrasi tapi aku melajukan motor ku dengan kecepatan tinggi. Tanpa tau arah.
            ‘TIIIIIIIIIN’
            Aku melihatnya. Sebuah truk besar berada tepat didepanku. Aku tidak sempat mengerem motorku dan kemudian yang aku rasakan hanyalah kegelapan.

 =>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

HYONA POV

            ‘Astaga, perasaan apa ini ? Firasatku tidak enak. Apa yang telah terjadi ?’
            Selesai mandi, aku segera menyalakan TV. Tidak ada acara yang ramai. Kemudian aku melihat channel berita. “Oh, kecelakaan antara truk besar dan motor. Pengendara motornya sedang kritis. “ Kataku tidak peduli. Saat aku ingin mengganti saluran tv, aku melihat sekilas pengendara motor itu. “ Dia...Dia... Andwe,Andwe.. MINHOOOO...” Tanpa pikir panjang aku, segera berlari keluar rumah, menelepon Nickhun dan segera berlari menuju Byeongwon (Rumah sakit).

***

          “ Suster, apakah anda tau pasien yang baru kecelakaan ?” Kataku panik. “ Oh, dia sedang diruang operasi. ” Kata suster itu. Kemudian aku segera berlari menuju ruang operasi. Lampunya masih merah. Aku menunggu dengan cemas. ‘Tuhan, tolong kau selamatkan Minho. Aku berjanji jika kau menyelamatkannya, aku akan menjaganya. Tuhan, tolong kabulkan permohonanku.’ Batinku. Nickhun pun datang. Ia menemaniku terus.
            Kemudian aku melihat lampu merahnya mati. Dan dokter pun keluar dari ruang operasi.            “ Dokter, bagaimana dengan keadaannya ? ” Kata Nickhun.
            “ Sudah ditangani semua luka-lukanya. Hanya patah tulang bagian tungkai bawah saja. Tinggal menunggu dia sadar saja.”
            “ Jeongmal ? Gomawo dok.” Aku berterima kasih kepada dokter itu dan mengikuti para suster membawa Minho keruang perawatan.

=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>=>

AUTHOR POV

            Sudah beberapa hari berselang, Minho masih belum sadar. Dokter bilang, Yang penting masa kritisnya sudah lewat. Tinggal menunggu waktu saja. Hyona masih tetap sabar menunggu Minho sadar. Ia ditemani oleh Nickhun juga. Selama menunggu Minho sadar, tanpa Hyona sadari rasa sayangnya terhadap Minho tumbuh kembali. Nickhun menyadari hal itu. Dia sudah mengenal Hyona sejak lama dan tau akan sifat-sifatnya.
            Nickhun memang sudah bersiap-siap akan hal ini. Kemudian dia meminta Hyona untuk datang ketaman rumah sakit dan berbicara dengannya. “ Hyona..” Nickhun memulai pembicaraan. “ Waeyo Nickhun ? ” Hyona bertanya heran.
            “ Kita akhiri saja hubungan kita ya. ”
            “ Mwo ? apa yang kau katakan tadi ?”
            “ Kita selesaikan hubungan kita saja. Ara ?”
            “ Wae ? ”
            “ Karena aku tau kau masih menyayangi Minho.”
            “ Kata siapa Nickhun ? Aku tidak...” Nickhun menyentuh Bibir Hyona dengan telunjuknya.
            “ Aku tau sifat-sifat mu Hyona. Ketika kau menyukai seseorang, ketika kau membenci seseorang, aku tau itu semua. Dan kau tidak bisa menyangkalnya”
            “ Nickhun..” Hyona mulai terisak. “ Jeongmal mianhae Nickhun. Jeongmal Mianhae. ”
            “ Gwenchana eumm. Aku hanya minta agar kau tidak bersedih lagi. Ara ? ”
            “ Hmm.” Hyona mengangguk. Kemudian Nickhun memeluknya. Pelukan seorang sahabat yang ingin menenangkan sahabatnya.

****

            1 minggu kemudian, Minho akhirnya sadar. Ia melihat Hyona tertidur dengan pulas disebelahnya. Minho tersenyum memandangnya. Ia menyentuh lembut pipi Hyona. Hyona pun terbangun. “ Minho, kau sudah sadar ?” Hyona menaikan alisnya, terkejut. “ Ehem. Kalau tidak, mana mungkin aku bisa melihatmu.” Hyona memeluk Minho. “ Aku senang sekali kau sudah sadar. Hiks..Hiks.. Aku sangat takut kau tidak akan bangun lagi..” Hyona menangis sesenggukkan.
            “ Hahahaha. Jangan menagis seperti itu. Aku sudah tidak apa-apa kok.” Hyona melepas pelukannya.
            “ Jeongmal ?”
            “ Jeongmal. dan Hyona...”
            “ Mwo ?”
            “ Saranghae. Jeongmal Saranghae.”  Hyona kaget akan ucapan Minho. “ Saranghae Hyona. Aku tau kau sudah bersama Nickhun. Tapi aku tidak bisa menahan perasaanku lagi. Mianhae.” Hyona memeluk Minho. “ Kau tidak perlu minta maaf Minho. Karena Nickhun sudah melepaskanku. Aku senang punya Namja chingu seperti dirinya. Dan nado. Saranghae.”
            “ jeongmal ? Bukannya kau sudah melupakanku ?”
            “ Itu bohong. Aku tidak pernah benar-benar melupakanmu.”
            kemudian Minho mencium kening Hyona. Mereka berdua tersenyum, dan wajah mereka berdua semakin dekat. Mereka saling merasakan hembusan nafas mereka masing-masing dan....
            3....
            2....
            1.....
                                                                        THE END

DON'T BE SILENT READER YA !!!
yg koment aku doakan bsa ketemu ma bias :)

4 comments:

  1. waaaa thoorr daebaak bggtt seruseru... aga binggung kok minho nyuekin ya??

    ReplyDelete
  2. waaaa thoorr daebaak bggtt seruseru... aga binggung kok minho nyuekin ya??

    ReplyDelete
  3. keren..!!
    tp agak kcwa sih knp balik lg sm minho,,
    pengennya trus bareng nickhun..

    ReplyDelete

Jangan lupa tulis nama kalian sebelum komentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KAMSAHAMNIDA

Profile

My photo
Pangkalan Bun, Kalteng, Indonesia
Saya buat BLOG ini untuk berbagi dengan teman-teman penjelajah dunia maya.... WELCOME TO MY BLOG :)