Thursday, October 27, 2011

FF - Something//SHINee-Super Junior II

oleh MutiaMia Andara
TITLE                  : Something
MAIN CAST         : Key (SHINee) as Kim Kibum
                             Kyuhyun ( Super Junior ) as Cho Kyuhyun
                             Minho ( SHINee ) as Choi Minho
                             Shin Neul Yong (OC’s)
OTHER CAST       : Temukan sendiri dalam FF
LENGTH                : CHAPTERED
GENRE                  : Family, Friendship, Romance
RATING               : PG +16
AUTHOR              : MutiaMia Andara (#OnDuMi(FF)#)
DISCLAIMER       : Semua cast punya orang tuanya masing2 kecuali Shin Neul Yong dan Ontehr Cast nanti nya..
I hate SIDERS and don't be PLAGIATOR
PREVIOUS
             Neul Yong merasa tidak nyaman. Dan ia merasa orang itu mendekat kearahnya. Neul Yong bergeser menjauh. Namun semakin menjauh, orang itu semakin mendekatinya. Neul Yong berlari dan ternyata orang itu mengejarnya. Neul Yong panik. ‘ Astaga. Ya tuhan tolong aku.’

            Dalam keadaan panik dan masih berlari, Neul Yong mengambil ponselnya dan segera menelfon siapapun yang ada dideret no 1 dial CALL nya. Menempelkan ponsel itu ketelinganya. Nada sambung terdengar.

            “ Ayo, cepat angkat ! ” Neul Yong masih berlari dan sempat menoleh kebelakang. Orang tersebut semakin mendekat. Neul Yong semakin mempercepat larinya. Setelah menunggu lama, akhirnya telfon tersambung, “ Yeoboseyo ? ” terdengar suara dari seberang telfon.

            Neul Yong bernafas lega. Belum sempat menjawab, tiba-tiba...

 “ KYAAAAAAAAAAAA !!! ”
NEXT CHAPTER
        Orang itu sudah berada persis didepan Neul Yong. Membuat Neul Yong berhenti dan berteriak. Matanya membelalak melihat orang itu. Neul Yong melangkah mundur, dan kemudian ia mulai berlari lagi. Neul Yong semakin panik. Orang itu masih mengejarnya.

            Masih dengan ponsel menempel ditelinganya, “ Yeoboseyo ? Yeoboseyo ? YEOBOSEYO ?! “ Neul Yong terlihat Emosi. “ Tolong ! siapapun yang ada disana, Tolong Aku. ” Neul Yong sudah hampir menangis. Tanpa disadari, Neul Yong memasuki gang  yang sempit dan gelap. Tanpa ada pencahayaan disana.

            Neul Yong menoleh kebelakang dan dilihat orang itu masih saja mengejarnya. Masker yang menutupi mulutnya itu sudah terbuka dan terlihat seringaian menyeramkan dari bibir itu. Neul Yong semakin ketakutan. “ Tolong aku ! Siapapun yang ada diseberang telfon tolong aku ! Aku ada di gang no 2 dari Lotte Mart. Tolong ! TOLONG !” Neul Yong memperkeras suaranya.

            Ia semakin berlari dengan kencang walaupun nafas nya sudah tercekat. Paru-parunya begitu sakit seakan memaksa oksigen untuk masuk lebih banyak kedalamnya. “ Astaga ! ” Neul Yong mengehentikan larinya karena yang terlihat adalah jalan buntu. Tanpa ada satu jalanpun. Ia terjebak.

            Neul Yong membalikkan badannya dan dilihatnya orang itu juga berhenti. Orang itu tidak terlihat kelelahan walaupun sudah berlari. Orang itu menatap Neul Yong sinis. ‘ Aku tidak kenal orang ini. Siapa dia ? Mau apa ? ’ Batin Neul Yong.
          Neul Yong berjalan mundur. Bermaksud untuk menghindar dari orang yang sedang ada didepannya ini. Tubuhnya menempel ke tembok yang ada dibelakangnya. “ KAU SIAPA ? APA YANG MAU KAU LAKUKAN ? ” Teriak Neul Yong. Orang itu menyeringai. “ Aku ? Aku hanya ingin sedikit bermain-main dengan kau, gadis cantik. ” Kata orang itu yang ternyata seorang namja.

            Namja itu semakin mendekat kearahnya. Neul Yong terduduk. Air mata sudah mengalir deras di pipinya yang putih itu. Neul Yong menutupi kepala dengan kedua tanganya. Menutup mata. Berharap mendapat ampunan dari orang itu.

            Namun tiba-tiba terdengar hantaman yang sangat keras. Neul Yong membuka matanya dan dilihat namja itu jatuh tersungkur. Terlihat seorang namja dengan wajah samar-samar terkena cahaya lampu. Neul Yong tidak bisa melihatnya dengan jelas karena pandangannya kabur oleh air mata.

            “ Mau apa kau dengannya ? ” Suara yang familiar terdengar. Neul Yong pernah mendengar suara ini.

            “ Ak..aku..aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya..” ucap namja itu terbata-bata.

            “ Hanya apa ? ” Tantang namja itu.

            “ Ah.. Ani..” Dilihatnya lelaki itu berdiri dan segera kabur. Namja itu menatap sinis lelaki itu. Setelah melihat lelaki itu berjalan cukup jauh, namja itu mengampiri Neul Yong yang terdiam. Suara isakan masih terdengar sekali.

            Namja itu menyamakan tubuhnya denga Neul Yong kemudian mengangkat wajah Neul Yong yang tertunduk. “ Nan gwenchana ? ” Tanya namja itu halus. Ia memegang kedua pipi Neul Yong dan menghapus air matanya.

            “ Minho-ssi ? ” Ucap Neul Yong disela isak tangisnya.

            Minho tersenyum, “Gwenchana ? ” Ulangnya lagi. Dilihatnya Neul Yong mengangguk. Minho terlihat lega. “ Ayo kita pulang. ” Ajak Minho. Ia membantu Neul Yong berdiri, merangkulnya lalu membawanya pergi dari tempat itu.

****

            Di mobil Neul Yong tertidur pulas. Minho tidak tega membangunkannya. Padahal sudah dari tadi mereka sampai didepan rumah Neul Yong. Menatapi wajah yeoja itu yang begitu tenangnya tertidur setelah kejadian mengerikan yang baru saja di alaminya tadi. Minho bernafas lega. ‘ Untung saja tidak terjadi apa-apa padanya. ’

            Neul Yong bergumam tidak jelas. Minho tersenyum melihatnya.’ Lebih baik aku angkat dia kerumah. ’ Kemudian Minho membuka pintu mobilnya, berjalan perlahan memutari mobilnya. Membuka Pintu sebelah Neul Yong. Mengangkatnya perlahan dengan gaya Bridal Style.
         
            Neul Yong terkulai lemas di dada bidang Minho. Sampai tepat di pintu masuk, Minho menekan bel. Terdengar derap langkah kaki menuruni tangga. Pintu itu terbuka dan dilihatnya Kibum dengan wajah cemasnya itu.

            “ Minho ? ” Kibum terlihat heran. “ Kenapa kau…” Sebelum kalimatnya selesai, Kibum menyadari apa yang sedari tadi ada dihadapannya. “ Neul Yong ? ” Kibum membelalakkan matanya yang sipit(?) itu.

            “ Astaga ! Ayo bawa dia masuk. ” Kibum memperlebar pintu masuk dan membiarkan Minho berjalan melewatinya. Kibum menutup pintu dan berkata, “ Bawa dia langsung ke kamarnya. ”

            Kibum berjalan melawati Minho, menunjukkan kamar Neul Yong dilantai dua. Kibum membuka pintu kamar dan Minho kemudian meletakkan perlahan Neul Yong diranjangnya. Menyelimutinya sampai ke batas dagu. Lalu Minho dan Kibum meninggalkan Neul Yong sendirian.

            “ Kenapa Neul Yong bisa bersamamu ? ” Tanya Kibum yang berjalan persis dibelakang Minho. Mereka mulai menuruni tangga dan berjalan ke ruang tamu. Belum ada jawaban yang keluar dari mulut Minho. Ia masih terdiam dan kemudian merebahkan tubuhnya yang besar itu ke sofa.

            “ Ia hampir saja di lecehkan oleh namja breng*** itu.” Jawab Minho.

            “ Mwo ? dilecehkan ? ” tanya Kibum tidak percaya.

            Minho mengangguk pelan. “ Jangan sampai kau menanyakan kejadian itu lagi padanya. Aku takut dia jadi syok.”

            Kibum terdiam. Bagaimana bisa ia membuat adiknya hampir mengalami kejadian seperti itu ?

            Minho kemudian bertanya, “ Hyong mu ada dimana ? ”

            “ Kyuhyun Hyong maksudmu ? Dia sedang pergi mencari Neul Yong. Lebih baik aku telfon dia sekarang. ” Kibum mengambil ponsel disaku celana piamanya. Belum saja ia menekan tombol CALL, pintu rumah terbuka. Terdengar langkah kaki perlahan.

            “ Hyong ! ” Panggil Kibum. Kyuhyun segera menghampiri Kibum. Wajahnya terlihat pucat dan cemas. “ Kau sudah menemukan Neul Yong ? ” Tanyanya.

            Kibum mengangguk, “ Ia sudah ada dikamarnya Hyong. Tertidur.

            “ Jeongmal ? ”

            “ Ne. Minho yang menemukannya. “

            Tatapan Kyuhyun langsung berpaling kearah Minho yang sedang duduk disofa. ‘ kenapa harus dia ? ’ Batin Kyuhyun.

            “ Katanya Neul Yong hampir saja dilecehkan seorang namja yang gak dikenal.” Ucap Kibum. Kyuhyun langsung berlari ke lantai dua. Ke kamar Neul Yong.

            Kyuhyun membuka dengan perlahan pintu kamar Neul Yong. Dilihatnya Neul Yong tertidur pulas. Kyuhyun berjalan perlahan mendekatinya lalu duduk ditepi ranjang. Melihat wajah yang tenang itu sedang tertidur membuat dirinya merasa lega.

            Dengan perlahan tangan besar itu mengarah ke pipi lembut Neul Yong. Mengelusnya perlahan, “ Neul Yong-ah.. Kau jangan pernah membuat diriku khawatir lagi ya. Aku sangat takut terjadi apa-apa padamu. Aku berjanji, akan selalu menjagamu. Dan tidak akan melihatmu menangis lagi.”Kyuhyun kemudian mengecup pelan kening Neul Yong sebelum akhirnya beranjak pergi.

****

            Matahari sudah berada disinggasananya lagi. Neul Yong membuka matanya perlahan. Bangun dari tidurnya. Sebelah tangannya menutup kedua matanya. Menghindari sinar matahari yang menyorot tajam lewat jendela kamarnya itu.

            “ Jam berapa sekarang ?” Neul Yong melihat kearah jam dindingnya itu. Matanya terbelalak. “ MWO ? Jam 9 ? ” Neul segera berdiri, membuka matanya dan berlari.

            “ OPPAAA ! ” Teriak Neul Yong sambil menuruni tangga. Tidak ada orang yang menyahut. Neul Yong melihat ke ruang tamu namun kosong. Lalu melihat ke dapur, juga kosong. Ia berlari ke arah garasi, semua motor sudah tidak ada.

            “ Aiish.. Kenapa tidak ada yang membangunkanku ? Aku jadi gak sekolah kan ?! ” Neul Yong menghentakkan kakinya dengan kesal. Neul Yong berjalan masuk lagi dengan emosi yang sudah diubun-ubun.

            ‘KRUYUUUUK’

            Neul Yong terdiam. Dengan refleks ia memegang perutnya itu. “ Lapar.” Katanya.

            Berjalan perlahan kedapur. Kemudian membuka tudung saji(?) yang ada dimeja makan. Matanya berbinar-binar. Rasa marah yang tadi menggerogoti dirinya hilang begitu saja melihat makanan yang sudah tersaji disana. “ Oppa-oppa ku ini ternyata baik juga. Walaupun sudah  membuatku kesal.” Neul Yong duduk dan kemudian makan dengan lahap.

****

         
              “ Aish.. bosaaaaaan. ” Neul Yong membanting tubuhnya ke atas sofa. Ia sudah berkali-kali mengganti channel TV tapi tetap tidak ada yang seru. Ia menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa dan menatap langit-langit. Pikirannya sedang melayang ke kejadian kemarin malam.
            “ Kenapa aku bisa ada ditempat tidur ya ? Bukankah aku tertidur di mobilnya Minho-ssi ? ” gumam Neul Yong. “ Ehh, tunggu dulu. Kalau aku tidur dimobilnya Minho-ssi, jangan-jangan...” semburat merah tiba-tiba muncul di pipi Neul Yong.
         ‘TING TONG’
            Bel rumah berbunyi. Neul Yong dengan sigap berdiri dan berjalan menuju pintu rumahnya. “ Nuguseyo ? ” teriak Neul Yong. Ia membuka pintunya dan melihat seseorang sedang membelakanginya. “ Nugu ? ”
           Orang itu membalikkan tubuhnya. “ Minho-ssi ? ” Tanya Neul Yong heran.
           Sebuah senyuman langsung merekah dibibirnya yang tipis itu. “ Annyeong.”
         “ Oh, Annyeong. ”
         “ Bagaimana keadaanmu ? ”
        “ Baik. Oh ya Minho-ssi, gomawo karena telah menolongku kemarin. Gomapseumnida.” Neul Yong membungkukkan badannya sampai 90 derajat.
         “ Ehhhh, kau jangan sungkan begitu kepadaku. Kau kan teman adikku. Tidak ada salahnya aku menolongmu kan ? ”
Neul Yong tersenyum namun alisnya berkerut, “ Geundae, Kibum oppa masih ada dikampusnya tetapi kenapa Minho-ssi kemari ? ”

          “ Oh.. mmm, itu...” Minho menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Namun sebelum mau menjawab seseorang menepuk bahu Minho.
           “ Yosh..” Minho menoleh kebelakang. Dilihatnya Kibum tersenyum.
           “ Oppa, kenapa kau sudah pulang ? ” tanya Neul Yong heran melihat oppa nya ini pulang lebih awal.
           “ Hanya ada satu mata kuliah, jadinya aku cepat. Dan kau, apa yang kau lakukan dirumahku ? ” Kibum menyipitkan matanya.
           “ Aku ? hanya ingin tahu keadaan adikmu saja.” Kata Minho
.
           “ Benarkah ? ” Kibum kembali tersenyum. Namun kali ini, Minho mengerti arti senyumannya itu.
          “ Benar.” Minho membusungkan dadanya yang sudah bidang itu.
          “ Oke, oke. Ayo kita masuk.” Kibum merangkul bahu temannya itu dan membawanya masuk. Neul Yong menyingkirkan tubuhnya agar kedua orang itu bisa lewat.
          “ Neul Yong-ah, jangan lupa buatkan kami minum ya...” Teriak Kibum sambil mengangkat sebelah tangannya.
          “ Mwo ? Aishh.. Ne..” Neul Yong kemudian menutup pintunya.
****
            “ Ini. Silahkan diminum.” Neul Yong memberikan 2 minuman kaleng kepada Oppa dan sahabat oppa nya itu.
            “ Gomawo Neul Yong. ” Ucap Minho tersenyum.
            “ Cheonman. Kalau begitu, aku tinggal dulu. ” Neul Yong membalikkan tubuhnya. “ Oh iya Oppa, aku mau siap-siap kerja dulu. Oppa mau aku masak apa ? Biar langsung aku buat sekarang. ”
            “ Oh, buatkan seperti biasa saja. Aku suka makan apa saja yang penting enak. Tapi ingat, jangan sampai ada wortel. Walaupun itu cuma 1 potong saja, tetap aku tidak mau.” Jawab Kibum.

            “ Ne, Arasseo. ” Lalu Neul Yong pergi meninggalkan mereka berdua. Sepeninggalnya Neul Yong, Kibum langsung menatap Minho. Matanya yang sudah sipit itu(?) semakin disipitkannya lagi.
            “ Mwo ? Ada apa dengan kau ? ” Tanya Minho yang merasa risih dengan tatapan itu.
            “ Neo...” Kibum mengarahkan telunjuknya itu ke Minho.
            “ Ada apa denganku ? Katakan yang jelas.”
            “ Kau Menyukai Neul Yong ? ” Kibum langsung berkata To the Point yang membuat Minho langsung membelalakkan matanya, “ Aku ? Suka Neul Yong ? Bagaimana mungkin...”
            Kibum menyela Minho, “ YA ! Kau jangan pernah berbohong padaku. Dari tatapan matamu padanya saja aku sudah tahu. Jujur saja padaku. ”
            “ Kau itu ada-ada saja. Tidak mungkin..” Minho pura-pura tertawa.
            “ Hey, sudah kubilang jangan menyangkalnya. Sudah berapa lama kita berteman ?! Kau jangan bohong. Aku tidak keberatan kok. ”
             Minho terdiam. “ Kau mau aku bantu ? ” Tanya Kibum.
            “ Mwo ? Kau mau membantuku ? ” Tanya Minho tidak percaya.
           “ Yup.” Kibum mengangguk.
          “ Tidak ada syaratnya kan ? ”
          “ Hmmmm, sudah pasti ada.” Jawab Kibum.
          “ Apa syaratnya ? ”
         “ Carikan aku pacar. Aku sudah bosan sendirian terus. Bersama denganmu selama 2 tahun ini membuatku bosan. Aku ingin punya seorang yeoja. ”
         “ Ahahahahaha.. Itu sih gampang. Tanpa kau minta juga, aku sudah mencarikannya untukmu.”
         “ Mwo ? Jeongmal ? Nugu ? ” Tanya Kibum penasaran.

         Minho menyeringai, “ Kalau itu ra-ha-si-a. Asal kau bantu aku, aku jamin kau juga akan mendapatkan apa yang kau minta. ”
****
        “ Oppa, aku berangkat dulu ya. Makanannya sudah aku siapkan diatas meja. Jangan lupa bagi-bagi dengan Kyuhyun oppa. Kau jangan suka menghabiskannya semaumu sendiri.  ” Kata Neul Yong. Ia sudah siap untuk berangkat part time.
          “ Kalau begitu annyeong Oppa, Minho-ssi. Aku berangkat dulu ya. ” Neul Yong membungkukkan kepalanya dan hendak pergi. Namun Minho berteriak.
           “ Chakkaman. Aku juga ingin pulang. Bagaimana kalau kita pergi bersama saja ? ” Minho berdiri dari duduknya dan segera mengampiri Neul Yong.
            Neul Yong menggoyang-goyangkan tangannya tanda menolak. “ Tidak usah Minho-ssi. Nanti aku merepotkanmu lagi. ”
          “ Kau tidak usah sungkan begitu padaku. Kan sudah kubilang kalau kau itu teman adikku. Aku ingin membantumu tidak apa-apa kan ?! ”
           “ Hmm, kalau itu tidak merepotkan Minho-ssi...” Neul Yong terlihat ragu-ragu. Ia benar-benar merasa malu karena sudah merepotkan kakak temannya ini.
           “ Berarti kau setuju. Kajja. Kibum, aku pulang dulu ya. Bye. ” Minho melambaikan tangannya dan berjalan melewati Neul Yong yang masih diam.
           “ Yo. ” Kata Kibum.
           “ Neul Yong, kenapa kau masih disitu saja ? ” Tanya Minho yang sudah berdiri diambang pint
u.
          “ Oh, iya.” Neul Yong berjalan cepat menghampiri Minho.
****
           Dalam perjalanan menuju tempat kerja Neul Yong, tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka berdua.
         
           “ Minho-ssi...”
            “ Neul Yong-ah..”

            Mereka berbicara disaat yang bersamaan. Keduanya saling menatap lalu tiba-tiba tertawa bersama.
            “ Kau duluan yang bicara.” Kata Minho.
            “ Minho-ssi saja yang duluan.”
            “ Lady’s first, Neul Yong-ah.”
            “ Hmm, oke kalau begitu. Gomawo Minho-ssi. ” Ucap Neul Yong sembari membungkukkan kepalanya.
            “ Untuk apa kau berterima kasih ? ”
            “ Untuk semuanya. Karena sudah membantuku kemarin dan sekarang kau mau mengantarkan aku. ”
            Minho mendesah keras. Terlihat mendramatisir perkataan Neul Yong. “ Kan sudah ku bilang kalau aku tidak keberatan. Kau itu teman adikku, Neul Yong-ah..”
            “ Tapi aku tetap saja merasa tidak enak.”
            “ Sudahlah. Kau harus mulai membiasakan itu ya. ” Minho mengacak-acak rambut Neul Yong.
            “ Minho-ssi, Rambutku sudah rapi nih. Jangan kau acak-acak lagi. ” Neul Yong memajukan bibirnya dan terlihat merapikan rambutnya.
            “ Hahaha.. Mianhae. Tapi tolong jangan panggil aku Minho-ssi. Itu keliatan kalau aku seperti sudah berumur 30 tahunan.  ”
            “ Terus aku harus memanggilmu apa ? ”
            “ Oppa. Minho oppa. Ara ? ”
            “ Hmm, arasseo Minho-ss.. eh, salah. Minho Oppa.” Neul Yong membekap mulutnya dengan sebelah tangannya. Minho tersenyum melihatnya.
****
            “ Gomawo Oppa sudah mengantarkan aku kesini. Sekali lagi gomawoyo. ” Neul Yong membungkukkan wajahnya sebelum ia turun dari mobil.

            “ Cheonman. Jangan pernah sungkan padaku. ”
            Neul Yong tersenyum. Ia turun dari mobil dan menutup pintunya. “ Annyeong oppa. ” Ia melambaikan tangannya. “ Chakkaman. Nanti boleh aku yang menjemputmu ? ” Tanya Minho.
            “ Tidak usah oppa. Aku bisa pulang sendiri.”
           “ Aku tidak mau kejadian yang kemarin terulang lagi padamu. Jadi aku akan menjemputmu nanti. ”
           “ Aku tidak mau merepotkanmu lagi. Aku bisa menelepon Kyuhyun oppa kalau aku mau. Jadi Oppa tidak usah khawatir. " Kata Neul Yong. Mendengar Neul Yong menyebut nama Kyuhyun membuat emosi Minho naik.
          “ Pokoknya nanti aku yang akan menjemputmu. Ara ? ”
          “ Hmm, baiklah kalau begitu. ” Neul Yong terlihat pasrah. Minho tersenyum puas. Ia menyalakan mobilnya, melambaikan tangannya dan melaju pergi. “ Orang yang aneh. ”Neul Yong tersenyum melihat mobil itu pergi.
          Membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju tempat kerjanya.
****
        
             Getaran ponsel terasa sekali di saku baju Neul Yong. Neul Yong merogoh sakunya dan membuka flap ponselnya itu. Terpampang dilayar LCD ponsel itu ada 1 message baru. Neul Yong membukanya.
            From   : Minho-ssi
             
            Kau pulang jam berapa hari ini ? Nanti aku langsung menjemputmu.

            Neul Yong tersenyum melihatnya. Dengan cepat ia mengetik balasan untuknya.

            To        : Minho-ssi

            Aku baru pulang jam 10. Benar tidak akan merepotkanmu Oppa ?

            Neul Yong menggenggam ponsel nya itu. Menunggu balasan. Tidak butuh waktu yang lama, ponsel Neul Yong bergetar lagi.

            From   : Minho-ssi

            Aigoo !! Sudah aku bilang berkali-kali Neul Yong-ah.. Oke, kalau aku sudah sampai aku akan segera menghubungimu. Selamat bekerja kembali ;)

            ‘Neul Yong-ah ? kenapa hanya dengan ia menulis itu mukaku jadi panas begini ?! Aigoo ‘ Neul Yong memegangi kedua pipinya dengan tangannya itu.

            Bounce to you, Bounce to You naega summi neoh

            Neul Yong terlonjak kaget. Ponselnya berbunyi kembali. Ia membuka flap ponselnya lagi dan melihat di LCD “ Kyuhyun Oppa Calling”. Dengan segera Neul Yong menekan tombol hijau.

            “ Annyeong Oppa. Ada apa ? ” Tanya Neul Yong.

            “ Neul Yong-ah, kau sedang apa ? ” Tanya Kyuhyun dari seberang sana(?).

            “ Aku sedang kerja Oppa. Waeyo ? ”

            “ Pulang nanti aku jemput ya ? ” Suara Kyuhyun terdengar sangat hangat hari ini. Neul Yong saja sampai terpana mendengarnya. Padahal sudah berkali-kali mendengar suara Kyuhyun di ponsel.

            “ Jemput ? Tidak usah oppa. Ada yang sudah menjemputku nanti. Oppa istrirahat saja. ”

            “ Oh. Nugu ? ” Suara Kyuhyun tiba-tiba terdengar berbeda.

            “ Minho Oppa.”

            “....”
         
            “ Oppa ? ”

            Tidak ada jawaban dari Kyuhyun. Neul Yong jadi cemas. “ Oppa ? ”

            “ Ah, Ne ? Baiklah kalau begitu. Kau hati-hati ya. Annyeong.” Kyuhyun langsung memutuskan sambungannya. Neul Yong memandangi layar ponselnya. ‘ Ada apa dengan Oppa ku ini ? ’



****

            Kyuhyun sedang mengantarkan pesanan ke meja pelanggan. “ Silahkan menikmati. ” Kyuhyun tersenyum sebelum ia meninggalkan meja tersebut. “ Jam berapa sekarang ? ” Tanya Kyuhyun lebih kepada dirinya sendiri. Ia kemudian melihat jam tangan yang ia pakai. ‘ Jam 7 malam. ’ Batinnya. ‘ Lebih baik aku menelepon Neul Yong.’

            Kyuhyun merogoh saku celananya dan menekan angka 1 cukup lama sebelum tersambung dengan nama kontak “ My NY”. Nada sambung terdengar. Dan dengan cepat telfon itu diangkat.

            “ Annyeong Oppa. Ada apa ? ” Tanya orang diseberang telfon.

            “ Neul Yong-ah, kau sedang apa ? ” Tanya Kyuhyun. Ia begitu senang mendengar suara Neul Yong. Suara Neul Yong di telfon terdengar sangat indah ditelinganya.

            “ Aku sedang kerja Oppa. Waeyo ? ”

            “ Pulang nanti aku jemput ya ? ” Tawar Kyuhyun. Ia tidak ingin sesuatu terjadi lagi pada adik kesayangannya itu.

            “ Jemput ? Tidak usah oppa. Ada yang sudah menjemputku nanti. Oppa istrirahat saja. ”

            ‘ Sudah ada orang yang menjemputnya ? Nugu ? Apakah Kibum ? ’ Batin Kyuhyun.

            “ Oh. Nugu ? ” Tanya Kyuhyun penasaran.

            “ Minho Oppa.” Mendengar jawaban Neul Yong membuat Kyuhyun terkejut. ‘ Mwoya ? Minho ? Namja itu ? ’

            “ Oppa ? ”

            Kyuhyun tidak menyadari Neul Yong memanggilnya. Ia masih sibuk dengan pikirannya.

            “ Oppa ? ” Ini kedua kalinya Neul Yong memanggil Kyuhyun.

            “ Ah, Ne ? Baiklah kalau begitu. Kau hati-hati ya. Annyeong.” Kyuhyun segera menekan tombol END. Kyuhyun terlihat lesu memandang ponselnya. Entah mengapa ia merasa tidak bersemangat saat tahu Neul Yong akan pulang dengan Namja itu.

            ‘ Astaga ! Ada apa denganku ini ? ’ Batinnya.

****


            “ Aku pulang duluan ya. Annyeong Neul Yong-ah. ” salah satu teman kerja Neul Yong melambaikan tangannya dan berjalan menjauh meninggalkan Neul Yong sendiri lobi Mall. Neul Yong balas melambai dan segera merogoh tas nya mengambil ponsel. Ada 3 Missed Call.

            “ Minho Oppa ? Kenapa dia menelepon ? ” Neul Yong tampak mengingat-ingat. Dan tiba-tiba ia memukul jidatnya. “ Astaga ! Aku lupa kalau Minho Oppa menjemputku. ” Neul Yong segera berlari pelan menuju parkiran Mall.

            Dilihatnya sedan hitam sudah terparkir disana. Neul Yong berjalan perlahan dan sesampainya disamping pintu, ia mengetuk perlahan jendela. Jendela itu dengan perlahan terbuka dan dilihatnya Minho sedang menatapnya. “ Masuklah. ” Ajaknya.

            Lalu Neul Yong membuka pintu itu dan duduk. “ Oppa, Mian aku tidak mengangkat telfonnya.”

           “ Gwenchana. Cepat pasang set beltmu.” Neul menangguk.  Ia menyandarkan tubuhnya ke kursi penumpang lalu menarik set beltnya. Namun set belt nya itu tidak bisa ia tarik. Begitu keras. Minho yang melihat Neul Yong kesulitan, dengan segera membantu Neul Yong menariknya.

            Dengan mudah Minho bisa menarik set belt itu. Namun gerakannya terhenti. Wajahnya begitu dekat dengan wajah Neul Yong. Matanya yang besar itu memandangi Neul Yong yang juga sedang menatapnya itu. Tatapan yang begitu lama. Mereka berdua tidak berkedip sama sekali.

            Wajah Minho mendekat. Neul Yong menutup matanya. Wajah Minho semakin dekat.

            Bounce to you, Bounce to You naega summi neoh

            Ponsel Neul Yong berbunyi. Minho langsung menjauhkan wajahnya. Memasang set belt lalu menyalakan mesin dan menjalankan mobilnya. Neul Yong gelagapan. Ia merogoh-rogoh tas nya dan segera mengangkat telpon itu tanpa tahu siapa yang menelepon.

            “ Yeoboseyo ? ” Tanya Neul Yong.

            “ Neul Yong-ah..” Kata seseorang diseberang telepon.

            “ Kyuhyun Oppa, ada apa ? ” Mendengar Neul Yong menyebut nama Kyuhyun, Minho segera mengalihkan pandangannya dari depan ke Neul Yong.

            “ Tenang saja oppa. Aku sedang dalam perjalanan pulang. Ne. Arasseo. Annyeong.”

            Neul Yong menutup flap ponsel dan menoleh kearah Minho. Dilihatnya Minho sedang menatapnya penasaran.

            “ Oppa, ada apa ? ” Tanya Neul Yong heran.

            “ Oh, Aniya. ” Minho segera mengalihkan pandangannya lagi ke jalanan yang ada dihadapannya.

****

            Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Minho mengantarkan Neul Yong sampai didepan pintu rumahnya.    

          “ Gomawo oppa. Gomawo sudah mau mengantar dan menjemputku hari ini. ” Neul Yong membungkukkan badannya 90 derajat.

            Minho tersenyum melihat kelakuan teman adiknya ini. Ia mengelus lembut rambut Neul Yong. Neul Yong membalas senyuman Minho. ‘ Senyuman yang sangat manis’ batin Minho.

           “ Cheonmaneyo. Baiklah kalau begitu, aku pulang dulu ya. Annyeong. ” Minho membalikkan badannya dan berjalan menuju mobilnya. Sebelum masuk kedalam mobil, ia melambaikan tangannya. Terdengar suara deruman mesin dan dengan perlahan mobil itu meninggalkan pekarangan rumah.

            Neul Yong segera meraih knop pintunya, membukanya dengan perlahan. “ Aku pulang.”
Ia melepaskan sepatunya lalu segera berjalan kedapur untuk mengambil air minum. Ia membuka kulkas, mengambil botol minum yang sudah terbuka lalu meneguknya.

            Setelah itu ia berniat untuk segera mandi dan merebahkan tubuhnya dikasur. Ia berjalan linglung karena sudah mengantuk. Sebelum ia meraih knop pintu kamarnya, telihat pintu kamar Kyuhyun terbuka.

            “ Kau sudah pulang ? “ Tanyanya. Baru kali ini Neul Yong merasa suara Kyuhyun berbeda dari biasanya. Dingin.

            “ Ah, ne. ” Jawab Neul Yong.

            “ Dimana dia ? ” Tanya Kyuhyun masih dengan nada yang sama.

            “ Dia siapa ? ” Neul Yong mengerutkan dahinya tanda heran.

            “ Siapa lagi kalau bukan yang mengantarmu ?! ” Kali ini suara Kyuhyun terlihat lebih emosi.

            “ Oh, Minho Oppa ? Dia sudah pulang dari tadi. ” Jawab Neul Yong.

            Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya, “ Oppa ? Kenapa kau sekarang memanggilnya dengan sebutan itu ?! ”

            “ Memangnya kenapa ?  Dia sendiri yang memintaku untuk memanggilnya seperti itu. Kenapa oppa jadi marah-marah sih ? ” Neul Yong sudah mulai emosi melihat sikap oppa nya yang tidak biasa itu.

            “ Siapa yang marah-marah, Neul Yong-ah ? Aku hanya bertanya padamu. ” Suara Kyuhyun mulai melembut.

            “ Tapi nada bicara oppa itu terdengar marah !Aku tidak suka oppa seperti itu ! ” Neul Yong segera membuka pintu lalu membantingnya dengan keras.

            “ Neul Yong-ah..” Kyuhyun berjalan ke kamar Neul Yong yang persis berhadapan dengan kamarnya itu.

            Mengetuk-ngetuk pintu kamar Neul Yong, “ Neul Yong-ah.. Mianhae. Oppa tidak akan berbuat seperti itu lagi. Neul Yong-ah, buka pintunya. ”

            “ Hoaaam.. Ada apa dengan Neul Yong, Hyong ? ” Kibum tiba-tiba muncul dari kamarnya. Ia terlihat mengantuk sekali.

            “ Tidak apa-apa. Kau tidur saja lagi.”

            “ Hmm. Baiklah. ” Kibum membalikkan tubuhnya dan menutup pintunya lagi.

            “ Neul Yong-ah..” Kyuhyun meletakkan dahinya perlahan ke pintu. Berharap Neul Yong segera membukanya. Kemudian terdengar suara isakan. Kyuhyun menempelkan telinganya ke pintu. Mendengarkan dengan seksama. Memang benar Neul Yong sedang menangis. Hati Kyuhyun serasa teriris melihat adiknya itu menangis. Padahal ia sudah berjanji akan menjaganya dan membuatnya tidak menangis lagi.

            “ Neul Yong-ah, kau menangis ?! Mianhae. Oppa benar-benar minta maaf. ” Kyuhyun merasa bersalah dengan sikapnya itu. “ Mianhae Neul Yong-ah.. Jeongmal Miahae. ”
                      
            Masih tidak ada jawaban dari Neul Yong. Dengan lesu Kyuhyun kembali ke kamarnya. Menutup pintunya perlahan.
****
            Neul Yong melempar tas nya disembarang tempat dan menangkubkan wajahnya di ranjang. “ Hiks,hiks,hiks..” Neul Yong menangis. Ini pertama kalinya bagi Neul Yong terluka akan sikap Oppa yang paling ia sayangi itu. ‘ Kenapa Oppa jahat padaku ? ’ Batin Neul Yong. Air mata terus saja mengalir di pipi Neul Yong. Bukannya berhenti malah semakin deras. ‘ Aku benci Oppa yang seperti itu. Aku tidak suka. ’
            Lalu ia berdiri mengambil tas nya itu. Mengambil ponselnya lalu menelepon seseorang. Tanpa menunggu waktu lama, terdengar suara dari seberang telpon itu.
            “ Yeoboseyo ? “
            “ Eunsoo-yaaa.. ”
            “ Neul Yong-ah, waegurae ? Ini sudah malam. Kenapa kau menelefon ? ”
            “ Hiks,hiks,hiks.. Huaaaaa...” Tangisan Neul Yong semakin besar.
            “ Neul Yong-ah, gwencahana ? Ada apa dengan kau ? Kenapa menangis ? ”
            “ Hiks,hiks,hiks.. Oppa... Ia jahat sekali padaku.”
            “ Oppa ? Kibum oppa maksudmu ? ”
              Neul Yong menggeleng. Ia tahu kalau Eunsoo tidak akan bisa melihat gelengan kepalanya. Lalu ia berkata, “ Bukan. ”
             “ Lalu siapa ? Kyuhyun oppa ? ”
             “ Neee.. Huaaaaa..” Neul Yong tidak bisa berhenti menangis.
             “ Tenanglah Neul Yong-ah. Besok kau ceritakan padaku ya. Aku sudah mengantuk sekali hari ini. Annyeong.” Eunsoo langsung memutuskan sambungannya. Neul Yong terlihat kesal. Ia melempar ponsel nya sembarangan. Membanting tubuhnya ke kasur. Dan terlelap dengan sendirinya.
AUTHOR POV END
****

KYUHYUN POV
            Aku membuka mataku saat matahari yang sudah menyongsong hari.  Ku renggangkan tubuhku sampai aku mendengar tulangku berbunyi. Aku pun segera bangkit dari tidur dan melihat sekeliling kamar. Melihat ke arah jam dinding. “ Baru jam 6.”
            Aku pun berjalan keluar. Membuka pintu perlahan dan menatap pintu yang persis ada dihadapanku. ‘ Apa ia sudah bangun ? ’ Batinku. Aku melangkah perlahan dan menuruni tangga. Namun langkahku terhenti saat mendengar suara pintu terbuka. Aku menoleh kebelakang dan melihat Neul Yong.
            Aku melihat wajah Neul Yong. Matanya sembab. Aku menatapnya lama. Kepalanya sedang menunduk. Aku menlihat ia mendongakkan wajahnya.Mata kami bertemu. Ia berjalan mendekatiku. Kemudian ia lewat dihadapanku tanpa mengatakan sesuatu apapun. Dengan refleks aku memegang lengannya.
            Ia berhenti dan kemudian menatapku. Tatapan yang menyiratkan bahwa ia benar-benar sedang marah. Matanya seperti berkata ‘Lepaskan-tanganku.’ Aku pun segera melepasnya dan membiarkan Neul Yong berlenggang pergi meninggalkanku yang terpaku.
            Aku mengikutinya dari belakang. Mengawasi gerak-geriknya. Ia pergi ke arah dapur lalu mengambil celemeknya dan memakainya. Ia membuka kulkas dan mengeluarkan bahan-bahan makanan. Mulai memasak tanpa menghiraukan keberadaanku.
            “ Neul Yong-ah..” Aku memberanikan diri memanggil. Namun tidak ada tanggapan darinya. Ia masih saja sibuk dengan pekerjaannya.
            “ Mianhae, Neul Yong-ah. Jeongmal mianhae.“ aku berusaha untuk meminta maaf padanya. Aku melihat ia menghentikan pekerjaannya dan menatapku.
            “ Untuk apa meminta maaf ? ” Neul Yong akhirnya berbicara.
            “ Maafkan sikapku yang semalam.” Aku melihat Neul Yong mendengus. Lalu kembali melanjutkan memasaknya. Aku mendesah keras. Sepertinya akan susah ia untuk memaafkanku. Seingatku, Neul Yong kalau sudah marah dengan seseorang, akan sangat begitu lama ia memaafkan orang itu. Aku pun mendesah.
            “ Hyong, Neul Yong, hari ini kita makan apa ? ” Tanya Kibum yang sudah rapi memakai pakaian kuliahnya.

            “ Hari ini kita makan Bulggogi dan kimchi saja ya. ” Jawab Neul Yong sembari membawa piring-piring ke meja makan. Aku ingin membantunya tapi Neul Yong langsung menampik tangannku ketika aku ingin mengambil piring dari tangannya.
            Kibum segera duduk dan makan dengan lahap. Aku juga mengikutinya. ‘ Lebih baik aku makan saja. ’
KYUHYUN POV END
****
AUTHOR POV
            Neul Yong memberikan helmnya kepada Kyuhyun. Selama perjalanan kesekolah, mereka sama sekali tidak berbicara. Bahkan Neul Yong yang biasanya memeluk pinggang Kyuhyun kali ini hanya menggenggam erat jaket Kyuhyun.
            “ Nanti akan aku jemput. ” Kata Kyuhyun sembari menerima helm Neul Yong. Neul Yong tidak mengatakan apapun. Mengangguk pun tidak. Ia membalikkan tubuhnya dan melengos pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam.
            Neul Yong berjalan lunglai di koridor sekolah. Tubuhnya terlihat tidak bisa menjaga keseimbangan. Ia hampir jatuh sebelum seseorang menahannya.
            “ Neul Yong-ah, gwenchana ? ” Tanya orang itu. Neul Yong menatap orang itu. “ Eunsoo ya ? ” Tanyanya.
            “ Ada apa denganmu ? Kenapa matamu begitu sembab? ” Tanya Eunsoo yang terlihat khawatir.
            Neul Yong memandang Eunsoo lama. Ia tidak bisa membendung kesedihannya lagi. Ia menangis dan memeluk Eunsoo.
          “ Huaaaaa..” Neul Yong menangis. Suaranya terdengar sangat kencang ditelinga Eunsoo.
         “ YA ! Jangan menangis disini. Ayo kita kekelas saja. ” Eunsoo menuntut Neul Yong berjalan. Selama jam pelajaran Neul Yong hanya melamun saja. Sampai akhirnya istirahat,  Neul Yong menceritakan semua kejadian yang terjadi. Eunsoo hanya bisa menggeleng-geleng kepala.
         “ Kenapa Kyuhyun oppa seperti itu padaku ? Padahal selama ini ia tidak pernah bersikap begitu padaku. ” Kata Neul Yong disela-sela isak tangisnya.

          “ Mungkin ia sudah lelah menunggumu, Neul Yong-ah. Kau tahu kan orang yang sudah cemas itu emosinya naik turun tidak menentu. ”
          “ Tapi seharusnya ia tidak bersikap seperti itu. Aku sangat tidak suka. ” Neul Yong memukul-mukul mejanya dengan keras hingga semua barang yang ada dimejanya itu melompat-lompat.
          “ Lebih baik kau lebih bersabar dan memaafkan oppa mu itu. ” Ucap Eunsoo.
          “ Mungkin akan sulit. ” Neul Yong sudah berhenti menangis. Namun masih terdengar suara sesenggukan yang keluar dari mulutnya.
          “ Itu terserah kau. Bagaimana kalau kita makan saja ? Dari pada kau mengangis terus. ” Eunsoo berdiri dan memegang tangan Neul Yong. Menraiknya untuk berdiri.
           “ Hmm, baiklah. Tapi kau yang traktir ya. ”
           “ Aishh, kau ini. Baiklah. Aku akan mentraktir temanku yang sedang bersedih ini. Kajja.”
TBC
Segini dulu ya.. Mian banget kalau sedikit dan gak bagus.. Aku belum ngedit soalnya.
Komen nya, komen nya..^^
DON'T be Silent Readers :)

2 comments:

Jangan lupa tulis nama kalian sebelum komentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KAMSAHAMNIDA

Profile

My photo
Pangkalan Bun, Kalteng, Indonesia
Saya buat BLOG ini untuk berbagi dengan teman-teman penjelajah dunia maya.... WELCOME TO MY BLOG :)