Sunday, April 1, 2012

FF - SOMETHING//SHINee-Super Junior//Part VI

 FF - SOMETHING//SHINee-Super Junior//Part VI oleh MutiaMia Andara

Ehehehehe.... I'm back I'm Back I'm Back... Yuhuuuuuuu
Ada yang masih nungguin FF tergaje ku ini ????
Aku harap masih ada ya.. FF ini aku buat dimasa bosen aku belajar buat Uan. Oke, tanpa banyak cincong, kita langsung aja ya ^^

=======HAPPY READING======

TITLE                  : Something
MAIN CAST         : Kyuhyun ( Super Junior ) as Cho Kyuhyun
                             Minho ( SHINee ) as Choi Minho
                             Key (SHINee) as Kim Kibum
                             Shin Neul Yong (OC’s)
OTHER CAST       : Shin Yoonmi (OC)
                              Choi Eunsoo (OC)
                              dan yang lainnya temukan sendiri dalam FF
LENGTH                : CHAPTERED
GENRE                  : Family, Friendship, Romance
RATING               : PG -15
AUTHOR              : MutiaMia Andara (#OnDuMi(FF)#)
DISCLAIMER       : Semua cast punya orang tuanya masing2 kecuali Shin Neul Yong dan Other Cast nanti nya..
I hate SIDERS and don't be PLAGIATOR

PREVIOUS PART

“ Kajja Oppa. Aku ingin cepat-cepat sampai. ” Namun mobilnya tidak langsung jalan. Eunsoo heran. Perlahan ia menoleh ke arah si pengemudi. “ Oppa, kenapa tidak....” perkataannya terhenti.

“Kibum..Oppa ? Lalu yang tadi itu, siapa ?  ”

NEXT PART

Neul Yong heran. Ia sudah hampir dijalanan selama kurang lebih setengah jam namun ia tidak kunjung sampai ke perpustakaan. Dan ia juga menyadari, jalanan yang ia lewati bukanlah jalanan yang biasa ia tuju untuk sampai ke perpustakaan. Mungkin Kibum akan membawanya pergi ketempat lain sebelum ke perpustakaan.

Dan akhirnya mereka sampai ditempat yang Neul Yong tidak tahu dimana. Mereka berada disebuah perbukitan yang menghadap langsung ke sungai terindah di korea, sungai Han. Neul Yong begitu takjub melihatnya. Ia langsung turun dari motor dan membuka helmnya.

“ Oppa, untuk apa kita kemari ? ” Tanya Neul Yong yang masih takjub akan pemandangan indah yang ada didepannya ini. “ Tapi disini indah sekali. Dari mana kau bisa mendapatkan tempat seperti ini ? ” Neul Yong menoleh kearah ‘Kibum’ yang masih memakai helmnya. Ia heran melihat Oppa nya itu betah sekali dengan helmnya. Bahkan ia tidak membuka frame kacanya sedikit pun.

Tidak ingin memperdulikan Oppa nya yang aneh itu, Neul Yong kembali menatap pemandangan yang disuguhkan ditempat dimana sekarang ia berdiri. Neul Yong merentangkan tangannya danmenghirup sepuasnya udara segar tanpa diganggu oleh polusi-polusi nakal.

“ Kau senang dengan tempat ini ? ” Terdengar suara yang begitu Neul Yong kenal. Ia segera menoleh dan terkejut. Bukan Kibum yang ia kira sedari tadi bersamanya tetapi namja yang saat ini sedang berusaha ia hindari, Minho. “ Neo ? ”

“ Kau terkejut melihatku ? ” Tanya Minho. Ia berjalan mendekati Neul Yong. Namun semakin Minho mendekati Neul Yong, semakin Neul Yong berjalan mundur untuk menghindarinya.

“ Kenapa kau menghindariku ? ” Tanya Minho. “ Kenapa kau tidak mau berbicara denganku ? ” Tanyanya lagi. Neul Yong diam tidak menjawab. Wajahnya ia alihkan agar tidak menatap Minho.

“ Aku lebih tersiksa seperti ini daripada kau harus menolakku ribuan kali. Jauh lebih menyakitkan bila kau menjauh dariku. Tidakkah kau sadari itu ? ”

Neul Yong terpaku dengan ucapan Minho. Ia dengan perlahan memberanikan diri untuk menatap Minho. Tatapan sendu yang ia lihat dari diri Minho. Ia tidak tega melihatnya seperti itu. Namun tubunya terlalu kaku untuk berjalan. Terlalu kaku untuk berjalan kearahnya dan mengelus pipi halusnya agar ia tidak memperlihatkan tatapan sendunya itu pada Neul Yong.

“ Bisakah Neul Yong-ah ? Bisakah kau menghentikan semua ini ? Sungguh, aku tidak pernah berharap banyak darimu untuk menerimaku, tapi bila kau menjauhiku seperti ini, itu sungguh membuatku tersiksa. Bahkan sangat tersiksa. ” Suara Minho mulai bergetar. Wajahnya menunduk menatap kakinya sendiri. Rasanya Minho ingin menumpahkan semua air mata yang selama seminggu lebih ini ia tahan. Ia terlihat seperti lelaki pengecut, namun ia juga manusia. Walaupun dari luar ia terlihat tegar, namun ia juga manusia yang rapuh, bahkan sangat rapuh. 

Perlahan, Neul Yong menggerakkan tubuhnya mendekati Minho. Berjalan perlahan , semakin dekat dan akhirnya ia berada tepat dihadapan Minho. Tangannya terulur dan menyentuh pipi Minho. “ Oppa, Kau tidak perlu seperti ini. ” Ucap Neul Yong.

Merasakan sentuhan lembut Neul Yong, Minho mendongakkan wajahnya. Menatap dalam Neul Yong. Ia menyentuh tangan Neul Yong yang masih berada di pipinya. Mengelusnya perlahan. “ Kau mau memaafkanku ? ” Tanya Minho lirih.

“ Memang sejak kapan aku marah padamu ? Tidak ada niatan sekali pun untuk marah padamu. ” Jawab Neul Yong tersenyum.

“ Jeongmal ? Kau tidak marah karena aku menyukaimu ? ”

“ Semua orang berhak punya rasa suka. Untuk apa aku marah hanya karena soal seperti itu ? ” Neul Yong masih memberikan senyum terbaiknya untuk Minho.

“ Gomawo, Neul Yong-ah. ”

“ Aku yang seharusnya berterima kasih pada oppa. Karena oppa telah menyadarkanku akan suatu hal. ”

“ Apa itu ? ”

Neul Yong terlihat ragu untuk mengatakannya. Ia melepaskan genggaman Minho dan menjatuhkan tangannya ke samping tubuhnya. Menunduk dalam. Ia menarik nafas perlahan dan mendongak menatap Minho. Tersenyum begitu tulus.

“ Aku.. tidak tahu perasaan ini apa namanya. Tapi, setiap aku berada didekat oppa, dadaku bergemuruh. Jantungku berdetak tidak karuan rasanya. ” Ucap Neul Yong terus terang. Minho terpaku sesaat. Lalu detik berikutnya, ia sudah tersenyum dan tangannya menggenggam tangan Neul Yong.

“ Kau masih bingung ? ”

“ Ne..”

“ Gwenchana. Biar waktu yang akan menjawabnya. Tapi mulai sekarang, jangan pernah menghindariku lagi. Arrachi ? ”

Neul Yong tersenyum. Kemudian ia menganggukkan kepalanya, mengiyakan.

*****

Eunsoo terus saja memandang keluar jendela mobil. Menopang dagunya dengan tangan yang ia letakkan di penyangga pintu. Enggan sekali untuk menatap seseorang yang sekarang sedang mengendarai mobil Oppa nya ini. Semenjak mobil dijalankan, tidak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut mereka. Eunsoo tidak ingin membuka percakapan lebih dulu. Ia ingin sekali melihat Kibum yang mengajaknya berbicara.

“ Eunsoo-ssi ? ” Akhirnya Kibum memulai pembicaraan duluan. Eunsoo hanya menoleh sekilas lalu kembali lagi menatap luar jendela. “ Waeyo ? ”

“ Kau sudah berapa lama mengenal Neul Yong ? ” Tanya Kibum.

“ Hampir 2 tahun. ” Jawab Eunsoo yang masih tidak memandang Kibum. Tetap memandang jalanan yang ada diluar.

“ Oh. Begitu. ” Lalu keadaan kembali hening.

“ Kau tahukan kalau Minho menyukai Neul Yong ? ” Tanya Kibum. Ia sedikit kesal adik temannya ini tidak menatapnya bila sedang berbicara. Ia paling tidak suka diacuhkan seperti itu.

“ Ne. Aku tahu. ” Dan tiba-tiba Kibum menginjak rem mendadak. Membuat kening Eunsoo terantuk dasbor mobil. “ Aishhh, kenapa tiba-tiba rem mendadak ? ” Eunsoo mengelus-elus keningnya agar rasa sakitnya menghilang.

“ Bisakah kau menatapku ketika sedang berbicara ? Aku paling tidak suka diacuhkan. ” suara Kibum terdengar sedikit membentak. Eunsoo menghela nafas kemudian menatap Kibum, malas.

“ Aku memang suka seperti ini. ”

“ Huuh, apakah kau tidak punya...”

“ Aku punya sopan santun. Tapi memang ini kebiasaanku ketika aku sedang tidak punya mood untuk meladeni orang bicara. ” Eunsoo memotong pembicaraan Kibum sebelum ia sempat menyelesaikan pembicaraannya.

“ Dan jangan pernah memotong pembicaraanku. Karena aku belum selesai bicara. ” Bentak Kibum. Baru kali ini ia berani membentak seorang yeoja. Adikknya saja tidak pernah sekalipun ia bentak.

“ Oh, baiklah. Silahkan bicara sesukamu. Tapi jangan harap aku akan terus menanggapinya. ” Eunsoo balas membentak dan ia membuang mukanya. Kembali menopang dagunya dan menatap sesuatu dijalan. Untuk saat ini, ia tidak memikirkan bahwa ia amat menyukai namja yang ada disampingnya ini. Yang sekarang ada dipikirannya adalah bagaimana caranya ia pulang kerumahnya dan menghindar dari namja ini !

****

Eunsoo keluar dari mobilnya dan membanting pintunya. Kibum tidak tinggal diam. Dia turun juga dari mobil dan berteriak, “ YA ! Kau tidak menyuruhku masuk rumah ? ”

Eunsoo menoleh dan mendelik, “ Untuk apa kau masuk ? ”

“ Minho membawa motorku. Bagaimana aku pulang ? ”

“ Aisshh, baiklah. ”

“ Kau seperti tidak ikhlas. ”

“ Memang. ” Lalu Eunsoo berlalu dan meninggalkan Kibum yang menggerutu sebal. “ Aishh, Yeoja memang menyebalkan. ”

Eunsoo berhenti sebentar dan menoleh, “ Kalau mau masuk ya masuk. Jangan melamun saja ! "

****

“ Gomawo Oppa. Kau tidak mau mampir dulu sekedar untuk minum teh ? “ Tanya Neul Yong ketika turun dari motor.

“ Tidak usah. Aku harus buru-buru. Kau tahu sendiri kalau ini motor Kibum. Bisa-bisa aku dicekik olehnya karena terlalu lama meminjam. ”

“ Baiklah kalau begitu. Kalau begitu aku masuk dulu. Annyeong. ” Neul Yong melambaikan tangannya. Sebelum pergi, sekilas Minho tersenyum dan mengelus kepala Neul Yong, lembut. “ Istirahatlah. ” Dan kemudian ia menggas motornya menjauhi Neul Yong.

Neul Yong membalikkan tubuhnya dan mendapati Kyuhyun tengah menatapnya tajam dari arah pintu masuk. ‘ Ada apa dengan oppa ? ’ Neul Yong berjalan menghampiri Kyuhyun dan berdiri tepat dihadapannya. “ Oppa, ada apa ? “ Tanya Neul Yong.

Terlihat Kyuhyun menggelengkan kepalanya, “ Ah, ani. Kau pulang dengan siapa ? “

“ Dengan Minho Oppa. ”

“ Bukankah yang tadi itu motor Kibum ? ”

“ Iya. Minho Oppa sedang meminjamnya tadi. ”

“ Oh. Kalau begitu masuklah. Kau tidak kerja kan hari ini ? ”

“ Ne.. “

“ Baguslah. Aku ingin pergi ke supermarket. Persediaan makanan dikulkas sudah habis. Kau mau ikut tidak ? Atau mau jaga rumah saja ? ”

“ Aku ikut. Aku juga ingin membeli sesuatu. ”

“ Baiklah. Lebih baik kau cepat ganti baju. Aku akan menunggumu. ” Kyuhyun mendorong tubuh Neul Yong pelan yang membuat adiknya masuk kedalam rumah. “ 5 menit. Jangan terlalu lama. ” Lanjut Kyuhyun.

“ Neee..” Ucap Neul Yong sembari berjalan ke lantai dua.

*****

Kyuhyun dan Neul Yong sedang berada di Hyundai Market. Pusat perbelanjaan yang sangat besar di Korea. Kyuhyun tengah mendorong trolli dan melihat sekeliling super market itu. Mencari bahan-bahan yang sedang ia cari. Neul Yong berjalan disampingnya dan juga melihat-lihat barang-barang disekelilingnya.

Kyuhyun dan Neul Yong tengah berada di area pemotongan daging. “ Aku ingin kesana dulu mengambil daging sapi dan udang. Kau pergi liat-liat dulu saja. ” Ucap Kyuhyun. Lalu ia mendorong trollinya menuju bagian daging segar. Neul Yong mengangguk sekilas dan pergi melihat-lihat.

Tanpa sengaja, Neul Yong menabrak bahu seseorang yang cukup membuatnya meringis.

“ Ah, Mianhaeyo. Aku tidak sengaja. ” Ucap seseorang yang menabraknya itu.

“ Gwenchanayo. ” Ucap Neul Yong yang sedikit membungkukkan tubuhnya dan berjalan lagi. “ Neul Yong-ah..” Kyuhyun memanggilnya dari tempat yang tidak begitu jauh darinya. Melambaikan tangannya dan tersenyum. Neul Yong membalas senyuman itu dan segera menghampiri Kyuhyun. Begitu melihat belanjaan Kyuhyun, Neul Yong sedikit terperangah. Pasalnya sebelum ia berpisah dengan Kyuhyun, keranjang belanjaannya baru berisi 1 botol saus tiram, roti dan selai. Sekarang, sudah hampir ¾ dari keranjang itu penuh. 

“ Oppa, Kau beli apa saja ? Kenapa bisa sebanyak ini ? ” Tanya Neul Yong.

“ Ini untuk persediaan 1 bulan kedepan dan persiapan natal. Biar irit, aku membeli keperluan natal sekarang. Nanti saat tinggal beberapa hari sebelum natal, kita tinggal membeli barang-barang yang kurang. Biasanya saat natal kan, harga barang pokok sedikit naik ” Ucap Kyuhyun panjang lebar.

“ Yah tapi apa harus sebanyak ini ? Tidakkah ini sangat boros Oppa ? ”

“ Aniyo. Malah ini sebuah penghematan. ”

“ Terserah Oppa kalau begitu. ” Neul Yong mengedikkan bahunya. Sedikit heran dengan sifat Oppanya yang satu ini. Tapi walaupun aneh, ia sangat suka.

“ Katanya ada yang ingin yang kau beli ? Aku tidak melihat barang belanjaanmu sama sekali. ” Tanya Kyuhyun saat mereka sedang berjalan menuju kasir.

“ Sebenarnya sih tidak begitu penting oppa. Aku hanya ingin membeli snack. Persediaan snackku sudah habis sejak lusa. ”

“ Lebih baik kau beli saja. Mumpung kita lagi disini. ” Saran Kyuhyun.

“ Baiklah kalau begitu. ” Neul Yong pun menarik trolli tersebut dan pergi ke area makanan ringan. Neul Yong dengan segera mengambil semua jenis makanan ringan yang ia jumpai. Berlari ke sana kemari begitu melihat makanan yang ia suka.

Kyuhyun hanya tersenyum dan melihat kelakuan adiknya itu.

“ Kyuhyun-ssi ? ” Seseorang memanggilnya. Suara yang familier yang didengar. Kyuhyun mencari arah suara itu dan menemukan Yoonmi bersama dengan seorang yeoja paruh baya berada dijarak yang tidak begitu jauh dengannya. Kyuhyun menghampiri mereka dan membungkukkan badannya sedikit.

“ Annyeong haseyo Yoonmi-ssi. ” Sapa Kyuhyun.

“ Annyeong Kyuhyun-ssi. Sedang apa disini ? Oh iya, kenalkan ini eommaku. Eomma, ini Kyuhyun-ssi. Teman sekampus. ” Yoonmi memperkenalkan Kyuhyun kepada eommanya yang sedikit takjub melihat Kyuhyun.

“ Annyeong hasmimnikka ahjumma. Naneun Cho Kyuhyun Imnida. ” Kyuhyun membungkukkan tubuhnya dalam.

“ Annyeong Kyuhyun. Senang berkenalan dengan mu. ” Ucap Eomma Yoonmi.

“ Kyuhyun-ssi ? kau sedang belanja disini ? bersama siapa ? ” Tanya Yoonmi.

“ Oh. Dengan Neul Yong. Itu dia disana. Sedang mencari camilan. ” Tunjuk Kyuhyun kearah Neul Yong yang sedang memegang dua buah makanan. Ia terlihat sedang menimbang-nimbang mana yang harus ia beli.

“ Ah, iya. Neul Yong-ah ..” Panggil Yoonmi. Neul Yong yang mendengar dirinya dipanggil segera mencari sumbernya dan mendapati Kyuhyun sedang bersama dengan Yoonmi. Dan disamping Yoonmi ada seorang yeoja paruh baya. Neul Yong tersenyum melihat Yoonmi. Ia segera meletakkan kedua camilan tersebut kedalam keranjang dan berjalan menghampiri Yoonmi.

“ Eonni. Annyeong haseyo. ” Neul Yong membungkukkan tubuhnya ketika ia sudah berada didepan Yoonmi. Yoonmi tersenyum dan balas membungkuk.

“ Annyeong saengi. Oh iya, ini eomma ku. Eomma, Ini Neul Yong. Adiknya Kyuhyun. ” Yoonmi memperkenalkan Neul Yong kepada eommanya.

“ Annyeong haseyo. Naneun Shin Neul Yong Imnida. Bangapseumnida ahjumma. ” Neul Yong membungkukkan badannya dan ditanggapi oleh eomma Yoonmi. Ia menatap Neul Yong lama. Dan tatapannya itu menyiratkan sesuatu.

“ Kalau begitu kami permisi dulu, Yoonmi-ssi, Ahjumma. “ Kyuhyun membungkukkan tubuhnya dan menarik trolli tersebut. “ Annyeong Ahjumma, Yoonmi eonni. Sampai bertemu lagi. ” Neul Yong melambaikan tangannya dan tersenyum sebelum ia pergi menyusul Kyuhyun.

Yoonmi dan eommanya memandang punggung mereka berdua yang semakin jauh. Setelah tidak terlihat, Yoonmi mengajak eommanya untuk pergi juga. “ Yoonmi-ya.. ”

“ Ne eomma ? ”

“ Kenapa marga Neul Yong dan Kyuhyun berbeda ? Bukankah tadi kau bilang kalau Kyuhyun itu kakak Neul Yong ? ”

“ Ah, itu. Aku belum bercerita pada eomma rupanya. Kyuhyun dan Neul Yong sebenarnya bukan kakak beradik kandung. Mereka dengan satu orang lagi yang namanya Kibum, keluar dari panti asuhan dan ingin hidup sendiri. ”

“ Kasihan sekali mereka. Tapi aku senang. Sepertinya mereka sangat akur. ”

“ Ne eomma. Mereka semua saling menyayangi satu sama lain. ”

“ Yoonmi-ya..”

“ Ne ? ”

“ Lain kali ajak Neul Yong main kerumah ya.. ” Yoonmi sedikit heran. Baru kali ini eommanya menyuruhnya untuk membawa temannya kerumah. Bahkan yang baru saja beliau kenal. Biasanya harus ia duluan yang meminta ijin kepada ibunya untuk mengajak teman-temannya main kerumah.

“ Ah, ne eomma. ”

*****

Minho baru saja sampai didepan rumahnya ketika ia melihat sedikit ada pertengkaran kecil antara adiknya dan sahabatnya di pintu masuk.

“ Ya ! kenapa kau bersikap seperti itu ? Kau kan wanita. Tidak bisa lemah lembut sedikitkah ? ” Suara Kibum terdengar hingga garasi rumahnya.

“ Aku bisa. Tapi untukmu adalah pengecualian. ” Lalu suara adiknya yang kini terdengar. Bahkan lebih keras dari suara Kibum tadi. Minho hanya tersenyum mendengar pertengkaran mereka. ‘ Dasar. Bertengkar seperti anak kecil saja. ’ Lalu Minho berjalan menghampiri Kibum dan Eunsoo.

“ Hei kalian berdua. Apa yang sedang kalian ributkan disini ? ” Ujar Minho sembari memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.

“ Adikmu ini seperti laki-laki dalam tubuh wanita. Tidak ada lembutnya sama sekali. ” Balas Kibum dengan menunjuk Eunsoo. Eunsoo menepis telunjuk Kibum dari depan wajahnya.

“ Oppa, kenapa kau bisa punya teman laki-laki sekasar dia ? Memangnya tidak ada yang lain apa ? ” Eunsoo membuang muka. Tidak ingin menatap Kibum lebih lama.            

“ Aigoo aigo kalian ini. Sudahlah, aku pusing. Aku mau masuk. Kalian lanjutkan saja bertengkarnya. ” Minho berjalan diantara mereka.

“ Untuk apa aku membuang tenaga bertengkar dengannya ? Minho-ya, kemarikan kunci motorku. Lebih baik aku pulang. ” Kibum menengadahkan telapak tangannya dan meminta kunci motornya. “ Aku letakkan dimotornya. Tidak aku bawa. ” Kata Minho.

“ Baguslah kalau begitu. Rumahku jadi tenang bila tidak ada kau. ” Eunsoo pun berlenggang pergi meninggalkan Kibum dan menyusul Minho masuk ke rumah.

Kibum berdecak sebal. Lantas ia membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju motornya yang tidak terparkir jauh. ‘ Dasar yeoja menyebalkan.’

*****

Kibum membanting pintu rumahnya. Membuat Neul Yong terlonjak kaget dan hampir saja tersedak saat sedang minum. “ YA ! Kau mau membuatku mati ?! ” Teriak Neul Yong. Kibum tidak memperdulikannya dan segera menuju lantai dua. Terdengar juga pintu dibanting di lantai dua. “ Ada apa sih dengannya ? ” Ucap Neul Yong. Lalu ia kembali menegak minumnya.


“ Ada apa dengannya ? ” Tanya Kyuhyun menghampiri Neul Yong yang tengah duduk dikursi meja makan. Menikmati minumannya yang tadi sempat tertunda akibat tersedak.

“ Entahlah Oppa. Mungkin ia sedang kerasukan. ” Kyuhyun hanya ber-Oh ria lalu mengambil minuman dari kulkas. Ia duduk berhadapan dengan Neul Yong yang terlihat sangat menikmati minumannya.

“ Apa yang kau minum ? ” Tanya Kyuhyun lalu ia pun menengguk minumannya.

“ Igeo ? Teh hijau, oppa. Aku sedang diet. ” Jawab Neul Yong.

“ Diet ? Untuk apa ? Badannmu itu sudah kecil untuk apa diet ? ”

“ Aku merasa bagian pinggulku sudah banyak lemaknya. ” Ujar Neul Yong. “ Bagian pipi juga. ” Neul Yong menunjuk pipinya. “ Sudah terlihat chubby kan oppa ? ”

“ Tidak juga. Menurutku kau lebih lucu dengan pipi chubbymu itu. ”

“ Oppa, kau memuji atau meledek ? ” Neul Young memberengutkan bibirnya.

“ Hmm, mungkin... meledek ? ”Ujar Kyuhyun yang membuat Neul Yong semakin mengerecutkan bibirnya.

“ Aishh, Oppa ! “ Rengek Neul Yong.

“ Ahahaha. Aku hanya bercanda. ” Kyuhyun tertawa melihat tingkah adiknya ini. Jujur, melihat adiknya seperti ini membuat rasa lelah yang tadi sempat dideranya hilang begitu saja. Bagaikan uap air yang menghilang dengan cepat.

“ Hmm, Oppa. Boleh aku bertanya ? ” Neul Yong membuka pembicaraan lagi. Mencari topik agar suasana tidak terlalu hening.

“ Tanyakan saja. ” Ujar Kyuhyun santai.

“ Oppa kenal Yoonmi eonni kan ? Menurut oppa, Yoonmi eonni itu seperti apa ? ”

“ Yoonmi ? Shin Yoonmi maksdumu ? ”

Neul Yong mengangguk, “ Ne, Yoonmi eonni.”

Kyuhyun terlihat berpikir sejenak lalu berkata, “ Yoonmi orang yang menarik, cantik dan baik. Juga sopan. ”

Neul Yong sedikit menerawang, apakah Kyuhyun tertarik pada Yoonmi ? Apakah mungkin ia bisa mendekatkan Oppa dengan Eonninya ini ?

“ Oppa... Suka dengan Yoonmi eonni ? ” Tanya Neul Yong pelan.

Kyuhyun menaikkan satu alisnya, terlihat heran. Itu pertanyaan atau sebuah pernyataan ? “ Apa maksudmu, Neul Yong-ah ? ”

“ Hmm, maksudku, tidakkah oppa tertarik dengan Yoonmi eonni ? ”

“ Tertarik ? Aku bahkan tidak pernah memikirkan sedikitpun masalah wanita. Yang sedang aku pikirkan adalah bagaimana aku lulus dengan nilai yang baik dan bisa punya pekerjaan tetap, tidak seperti sekarang ini. Dan tentunya membuat hidup kita bertiga jadi lebih baik. ” Ucap Kyuhyun yang membuat Neul Yong terdiam sejenak. Memikirkan perkataan kakaknya barusan.

“ Tidak pernah memikirkan wanita sedikitpun ? ” Tanya Neul Yong. Ia ingin memastikan perkataan kakaknya ini. Karena ia teringat dengan kejadian beberapa bulan lalu. Ketika Kyuhyun membeli sebuah kalung yang katanya akan diberikan kepada wanita yang disukainya.

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Heran dengan adiknya yang satu ini. Tumben sekali ia menanyakan masalah perempuan kepadanya. “ Tidak. ” Jawab Kyuhyun singkat. “ Lalu bagaimana hubunganmu dengan Minho ? Aku lihat kalian semakin dekat. ”

Neul Yong terdiam. Ia masih belum mau menceritakan sesuatu hal tentang Minho pada Oppanya. Ada suatu perasaan yang membuatnya enggan menceritakannya. “ Ah, baik-baik saja. Minho Oppa orang yang baik dan..perhatian. ”

“ Oh, begitu. Baguslah. ” Kyuhyun kembali meneguk minumannya. Meredam sedikit emosi yang sempat muncul dalam dirinya. Ia tidak begitu suka melihat Neul Yong terlalu dekat dengan Minho. Melihat Minho menatap Neul Yong seakan Neul Yong adalah miliknya.

Neul Yong menatap Oppanya yang ia pikir sekarang sedikit aneh. Bukan sekarang saja, melainkan saat Minho mulai dekat dengannya. Apakah Kyuhyun... Ani, ani. Tidak mungkin oppanya seperti itu. Ia adalah adiknya Kyuhyun, walaupun bukan adik kandung tetapi sudah pasti Kyuhyun menganggapnya sebagai adik. Mungkin Kyuhyun sedikit aneh karena melihat adiknya dekat dengan namja selain ia dan Kibum. Mungkin seperi itu.

“ Hmm, oppa. Kalau begitu aku duluan ya. Aku banyak tugas dari sekolah. Kalau begitu, Annyeongi jumuseyo. Semoga mimpi yang indah ya oppa. ” Neul Yong beranjak dari Kursinya dan ingin menaruh gelasnya didapur. Namun ketika ia sampai disamping Kyuhyun, Kyuhyun menggenggam erat lengannya. Membuat Neul Yong berhenti dan menatap heran Kyuhyun.


“ Ada apa oppa ? ”

“ Tak bisakah kau melihat diriku sebagai seorang namja ? ” Ujar Kyuhyun yang tengah menatap meja makan dan kemudian menatap tajam Neul Yong. Neul Yong mengerjap-ngerjapkan matanya. “ oppa tadi bicara apa ? ”

“ Ah, ani. Lupakan saja. ” Kyuhyun lalu berdiri dan melepaskan cengkeramannya. Mencium kening adikknya dan tersenyum, “ Annyeongi Jumuseyo nae yeodongsaeng. Mimpi yang indah. ” dan Kyuhyun pun berjalan perlahan meninggalkan adiknya. Neul Yong membalikkan tubuhnya dan menatap punggung Kyuhyun. Tangannya dengan perlahan mengangkat dan memegang kening yang sempat dicium oleh kakaknya itu. ‘ Oppa..’

*****

Cuaca sudah semakin dingin. Di korea selatan sudah memasuki musim dingin. Membuat sebagian orang enggan keluar rumah. Seperti biasanya, Kyuhyun mengantarkan Neul Yong kesekolah. Dan hari ini pun menjadi hari yang sangat mendebarkan bagi Kyuhyun. Ia akan sidang. Dan itu sangat menentukan apakah ia akan lulus atau mengulang.

Neul Yong turun dari motor lalu memberikan helmnya kepada Kyuhyun. “ Oppa, kau harus semangat. Jangan sia-siakan usaha kerasmu selama ini ! “ Ucap Neul Yong sembari merapikan letak syal yang ada dileher Kyuhyun. Kyuhyun memperhatikan tangan mungil Neul Yong yang sekarang tengah merapikan syalnya sembari mendengarnya berbicara.

“  Aku yakin kau pasti lulus dengan nilai yang baik. Oppa, FIGHTING ! ”Neul Yong mengepalkan tangannya dan menunjukkan semangatnya pada Kyuhyun.

“ Gomawo. Aku tidak akan mengecewakan kalian. Kau juga sudah kelas 3. Sebentar lagi kau akan lulus, pikirkan masa depanmu juga. Ara ? ”

Neul Yong mengangguk, “ Ne oppa. Aku juga tidak akan kalah darimu. ” Kyuhyun tertawa dan mengacak-acak rambut Neul Yong. “ Itu baru adikku. Sudah sana. Lebih baik kau masuk. ”

“ Baiklah oppa. Nanti kau tidak usah menjemputku. Annyeong. ” Neul Yong melambaikan tangannya dan berjalan berbalik. Setelah melihat Neul Yong menjauh, Kyuhyun memakai helmnya dan menstarter motor. Ketika ia mulai menggas motornya, Neul Yong berteriak memanggilnya. “ Oppaaaaa, FIGHTING ! ” sembari mengangkat kedua tangannya yang terkepal keatas. Kedua sudut bibir Kyuhyun tertarik keatas. Dan ia balas mengangkat kedua tangannya keatas.

****

“ Neul Yong, kau sudah memikirkan tentang kado natal nanti ? ” Ujar Eunsoo sebelum ia memasukkan mie ramen kedalam mulutnya.

“ Hmm, belum. Aku masih bingung akan memberikan apa pada Kibum oppa, Kyuhyun oppa, Yoonmi eonni, kau juga kakakmu nanti. ”

“ Kau juga memikirkan hadiah untukku ? ”

Neul Yong mengangguk lalu menyeruput teh hijau yang dibawanya dari rumah. Ia sedang serius menekuni dietnya. Karena itu, ia sedikit menegak ludah melihat Eunsoo dengan lahapnya makan ramen.

“ Kau tidak usah repot-repot. Aku hanya ingin tas burberry kok. Itu saja. ”

“ Burberry ? kau bercanda ? Tas itu harganya lebih mahal dari 1 kali gajiku. Kau mau merampokku ? ”

“ Ahahaha. Hanya bercanda, hanya bercanda. Aku menerima apapun yang akan kau berikan kok. ”

“ Huuh, lalu hadiah apa yang harus aku berikan pada yang lainnya ? ”

“ Aku usul lebih baik kau memberi hadiah yang kau buat sendiri. ” Ujar Eunsoo.

“ Yang ku buat sendiri ? ”

Eunsoo mengangguk, “ Kau kan pandai membuat kerajian, kau buat saja rajutan dari wol. Aku pikir akan bagus nanti. ”

“ Hmm, mungkin itu ide bagus. Baiklah kalau begitu, sepulang kerja nanti akan aku beli peralatannya. ”

“ Yep. Itu bagus. ”

“ Lalu, kau sendiri sudah memutuskan apa yang akan kau berikan pada Kibum Oppa ? ” Tanya Neul Yong yang membuat Eunsoo tersedak. “ Aishh, kau ini. Cepat minum ini. ” Neul Yong memberikan segelas air putih untuk Eunsoo. “ Huuh, leganya..” gumam Eunsoo.

“ Jadi apa hadiahmu untuk Kibum Oppa ? ” Tanya Neul Yong lagi. Eunsoo terdiam. Tampak berpikir. “ Aku tidak tahu, Neul Yong-ah. Akhir-akhir ini, hubunganku dengan Kibum Oppa sedikit tidak baik. Aku bertengkar beberapa hari yang lalu saat dia yang mengantarkanku kerumah. Mungkin aku sudah dicap sebagai yeoja aneh. ” Ungkap Eunsoo sedih. Neul Yong menghela nafas sejenak dan kemudian ia mengelus punggung temannya itu.

“ Kau tidak usah khawatir. Oppaku bukan orang yang gampang mencap seseorang. Ia akan berpikir ulang sebelumnya. Kau harus tetap berusaha, ara ? ”

Eunsoo mendesah panjang, “ Gurae. Kau benar. Aku harus tetap berusaha. ” Neul Yong tersenyum melihat temannya sudah bersemangat lagi, “ itu baru namanya Choi Eunsoo. ” Eunsoo menatap Neul Yong dan membalas senyuman.

“ Jadi, kalau aku boleh memberikan saran, kau sebaiknya memberikan tas pada Kibum Oppa. Dia sangat menginginkan tas baru. Tidakkah kau perhatikan tas yang selalu dipakainya sudah kotor dan terlihat lusuh sekali ? Asal kau tahu ya, tas itu sudah ia pakai semenjak ia kelas 1 SMA. ” Kata Neul Yong dengan sedikit nada mendramatisir agar membuat Eunsoo terlihat kasihan pada Oppanya itu dan mau membelikan Tas. Hitung-hitung ia tidak usah membelikan tas lagi untuk Kibum.

Eunsoo terlihat berpikir. Tangannya yang sedari tadi ia pakai untuk memegang sumpit, sekarang ia gunakan untuk menumpu dagunya. “ Tas ya....”

****

Neul Yong sedang harap-harap cemas sekarang. Pasalnya, Kyuhyun dan juga Yoonmi yang hari ini sedang sidang belum memberikan kabar sedikitpun kepadanya. Ia sedari tadi bekerja namun konsentrasinya terpecah. Membuat ia dapat teguran dari atasannya karena tidak begitu peduli dengan customer. Tangannya terus berpindah ke saku bajunya setiap 5 menit sekali. Mengecek apakah ada sms ataupun telfon masuk.

Sampai akhirnya jam pulang kerja selesaipun tidak ada satu sms masuk dari mereka berdua. Hanya ada sms masuk dari Minho yang akan mengatakan akan menjemputnya. Setelah menunggu beberapa menit di lobi, Minho pun datang menjemput. Neul Yong segera masuk dan memasang set beltnya. “ Oppa, kita langsung pulang ya ? ”

“ Baiklah. Tapi kenapa kau terlihat cemas sekali ? ” Ujar Minho sembari ia menjalankan mobilnya.

“ Kyuhyun Oppa belum memberi tahuku tentang hasil sidangnya. Aku sudah menunggunya seharian tapi ia tidak mengabariku. ”

Minho mengerutkan keningnya. Entah mengapa ia selalu merasa kesal mendengar Neul Yong menyebut nama Kyuhyun. “ Oh, Begitu. ” Lalu keadaan pun hening. Neul Yong hanya memandang keadaan disekitar jalan raya dan Minho fokus menyetir. Dan waktu terasa begitu cepat dan Minho telah memarkirkan mobilnya tepat didepan rumah Neul Yong. Neul Yong bergegas membuka set beltnya lalu membuka pintu mobil namun sebelum itu, ia menatap Minho. “ Oppa, Gomawoyo sudah menyempatkan diri menjemputku. ” Neul Yong membungkukkan kepalanya sedikit sebelum ia keluar dari mobil. Namun langkahnya tertahan melihat Minho menggenggam tangannya. “ Neul Yong...”
Neul Yong membalikkan tubuhnya dan kembali duduk, “ Ne oppa ? ” Kemudian Minho menarik Neul Yong dan memberikan sebuah kecupan dikening. “ Istirahatlah yang cukup. Dan selamat malam. ” Minho tersenyum lalu melepas genggamannya. Neul Yong mengerjapkan matanya lalu terlihat gugup, “ N..ne oppa. Selamat malam juga. ” dan akhirnya ia turun dan menutup perlahan pintu mobil. Melambaikan tangan sedikit ketika Minho mulai menggas mobilnya. Melihat mobil Minho sudah menjauh, barulah ia membalikkan badan dan masuk kedalam rumahnya.

Ia hampir lupa tentang kecemasannya pada hasil sidang Kyuhyun ketika ia sudah mengganti sepatunya dengan sendal rumah. Ia segera berlari keruang tamu dan melihat Kyuhyun dan Kibum terdiam. Firasatnya tidak enak. Suasana yang tidak mengenakan menyelimuti mereka bertiga. Neul Yong berjalan perlahan mendekati Kyuhyun. Ia kemudian mengambil tempat disamping Kyuhyun dan menyentuh pergelangan tangan Kyuhyun, “ Oppa, bagaimana hasilnya ? ”

Dilihatnya Kyuhyun hanya menghela nafas dan menatap Neul Yong sendu. “ Oppa...” Neul Yong tahu keadaan ini. Ia ingin sekali menangis. Air matanya sudah menggenang dipelupuk matanya. Hanya dengan sekali kedipan, air mata itu akan turun.

“ Ada apa Neul Yong ? ” Tanya Kyuhyun.

“ Oppa.. Kau jangan sedih ya. Hiks hiks. ” Jawab Neul Yong yang sudah mulai terisak.

“ Sedih kenapa ? ”

“ Hiks. Hiks.. Aku tahu kau sudah berusaha sekuat tenaga, tapi oppa tidak boleh sedih ya. Masih ada 1 tahun lagi Oppa. ”

“ Apa maksudmu Neul Yong ? ” Tanya Kyuhyun yang pura-pura tidak mengerti dan memasang tampang heran.

“ Bu..Bukankah.. Bukankah oppa tidak.. Lulus ? ” Neul Yong malah terlihat bingung.

“ Hmpphh” Terdengar suara yang seperti menahan tawa. Neul Yong menoleh dan menautkan alisnya. Pasalnya ia melihat Kibum seperti orang yang sedang menahan tawa. “ Ada apa denganmu ? Kenapa kau menahan tawamu seperti itu ? ”

“ Ahahahaha. Shin Neul Yong.. Kau itu bodoh sekali ya. Ahahaha. ” Kibum tertawa begitu kerasnya sambil memegangi perutnya. Meringkuk menahan sakit akibat tertawaannya. Neul Yong semakin heran. Ia kembali menatap Kyuhyun dan melihat Kyuhyun tersenyum. “ Oppa, aku tidak mengerti. Ada apa sih sebenarnya ? ” Tanya Neul Yong yang semakin terlihat bingung.

“ Kenapa kau pikir oppa tidak lulus, hmm ? ”

“ Hah ? Jadi.. Oppa lulus ? ”

“ Tentu saja. Oppamu ini kan pintar. Tidak mungkin tidak lulus kan ? ” Kyuhyun menarik sudut bibirnya. Tidak tahan untuk tidak tersenyum melihat kelakuan adiknya ini. Neul Yong dibuat terperangah. Pasalnya tadi ketika melihat semuanya oppanya terdiam dengan wajah yang tidak mengenakkan semua. “ Jadi maksudnya.. Kalian semua menipuku ? ”

Terlihat Kyuhyun dan Kibum terkikik geli. Neul Yong mendengus kesal. Ia menghapus kasar air mata dengan punggung tangannya. Berdiri, menghentakkan kakinya lalu berteriak, “ Aku benci kalian semua. ” Lalu ia berlari menuju kamarnya.

Kyuhyun dan Kibum berhenti terkikik. “ Kau sedikit keterlaluan, Kibum. ” Ujar Kyuhyun.

“ Hyong sendiri juga begitu. Kan hyong sendiri yang ingin menjahili Neul Yong. ” Kyuhyun terlihat menghela nafas. Lalu ia berdiri dan menyusul ke kamar Neul Yong.

TOK TOK TOK

“ Neul Yong, Boleh aku masuk ? ” Tidak ada jawaban dari dalam. Akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk masuk. Dilihatnya Neul Yong menutup wajahnya dengan bantal. Dan terdengar isakan tangis. Kyuhyun mendesah lalu duduk ditepi ranjang.

“ Neul Yong.. Mianhae. Oppa salah tadi karena membuatmu cemas. Oppa minta maaf, ne ? ” Terlihat Neul Yong membuka bantal yang menutup wajahnya dan beranjak duduk. Menatap Kyuhyun tajam dengan air mata yang masih meleleh dipipinya.

“ Kau jahat oppa. Tidak tahukah kau kalau aku begitu cemas sejak bekerja tadi ? Menunggu kabar darimu namun kau tidak kunjung mengabariku. Hiks. Aku sudah begitu cemas begitu melihat raut wajahmu tadi. Tapi kau ternyata malah mengerjaiku. Hiks Bagaimana aku tidak marah kau seperti itu ? Hiks Hiks.” Ucap Neul Yong sambil terisak. Ia tidak habis pikir. Ia sudah hampir mati karena cemas tentang keadaan oppanya, ternyata oppanya itu mengerjainya.

Kyuhyun menarik tangan Neul Yong dan merengkuhnya kedalam pelukannya. “ Mianhae Neul Yong. Jeongmal Mianhae. ” Kyuhyun mengelus lembut rambut panjang Neul Yong yang terurai. Mencoba merendamkan tangis Neul Yong.

Neul Yong menenggelamkan wajahnya didada bidang Kyuhyun. Mencoba meresapi setiap gerakan lembut Kyuhyun dan juga hangat tubuhnya. Ia selalu suka dengan wangi Kyuhyun. Membuatnya begitu tenang dan damai. Perlahan tangannya pun terangkat dan membalas pelukan Kyuhyun. Menikmati wangi tubuhnya. “ Kau mau memaafkan oppa kan ? ”

Neul Yong mengangguk dalam pelukannya. Ia tidak ingin bermusuhan lagi dengan Oppa kesayangannya ini. Sudah cukup kemarin membuat Oppanya sedikit frustasi dengan sikapnya yang dingin. Neul Yong sungguh tidak tega bila marah terlalu lama dengan Kyuhyun. Ia terlalu sayang dengan Oppanya ini. “ Oppa...”

“ Hmmm ? ”

“ Chukkaeyo. Selamat atas kelulusanmu. Aku sangat bangga padamu, Oppa. ”

“ Hmm.. Gomawoyo. ” kata Kyuhyun yang masih saja membelai lembut rambut Neul Yong. Menghirup rambut Neul Yong yang wangi shampo khasnya sendiri. Wangi mint. Terasa sangat menyegarkan. Sudah lama ia tidak memeluk adiknya seperti ini.

Begitu lama mereka berpelukan sampai akhirnya Kyuhyun mendengar dengkuran halus. Neul Yong tertidur dalam pelukannya. Mungkin lelah sehabis menangis. Kyuhyunpun melepas pelukannya dan membaringkan Neul Yong. Menyelimutinya hingga batas dagu. Ia menatap Neul Yong dengan pandangan penuh kasih. Mengelus lembut pipi Neul Yong. Tersenyum melihat adik kecilnya yang sudah beranjak dewasa ini. Lalu ia mencium kening Neul Yong, merambat kehidung Neul Yong dan terakhir menyentuh bibir mungil Neul Yong.

Namun Kyuhyun terhentak kaget. Ia segera melepas ciuman itu. Apa yang ia lakukan ? Mencium bibir adiknya sendiri ? Apa yang tengah dipikirkannya ? Kyuhyun segera berdiri dan berbalik. Meninggalkan Neul Yong yang terlelap. Tapi langkahnya terhenti melihat Kibum tengah berdiri diambang pintu. Terdiam dan menatapnya tajam.

“ Oh, Kibum. Ada apa ? ” Kyuhyun mencoba untuk tidak panik dan bersikap tenang. Dilihatnya sorot mata Kibum masih tajam. “ Aniyo. Aku hanya ingin melihat keadaan Neul Yong. Ternyata ia sudah tidur. ”

“ Ne. Ia baru saja tidur. Lebih baik kau juga tidur. Masih ada kuliah besok bukan ? ” Kyuhyun pun berjalan melewati Kibum dan masuk kedalam kamarnya yang tepat disamping kamar Neul Yong. Kibum menatap tajam punggung Kyuhyun yang baru saja hilang dibalik pintu  . Didalam benaknya masih terpikirkan kejadian yang baru saja ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. 

TBC

Konflik yang sebenarya baru akan dimulai dipart ini...

Ehehehe.. TBC dulu yah... aku beum tahu kapan post yang lainnya lagi.. aku harap kalian gak bosen-bosen baca FF ku yang makin lama makin gaje ini ya.. RCL jangan lupa.. Aku menantikan banyak coment tentang FF ku ini supaya makin lama bisa perbaikin FF nya.. ehehehe
Aku berikan sedikit gambaran tentang part 7B nya ya :

NEXT CHAPTER

" Oh, itu foto ketika aku bayi ,Eonni. Waeyo ? "

" Choi Eunsoo... Kau...."

" Aku mencintainya Kibum. Sangat mencintainya."

" Neul Yong milikku seutuhnya dan tidak akan pernah ada yang boleh merebutnya dariku ! "

Nah, gimana gimana teasernya ? bikin penasarankah ? ehehehe
itu cuman gambaran aja tentang part 7B nya kok. entah nanti sama atau enggak.. 
Jangan lupa Komment ya ... :)
Gamsahamnida*Bow 90derajat..

11 comments:

  1. makin seru aja ceritanya... ditunggu kelanjutannya..

    ReplyDelete
  2. Waw... Seru nih bakalannya.. Lanjutannya ASAP ya eon~!

    ReplyDelete
  3. kapan nih ff part 7 nya di post ?
    udh penasaran & ga sabar nih.....

    ReplyDelete
  4. part 7 cepet di publish dooong :)
    Hwaiting !!!

    ReplyDelete
  5. part 7 nya mana niih??
    udah lamaa banget nunggu nya!

    ReplyDelete
  6. Wahh makin penasaran sama lanjutannya, daebakk chingu :D

    ReplyDelete
  7. A-yo dong lanjutin ffnya udah hampir lumutan nih nunggunya
    #lebay

    ReplyDelete
  8. part 7 nya mana?? gak sabar..
    udah bln agustus nih..
    pengen baca lnjutanx...
    yg semangat tulisnya ya..!!

    ReplyDelete
  9. gak sabar nunggu part 7 nya..
    lnjutin dong ff nya.. semangat!!

    ReplyDelete

Jangan lupa tulis nama kalian sebelum komentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KAMSAHAMNIDA

Profile

My photo
Pangkalan Bun, Kalteng, Indonesia
Saya buat BLOG ini untuk berbagi dengan teman-teman penjelajah dunia maya.... WELCOME TO MY BLOG :)