Sunday, October 23, 2011

FF - Something // SHINee-Super Junior I

oleh MutiaMia Andara
TITLE                  : Something
MAIN CAST         : Key (SHINee) as Kim Kibum
                             Kyuhyun ( Super Junior ) as Cho Kyuhyun
                             Minho ( SHINee ) as Choi Minho
                             Shin Neul Yong (OC’s)
OTHER CAST       : Temukan sendiri dalam FF
LENGTH                : TRIPLESHOOT
GENRE                  : Family, Friendship, Romance
RATING               : PG +16
AUTHOR              : MutiaMia Andara (#OnDuMi(FF)#)
DISCLAIMER       : Semua cast punya orang tuanya masing2 kecuali Shin Neul Yong dan Ontehr Cast nanti nya..
I hate SIDERS and don't be PLAGIATOR


Cinta itu tidak mengenal apapun
Cinta itu datang disaat yang tidak terduga


=>=>=>=>=>=>=>

            “ Oppa… Palli. Aku sudah terlambat ini..” Seorang Yeoja menarik – narik tas seorang namja yang sedang memakan sarapan paginya.

            “ Yaa !! Shin Neul Yong ! Aku sedang makan ini. Bagaimana kalau tiba-tiba aku tersedak ?  ” Namja itu membulatkan matanya, terlihat marah.

            “ Aku tidak peduli. Cepat makan nya. Aku sudah terlambat ini. ” Yeoja yang bernama Neul Yong itu semakin menarik tas namja itu kuat. Membuat namja itu hampir terjatuh dari kursi nya.

            “ Kibum, sudahlah. Cepat antarkan yeodongsaengmu itu. ” Ucap seorang namja yang sedang menikmati roti selainya itu.

            “ Betul apa kata Kyuhyun oppa. Pallii…” ucap Neul Yong.

            “ Ne, ne. Tapi jangan kau tarik tasku ini, Nanti rusak. Aku belum mampu membeli tas baru nih. ” Kibum berdiri dari kursinya, mengambil kunci motor yang sudah ia siapkan dan kemudian helm.






“ Hyong, aku dan Neul Yong pergi dulu ya. Nanti kita bertemu di kampus. Annyeong.” Namja itu pamit dan segera menghilang dari balik pintu.

“ Oppa, aku berangkat dulu ya. Sampai ketemu nanti. Annyeong.” Neul Yong mencium pipi Kyuhyun.

“ Jaga adikmu baik-baik Kibum.” Kyuhyun berteriak.

“ NEE..” Kibum berteriak dari luar.

****


“ YA ! Oppa. Gara-gara kau, aku telat kan. Aishh. Jinjja. Aku sebel sama Oppa. ” Neul Yong  memukul-mukul lengan Kibum.

“ YA ! Jangan salahkan aku. Salahmu sendiri minta diantar olehku.” Kibum melindungi lengannya yang terkena pukul.

“ Pokoknya gara-gara kau, aku jadi gak boleh masuk gerbang. Sekarang, antarkan aku pulang. ” Neul Yong kembali naik motor Kibum, memakai helm dan memegang punggung Kibum erat.

“ Hei, aku juga harus ke kampus. Kau pulang sendiri saja.” Kibum menoleh kebelakang.

“ Aniyo. Oppa harus tanggung jawab pokoknya. Cepat pulang. Aku malu karena telat. Pokoknya akan aku ingat oppa lah yang membuat aku pertama kali terlambat.”

Kibum mendesah, lalu ia menyalakan motor dan pergi.

****


“ Cepat turun. Aku sudah terlambat buat kuliah.” Kibum memberhentikan motornya tepat didepan gerbang rumah.

“ Ye.” Neul Yong turun dari motor dan berjalan ke arah rumah. Kibum menyalakan motornya dan pergi. Neul Yong berjalan gontai. Kemudian  ia berhenti sejenak, dilihatnya Kyuhyun baru mengeluarkan motor sport birunya itu dari garasi. Kyuhyun menyadari kehadiran Neul Yong dan menatapnya.
 

“ Kenapa kau pulang lagi ? Sekolah mu bagaimana ? ” Tanya Kyuhyun heran.

“ Semuanya gara-gara Kibum oppa. Gara-gara dia, aku telat. Pintu gerbang sudah ditutup duluan.” Neul Yong melipat kedua tangannya diatas dada. Kyuhyun hanya tersenyum melihat kelakuan Yeodongsaengnya. Kyuhyun melangkahkan kakinya, memajukan motornya dan posisinya tepat didepan Neul Yong.

“ Ya sudah. Lebih baik sekarang kau istirahat saja. Aku harus kuliah dulu. Sampai jumpa nanti sore. ” Kyuhyun mengelus lembut rambut Neul Yong. Sentuhan itu berhasil membuat pipi Neul Yong berubah merah. Lalu Kyuhyun menaiki motornya, memakai helm dan menyalakan motornya. Ia meninggalkan Neul Yong yang masih terpaku.

‘ Astaga, apa yang salah dengan jantungku ini ? ’ Neul Yong meremas dada sebelah kirinya.

****

            Neul Yong hanya duduk-duduk disofa sambil memakan kue yang biasa ia simpan di dalam kulkas. Mengganti channel – channel di Tv. “ Tidak ada yang seru.” Kemudian ia mematikan tv nya dan beranjak dari sofa. Mencari makanan ringan yang bisa ia makan lagi. Ia membuka kulkas dan melihat isinya.

            “ Ya ampun. Kulkas sudah kosong tapi gak ada yang mau ke super market. Huuh. Inilah susahnya jadi anak yatim piatu. ” Neul Yong menutup kulkas dan pergi ke kamar untuk mengambil dompetnya.

            Ia mengecek isi dompet. “ Aish, uangku sudah sekarat. Terpaksa aku harus ke  bank. Tapi, uang dibank sudah menipis. Malah belum gajian lagi.” Neul Yong hanya  bisa pasrah. Mengambil jaket di lemari lalu beranjak ke bank.

****

            Neul Yong baru saja dari ATM. Mengambil beberapa uang untuk berbelanja bahan makanan. “ Sepertinya aku harus menambah kerja part time ku. Kalau seperti ini, mana bisa menabung uang yang banyak ?! ”

            Neul Yong melangkah perlahan. Mengamati pertokoan yang ada disekelilignya. Ia tersenyum melihat aktivitas-aktivitas disana. Entah hatinya merasa tenang dengan keramaian itu.
 

            Ia berhenti didepan sebuah stand peramal. Seperti ada yang merasuki dirinya untuk memasuki stand tersebut. Tanpa pikir panjang lagi, Neul Yong masuk kedalamnya dan bertemu dengan seorang peramal dengan dandanan yang sangat nyentrik. “ Silahkan duduk, nona Shin Neul Yong. ” Kata peramal itu.

            Neul Yong kaget karena peramal itu tahu namanya. Ia menuruti kata peramal itu dan duduk berhadapan. “ Apa yang ingin saya ramalkan untuk anda ? ” Kata peramal itu.

            “ Hmm, Mungkin tentang cinta.”

            “ Saya terawang dari bola krystal saya, percintaan anda akan sangat rumit. 2 orang dengan kepribadian yang sangat bertolak belakang akan berusaha mendapatkan hati anda. 1 orang dengan kepribadian lembut, sangat tulus,sabar dan sangat mencintai anda. 1 orang lagi dengan kepribadian keras, sangat teguh dengan pendiriannya, agresif namun mempunyai sisi yang tidak terduga. ”

            Neul Yong mengerutkan keningnya. Heran. “ Apa anda tahu siapa mereka ? ”

            “ Mian. Aku tidak bisa memberitahukan itu kepada anda. Biar anda sendiri yang menemukannya.”

            “ Baiklah kalau begitu. ” Neul Yong berdiri dan mengeluarkan beberapa lembar uang won.

            “ Tidak usah. Anda tidak usah membayarnya. Ini gratis.” Neul Yong kembali memasukan uang itu ke dompetnya.

            “ Gomapseumnida.” Neul Yong menundukkan kepalanya. Membalikkan badannya dan keluar dari stand itu.

****

          
            “ Hah, bawaannya banyak sekali. Aku sudah tidak kuat berjalan. ” Neul Yong meletakkan belanjaannya dikursi taman yang persis ada disampingnya. Ia merenggangkan tubuhnya. “ Punggungku pegal. ” lalu ia duduk dibangku tersebut. Menyandarkan punggungnya yang lelah. Menatap langit-langit yang telah menampakkan sinar kemerahannya. “ Sudah sore rupanya. Lebih baik aku menelepon oppa.”

            Neul Yong mencari-cari ponsel disaku jaketnya. “ Astaga. Dimana ponselku ? ” Neul Yong terlihat panik karena tidak bisa menemukannya. Lalu ia menepuk dahinya, “ Oh iya, ada di meja rias. Astaga, aku lupa.”

            Ia menoleh kearah belanjaannya, “ Astaga, bagaimana dengan belanjaan ku ini ? ”        

****

            Neul Yong melangkah gontai ke arah rumahnya. Merasa seluruh tubuhnya akan remuk. Ia heran melihat ada sedan hitam dengan logo BMW  terparkir didepan rumahnya. ‘ Mobil siapa itu ? ’ Batin Neul Yong.

            Ia membuka pintunya dan berteriak, “ Aku Pulaaang ! ” Melepas sepatunya, dan segera beranjak ke dapur untuk menaruh belanjaannya yang sangat berat itu.

            “ Dari mana saja kau ? ” Neul Yong menoleh dan dilihatnya Kibum sedang duduk-duduk santai disofa.

Neul Yong mengangkat belanjaannya, “ Tidak lihat apa yang sedang ku bawa ? “ Katanya ketus.

Kibum memandang Neul Yong, “ Kau masih marah karena telat tadi ? ”

“ Aniyo. Sudahlah, aku ingin ke dapur. ”

“ Eh, jangan lupa bawakan kami minuman ya. Temanku ada yang datang.”

Neul Yong berhenti sejenak, ia menoleh ke arah Kibum lagi dan baru sadar ada seseorang yang duduk disampingnya. “ Oh. ” Dan berjalan lagi.

****

            “ Ini.” Neul Yong memberikan 2 kaleng minuman soda dan menaruhnya di atas meja.

            “ Gomawo Yeodongsaengku.” Kibum mengambil 2 kaleng tersebut dan memberikan salah satu kepada temannya itu.

            “ Yasudah, aku ingin ke kamar. ” Neul Yong bangkit dan pergi meninggalkan mereka berdua.
 

            “ Tunggu dulu. Aku ingin memperkenalkan temanku padamu.” Kata Kibum. Neul Yong menghentikan langkahnya dan menoleh kembali.

            “ Ini Choi Minho. Minho, ini adikku, Shin Neul Yong. “ Kata Kibum.

            “ Annyeong. Choi Minho imnida.” Namja bernama Choi Minho itu berdiri dan membungkukkan tubuhnya.

            Neul Yong balas membungkuk, “ Shin Neul Yong Imnida. Bangapta.”

            Setelah perkenalan yang singkat, Neul Yong berbalik dan meninggalkan mereka berdua.

            “ Issh, mian atas kelakuan adikku. Dia kalau sedang bad mood, semua orang akan kena imbasnya. ” Kibum kembali duduk dan menikmati minumannya.

            “ Gwenchana.” Minho juga mengikuti jejak Kibum. ‘ Yeoja yang menarik’ batinnya.

****

            “ Neul Yong-ah..”

            Neul Yong yang sedang tidur-tiduran dikamar segera bangkit dan menuju kearah suara yang memanggilnya.

            “ Oppa.” Neul Yong menghampiri Kyuhyun yang baru saja pulang kuliah. Kyuhyun sedang minum segelas air putih.

            “ Kenapa baru pulang jam segini ? ” Tanya Neul Yong.

            “ Mian. Oppa ada kerja lembur setelah kuliah. Ini, oppa bawakan kue kesukaanmu.” Kyuhyun menyodorkan sekotak kue ke Neul Yong.

            “ Wah, gomawo oppa.” Neul Yong seperti biasa langsung menciumi pipi Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum melihatnya.

            “ Giliran Kyuhyun Hyong saja kau baik sekali, kenapa padaku kau jahat sekali sih ? ” Kibum datang dari ruang tamu. Mukanya terlihat kesal sekali.
 

            Neul Yong hanya mehrong saja, “ Lagian, oppa sudah membuat aku telat untuk pertama kalinya. Kyuhyun Oppa, besok dan seterusnya kau saja yang mengantarkan aku ya ? Aku tidak mau Kibum oppa yang mengantarkan aku lagi.” Neul Yong memandang Kyuhyun dengan Puppy eyesnya.

            “ Hmmm, bagaimana ya ? ” Kyuhyun pura-pura berpikir.

            “ Oppa..” Neul Yong merengek.

            “ Hahahaha. Arasseo,arasseo. ” Kyuhyun mengindahkan permintaan Neul Yong.

            “ Gomawo oppa. Neul Yong sayang oppa.” Neul Yong kembali menciumi pipi Kyuhyun yang membuat namja itu berdebar untuk yang pertama kalinya.

            “ Kau tidak mau menciumi pipi ku juga ? ” Tanya Kibum sembari menunjuk pipinya sendiri.

            “ Sireo. Aku tidak akan pernah mau. ” Neul Yong berlari sembari membawa kuenya pergi. Kyuhyun hanya menatap punggung yeodongsaengnya. ‘ Ada apa denganku ini ? ‘ Batinnya.

****

            Esoknya, Neul Yong bangun lebih pagi agar ia tidak telat. Ia ingin membangunkan oppa – oppa nya itu. Kibum ternyata masih tidur. Ia menggoncang-goncangkan tubuhnya, “ OPPA, BANGUUUUN. ” Mendengar teriakan Neul Yong, Kibum terkejut. Ia bangun dan langsung melihat sekeliling kamarnya, “ Mwo ? Mwo ? Ada apa ? ” Kibum terlihat masih linglung.

            “ Bangun oppa. Sudah pagi. Nanti kesiangan lagi. ” Neul Yong meninggalkan Kibum yang masih bingung. Kemudian ia ke kamar Kyuhyun. Hendak membangunkan sang kakak tertuanya itu. Ketika ia masuk kedalam kamarnya, terlihat ranjangnya yang kosong. ‘ Oppa dimana ? ’ Ia segera menutup pintunya namun terhenti ketika ekor matanya melihat seseorang yang tergeletak dibawah ranjang.

            Neul Yong menyipitkan matanya dan memastikan orang itu. Matanya kemudian terbelalak melihatnya. Ia segera berlari menghampiri namja itu. “ Oppa. Oppa. Ada apa denganmu ? ” Neul Yong menggoncang-goncangkan tubuh Kyuhyun.  Tidak ada respon. Ia membuat Kyuhyun berada dipangkuannya dan menepk-nepuk pipi oppa nya itu.

            Kyuhyun membuka perlahan kelopak matanya. Ia heran kenapa ada Neul Yong dikamarnya. “ Oppa, kau tidak apa-apa kan ? ” Tanya Neul Yong. Kyuhyun segera bangun dan dilihatnya Neul Yong terisak.

            “ Waeyo ? Kenapa kau menangis ? ” Kyuhyun terlihat semakin heran. Ia mengelus lembut pipi Neul Yong.

            “ Aku takut terjadi apa-apa dengan oppa. ” kata Neul Yong disela-sela tangisannya.

            “ Nan Gwenchana. Kau tidak perlu khawatir. ” Kyuhyun tersenyum untuk membuat Neul Yong tidak khawatir lagi. “ Yasudah, ayo kita sarapan dan kau harus siap-siap sekolah. Kau tidak mau terlambat lagi kan ? ” Dilihatnya Neul Yong mengangguk.

****

            Kyuhyun memberikan helm nya kepada Neul Yong. Neul Yong menerimanya dengan heran. “ Kenapa oppa tidak memakainya ? ” Tanya Neul Yong. Kyuhyun tersenyum.

            “ Kau lebih membutuhkannya. Aku takut nanti kau masuk angin. Jadi pakailah. Cepat. Kau tidak mau terlambat lagi kan ? ” Kyuhyun menaiki motornya dan menyalakan motornya tersebut. Neul Yong menuruti oppa nya itu, memakai helmnya kemudian ia menaiki motor sport biru tersebut.

            Kyuhyun belum menjalankan motornya itu. “ Oppa, kenapa tidak cepat-cepat jalan ? ” tanya Neul Yong. Kyuhyun menoleh, “ Aku tidak mau kau jatuh. Jadi sekarang, kau lingkarkan tanganmu itu ke pinggangku. ” Tanpa banyak kata lagi, Kyuhyun menarik tangan Neul Yong dan berhasil membuat Nuel Yong memeluk pinggangnya. Kyuhyun segera menjalankan motornya.

            Diperjalanan menuju sekolahnya, Neul Yong terlihat gugup. Baru pertama kali ini ia melihat punggung oppa nya begitu dekat. Terlihat punggung yang begitu tegap layaknya seorang laki-laki dewasa. Neul Yong terpaku melihat punggung itu. Entah apa yang merasukinya, ia menyandarkan kepalanya ke punggung tegap milik oppa nya itu.

            Merasakan sentuhan Neul Yong, Kyuhyun tersenyum samar. Dan ia melajukan motornya lebih cepat.


****
 


            “ Gomawo oppa. ” Neul Yong tersenyum. Lalu memberikan helm itu ke Kyuhyun. Kyuhyun menerimanya dan langsung memakainya.

            “ Cheonman. Kau cepat lah masuk. Aku pergi dulu ya. ” Kyuhyun menstater motornya dan segera pergi. Neul Yong membalikkan badan dan segera menuju kelasnya. Dalam perjalanan, ia mendengar seseorang memanggilnya. “ Neul Yong-ah..” Neul Yong mencari asal suara itu dan tersenyum saat tahu ternyata Eunsoo yang memanggilnya. Ia tengah berlari-lari kecil menghampiri Neul Yong. Neul Yong menghentikan langkahnya agar Eunsoo bisa segera menyusulnya.

            “ Hosh,hosh,hosh.” Eunsoo mengatur nafasnya. Ia sudah ada disamping Neul Yong.

            “ Annyeong Eunsoo-ya.. ” Sapa Neul Yong.

            “ Annyeong. Kau kenapa kemarin tidak masuk ? ” Tanya Eunsoo saat ia sudah bisa mengatur nafasnya dengan baik. Mereka berdua berjalan menyusuri koridor sekolah.

            “ Aku terlambat. Tahu sendiri kalau datang lebih dari jam 7 pintu gerbang sudah ditutup. Makanya aku pulang saja. ”  Ucap Neul Yong.

            “ Hmm. Aku kira kau sakit. Tadi kau diantar siapa ? sama Kibum oppa gak ? ”

            “ Ani. Aku tidak akan pernah mau lagi diantar olehnya. Gara-gara dia aku terlambat. Mulai sekarang Kyuhyun oppa yang akan mengantar aku setiap hari.”

            “ Yaah, kenapa harus Kyuhyun oppa ? Kau tahu sendiri aku ini secret admirer nya Kibum oppa. Aku jadi tidak bisa melihat wajahnya lagi kan ?! ” Eunsoo memberengutkan bibirnya.

            “ Omo. Kau tidak usah begitu. Kau kan bisa setiap saat melihat wajahnya saat main kerumahku. ”

            “ Oh iya ya. Aku lupa. Hmm, baiklah. Setiap hari aku akan terus main kerumahmu. ” Eunsoo tersenyum memperlihatkan gigi pepsodentnya(?) itu.

            “ Yaah, jangan setiap hari lah. Aku tidak mau persediaan makananku habis hanya karena kau sering main kerumahku. ”

            Eunsoo memukul pelan lengan Neul Yong, “ Issh. Kau kira aku makan sebanyak apa sih ?! Aku bisa bawa cemilan sendiri. Tenang saja. ”

            “ Hmm. Arasseo. Baiklah kalau begitu. Silahkan bermain sesuka hatimu. Biar kau puas melihat wajah Kibum oppa.”

            “ Gomawo Neul Yong. Kau memang sahabatku yang paliiiing baik.” Eunsoo memeluk Neul Yong dengan kuat.

            “ YA! Aku tidak bisa bernafas nih. ” Neul Yong berusaha melepas pelukan Eunsoo.

            “ Upps. Mianhae.” Eunsoo segera melepas pelukannya sebelum ia merasakan bara api(?) muncul diubun-ubun Neul Yong.

****

          
            “ Eunsoo-ah, kau pulang dengan siapa nanti ? ” Tanya Neul Yong saat ia sedang merapikan semua buku-bukunya.

            “ Oppa ku yang akan menjemput. Kau ikut saja denganku. Kau mau ? ”

            “ Hmmm, apa tidak merepotkan nantinya ? ”

            “ Kau tidak usah merasa sungkan padaku. Kita kan sudah berteman lama sekali. Lagi pula, rumah kita juga searah. ”

            “ Baiklah kalau begitu. Gomawo Eunsoo.” Neul Yong tersenyum.

            “ Cheonman. ”

            Ponsel Neul Yong tiba-tiba berbunyi. “ Yeoboseyo ? ” Ucap Neul Yong.

            “ Neul Yong-ah.” Kata seseorang diseberang sana.

            “ Oppa. Ada apa menelepon ? ” Tanya Neul Yong.

            “ Kau mau menemaniku membeli sesuatu ? Aku butuh saran darimu.”

            “ Hmm. Baiklah oppa. Kau akan menjemputku kan ? ”

            “ Itu sudah pasti. Ya sudah kalau begitu. Kau tunggu aku ya. Aku akan segera kesana.”

      Sambungan itu terputus. Neul Yong kembali membereskan buku-bukunya.

            “ Siapa yang menelepon tadi ? ” Tanya Eunsoo.

            “ Kyuhyun oppa. Dia memintaku untuk menemaninya pergi. ”

            “ Oh. Kau jadi ikut aku atau tidak ? ”

            “ Mianhae. Sepertinya lain kali saja aku akan ikut. Gomawo sudah menawarkan aku untuk pulang bersama.”

            “ Hmm. Gwenchana. Kalau begitu, kajja kita keluar. Sekolah semakin seram saja kalau sudah tidak ada orang begini.” Eunsoo melihat ke sekeliling ruang kelasnya. Ia sedikit mengedikkan bahunya.

            “ Benar juga. Kajja.” Mereka berdua pun pergi.

            Sesampainya digerbang, mereka melihat mobil sedan hitam sudah terparkir.

            “ Oh, oppa ku sudah datang. Kau tidak apa-apa kan sendirian ? ” Eunsoo menoleh kearah Neul Yong. Dilihatnya Neul Yong sedang menyipitkan matanya. Arah matanya itu menuju ke mobil sedan hitam yang terparkir tidak jauh dari mereka.

            “ Neul Yong-ah ? ” Eunsoo mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Neul Yong.

            Neul Yong tersadar dari lamunanya, “ Mwoya ? ”

            “ Kau sedang melihat apa ? ”

            Neul Yong menggeleng, “ Aniyo. Aku hanya saja pernah melihat sedan hitam itu. Tapi dimananya, aku lupa.”

            “ Maksudmu sedan yang diparkir disana itu ? ” Tunjuk Eunsoo.

            Neul Yong mengangguk.

            “ Itu mobil oppa ku. Kau mungkin pernah melihatnya dirumahku kali. ”

            “ Tidak mungkin. Aku kan sudah sering datang kerumahmu tapi tidak pernah melihat mobil itu.”



            “ Benar juga ya..” Pikir Eunsoo.

            TIN-TIN

            Terdengar bunyi klakson dari mobil tersebut. “ Sepertinya oppa mu sudah marah-marah. Kau duluan saja sana. ”

            “ kau tidak apa-apa aku tinggal sendiri ? ” Tanya Eunsoo.

            “ Gwenchana. Sudah sana.” Neul Yong mendorong-dorong Eunsoo.

            “ Ya sudah. Annyeong Neul Yong-ah..” Eunsoo melambaikan tangannya dan berlari kecil.

            Neul Yong melihat mobil itu mulai menjalankan ke-4 rodanya dan pergi.


~Di mobil Eunsoo~


            “ YA! Kau itu lama sekali sih kalau jalan. ” Seorang namja memukul pelan kepala Eunsoo.

            “ YA! Appo.” Eunsoo mengelus-elus kepalanya.

            “ Kau tadi bersama siapa ? ” Tanya namja itu.

            “ Oh, dia temanku. Namanya Shin Neul Yong.” Ucap Eunsoo. ‘ Neul Yong ? Bukankah dia Yeoja yang dikenalkan Kibum kemarin ? ‘ Batin namja itu.

            “ Shin Neul Yong ? Apa dia punya seorang kakak ?” tanya namja itu lagi.

            “ Punya. Cho Kyuhyun, kakak pertamanya dan Kim Kibum, kakak keduanya. Neul Yong anak terakhir.”

            “ Kenapa marga mereka semua berbeda-beda ? ”

            “ Oppa tidak tahu ? Mereka semua itu anak-anak panti asuhan. Mereka keluar dari panti asuhan mereka untuk hidup mandiri. Jadilah mereka seorang kakak beradik tanpa mempunyai darah daging yang sama.”

            “ Kenapa mereka hidup bersama  ? Bukankah itu tidak boleh ? ” Tanya namja itu lagi.

            “ Aku tidak tahu. Kenapa oppa menanyakan itu padaku ? ” Tanya Eunsoo heran.

            “ Aniya. Hanya ingin bertanya.” Jawab namja itu. ‘ Aku jadi tertarik dengan Yeoja itu.’ Batinnya.

~Di mobil Eunsoo~


            “ YA! Kau itu lama sekali sih kalau jalan. ” Seorang namja memukul pelan kepala Eunsoo.

            “ YA! Appo.” Eunsoo mengelus-elus kepalanya.

            “ Kau tadi bersama siapa ? ” Tanya namja itu.

            “ Oh, dia temanku. Namanya Shin Neul Yong.” Ucap Eunsoo. ‘ Neul Yong ? Bukankah dia Yeoja yang dikenalkan Kibum kemarin ? ‘ Batin namja itu.

            “ Shin Neul Yong ? Apa dia punya seorang kakak ?” tanya namja itu lagi.

            “ Punya. Cho Kyuhyun, kakak pertamanya dan Kim Kibum, kakak keduanya. Neul Yong anak terakhir.”

            “ Kenapa marga mereka semua berbeda-beda ? ”

            “ Oppa tidak tahu ? Mereka semua itu anak-anak panti asuhan. Mereka keluar dari panti asuhan mereka untuk hidup mandiri. Jadilah mereka seorang kakak beradik tanpa mempunyai darah daging yang sama.”

            “ Kenapa mereka hidup bersama  ? Bukankah itu tidak boleh ? ” Tanya namja itu lagi.

            “ Aku tidak tahu. Kenapa oppa menanyakan itu padaku ? ” Tanya Eunsoo heran.

            “ Aniya. Hanya ingin bertanya.” Jawab namja itu. ‘ Aku jadi tertarik dengan Yeoja itu.’ Batinnya.

****


            Neul Yong masih berdiri didepan gerbang sekolah. Ia terus saja memandangi jam tangan yang bertengger(?) dilengannya. Sudah 1 jam lebih ia menunggu Kyuhyun menjemputnya. Dan waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore.  Akhirnya terdengar suara derungan mesin motor. Neul Yong menoleh ke kanan dan didapati motor sport biru Kyuhyun menghampirinya.

            Tidak butuh waktu sampai 1 menit, motor itu sudah berada tepat didepannya. Kyuhyun membuka helm berwarna hitam legam itu dan mengibas-ngibaskan rambutnya agar tidak terlihat berantakan. Ia menoleh ke arah Neul Yong dan tersenyum. “ Mianhae aku terlambat. Dijalanan sangat macet. Bahkan motorku saja tidak bisa menyelip mobil-mobil saking macetnya.”

            Neul Yong tersenyum. Entah mengapa ia tidak bisa untuk tidak tersenyum saat melihat Kyuhyun memperlihatkan senyuman yang menurutnya, sangat memabukkan. “ Gwenchana oppa. Ayo kita berangkat. Memangnya kau mau mencari apa sampai mau meminta pendapatku ? Biasanya kau pandai memilih barang-barang yang bagus.”

            “ Ada sesuatu yang ingin aku beli. Untuk seseorang. Makanya aku ingin meminta pendapatmu. ” Ucap Kyuhyun.

            “ Oh. Untuk seorang yeoja ya ? “ Tanya Neul Yong. Kyuhyun tersenyum dan mengangguk.

            ‘DEG’

            Entah mengapa rasanya jantung Neul Yong serasa ditekan. Neul Yong memegang dada sebelah kirinya itu. Sesak rasanya. Ini pertama kalinya Neul Yong merasa dadanya begitu sesak. Sulit untuk bernafas. Ia tidak mengerti kenapa ia begini. Neul Yong memaksakan seulas senyumnya agar Kyuhyun tidak curiga.

            “ Wah, siapa yeoja yang beruntung itu oppa ? ” Tanya Neul Yong.

            “ Hahaha. Ada pokoknya. Kajja. Aku tidak mau kita pulang terlalu malam. Aku sekalian ingin mentraktirmu makan. ” Kata Kyuhyun sembari memberikan helm berwarna putih.

            “ Oppa, kau membeli helm baru untukku ? ” Tanya Neul Yong.

            “ Ne. Supaya aku tidak masuk angin. Dari kemarin perutku rasanya tidak enak. Rasanya seperti terlalu banyak minum air.” Kyuhyun memegangi perutnya itu.

            “ Pasti ini gara-gara aku. Mianhae oppa karena aku sudah merepotkanmu. ” Neul Yong menundukkan wajahnya.

            Kyuhyun menyentuh dagu Neul Yong dan mengangkatnya, “ Kau tidak usah merasa bersalah seperti itu. Lebih baik aku yang sakit dari pada kau. Kau itu adikku. Jadi, jangan pernah merasa sungkan padaku. ” Kyuhyun tersenyum.

            Neul Yong membalas senyuman yang meneduhkan hatinya itu, “ Gomawo oppa. Oppa adalah oppa yang paling aku sayang didunia.”

            Kyuhyun masih tetap tersenyum namun ia berpikir, ‘ Apakah Neul Yong hanya menganggapku sebagai oppa ? Bukan sebagai namja ? ’

            Sadar dengan apa yang dipikirkannya, Kyuhyun segera menampiknya, ‘ Aniya. Aku tidak boleh berpikir seperti itu. ’

            “ Ayo cepat kau naik. Lebih cepat, lebih baik bukan ? ” Kata Kyuhyun. Neul Yong segera naik ke motor itu, memakai helmnya dan dengan perlahan memeluk pinggang Kyuhyun erat. Kyuhyun menyalakan mesin motornya dan melaju.

****

            “ Oppa, dari tadi kau hanya melihat-lihat saja. Sebenarnya apa yang ingin kau beli sih ? ” Neul Yong memandang oppa nya yang sedari dari hanya melihat-lihat benda yang dipajang di berbagai etalase toko.

            “ Aku juga tidak tahu. Aku bingung. Menurutmu, yang disukai oleh wanita itu apa saja ?”

            Neul Yong memegang dagunya tampak berpikir, “ Aku rasa karena aku sebagai wanita, akan sangat bagus kalau diberikan sesuatu yang tidak akan pernah dilupakannya seumur hidup.”

            Kyuhyun berhenti berjalan. Tatapannya menuju Neul Yong, “ Maksudmu apa itu sesuatu yang akan dikenang seumur hidup ? ”

            “ Cinta.”

            “ Cinta ? ” Tanya Kyuhyun heran.

            “ Cinta bagi seorang wanita adalah sebuah anugerah terindah yang diberikan oleh tuhan. Terlebih lagi cinta yang ia dapat adalah cinta yang  benar-benar tulus dari lubuk hati seseorang yang ia cintai. Rasanya hidup itu akan lengkap bila kita menemukan cinta sejati hanya untuk kita. ” jawab Neul Yong yakin.

            Kyuhyun terpaku mendengarnya, “ Ternyata adikku ini sudah besar ya.” Ia mengelus lembut rambut Neul Yong.

            “ Aku sudah kelas 3 SMA oppa. Memangnya aku ini anak kecil selamanya ?! ” Neul Yong memberengutkan bibirnya.

            “ Jangan marah seperti itu. Kajja, kita cari lagi. Sepertinya tadi aku sudah menemukan apa yang ingin aku beli. ” Kyuhyun menggenggam tangan Neul Yong dan berlari kecil.

****

            “ Bagaimana menurutmu ? ” Kyuhyun menunjukkan sepasang kalung untuk pasangan. Kalung tersebut berbentuk lingkaran dan ditengah lingkaran tersebut ada gambar hati yang menyembul keluar. Saat hati itu ditekan, kalung tersebut terbuka dan didalamnya bisa disimpan foto.

            “ Bagus oppa. Beli saja yang ini. ” Neul Yong mengangguk tanda setuju.

            “ Baiklah kalau begitu. Kau kutinggal sebentar ya. Aku mau membayarnya dulu setelah itu kita pergi makan.”

            “ Oke.”

            Kyuhyun berjalan menuju kasir sedangkan Neul Yong menyusuri setiap bagian yang ada di toko tersebut. Neul Yong melihat sekeliling toko tersebut dan tersenyum. Ia melihat sepasang boneka teddy bear yang sedang tersenyum memegang hati. Teddy bear itu saling berhadapan dan tersenyum. Seperti bermaksud ingin memberikan hati itu kepada pasangannya.

            Neul Yong sangat ingin membelinya namun uangnya sedang menipis. Bos tempatnya ia bekerja tidak akan memberikan gaji nya sebelum tanggal 30. Dan tanggal 30 itu baru lusa. Neul Yong hanya bisa menghela nafas dan berbalik. Dilihatnya Kyuhyun masih mengantri untuk membayar.

            Neul Yong menghampiri Kyuhyun dan menyentuh lengannya. “ Oppa, aku tunggu diluar ya.” Kyuhyun mengangguk dan tersenyum.

            Beberapa menit kemudian, Kyuhyun keluar dan membawa kotak kecil yang diberi pita berwarna pink. “ Aku sudah selesai. Sekarang waktunya kita makan. Kau mau makan dimana ? ”

            “ Dimana saja yang penting perutku kenyang. ”

            “ Oke. Aku tahu tempat yang bagus. ” Kyuhyun menaiki motornya, menyalakan motornya dan memakai helm. Neul Yong pun juga mengikuti Kyuhyun. Setelah Neul Yong memeluk pinggang Kyuhyun, ia baru            menjalankan motornya.

            Mereka berhenti di restoran makanan Eropa dikawasan Myeongdong. Kyuhyun menarik Neul Yong dan membawanya masuk ke restoran itu. Mereka duduk dimeja paling sudut restoran ini.

            Pelayan tersebut memberikan buku menu masakan yang ada direstoran ini. Neul Yong membuka buku menu tersebut dan matanya tiba-tiba terbelalak. “ Oppa.” Neul Yong berbisik agar suaranya tidak didengar oleh pelayan yang masih menunggu pesanan dari mereka.

            “ Hmm ? ” Kyuhyun bergumam. Tatapan matanya masih turun-naik melihat daftar makanan.

            “ Kau benar mau mentraktirku disini ? ”

            “ Ne. Waeyo ? ”

            “ Apa tidak apa-apa ? Makanan disini terlalu mahal menurutku. Kita ganti restoran saja ya ? ” Tanya Neul Yong yang masih berbisik. Ia tidak enak bila didengar oleh sang pelayan.

            Kyuhyun mengangkat wajahnya dan tersenyum, “ Gwenchana. Hari ini aku dapat uang banyak hasil part time ku. Sekali-kali aku ingin mentraktir yeodongsaeng ku makanan mahal.”

            “ Jeongmalyo ? Benar oppa tidak keberatan ? ” Tanya Neul Yong lagi.

            “ Sudah aku katakan tidak apa-apa. Hmm, aku pesan Pizza Carbona dan jus Jeruk saja. ” Pelayan tersebut langsung menulis pesanan Kyuhyun. “ Kau mau pesan apa ? ”Tanya Kyuhyun.

            “ Aku sama denganmu saja oppa. Aku tidak begitu mengerti masakan barat.” JawabNeul Yong.

            Kyuhyun mengulang lagi pesanannya, “ 2 Pizza Carbonara dan 2 jus jeruk ya.”

            “ Baiklah tuan. Mohon tunggu sebentar.” Pelayan itu tersenyum. Mengambil kembali daftar menu dan pergi.

            “ Oppa.”

            “ Hmm.”

            “ Yeoja itu.. Yeoja yang akan oppa berikan kalung itu, apakah aku mengenalnya ? ”

            Kyuhyun menopang dagu dengan sebelah tangannya, tersenyum. “ Kau mengenalnya. Bahkan sangat mengenalnya. ”

            “ Aku mengenalnya ? Seingatku, oppa tidak pernah memperkenalkan teman wanitamu padaku.”

            “ Benarkah ? Kau mungkin lupa.”

            “ Hmm, mungkin. ” Neul Yong mengangkat bahunya.

            Lalu keheningan menyelimuti mereka berdua. Dan tepat pada saat itu, pelayan datang membawa pesanan mereka. Mereka makan dalam diam. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Neul Yong.

            “ Neul Yong-ah.”

            Neul Yong menoleh dan mencari asal suaranya. Dilihatnya Eunsoo melambai ke arahnya. Eunsoo bersama dengan namja jangkung yang tidak begitu asing dimatanya. Eunsoo menghampiri Neul Yong bersama dengan namja itu.

            “ Ternyata kau sedang disini. Oh, Kyuhyun oppa. Annyeong haseyo.” Eunsoo membungkukkan kepalanya. Kyuhyun tersenyum dan balas mengangguk.
 
            “ Oh iya, Neul Yong-ah. Perkenalkan, ini oppa ku Choi Minho. Oppa, ini temanku, Shin Neul Yong dan ini kakaknya, Cho Kyuhyun.” Eunsoo memperkenalkan Minho ke mereka berdua.

            “ Annyeong. Ini kedua kalinya aku bertemu denganmu, Shin Neul Yong. Kau ingat aku bukan ? ” Tanya Minho.

            Neul Yong mengernyitkan dahinya dan teringat, “ Oh, Gurae. Kau teman Kibum oppa bukan ? ”

            “ Ne. Ternyata kau masih mengingatku. ”

            Eunsoo terlihat heran, “ Oppa mengenal Kibum Oppa ? ”

            Minho mengangguk, “ Dia teman satu kuliahku.”

            “ Oh. ” Eunsoo mengangguk tanda mengerti.

            “ Baiklah kalau begitu. Kami berdua tidak akan mengganggu kalian. Selamat makan. Annyeong.” Minho membungkukkan kepalanya dan membawa Eunsoo pergi. Kyuhyun melihat punggung namja itu. ‘ Kenapa tatapan matanya kepada Neul Yong seperti itu ? ’ Batinnya.

            Merasa Minho dan Eunsoo sudah menjauh, Kyuhyun berkata, “ Kau mengenal namja itu ? ”

            “ Ne. Kibum oppa yang mengenalkanku saat ia bermain kerumah kemarin. ”

            “ Oh. Ya sudah, cepat kita makan. Nanti Kibum marah-marah karena kita pulang telat.”

****

            Minho mengajak Eunsoo mencari meja yang tidak begitu jauh dari meja tempat Neul Yong dan Kyuhyun duduk. Setelah menemukan meja yang tepat, Minho mengambil tempat dimana ia bisa menatap Neul Yong. Dan Eunsoo mengambil tempat duduk yang berhadapan dengan Oppanya itu.

            “ Jadi oppa mengenal Kibum ? ” Tanya Eunsoo setelah mereka duduk.

            “ Hmm. Kenapa memangnya ? ” Tanya Minho. Namun matanya tidak menatap adiknya itu. Ia sedang menatap Neul Yong yang sedang makan.

            “ Aku kan bisa meminta bantuan oppa buat kenalin aku dengannya. Kau tidak tahukan oppa, aku ini adalah secret admirer nya.”



            “ Hmmm, begitu.” Minho masih saja menatap Neul Yong yang jaraknya hanya sekitar 1 meter dari tempatnya.

            Menyadari Oppa nya itu tidak memperhatikannya, Eunsoo mendengus sebal dan melihat arah pandang oppa nya itu. Saat tahu siapa yang oppa nya lihat, Eunsoo menyeringai kecil.

            “ Oppa tertarik dengan Neul Yong ya ? ” Tanya Eunsoo langsung.

            “ Hah ? Mwo ? Apa yang kau bilang tadi ? ” Tanya Minho yang akhirnya menatap adiknya itu heran.

            “ Oppa tertarik dengan Neul Yong kan ? ” Tanya Eunsoo.

            “ A..a.. Aniyo. Kata siapa ? ” Minho terlihat gugup menjawabnya.

            “ Sudahlah oppa. Aku sudah tahu bagaimana kau memandang wanita yang membuatmu tertarik. Kau mau aku membantumu ? ”

            Minho terdiam. Ia belum berani menjawabnya.

            “ Bagaimana ? Kau mau aku membantumu tidak ? Mumpung aku sedang baik padamu nih. Tawaran tidak akan datang 2 kali ya.”

            “ Hmm. Baiklah. Bantu aku memilikinya.”

            “ Waahh, Kalau kata-kata oppa sudah seperti itu, berarti kau sudah lebih dari sekedar tertarik ya oppa.” Eunsoo menyeringai jahil. “ Tapi ada 1 syarat.” Katanya lagi.        

            “ Apa syaratnya ? ”

            “ Sini aku bisikkan.” Minho mendekatkan telinganya dan mendengar syarat yang diminta adiknya itu. Minho tersenyum.

            “ Itu sih gampang. Aku kan dekat dengannya. Aku jamin dia pasti akan menyukaimu.” Kata Minho.

            “ Baiklah oppa. Kita Deal ? ” Eunsoo mengulurkan tangannya.

            Minho menjabat tangan itu, “ DEAL ! ” dan Tersenyum.




****

          
            Neul Yong bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan untuk para oppa nya. Ia melihat kamar masing-masing oppa nya itu dan melihat mereka berdua masih tertidur lelap. Tidak enak membangunkan mereka bedua, Neul Yong turun ke dapur dan segera menyiapkan sarapan pagi.

            Mengambil celemek yang biasa ia pakai dan bertolak pinggang. Bingung ingin memasak apa. “ Hmm, lebih baik aku buat apa ya ? ” Kemudian ia membuka kulkas dan melihat bahan makanan apa saja yang bisa ia gunakan. Neul Yong mengambil kimchi yang sudah ia buat 3 hari yang lalu. “ Aku buat nasi goreng Kimchi saja deh. ”

            Tidak butuh waktu lama bagi Neul Yong untuk membuatnya. Hanya 10 menit saja, nasi goreng kimchi tersebut sudah tersaji dimeja makan. “ Selesai. Sekarang waktunya untuk membangunkan Oppadeul. ”

            Neul Yong membuka celemeknya. “ Eh, talinya kok susah dibuka sih ? ” Ia berusaha keras untuk membuka tali celemek itu. “ Iissh. Aku minta bantuan oppa saja deh. ” Namun sebelum ia beranjak, tubuhnya tertahan karena ada seseorang yang menarik celemeknya  itu. Neul Yong terdiam. Entah siapapun dari oppa nya itu sedang berusaha untuk melepaskan tali tersebut.

            Setelah merasa tali itu sudah terlepas, Neul Yong segera membuka celemek itu dan membalikkan tubuhnya itu. Dilihatnya Kyuhyun oppa sedang tersenyum memandangnya. “ Oppa, kau sudah bangun ? Gomawo sudah membantuku melepaskan ini. ” Neul Yong mengangkat celemek yang masih digenggamnya.

            “ Cheonman. Dan gomawo sudah memasakkan sarapan pagi. Hmmm, baunya enak sekali.” Kyuhyun terlihat sedang menghirup bau enak dari masakan itu.

            “ Hehehe.. Oke kalau begitu, aku akan membangunkan Kibum oppa dulu. ” Neul Yong hendak pergi meninggalkan Kyuhyun. Namun Kyuhyun menahannya. “ Ia sudah bangun dari tadi. Kau lebih baik segera mandi. Nanti jam setengah 7, aku antar.”

            “ Oh. Oke. ” Kyuhyun melepas pegangannya dan membiarkan Neul Yong pergi mandi.

****

            “ Baiklah kalau begitu. Nanti aku jemput ya. Annyeong.” Kyuhyun segera menggas motornya dan pergi.
 
            Belum sempat Neul Yong membalikkan tubuhnya, sebuah mobil sedan hitam terparkir tepat didepannya. Ia sudah tahu mobil siapa ini. Seseorang turun dari mobil tersebut dan ternyata Eunsoo. Eunsoo tersenyum memandang Neul Yong.

            “  Neul Yong-ah.. Annyeong. ” Sapa Eunsoo.

            “ Annyeong. ” Neul Yong membalas sapaan Eunsoo. Eunsoo mengetuk kaca mobil dan kaca mobil itu serta merta langsung turun. Ia berpamitan dengan sang pengemudi. “ Oppa, nanti jemput aku seperti biasa ya. ”

            Sang pengemudi yang tak lain adalah Minho mengangguk. Dan Neul Yong lihat, Minho tersenyum padanya. Merasa tidak enak, Neul Yong membungkukkan kepalanya, “ Annyeong haseyo, Minho-ssi.” Sapa Neul Yong.

            “ Annyeong Neul Yong. Bagaimana kabarmu ? ” Tanya Minho masih dengan senyuman yang tersungging dibibirnya.

            “ Baik. Bagaimana dengan Minho-ssi sendiri ? ”

            Minho menunjuk dirinya sendiri, “ Aku ? Sudah pasti aku baik-baik saja. Gomawo.”

            Neul Yong tersenyum dan dilihatnya Eunsoo melambaikan tangannya, “ Sudah dulu ya oppa. Aku dan Neul Yong pergi dulu. Jangan lupa nanti menjemputku ya.”

            Minho mengangguk dan tersenyum menatap adiknya itu dan Neul Yong, “ Kalau begitu aku pergi dulu. Annyeong.” Ia menutup kaca mobil itu dan kemudian melajukan mobilnya.

            Eunsoo merangkul pundak sahabatnya itu, “ Ayo kita masuk.” Dan tersenyum penuh arti.

****

            “ Neul Yong-ah..” Eunsoo dan Neul Yong sedang menunggu oppa mereka masing-masing di gerbang untuk menjemput.

            “ Hmm ? ” Gumam Neul Yong.

            “ Aku boleh bertanya padamu boleh ? ”

            “ Mau tanya apa ? Kok pake basa-basi segala ? Biasanya kamu langsung to The Point ?! ” Tanya Neul Yong heran.

            “ Hehehe.. Iya deh, langsung aja ya, Kibum oppa belum punya pacar kan ? ”

            “ Oh. Belum. Dia masih single kok. Tenang saja, kalau dia sudah punya pacar, langsung aku bilang padamu, Oke.”

            “ YA ! Kau tidak mau mendukung sahabatmu ini ? ” Ucap Eunsoo merengek tidak jelas.

            “ Hahahaha. Aku pasti mendukung mu lah. Tapi yang aku lihat, usahamu kurang gereget. Oppa ku yang satu itu kurang begitu suka dengan Yeoja yang plin-plan. ” Neul Yong menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu.

            “ Baiklah kalau begitu. Aku akan berusaha dengan keras. FIGHTING ! “ Eunsoo melempar tinjunya ke udara, tanda bersemangat.

            “ Nah, itu baru temanku. ”

            “ Oh ya, ngomong-ngomong soal pacar, kau belum punya pacar kan ? ” Tanya Eunsoo.

            “ Mwo ? Pacar ? Aniyoo. Aku sama sekali tidak pernah memikirkan hal seperti itu.” Sanggah Neul Yong.

            “ Hmm, tapi kau punya orang yang disukai tidak ? ”

            “ Orang yang disukai ? ” Neul Yong sedang berpikir, entah mengapa di otaknya terbayang muka Kyuhyun yang sedang tersenyum lembut kepadanya. Neul Yong menggeleng-gelengkan kepalanya. ‘ Aniyo. Apa yang sedang aku pikirkan ini ? ’ batin Neul Yong.

            Belum sempat Neul Yong menjawab pertanyaan Eunsoo, mobil sedan hitam dan motor sport biru muncul secara bersamaan. Secara bersamaan juga, Minho membuka kaca mobil nya tersebut dan Kyuhyun membuka Helm nya. Motor sport Kyuhyun tepat disamping mobil sedan Minho.

            Kyuhyun menoleh kearah Minho dan begitu juga dengan Minho. Mereka berdua saling menatap. Entah mengapa dalam hati Kyuhyun tidak begitu suka dengan Namja yang sedang menatapnya itu. Begitu pula sebaliknya, ada sesuatu yang aneh yang membuat Minho tidak suka dengan Namja yang ada dihadapannya ini.

            “ Oppa.” Neul Yong menghampiri Kyuhyun dan berhasil membuat Kyuhyun mengalihkan tatapannya.

            “ Hai. Ayo kita pulang. ” Kyuhyun segera memberikan Helm putih itu dan menyuruh Neul Yong untuk segera naik. Menancapkan giginya dan segera pergi. “ Aku duluan ya Eunsooo ya..” Teriak Neul Yong yang sudah agak jauh dari pandangan Eunsoo.

            Eunsoo segera memasuki mobil dan dilihat oppanya itu sedang menatap kesal stir yang ia genggam. “ Oppa..” Panggil Eunsoo. “ Oppa..” Panggil Eunsoo lagi.

            “ Ah, Mwo ? ” Akhirnya Minho mendengar panggilan adiknya itu.

            “ Ada apa denganmu ? ” Tanya Eunsoo.

            “ Tidak apa-apa. Hanya saja, aku tidak begitu suka caranya itu menatapku.”

            “ Maksudmu Kyuhyun oppa ? ” Minho mengangguk.

            “ Mungkin itu hanya perasaanmu saja oppa. Kyuhyun oppa itu orang nya baik sekali. Bahkan ku akui ia lebih baik dibandingkan Kibum oppa.”

            “ Huuh.” Minho mendesah keras.

            “ Sudahlah oppa. Tenang saja, aku akan tetap membantumu. Ayo cepat pulang. Cacing diperutku sudah tidak tahan minta diisi nih. ”

            “ Oke,oke.”

****

            Sesampainya dirumah, Minho segera ke kamarnya. Menghempaskan tubuhnya ke kasur. Sebelah lengannya menutupi kedua matanya. Mendesah keras. “ Apa maksud dari tatapan namja itu ? Membuatku kesal saja.”

                Minho bangun dari tidurnya, kemudian ia mengambil ponsel disaku celananya. Ada 1 message masuk. Dari yeodongsaengnya.

                From     : Yeodongsaengku
                To           : Minho Oppa

                Oppa, aku tahu sekarang apa yang kau inginkan. Ini no nya : 079655****
                Cepat kau mulai mendekatinya. Aku akan mendukungmu oppa. Tapi jangan lupa dengan janjimu ya. AJJA AJJA FIGHTING Oppa ! ;)

                Minho tersenyum. Ia mulai mengetik balasan untuk adiknya.

                From     : Minho Oppa
                To           : Yeodongsaengku

                Gomawo saengku yang cantik !! Aku akan membantumu asalkan kau membantuku juga. Arasseo ?! ;)

                Dan Minho mengklik tombol SEND. Ia menimbang-nimbang tawaran adiknya itu. Ia mengsave no itu dengan nama Expected NY. Lalu dengan segera menekan tombol CALL. Menempelkan ponsel itu ditelinganya. Tapi ia merejectnya sebelum nada sambung terdengar.

                “ Aishh. Ada apa denganku ini ? Seorang Choi Minho kenapa menjadi pengecut begini ? ” Ucapnya kepada dirinya sendiri. Lalu ia menekan tombol call lagi, menempelkan ponsel itu ke telinganya. Tidak begitu lama nada sambung terdengar. Minho menegakkan tubuhnya dan mengatur nafasnya perlahan. “ Yeoboseyo ? ” Terdengar suara yang begitu lembut dari seberang ponsel. Nafas Minho tercekat.

****
                Neu Yong sedang melayani pelanggan ditoko tempatnya bekerja. Namun saku bajunya bergetar. Ternyata ponselnya berdering. “ Mianhae agassi, saya ingin mengangkat telfon dulu sebentar. ” Neul Yong menundukkan kepalanya dan pamit kepada nona muda yang sedang memilah-milih High Heels.

            “ Yeoboseyo ? ” Neul Yong mengangkat telfonnya itu. Tidak terdengar suara siapapun. “ Yeoboseyo ? ” Ulangnya lagi. Masih tidak ada jawaban dari seberang sana. Neul Yong hendak mereject nya namun tiba-tiba terdengar suara, “ Hmm, Yeoboseyo ? Neul Yong-ssi ? ”

            Neul Yong kembali menempelkan ponselnya ditelinga. “ Ne. Neul Yong disini. Nuguseyo ? ”
            “ Hmm, ini aku. Choi Minho. ”

            “ Choi Minho ? Oppa nya Eunsoo ? ”Tanya Neul Yong heran.

            “ Ne. Benar. ”

            “ Oh, Annyeong haseyo Minho-ssi. Ada keperluan apa menelepon ? ”

            “ Hmm, Ani. Hanya ingin memastikan nomor mu. ”

            “ Oh, ngomong-ngomong darimana Minho-ssi mendapatkan nomorku ? Dari Eunsoo ya ? ”

            “ Ah, aniya. Dari...”

            TUUT,TUUT,TUUT

            Sambungan terputus. “ Loh, kok putus ? ” Neul Yong menaikkan sebelah alisnya. Akhirnya ia kembali memasukkan ponselnya ke saku bajunya.

            Dilain tempat, Minho menggerutu kesal. “ Aishh.. Pulsa abis..” Ia mendesah lagi dan melemparkan ponselnya itu ke ranjang. “ Lebih baik mandi saja.” 

****

            Neul Yong membuka locker bajunya. Hendak berganti baju. Jam kerja nya baru saja habis. Sekarang sudah pukul 9 malam. Dan ini waktunya dia untuk pulang. Selesai berganti baju, ia bersiap-siap untuk pulang. Mengambil tasnya itu dan pergi.

            Ia ingin sekali menelfon Kyuhyun untuk menjemputnya. Tapi jam segini oppanya itu pasti sudah tidur karena kelelahan. Akhirnya ia mengurungkan niatnya. Dan terpaksa ia harus menunggu bus malam-malam begini.


            Sudah hampir 30 menit Neul Yong menunggu bus di halte. Tapi tidak ada satu pun bus yang lewat. Jalanan sudah hampir sepi walaupun masih ada beberapa mobil yang lewat. Neul Yong terlihat cemas.

            Neul Yong merasa ia tidak sendiri dihalte itu. Menoleh ke kanan dan ia melihat seseorang dengan perawakan tinggi, memakai masker,  topi yang menutupi hampir seluruh wajahnya dan Jaket serta celana hitam. Neul Yong merasa bulu kuduknya naik.

            Neul Yong merasa tidak nyaman. Dan ia merasa orang itu mendekat kearahnya. Neul Yong bergeser menjauh. Namun semakin menjauh, orang itu semakin mendekatinya. Neul Yong berlari dan ternyata orang itu mengejarnya. Neul Yong panik. ‘ Astaga. Ya tuhan tolong aku.’

            Dalam keadaan panik dan masih berlari, Neul Yong mengambil ponselnya dan segera menelfon siapapun yang ada dideret no 1 dial CALL nya. Menempelkan ponsel itu ketelinganya. Nada sambung terdengar.

            “ Ayo, cepat angkat ! ” Neul Yong masih berlari dan sempat menoleh kebelakang. Orang tersebut semakin mendekat. Neul Yong semakin mempercepat larinya. Setelah menunggu lama, akhirnya telfon tersambung, “ Yeoboseyo ? ” terdengar suara dari seberang telfon.

            Neul Yong bernafas lega. Belum sempat menjawab, tiba-tiba...

 “ KYAAAAAAAAAAAA !!! ”
TBC

 Don't Be Silent Reader ya! Ok..
hargailah yg bikin FF ini :)

No comments:

Post a Comment

Jangan lupa tulis nama kalian sebelum komentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KAMSAHAMNIDA

Profile

My photo
Pangkalan Bun, Kalteng, Indonesia
Saya buat BLOG ini untuk berbagi dengan teman-teman penjelajah dunia maya.... WELCOME TO MY BLOG :)