Saturday, September 10, 2011

FF - Sweet Voices

Annyeong ^^
Check this out..
Tittle : Sweet Voice’s
Castn : Yesung
          Y.O.U as Shin Yunhee
Other cast : Kangin
                  Han Eunri        
Genre: Friendship, Romance
Author :  MutiaMia Andara

  

=>=>=>=>=>=>=>

            Yeoja itu sedang berjalan menyusuri koridor sekolah. Sekolahnya yang baru. “ Cukup bagus. Gak salah Omma mendaftarkan aku disini.” Kemudian ia berhenti sejenak. Ada suara. Bukan suara yang mengerikan atau apa, tapi suara seseorang sedang menyanyi. Lalu ia mencari asal suara itu. Ternyata sumber suara itu ada didalam ruang musik. Ia membuka pintu itu sedikit dan terpana.

Seorang namja sedang menyanyi. “ Suara yang indah.” Katanya. Ia hanya bisa melihat punggung orang itu. Punggung yang tegap. Namun punggung itu bergetar. “ Apakah namja itu menangis ? ” tanpa sadar, namja itu sedang memandangnya. Mereka bertatapan cukup lama. Yeoja itu langsung tersadar, “ Ah, mianhae. Jeongmal mianhae. ” Tanpa banyak basa-basi lagi, Yeoja itu menutup pintunya. “ Aku kira dia menangis.Hmm, Suaranya indah sekali. Tapi, Siapa dia ? ”

****

            “ Yaaa, Yesung. Apa yang kau lakukan disitu ? Mengganggu pemandangan saja. Minggir.” Kata Kangin sembari menyingkirkan Yesung dari Jendela kelas. Yesung hanya  memandangannya. “ Mwo ? Mau apa kau lihat-lihat ? Menantang berkelahi ?” Kangin memajukan dagunya. “ Ah, ani.Aniyo.” Kata Yesung. “ Ya sudah sana. Lebih baik kau berkutat saja dengan buku-buku yang tebal. Dasar kutu buku.” Kangin tertawa terbahak-bahak. Diikuti oleh para pengikutnya.
           
            Yesung membalikkan badannya. Menaikkan kacamatanya yang agak turun. Kemudian kembali duduk. Tempat duduknya yang tenang, terletak dibarisan paling terakhir. Sendirian. Tidak ada satu orangpun yang mau duduk sebangku dengannya. Ya, mungkin karena penampilannya yang aneh. Kacamata tebal, Rambut yang acak-acakan, celana selalu dinaikkan terlalu keatas, Baju rapi, buku-buku tebal yang selalu menemaninya dan ada yang bilang dekat dengan Yesung, akan ada aura aneh yang terasa.

            Kutu Buku. Ya. Panggilan yang sangat pas buat Yesung. Kangin dan pengikutnya lah yang memberinya julukan itu. Yesung hanya bisa menerima setiap olokan yang datang kepadanya. Ia hanya bisa menundukkan kepalanya mendengar ia diolok-olok. Itulah Yesung. Culun, kutu buku dan satu lagi, norak.   

****

            TENG-TENG

            Bel tanda masuk sudah berbunyi. Eteuk songsaenim memasuki kelas. “ Ya, Annyeong haseyo murid-murid.”

            “ Annyeong haseyo.” Sapa murid-murid serempak. “ Ok, pagi ini kita kedatangan murid baru. Ia baru saja datang dari New York. Silahkan masuk.” Eeteuk songsaenim mempersilahkan murid baru itu masuk. Kemudian, masuklah seorang yeoja. Para murid namja ber-OH ria. “ Silahkan perkenalkan dirimu.” Kata eteuk songsaenim. “ Annyeong haseyo. Naneun Shin Yunhee. Kalian bisa panggil aku Yunhee. Bangapseumnida.” Yeoja yang bernama Yunhee itu membungkukkan badannya. “ Ya, baik. Sekian perkenalannya. Dan Yunhee, kau bisa duduk disebelah Yesung.” Para murid berteriak serempak, “ ANDWEE.”

            “ Memangnya kenapa huh ? Ada apa dengan kalian ini ? Silahkan Yunhee. Jangan hiraukan mereka semua. ” Eteuk songsaenim mempersilahkan Yunhee untuk duduk. “ Ne songsaenim.” Yunhee pun berjalan menuju tempat yang sudah ditunjuk songsaenim. Murid-murid yang lain memandang sinis Yesung. Yesung hanya menundukkan kepalanya. Yunhee pun duduk disamping Yesung. “ Annyeong. Yunhee imnida. Bangapseumnida.” Yunhee mengulurkan tangannya. Yesung mengangkat kepalanya dan sedikit terkejut melihat Yunhee. Setelah itu, ia hanya menyentuh sedikit tangan Yunhee.  “ Yesung Imnida.” Dan kembali menunduk lagi. Yunhee hanya bisa tersenyum.

****

            ~Istirahat~
           
 “ Maukah kau mengajak ku ke kantin ? Aku tidak tau dimana letaknya.” Kata Yunhee. Belum Yesung menjawab, Kangin malah main serobot. “ Yunhee, kau denganku saja. Aku juga ingin kekantin. Yesung ini gak pernah pergi ke kantin.”

            “ Tapi aku ingin pergi dengannya.” Kata Yunhee. “ Yaa, Yesung, kau ingin pergi kekantin tidak ? ” kangin membulatkan matanya. Yesung langsung menggeleng. “ Aniyo. Kau pergi saja dengannya. ” Kata Yesung. Yunhee hanya bisa memandang Yesung. “ Baiklah kalau begitu. Kau ingin makan apa Yesung ? Nanti biar aku yang belikan. ” Tanya Yunhee. “ Tidak usah. Kau pergi saja.” Kemudian Kangin merangkul Yunhee dan mereka berdua beserta pengikut Kangin pergi.

            Yesung hanya memandangi mereka pergi. Ia mendesah. “ Andai saja penampilanku tidak seperti ini.” Dan ia mendesah lagi.

****

            Yesung pulang kerumah dengan langkah gontai. Ia selalu pulang sendirian. Rumahnya lumayan jauh dari sekolah. Kira-kira ia harus naik kereta 2 kali baru ia sampai. Kurang lebih satu jam perjalanan.
           
            Tiba-tiba ada yang memanggilnya, “ Yesung-ssi.” Yesung menoleh kearah suara itu. Ia menyipitkan matanya yang sudah sipit itu. Ada seseorang yang berlari kearahnya. Semakin lama semakin dekat, dan ternyata Yunhee. “ Yesung-ssi..” Katanya sembari mengatur nafas.

            “ Aku sudah memanggilmu berkali-kali tapi kau tidak juga mendengar. ” Kata Yunhee setelah ia bisa mengatur kembali nafasnya. “ Ah, mianhae. Aku tidak mendengarnya. ”
           
            “ Gwenchana. Kau pulang kearah sini ya ?”
            “ Ya. Waeyo ?”
            “ Aku ikut ya ? Soalnya aku tidak ada teman pulang. ”
            “ Oh, silahkan.” Kemudian mereka berdua pun meneruskan perjalanannya lagi. Hanya ada keheningan diantara mereka berdua. “ Aku tidak suka dengan Kangin.” Kata Yunhee tiba-tiba. Yesung menoleh. “ Waeyo ?”
            “ Dia suka memaksa. Aku tidak suka orang seperti itu.”
            “ Oh.”
            “ Aku lebih suka orang seperti Yesung-ssi.” Yesung kembali menoleh. Yunhee tersenyum padanya. “ Itu benar. Aku lebih suka orang yang pendiam, tidak banyak bicara. Ya, misterius bisa dibilang. Hehehe.”
            “ Tapi, apa kau tidak malu jalan denganku ? ”
            “ Malu ? Untuk apa malu ? Semua orang itu sama. Tidak ada yang berbeda. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. ”
            “ Hmm. Kau benar.”
            “ Hmm, Yesung-ssi, kau pernah datang setiap hari minggu kesekolah ?”
            “ Kadang-kadang. Waeyo ?”
            “ Apa sering terdengar ada yang seseorang yang sedang bernyanyi diruang musik ? ”
            “ di ruang musik ? ”
            “ Iya. Waktu itu hari Minggu. Aku sedang berkeliling sekolah saat itu.” Yesung hanya terdiam. “ Aku mendengar suara nyanyian saat itu. Lalu aku mencari asal suara itu. Ternyata ada yang sedang menyanyi. Awalnya aku hanya melihat punggung seorang Namja. Ia persis sekali denganmu, Yesung-ssi. Punggung yang bergetar. Seperti sedang menangis. Aku terpaku mendengar suaranya. Indah sekali. Kemudian aku tersadar ia sedang memandangiku. Aku hanya sempat memandang wajahnya sekilas karena aku buru-buru menutup pintu lagi. Aaaah, aku ingin sekali mendengar suara itu lagi.” Kata Yunhee panjang lebar. Yesung hanya bisa tersenyum dan pandangannya terlihat menerawang.

****

            “ Loh, kenapa kau mengikutiku terus Yesung-ssi ? Kau tidak pulang kerumah ? “ Tanya Yunhee heran. “ Memang rumahku kearah sini. Memangnya rumahmu dimana ? ” Yesung balik bertanya.

            “ Rumah ku dijalan Kwangsang no.25.”
            “ Loh, aku juga dijalan Kwangsang no. 40”
            “ Berarti, rumahmu berada persis didepan rumahku dong ?”
            “ Berarti, ibumu yang kemarin memberikan kue kerumahku ?”
            “ Hahahahahaha ”Mereka berdua tertawa bersama. Yesung mengantarkan Yunhee sampai depan pagar. “ Oke kalau begitu. Gomawo Yesung-ssi. Annyeong.” Yunhee membuka pagar dan menjauh. “ Annyeong.” Yesung melambaikan tangannya dan berbalik. Rumahnya sudah ada didepan matanya.

****

            Yesung hendak menutup pintunya tetapi terhenti karena terkejut melihat siapa yang sudah ada didepan gerbang rumahnya. “ Yesung-ssi, mari berangkat bersama.” Kata Yunhee tersenyum. Yesung kemudian membalas senyumannya.

            “ Sejak kapan kau didepan rumahku ?”
            “ Baru saja. Hmm, 5 menit yang lalu.”
            “ Oh.”
            “ Kajja. Nanti kita terlambat Yesung-ssi.” Yunhee menarik tangan Yesung. Yesung hanya menatap tangan yang digenggam Yunhee. “ Waeyo Yesung-ssi ?” Tanya Yunhee ketika melihat Yesung hanya diam terpaku melihat tangan yang digenggam olehnya. Menyadari itu, Yunhee segera melepas tangannya. “ Ah, Mianhae Yesung-ssi.” Ucap Yunhee malu. “ Gwenchana. Aku hanya terkejut karena selama ini tidak ada seorang yeoja pun yang pernah menggenggam tanganku.”

            “ Berarti aku yeoja yang pertama ? ”
            “ Ehem. Kajja. Nanti kita terlambat.”
            “ Ne.” Kata Yunhee mengikuti Yesung dibelakang.

            Yunhee terus saja memandang punggung Yesung. ‘ Punggungnya terlihat sama persis dengan Punggung namja itu.’ Tapi ia mengingat kata-kata Yesung. Ia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya. ‘ Ah, sudahlah. Tidak mungkin Yesung-ssi punya saudara kembar. ’

****

            Ketika memasuki pekarangan sekolah, mereka berdua terlihat mencolok. Yunhee dan Yesung berjalan bersama. Semua yang melihat terheran-heran bahkan ada yang berbisik-bisik. 
“ Lebih baik aku pergi duluan. Aku tidak enak kalau kau dipandang seperti itu karena berjalan bersamaku.” Kata Yesung. “ Ah tidak usah. Kita jalan bersama saja. Untuk apa malu ? Aku cuek-cuek aja kok.” Kata Yunhee. “ Baiklah. ”

            “ Hei, Yunhee. ” Seseorang memanggil Yunhee dari belakang. Yunhee dan Yesung berhenti berjalan. Mereka menoleh. Yunhee tersenyum, “ Eunri, kenapa kau bisa ada disini ? ”         “ Kenapa kau tidak bilang kepadaku kalau kau sudah pulang dari New York ?”
            “ Hehehe. Mianhae. Aku baru mau bilang padamu tapi aku lupa nomor Hp mu. Dan aku juga tidak tau ternyata kau 1 sekolah denganku.”
            “ Huh. Ternyata kau sudah melupakanku. Aku memang malang. Teman sendiri saja tidak mengingat aku yang cantik jelita ini.” Kata Eunri pura-pura merana. “ Aku tidak melupakanmu kok. Buktinya aku langsung ingat padamu saat tadi kau panggil.”

            “ Hmm, baiklah kalau begitu. Arasseo, arasseo.” Kata Eunri. Kemudian ia melihat kesamping Yunhee. Ia melihat Yesung dari ujung kepala sampai ujung kekaki dengan mata disipitkan. “ Oh ya, aku lupa. Eunri, ini Yesung-ssi. Dan Yesung-ssi, dia Eunri. Ia teman ku sejak kecil.” Kata Yunhee memperkenalkan.  Yesung membungkukkan kepalanya dan Eunri balas membungkuk.
     “ Okelah kalau begitu. Nanti aku pergi menemuimu lagi. Aku sedang ada urusan. ” Kata Eunri. “ Oke. Annyeong Eunri.” Dan Eunri pun pergi. Yunhee menoleh kearah Yesung. “ Kajja Yesung-ssi. Mian sudah lama menunggu.” Yesung hanya tersenyum. ‘ Kenapa Eunri menatap Yesung-ssi seperti itu ? Aneh’ pikir Yunhee.

****

            “ Baiklah Yesung-ssi. Sampai jumpa besok pagi.” Kata Yunhee. “ Ne.” Yunhee tersenyum sebelum ia memasuki pekarangan rumahnya. Yesung mendesah. Ia melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya. “ Aku pulang. ” Yesung melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah. Tidak ada yang menjawab. ‘ Oh ya, aku lupa. Omma dan Appa sedang di Rumah Haraboji. Halmonni sedang sakit.’

            Ia berjalan kearah dapur. Melihat ada makanan atau tidak. Ia membuka kulkas dan tersenyum lesu. “ Gak ada makanan. Kalau tau kayak gini, tadi beli makan dulu. Mandi dulu baru beli makanan. ” Yesung pun beranjak pergi kekamarnya. Ia melepas kacamatanya, mengacak-acak rambutnya, membuka bajunya dan ia pun mandi.

            TING-TONG

            Yesung yang saat itu sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk, segera turun kelantai bawah. “ Nuguseyo ? ” Yesung membuka pintunya dan melihat seorang Yeoja tengah berdiri memunggunginya. “ Nugu ? ” Ketika Yeoja itu membalikkan badanya, ia kaget. Yeoja itu tersenyum,“ Tenyata benar itu kau.”
TING-TONG

            Yesung yang saat itu sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk, segera turun kelantai bawah. “ Nuguseyo ? ” Yesung membuka pintunya dan melihat seorang Yeoja tengah berdiri memunggunginya. “ Nugu ? ” Ketika Yeoja itu membalikkan badanya, ia kaget. Yeoja itu tersenyum,“ Tenyata benar itu kau.”
            “ Han Eunri…”
            “ Ya. Ini aku.”
            “ Kenapa kau bisa tau rumahku ?”
            “ Aku mengikutimu. Kau pulang dengan Yunhee bukan ?!”
            “ Hmm. Mau apa kau kemari ? ”      
            “ Seperti yang kau tau, aku kembali menawarkan dirimu untuk menjadi penyiar radio sekolah kita. ”
            “ Sudah aku bilang aku tidak mau.”
            “ Oh ayolah. Kau tau, suaramu itu bagus sekali kalau dibuat jadi penyiar. ”
            “ Aku tidak mau. Sudah kukatakan beratus-ratus kali kalau aku tidak mau.” Tanpa menggubris ucapan Yesung, Eunri melanjutkan, “ Kenapa kau mengubah penampilanmu seperti tadi ? Tidak seperti yang dulu. Tadi kau Jelek dan kuno sekali. Aku hampir tidak mengenalimu.”
            “ Huh, itu bukan urusanmu.”
            “ Ya sudah kalau begitu. Ingat, aku akan terus memintamu. Aku tidak akan menyerah.”
            “ Silahkan kalau kau mau mencobanya. Tapi jawabanku akan selalu sama. Aku-Tidak-Mau.” Dan Yesung pun menutup pintu. Rasa laparnya sudah hilang entah kemana.
                       
****

            Pagi menjelang dan udara musim panas sudah tercium. Panas yang lumayan menyengat begitu terasa. Padahal ini masih jam 7 pagi. Saat itu, seperti biasa, Yesung dan Yunhee berangkat sekolah bersama. Dan seperti biasa, sesampainya disekolah, mereka menjadi bahan tontonan orang-orang. “ Kau tidak risih dengan tatapan mereka Yunhee ? ” Tanya Yesung. Yunhee menggelengkan kepalanya, “ Ani. Biarkan saja mereka. Mereka itu sebenarnya gak punya kerjaan. Setiap hari kerjanya cuma melihat kita saja. Berbisik-bisik hal-hal yang gak penting.” Yesung hanya manggut-manggut setuju.

            Istirahat waktu yang tepat untuk membaca buku, Pikir Yesung. Saat itu Yunhee sedang pergi bersama Eunri entah kemana dan seperti biasa, Eunri menatap Yesung dengan mata berkilat-kilat. Ketika baru saja ia membaca lembaran pertama, seseorang menggebrak meja Yesung. Yesung menengadahkan wajahnya. Dilihat Kangin sedang tersenyum sinis padanya. “ Ada apa ? Apakah aku punya masalah dengan kalian ? ” Tanya Yesung. Kangin mendengus. “ Rupanya sekarang kau punya nyali, hah ? ” Yesung menyipitkan matanya.

“ Heh, jangan berani dekat-dekat dengan Yunhee. Dia itu milikku. Kau tau ?” Kata Kangin. Yesung hanya diam. Kangin tiba-tiba menarik kerah baju Yesung sampai yesung terangkat. “ Kau harus sadar ya, kau dan Yunhee itu bagaikan Putri cantik dan pangeran kodok. Kau tau itu ? ” Yesung membuka mulutnya ingin menjawab tetapi tidak jadi. Namun tiba-tiba seseorang berteriak dari luar kelas.

       “ Ya, Kangin, apa yang kau lakukan dengan Yesung-ssi ? Kenapa kau menarik-narik kerah bajunya ? ” Kata Yunhee. Kangin segera melepas cengkeramannya. Ia jadi salah tingkah. “ Emm, itu..itu..”
      “ Jangan lakukan itu lagi kepada Yesung-ssi. Aku tidak suka. Kau tau ?”
      “ Emm, baiklah.” Dan Kangin pun pergi. “ Yesung-ssi, apakah kau  baik-baik saja ?”
      “ Ya. Kau tidak perlu khawatir.”
      “ Baguslah kalau begitu.” Kata Yunhee. Yesung hanya tersenyum samar dan mengalihkan pandangannya.

***
  
            “ Kau dan Yunhee itu seperti putri cantik dan pangeran kodok. Kau tau itu ?”
Yesung masih saja memikirkan ucapan Kangin tadi. Apakah yang terlihat memang seperti itu ? Apakah aku tidak pantas ada disamping Yunhee ?
          “ Yesung-ssi, Yesung-ssi..”
           Yesung tersadar dari lamunanya. “ Eh, Mwo ? ”
         “ Apa yang sedang kau lamunkan Yesung-ssi ? ” Tanya Yunhee.
         “ Ani.. Kau tadi berbicara apa ? ”
        “ Hujan. Sekarang sedang hujan lebat. Apa Yesung-ssi tidak bawa payung ? Aku sedang tidak bawa payung hari ini. Biasanya aku bawa setiap hari. Hari ini saja aku malas bawa. ”
         Yesung menggeleng, “ Nado. Aku tidak pernah bawa payung malah.” Yunhee mendesah. “ Berarti kita harus menunggu di stasiun ini sampai hujan reda atau…” Yunhee tampak sedang berpikir.
       “ Atau apa ? ” tanya Yesung heran. Tiba-tiba Yunhee menjentikkan jarinya, membuat Yesung terperanjat. “ Kita main hujan-hujanan saja Yesung-ssi. Kau mau ? Aku sudah lama tidak main hujan-hujanan. ”
            “ Hujan-hujanan ? Kau tidak takut sakit ?”
            Yunhee menggeleng, “ Ani. Kecil-kecil begini aku kuat loh. ”
            “ Hmm, oke.”
            “ Kalau begitu, ayo kejar aku Yesung-ssi.” Yunhee tiba-tiba berlari. “ Yaa, Shin Yunhee. Tunggu aku. ” Yesung mengejar Yunhee. Lari Yunhee sangat kencang sampai Yesung dibuat kelelahan olehnya. Namun, dengan sekuat tenaga, Yesung bisa menangkapnya. Ia memegang pergelangan tangan dan menariknya hingga Yunhee jatuh kedalam pelukannya.

            Mereka berdua saling berpandangan. Cukup lama. Namun Yesung segera sadar dan melepas pelukannya.  “ Larimu itu kencang juga ya.“ Yunhee tersenyum. “ Kau tidak tau kemampuanku kan Yesung-ssi ? gini-gini aku pelari tercepat no.2 di New York. ”
            “ No 2 ? Lalu no 1 nya ?”
            Yunhee mengangkat bahunya, “ Aku tidak tau. Hahaha.”
            “ Dasar kau ini.” Yesung mengacak-acak rambut Yunhee. “ Wah, hujan sudah reda.” Kata Yesung sambil menengadahkan wajahnya ke langit. “ Benar.” Yunhee pun mengikuti jejak Yesung. Ketika Yunhee menurukan kepalanya, dilihat Yesung sedang melepaskan kacamatanya. Ia sedang mengelap kacanya yang terkena air.

            Yunhee terkesiap. Ia menutup mulutnya dengan tangan kanannya, “ Yesung-ssi…”
            Yesung menoleh kearah Yunhee, ia tersenyum. “ Waeyo ? ”
            “ Yesung-ssi… Bukankah kau yang menyanyi diruang musik itu ?”
            Mata yesung membesar. Ia segera memakai kacamatanya lagi. “ Mwo? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.”
            “ Kau pasti mengerti maksudku Yesung-ssi.”
             Yesung tertawa muram, “ Aku benar-benar tidak mengerti maksudmu. Sudahlah. Ayo kita pulang. Sudah hampir malam.” Yunhee menurut saja. Tapi ia benar-benar yakin kalau tadi Yesung-ssi terlihat seperti namja yang pernah ditemuinya diruang musik itu. Ia harus mencari tahu.

****
             
            Matahari sudah memancarkan panasnya yang menyengat. Tapi Yunhee masih belum beranjak dari tempat tidur. Entah kenapa tiba-tiba badannya terasa panas. Mungkin ini akibat karena ia kemarin kehujanan. “ Yunhee, sampai kapan kamu mau berbaring terus ? Ini sudah jam berapa ? Kau tidak pergi kesekolah ?” Teriak omma nya dari lantai bawah. Yunhee tidak menjawabnya. Suaranya tidak mau keluar.

            Terdengar suara langkah kaki ditangga. Omma Yunhee membuka pintu. “ Yaa, Yunhee. Apa yang kau lakukan ? Kenapa kau masih saja berbaring ditempat tidur ?” Ia segera menuju Yunhee. Sebelum ia sempat membuka selimut yang menyelibungi Yunhee, ia melihat anak perempuannya itu menggigil kedinginan. Ia memegang kening Yunhee. “ Astaga. Badanmu panas sekali. Ini pasti gara-gara kau hujan-hujanan kemarin. Kan sudah omma bilang, kau jangan main basah-basahan. Ini kan akibat tidak menurut pada omma. Kau jadi sakit begini.”
            “ Aduh omma, anaknya lagi sakit begini masih aja diomelin. Dikasih makan kek, apa kek. Malah dikasih omelan.” Keluh Yunhee.
            “ Ini anak, omma nya nasehatin malah begitu. Yasudah, nanti omma kasih obat panas. Kau istirahat saja dulu.” Omma Yunhee beranjak dan pergi meninggalkan Yunhee. Namun langkahnya terhenti. “ Oh, ya. Tadi Yesung menjemputmu. Tapi omma suruh ia duluan saja. Kamu belum bangun soalnya.  ”
            “ Ne. Aku mau tidur lagi.” Kata Yunhee sambil menaikan selimutnya hingga menutupi seluruh wajahnya.

****

            Sepulang sekolah, Yesung mampir sebentar dirumah Yunhee. Ia heran tadi Yunhee tidak masuk kesekolah. “ Oh, Yesung. Mari masuk. Kau pasti mau menjenguk Yunhee bukan ? Hari ini Yunhee gak masuk karena demam tinggi. Makanya ahjumma menyuruhnya istirahat. Silahkan masuk.” Kata Omma Yunhee ketika Yesung memasuki rumah Yunhee.

            Omma Yunhee mengajaknya kelantai atas. “ Yunhee ada dikamar. Kau masuk saja. Ahjumma mau kebawah sebentar.”
            “ Oh, ne.” Yesung kemudian membuka knop pintu perlahan dan dilihatnya kamar dengan suasana yang tidak ia duga. Cat tembok biru laut dengan wallpaper bergambar permen-permen lollipop. Lalu meja belajar dan meja rias yang terletak disudut kamar. Gorden dengan warna senada bermotif polkadot. Dan ada ranjang yang terletak tidak jauh dari pintu. 

            Terlihat ada gumpalan besar yang tertutup oleh selimut. Yesung mendekatinya dan melihat Yunhee sedang tertidur pulas. Nafasnya sedikit terengah-engah. Yesung memegang kening Yunhee. “ Panas.” Katanya lirih. Kemudian ia duduk disamping ranjang. Melihat wajah Yunhee dengan lekat dan tersenyum. “ Lucu sekali wajahnya ketika tidur. Pasti ia sakit karena kemarin. ” ia memegangi tangan Yunhee dan tersenyum pahit. “ Apakah aku tidak pantas ada disampingmu ? Apa yang harus aku lakukan agar aku terlihat pantas disampingmu ?” Dan ia pun menciumi pergelangan tangan Yunhee.

Saat itu juga Omma Yunhee masuk kedalam kamar. Yesung langsung melepaskan genggamannya. “ Oh, ahjumma.” Ia segera berdiri dan memberi hormat. “ Kenapa kau tidak membangunkannya saja ? ” Kata omma Yunhee. Yesung menggoyangkan kedua tangannya.  “ Oh, tidak usah ahjumma. Aku tidak mau membangunkannya. ”

            “ Ah, dia sudah terlalu lama tidur.” Omma Yunhee menghampiri Yunhee yang sedang tertidur, tapi Yesung menahannya. “ Jangan ahjumma. Aku liat badannya masih panas. Biar ia istirahat saja. Aku sudah ingin pulang kok.”
            “ Oh, kau sudah ingin pulang ?”
            “ Ne. Kalau begitu annyeong hasimnika ahjumma. Semoga Yunhee cepat sembuh.”
            “ Annyeong.” Yesung membungkukkan badanya dan berbalik. Ia turun ke lantai bawah, memakai sepatunya dan membuka pintu depan. Ketika ia membuka pintu pagar, ia berhenti sejenak dan menoleh kearah balkon tempat kamar Yunhee. “ Cepatlah sembuh Yunhee. ” Ia tersenyum dan menutup pintu pagarnya perlahan.

****

            Sang mentari mulai memancarkan sinarnya. Yunhee membuka matanya dan ia kemudian menyentuh keningnya. Udah gak panas. Batin Yunhee. Ia bangkit dan meregangkan badannya. “ Huammm. Seharian tidur bikin badan seger lagi.” Yunhee memakai sandal rumahnya dan turun kelantai bawah.

            “ Omma. Hari ini makan apa ? Aku lapar sekali nih.” Yunhee duduk disebelah meja makan. Ia melihat ibunya sedang memotong-motong sayuran didapur. “ Kau sudah bangun ? bagaimana keadaanmu ? ”
            “ Lumayan. Aku sudah gak demam lagi.”
            “ Baguslah kalau begitu. Cepat makan. Nanti keburu dingin.”
            “ Ne. Oya omma, appa dimana ? kok dari kemarin gak keliatan ?”
            “ Appa mu sedang dinas ke Cheju. Baru pulang minggu depan. “ Yunhee hanya bergumam sambil mengunyah makanannya. 
            “ Ada yang lupa, kemarin Yesung datang kemari menjengukmu.”
            “ Mwo ? Kenapa omma gak bangunkan aku ?”
            “ Tadinya omma mau bangunin, tapi dia ngelarang.”
            “ Haduh.. Aku malu banget. Pasti Yesung-ssi melihat ku hanya dengan piama.” Omma Yunhee hanya mengangguk. “ Ya udah. Kamu mandi sana. Besok saja kamu masuknya. Biar sembuh total dulu.”
            “ Ne omma.”

****

            “ Permisi. Yesung-sssi, Yesung-ssi. ” Panggil Yunhee dari luar pagar rumah Yesung. Pintu rumahnya terbuka, diliatnya Omma Yesung yang keluar. “ Oh, Yunhee. Yesung sudah dari tadi berangkatnya. Memangnya ia tidak nyamperin kamu ?”
            “ Aniyo ahjumma. Kalau begitu, aku pergi dulu. Annyeong.” Yunhee membungkukkan kepalanya. Aneh, tumben sekali Yesung gak nyamperin aku. Pikir Yunhee.

            ~Disekolah~

            Yunhee heran sekali didepan kelasnya ramai dengan orang-orang dari kelas lain. Ketika ia masuk, mejanya sudah ramai dikerubuti orang. Ia mendesak masuk kedalam kerumunan itu. “ Hei, ada apa kalian ini ? Kenapa kalian… ” Yunhee terdiam. Ia terpaku dengan seseorang yang duduk dibangku Yesung. Namja itu berpenampilan urakan tapi masih ada kesan rapi. Baju nya ia keluarkan. Kancingnya dibuka sampai kancing nomor 3. Celananya sedikit kekecilan. Rambutnya dibuat acak-acakan tapi rapi.

            “ Kau.. Siapa ?” Tanya Yunhee. Namja itu menoleh dan tersenyum. Senyuman yang sama dengan Yesung. “
 Kau tidak mengenaliku Yunhee ? ” Tanya namja itu. Yunhee menggeleng. Namja itu malah semakin memperlebar senyumnya. Namja itu berdiri dan memegang tangan Yunhee. Ia menariknya. Yunhee heran ia akan dibawa kemana oleh namja itu.

            Ia dibawa ketaman belakang sekolah. Namja itu berhenti dan Yunhee pun ikut berhenti. Namja itu membalikkan badannya dan tersenyum. “ Kau benar-benar tidak mengenaliku ? ” Ucapnya. “ Aniyo. Siapa memangnya kau ? ” Dilihatnya namja itu memasukkan tangannya ke saku dan mengambil sesuatu. Ia mengambil kacamata dan memakainya. Yunhee mendekap mulutnya dan bergumam, “ Astaga.. Yesung-ssi ? Apa itu kau ? ” Yesung mengangguk.

            “ Kenapa penampilanmu jadi seperti ini ? Aku sampai tidak bisa mengenalimu.” Yesung hanya tersenyum dan kemudian ia mendekati telinga Yunhee dan berbisik, “ Kau akan melihat sisi lain dari seorang Yesung. ” Kemudian ia meninggalkan Yunhee sendirian yang hanya terpaku. “ Yesung-ssi..”

****

            Hari berlalu semakin cepat. Sikap Yesung sekarang bukan seperti Yesung yang dulu. Dia menjadi lebih angkuh. Yunhee selalu pergi dan pulang sendirian. Ia sudah merasa gerah dengan sikap Yesung sekarang. Sore itu, Yunhee berjalan dengan lunglai. Ia merasa tersendiri. Tiba-tiba terdengar bunyi sepeda motor. Motor itu berhenti disebelah Yunhee. Yunhee menoleh dan dilihatnya Yesung membuka helmnya.

            “ Mau apa kau Yesung-ssi ? ” Tanya Yunhee dingin. “ Kenapa sikapmu sekarang padaku berubah ? ” Tanya Yesung heran. “ Harusnya aku yang menanyakan itu padamu. Aku sekarang sama sekali tidak mengenalimu.” Yesung hanya terdiam. Yunhee memandangnya sinis dan kemudian pergi meninggalkan Yesung.

            Yesung turun dari motor dan segera mengejar Yunhee. Ia segera menggenggam tangan Yunhee. Yunhee mencoba menepisnya. “ Hei. Ada apa denganmu ? ” Tanya Yesung. “ Bisakah kau diam ? Aku sudah muak berbicara denganmu. Aku muak dengan semua tingkah lakumu yang sekarang. ” Sebulir air mata jatuh dipipi Yunhee. Tiba-tiba hujan turun dengan deras. “ Kau bukan Yesung-ssi yang aku kenal. AKU BENCI YESUNG-ssi.” Yunhee melepaskan tangannya dan berlari meninggalkan Yesung yang hanya bisa terdiam.

****

            Berhari-hari lamanya Yesung sudah berusaha berbicara dengan Yunhee. Tapi Yunhee selalu menghindarinya. Jalan terakhir ia harus minta bantuan teman lama Yunhee, Han Eunri. Ia segera pergi kekelas Eunri. “ Kau mau apa datang mencariku ? “ Tanya Han Eunri. “ Aku mau masuk  ke klub penyiar. “ kata Yesung. “ Benarkah ? “ Han Eunri berjingkrak-jingkrak kesenangan.

            “ Tunggu dulu. Tapi ada satu syarat.”
            “ Syarat ? Apa itu ?” Dan Yesung tersenyum misterius.

****

            “ Yunhee.” Panggil Eunri. Saat itu Yunhee sedang makan dikantin. “ Hei eunri. Ada apa? Tumben kau mencariku. ”
            “ Ah, ani. Aku hanya ingin menyapamu saja. Gak boleh nih ?” Kata Eunri sembari duduk dihadapan Yunhee. “ Hahahaha. Ani. Ayo makan. Aku beli terlalu banyak nih.”
            “ Gomawo. Tapi sayangnya aku baru saja makan. Kalau tidak makan, tanpa kau tawari pun aku sudah melahap makananmu itu.”
            “ Hahaha..”
            “ Oh ya, ngomong-ngomong dimana temanmu itu ?
            “ Temanku ? Nugu ?”
            “ Itu loh, siapa itu namanya ? Yesung kalau tidak salah.” Mendengar nama itu, Yunhee langsung menghentikan makannya. “ Untuk apa kau menyebut-nyebut namanya ?”
            “ Heii, ada apa kau dengannya ? Sepertinya kau jadi benci sekali. Bukankah sekarang ia tidak terlihat seperti dulu. Ia sekarang lebih Cool loh.”
            “ Itulah yang aku benci darinya. Aku tidak suka penampilan yang seperti itu.”
            “ Ohh..”

            Lalu terdengar suara dari pengeras suara. Mungkin ini panggilan untuk murid yang dipanggil guru. Pikir Yunhee. Terdengar suara yang belum pernah Yunhee dengar sebelumnya. “Annyeong Haseyo. Aku penyiar baru di radio sekolah ini. Aku disini bukan untuk menyampaikan pengumuman apapun. Disini aku ingin menyanyikan lagu untuk seseorang. Aku ingin meminta maaf atas semua salah ku padanya. ” Lalu terdengar suara lembut Yesung.

Oneuldo nae gieogeul ttarahemaeda
i gil kkeuteseo seoseongineun na
dasin bol sudo eomneun niga nareul butjaba
naneun tto i gireul mutneunda
neol bogo sipdago
tto ango sipdago
jeo haneulbomyeo gidohaneun nal
niga animyeon andwae
neo eobsin nan andwae
na ireoke haru handareul tto illyeoneul
na apado joha
nae mam dachyeodo joha nan
geurae nan neo hanaman saranghanikka
na du beon dasineun
bonael su eopdago
na neoreul itgo salsun eopdago
niga animyeon andwae
neo eobsin nan andwae
na ireoke haru handareul tto illyeoneul
na apado joha
nae mam dachyeodo joha nan
geurae nan neo hanaman saranghanikka
nae meongdeun gaseumi
neol chajaorago
sorichyeo bureunda
neon eodinneungeoni
naui moksori deulliji annni
naegeneun
na dasi sarado
myeot beoneul taeeonado
harudo niga eobsi sal su eomneun na
naega jikyeojul saram
naega saranghal saram nan
geurae nan neo hanamyeon chungbunhanikka
neo hanaman saranghanikka
        
           
            Mendengar suara itu, Yunhee langsung berlari. “ Dia ada diruang siaran.” Teriak Eunri. Yunhee hanya tersenyum. Ia segera berlari ke ruang siaran. Itu dia. Suara itu, suara yang aku dengar dulu. Batin Yunhee. Ketika membuka pintu siaran, dilihatnya seorang namja sedang duduk didepan mike. Ia tersenyum melihat Yunhee ada didepannya. Dan ia segera menghampiri Yunhee. “ Kau..Kau..” Kata Yunhee terbata-bata. “ Ya. Aku namja yang pernah kau temui dulu.”

            Yunhee langsung memeluk Yesung. “ Ternyata itu benar kau. Akhirnya aku menemukanmu juga. Ternyata selama ini kau ada didekatku. Aaah, aku senang sekali.”
            “ Akhirnya aku bisa melihatmu tersenyum juga. Saranghae Yunhee.”
            “ Nado saranghae Yesung.” Yesung memeluk Yunhee lebih kencang dan memutar-mutar tubuhnya. “ Yesung-ssi, sudah, Aku pusing.” Yesung langsung menghentikannya. “ Apa kau benar-benar mau jadi Yeojachinguku ? “
            Yunhee mengangguk. Yunhee memejamkan matanya. Dibiarkan Yesung mencium keningnya. “ Saranghae Yeongwonhi Yunhee.”
            “ Nado Saranghae. My Sweet Voices.”
The End
Mian ya endingnya gaje.

DON'T BE SILENT READER YA !!!
yg koment aku doakan bsa ketemu ma bias :)

3 comments:

  1. keren!!!

    aku suka banget,, :D

    Huda KJA

    ReplyDelete
  2. Bagus crita'a..
    yesung'a kerenn bgt.. (jempol bwt author)

    Ravhina

    ReplyDelete

Jangan lupa tulis nama kalian sebelum komentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KAMSAHAMNIDA

Profile

My photo
Pangkalan Bun, Kalteng, Indonesia
Saya buat BLOG ini untuk berbagi dengan teman-teman penjelajah dunia maya.... WELCOME TO MY BLOG :)