Sunday, March 4, 2012

FF - SOMETHING // SHINee-SUPER JUNIOR Part V

FF - SOMETHING//SHINee-Super Junior Part V


Annyeooooooooooooooooong ^^
Ada yang kangen sama FF ku ini ??????
Miaaaaaaan nunggu lama*kayak ada yang nunggu aja. Aku bener-bener udah fokus sama UN.. Doakan aku ya supaya UN ku lancar dan Lulus..
FF ini aku buat curi-curii waktu ujian praktek.. hehhehehe
Mian yah kalau banyak typo, dan sedikit maksa alurnya.. Ini udah aku usahain supaya lumayan seru..
Oke, langsung aja yah... 

TITLE                  : Something
MAIN CAST         : Kyuhyun ( Super Junior ) as Cho Kyuhyun
                             Minho ( SHINee ) as Choi Minho
                             Key (SHINee) as Kim Kibum
                             Shin Neul Yong (OC’s)
OTHER CAST       : Temukan sendiri dalam FF
LENGTH                : CHAPTERED
GENRE                  : Family, Friendship, Romance
RATING               : PG -15
AUTHOR              : MutiaMia Andara (#OnDuMi(FF)#)
DISCLAIMER       : Semua cast punya orang tuanya masing2 kecuali Shin Neul Yong dan Ontehr Cast nanti nya..
I hate SIDERS and don't be PLAGIATOR

PREVIOUS PART

“ Uahhh, Mashita. Gomawo oppa sudah mentraktirku. ” Neul Yong memegang perutnya yang kekenyangan. Ia menatap Minho. Orang yang tengah ditatapnya pun juga tengah menatapnya. “ Ada apa oppa ? Apa ada noda eskrim diwajahku ? ” Neul Yong melap mukanya dengan punggung tangannya. Namun gerakannya terhenti saat tangan Minho memegang tangannya dan menurunkannya secara perlahan.

Neul Yong terpaku. Ia melihat Minho menatapnya tajam dan dalam. Tatapan yag dapat membuat semua yeoja luruh dan terpesona. Semakin lama wajahnya semakin dekat. Hembusan nafas sudah dapat terasa. Minho memiringkan wajahnya. Melihat itu, Neul Yong dengan refleks menutup matanya. Hanya tinggal beberapa senti lagi. Dan akhirnya bibir mereka saling bertemu. Minho mencium Neul Yong lembut. Neul Yong mengikuti alur yang diberikan oleh Minho. Lalu Minho dengan perlahan memeluk pinggang mungil Neul Yong. Neul Yong menyentuh lembut pipi Minho.

Minho melepas ciumannya perlahan. Ditatapnya kedalam manik mata Neul Yong. Dalam, agar ia mengetahui perasaan Neul Yong kepadanya. Namun tidak terbaca. Sama sekali tidak ada yang bisa ia baca dari kedua mata cokelat itu.

“ Saranghae, Neul Yong-ah... ” 

NEXT PART

Minho melempar kunci mobilnya ke sembarang tempat. Ia gundah, bingung dan terlihat.. kecewa. Semua itu campur menjadi satu. Ia membanting dirinya ke kasur dan sebelah tangannya menutupi kedua matanya. Ia masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

Flash Back

“ Saranghae, Neul Yong-ah... ”  Minho mebulatkan tekad untuk menyatakan perasaan sukanya pada Neul Yong. Yeoja yang sekarang ada dihadapannya. Yeoja yang tengah menundukkan kepalanya. “ Neul Yong ?” Panggil Minho.




Tidak ada respon dari Neul Yong. Kemudian Minho menyentuh dagu Neul Yong dan mengangkatnya. Minho kaget melihat wajah Neul Yong dipenuhi dengan air mata. “ Waeyo ? ” Tanya Minho khawatir.

“ Ani Oppa. ” Neul Yong menggelengkan kepalanya.

“ Kau jangan berbohong padaku. Ada apa ? ”

“ Mian oppa. Jeongmal Mianhae. ” Neul Yong kembali menundukkan wajahnya.

“ Mian untuk apa ? Aku tidak mengerti. ”

“ Mian. Aku belum bisa menjawab perasaanmu oppa. Jeongmal Mianhae. Aku...aku.. masih bingung. Tidak tahu harus mengatakan apa. ” Ucap Neul Yong lirih namun bisa didengar oleh Minho. Minho yang mendengar itu hanya tersenyum tipis. Ia kembali menyentuh dagu Neul Yong dan mengangkat wajahanya. “ Lihat aku, Neul Yong-ah..”

Neul Yong menurutinya. Ia memandang mata besar Minho. Namun sedikit buram melihat banyaknya air mata yang menggenang dipelupuk matanya. “ Kau tidak usah meminta maaf padaku. Aku hanya ingin mengatakannya padamu karena aku sudah tidak bisa menahannya. Dan juga aku tidak memaksa kamu untuk menerimanya. Kalau kamu masih bingung, biarkan perasaanku ini yang membuat kamu perlahan-lahan menghilangkan rasa bimbangmu itu. Biarkan saja ini mengalir. Oke ? ”

Neul Yong mengangguk, “ Sekali lagi aku minta maaf oppa. ”

“ Sssttt.” Minho menempelkan telunjuknya dibibir mungil Neul Yong. “ Jangan minta maaf lagi. Kau tidak bersalah Neul Yong-ah. Aku yang seharusnya minta maaf karena telah membuatmu menangis. ” Minho menghapus air mata Neul Yong dengan ibu jarinya. “ Kita masih tetap teman bukan ? ” Tanya Minho.

Neul Yong mengangguk lagi, “ Aku selalu menganggap oppa sebagai temanku. Bahkan sahabatku. ”

“ Baguslah kalau begitu. Satu hal lagi, aku akan terus berusaha dan menunggumu Neul Yong. Sampai kau siap memberikan jawabannya padaku. Oke ?  ”

“ Oke. ”

Flash Back END




Minho mendesah pelan. Ia menatap langit-langit kamarnya. Tengah berpikir. Berpikir bagaimana ia harus bisa meluluhkan hati seorang Shin Neul Yong agar menyukai dirinya. “ Aku tidak akan menyerah, Shin Neul Yong.”

****

Neul Yong tampak tidak berselera makan. Ia sedari tadi hanya mengaduk-aduk supnya. Sebelah tangannya lagi ia gunakan untuk menopang dagu. Kyuhyun sedari tadi memperhatikannya. Ada yang tidak beres dengan adiknya itu. “ Neul Yong-ah..” Panggilnya. Tidak ada sahutan dari adiknya ini. Rupanya ia sedang melamun. Lalu ia menoleh ke Kibum yang tengah makan. Ia menyentuh pelan lengan Kibum. Membuat Kibum menoleh dan Kyuhyun mengedikkan dagunya. Kibum segera melihat ke arah Neul Yong. “ Mungkin ia sedang ada masalah dengan Minho. ” Kata Kibum. Lalu ia melanjutkan makannya lagi.

“ Minho ? Memangnya mereka berdua kenapa ? ”

Kibum mengangkat bahunya, “ Entahlah. Aku juga tidak tahu. Yang aku tahu tadi mereka pulang bersama dan katanya ada hal penting yang ingin mereka bicarakan. ”

Kyuhyun hanya bergumam. Ia terus saja memandangi adiknya itu. Rasa khawatir melanda dirinya. Entah rasa khawatir seperti apa yang tergambar saat ini. Rasa khawatir seorang kakak terhadap adiknya atau... rasa khawatir kepada seseorang yang.. begitu disayanginya ?

****

Seorang yeoja tengah membuka laptopnya. Mencari-cari data yang harus ia selesaikan malam ini juga. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 KTA, namun tidak terbersit dari wajah yeoja itu kalau ia lelah. Lalu seseorang mengetuk pintu kamarnya. “ Masuk saja eomma. ”

Dengan perlahan pintu yang terbuat dari kayu mahoni itu terbuka. Tampak seorang yeoja paruh baya membawa nampan berisi camilan-camilan. “ Yoonmi-ya, kau belum tidur juga nak ? ”

“ Belum eomma. Ada yang harus kukerjakan. Hanya tinggal sebentar lagi kok. ” Yoonmi masih menatap layar laptopnya itu. Tampak sangat serius.

“ Ini eomma buatkan sandwich untukmu. Kau pasti kelaparan kan ? juga ada cokelat panas. Kau minum ya ? Udara sedang dingin-dinginnya. ” yeoja paruh baya itu meletakkan nampan disamping laptop tersebut lalu mengelus pelan rambut anak sulungnya itu.




Lalu tatapannya terhenti melihat figura foto yang terpajang dimeja itu. Di foto itu menampilkan seorang yeoja kecil tengah mencium seorang bayi mungil yang ada dipangkuan yeoja paruh baya yang tak lain dan tak bukan adalah dirinya sendiri. Yeoja paruh baya itu tampak tersenyum miris melihatnya.

“ Coba kalau adikmu masih disini, mungkin ia sudah dewasa. Umurnya 4 tahun dibawahmu kan ?! ”

Yoonmi menghentikan pekerjaannya lalu menoleh kearah eommanya itu. Dilihat eommanya tengah menatap foto yang selalu ia pajang dimeja belajarnya. Foto saat ia masih kecil tengah mencium adiknya yang masih bayi itu.

“ Coba kalau adikmu tidak hilang, kau pasti juga tidak kesepian. ” Kata eommanya lagi. “ Ini semua karena kesalahan eomma tidak menjaga adikmu dengan baik. ” setitik air jatuh dipipinya yang sudah berkerut itu. Yoonmi hanya bisa mengelus lembut tangan eommanya yang sudah tua itu. ‘ Eomma benar. Kalau kamu masih disini, mungkin aku tidak akan kesepian. Aku sangat merindukanmu, Sun-ah..’

*****

Neul Yong membanting diri kekasur empuknya. Hari ini rasanya ia tidak begitu bersemangat. Mengingat kejadian yang membuatnya terkejut. ‘ Minho oppa menyukaiku ? ’ Batinnya. ‘ Tapi aku tidak tahu perasaanku padanya. Aku bingung. Aku tidak tahu harus bagaimana ! ’ ia mengacak-acak rambutnya, frustasi.

Lalu ponselnya berdering. Tanda ada sms yang masuk. Dengan malas ia mengambil ponsel yang ada dimeja nakas samping kasurnya itu lalu membuka pesan masuk. Ternyata dari Eonni nya, Yoonmi.

From : Yoonmi Eonni ^^

Annyeong haseyo nae dongsaeng ^^

Jalljinasseo ?


Yoonmi eonni ? Dengan segera Neul Yong mengirim sms balasan.







To : Yoonmi Eonni ^^

Annyeong eonni..
Aku sedang tidak baik L..
Eonni sendiri ?
Ini sudah malam eonni. Kenapa belum tidur ?

Neul Yong melihat ke arah jam dinding lumba-lumbanya. Sudah pukul 23.30 KTA.

“Kenapa Yoonmi eonni belum tidur ? “ Kata Neul Yong lebih kepada dirinya sendiri. Lalu beberapa menit kemudian, sms balasan datang.

From : Yoonmi Eonni ^^

Kau sakit ? Kenapa keadaanmu tidak baik ?
Aku masih harus mengerjakan tugas. Kau sendiri, kenapa belum juga tidur ?

To : Yoonmi Eonni ^^

Aniyo. Aku tidak sakit. Ada pikiran yang membuatku bingung, eonni.
Masih mengerjakan tugas ? istirahatlah eonni. Jangan terlalu memforsir dirimu. Nanti kau bisa sakit.
Aku belum mengantuk eonni.

From : Yoonmi Eonni ^^

Sedang ada masalah apa ? Kau bisa menceritakannya padaku.
Iya, dongsaengku. Sebentar lagi aku selesai. Sebaiknya sekarang kau tidur. Besok masih sekolah kan ? Kalau begitu, Annyeonghi gasseyo, saeng.

To : Yoonmi Eonni ^^

Aku akan cerita lain kali eonni. Baiklah, aku akan tidur. Tapi eonni janji harus tidur juga. Ne, AnnyeongJ 

Neul Yong menaruh ponselnya dimeja nakas sebelah tempat tidurnya. Ia menarik selimutnya sampai batas dagu, dan mulai memejamkan matanya. Mencoba untuk jatuh kealam mimpi.

****




Pagi ini, Kyuhyun lah yang mengantar Neul Yong kesekolah karena Kibum ada kuliah pagi,jadi ia berangkat lebih pagi dari biasanya.

“ Kau mau oppa jemput atau tidak nanti ? ” Tanya Kyuhyun saat mereka sudah tiba digerbang sekolah Neul Yong.

“ Tidak usah oppa. Kau sedang sibuk kan ? Aku nanti langsung  pergi ke tempat kerja saja. ”

“ Baiklah kalau begitu. Jaljayo. ” Kyuhyun memakai helmnya lagi dan menstarter motornya. Sebelum berangkat, Kyuhyun mengelus rambut Neul Yong sebentar. Lalu mulai menjalankan motornya. Neul Yong menghela nafas panjang sebelum membalikkan tubuhnya. Langkahnya terhenti melihat mobil yang sudah sangat ia kenali berhenti tepat disampingnya. Melihat pintu mobil itu terbuka dan melihat sahabatnya itu turun. “ Annyeong, Neul Yong. ” Sapa Eunsoo.

“ Annyeong. ” Balas Neul Yong.

“ Oppa, jangan lupa nanti jemput aku sepeti biasa. ” Kata Eunsoo kepada Oppa nya, Minho. Neul Yong melihat Minho mengangguk dan pandangan matanya tertuju padanya. Neul Yong membuang muka. Eunsoo menutup pintunya dan merangkul sahabatnya itu.

Selama mereka menuju kelas, Eunsoo mendapati temannya tidak seceria yang biasanya. Tadi juga yang biasanya Neul Yong menyapa Oppanya, hari ini tidak. Apakah sesuatu terjadi pada mereka ? Pikir Eunsoo. Nanti aku akan bicara dengan oppa. Batinnya lagi.

*****

Minho berjalan gontai selama dikampus. Tadi pagi, ia bertemu Neul Yong. Dan sudah yang ia duga, Neul Yong menghindarinya. Apakah ia salah menyatakan rasa sukanya ?

“ Yo man. ” seseorang menggamit lehernya. Minho sudah tahu siapa orang itu.

“ Ada apa dengan kau, huh ? Tidak bersemangat seperti ini ? Mana Choi Minho yang biasanya ? ”

“ Aku sedang tidak mood untuk meladenimu. ” Minho terus berjalan tanpa peduli dengan dengusan Kibum.

“ Kau ada masalah dengan Neul Yong ? ” Mendengar nama itu, Minho langsung menghentikan langkahnya dan menatap Kibum. Tatapan yang sangat menyiratkan akan sesuatu. “ Berarti benar dugaanku. Kau sudah menembaknya bukan ? ” Lanjut Kibum lagi. Minho hanya terdiam memandangi sahabatnya itu.

“ Kau... ditolak ? ” Tanya Kibum hati-hati. Dan.. Skak matt. Minho menundukkan kepalanya. Mendengar kata ‘ditolak’ membuat hati Minho seperti tertohok pisau. Kibum yang melihatnya merasa iba. Ditepuk-tepuknya punggung Minho dan berkata,

“ Kau masih punya kesempatan, Choi Minho. Kau harus berusaha lebih keras lagi. ” Kibum memberikan sedikit nasihat pada Minho. Minho hanya menganggukkan kepalanya sedikit.

“ Kau mau... Kubantu ? “

****

“ Huuh..” Sudah hampir sepuluh kali Eunsoo menghitung helaan nafas Neul Yong. Waktu istirahat sudah habis dan Neul Yong sama sekali belum menyentuh makanannya sama sekali. Ia hanya mengaduk-aduk makanannya hingga tak berbentuk.

“ Shin Neul Yong..” Eunsoo memanggilnya pelan.

“ Hmm ? ”

“ Ada apa denganmu hari ini? Kenapa kau lesu sekali ? ”

“ Aniyo.”

“ Kau sedang ada masalah ? ”

“ Aniyo. ” Neul Yong menggeleng pelan.

“ Lalu ? Atau jangan-jangan kau.. ada masalah dengan oppa ku ? ”

Neul Yong terdiam mendengarnya. Oppa Eunsoo. Sudah pasti yang dimaksud adalah Minho. Entah mengapa mendengar nama itu, membuat hati Neul Yong merasa tidak karuan. Mengingat kejadian yang terjadi kemarin. Seharusnya bagaimana sikap dia kepada Minho ? Dia masih belum bisa bersikap seperti biasa. Masih sedikit ada rasa canggung.

“Neul Yong-ah.. Shin Neul Yong.” Eunsoo melambaikan tangannya didepan wajah Neul Yong.

“ Oh, Ne.. Waeyo ? ” Tanya Neul Yong.

“ Aishh kau ini. Sudahlah. Ayo cepat kita ke kelas. Sebentar lagi masuk. ” Eunsoo berdiri dan menarik tangan Neul Yong.

****

            “ Kau pulang dengan siapa nanti ? ” Tanya Eunsoo begitu ia selesai membereskan buku-bukunya.

            “ Sendiri. Kyuhyun Oppa dan Kibum Oppa sedang sibuk. Lagipula aku juga sekalian mau kerja. ” Jawab Neul Yong.

            “ Kalau begitu, kau naik mobilku saja. Kebetulan aku juga mau ke departemen store tempat kau kerja. Ada sesuatu yang ingin aku beli. ” Tawar Eunsoo.

            “ Ani. Ani. Tidak usah. Nanti aku merepotkan. ” Neul Yong menolaknya secara halus. Dan ia juga berpikir kalau ia naik mobil Eunsoo, otomatis ia akan satu mobil dengan Minho. Dan ia tidak mau hal itu terjadi.

            “ Tidak merepotkan. Kan sudah aku bilang dari tadi kalau aku juga sekalian mau ke departemen tempat kau bekerja itu. ”

            “ Geundae Eunsoo-ya, nan...”

            “ Sudah. Kau tidak boleh menolak. Kajja. Oppaku sudah menunggu dibawah. ” Eunsoo menarik tangan Neul Yong paksa. ‘ Astaga.. Eottohke ? ’ Batin Neul Yong.

            Eunsoo terus saja menarik tangan Neul Yong dan membawanya ke mobil. Sesampainya mereka didepan mobil, Eunsoo mengetuk kaca mobil. Dan tanpa menunggu lama, kaca mobilpun terbuka. “ Oppa, Neul Yong ikut mobil kita ya. Aku sekalian ingin pergi belanja ke tempat Neul Yong bekerja. Boleh kan ? ” Tanya Eunsoo. Sang pengemudi yang tidak lain dan tidak bukan Minho pun hanya mengangguk tanpa memberikan respon sama sekali. Lalu Eunsoo membuka pintu belakang dan menyuruh Neul Yong masuk sedangkan ia duduk di bangku depan bersama dengan Minho.

            Selama perjalanan, tidak ada saling tegur sapa antara Minho dan Neul Yong. Minho terkadang hanya melihat Neul Yong lewat kaca spionnya. Eunsoo menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh terjadi pada mereka berdua. Neul Yong yang biasanya selalu mengobrol dengan Minho, kali ini tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulutnya sampai mobil mereka berada di parkiran departemen store.

            Neul Yong segera turun dari mobil dan menmbungkukkan tubuhnya. “ Eunsoo-ya gomawo sudah mengantarkan aku sampai sini. Mian aku tidak bisa mengantarmu keliling departemen store. Aku sudah telat kerja. ”

            “ Gwenchanayo. Minho oppa bisa mengantarkan aku nanti. Kau lebih baik segera ketempat kerjamu. ”

            “ Ne. Sekali lagi gomawo Eunsoo-ya dan...” Perkataan Neul Yong terhenti. Ia melirik sekilas orang yang berada dibalik kemudi. “ dan Minho-ssi, Gomapseumnida. Annyeong. ” Lalu Neul Yong membalikkan tubunnya dan berjalan dengan cepat. Ia tidak ingin berlama-lama bertemu muka dengan Minho.

            Setelah melihat tubuh Neul Yong menjauh, Eunsoo langsung memberikan tatapan “death glare” nya kepada Minho. Yang merasa ditatap hanya berpura-pura tidak tahu. “ Oppa, sepertinya kau harus menjelaskan kepadaku tentang semua ini. SE-KA-RANG. ”

            *****

            Neul Yong menghela nafas panjang. Ia membuka lockernya dan menaruh pakaian bebasnya yang sudah berganti dengan pakaian kerja. Setelah ia menutup lockernya, ia mengambil ponselnya lalu mengecek panggilan masuk serta sms. Ada 2 pesan dan 2 kali misscall. Misscall pertama dari Kyuhyun dan yang kedua dari Yoonmi.

            From : Kyuhyun Oppa

            Neul Yong-ah, eodisseo ? Kau sudah sampai tempat kerja ?

            Kyuhyun Oppa ternyata mencariku. Batin Neul Yong. Dan dengan segera ia membalasnya.

            To : Kyuhyun Oppa
           
            Aku baru saja sampai oppa. Oppa, apa nanti bisa datang menjemputku ? Tapi kalau Oppa sedang sibuk, tidak usah menjemputku.

            Lalu Neul Yong membuka message yang kedua dan ternyata dari Yoonmi, Eonni kesayangannya.

            From : Yoonmi Eonni ^^

            Saengi, neo eodisseo ? Apa kau tidak bekerja hari ini ? Aku mencarimu ditempat kerja.

            ” Apa eonni sudah bekerja lagi  ? ” Tanya Neul Yong lebih kepada dirinya sendiri. Dan dengan segera ia berjalan menuju tempat kerjanya dan segera bertemu dengan eonni kesayangannya itu.

            ****

            “ Eonni, kau pulang dengan siapa ? ” Tanya Neul Yong ketika ia dan Yoonmi berjalan kearah lobi mall yang sudah mulai sepi pengunjung.

            “ Aku sendirian. Wae ? ”

            “ Aniyo. Apa tidak apa-apa eonni pulang sendirian ? ”

            “ Aku sudah biasa kok. Jadi kau tidak perlu khawatir. Lalu kau sendiri pulang dengan siapa ? ”

            “ Nan ? Aku pulang dengan oppa ku. ” Jawab Neul Yong. Ia celingak-celinguk mencari motor sport Kyuhyun dan ternyata ada. Oppa nya ternyata sudah menunggunya. “ Itu dia Oppaku. Kajja eonni, aku kenalkan eonni dengan oppa ku. ” Neul Yong menarik lengan Yoonmi.

            Mereka berdua semakin dekat dengan motor sport Kyuhyun. Dan disana terdapat namja dengan jaket berwarna biru toska dan helm berwarna hitam. Yoonmi merasa kalau ia pernah melihat sosoknya tapi ia lupa siapa.  “ Oppa, Kau sudah menunggu lama ? ” Tanya Neul Yong begitu ia sampai tepat disamping motor sport Kyuhyun. Kyuhyun yang masih memakai helm pun segera membuka helmnya. “ Kau ini mau membuat tubuhku membeku ? ” Tanya Kyuhyun dengan nada sedikit ketus.

            “ Mianhae oppa. Tadi aku kelamaan mengobrol. Oh iya, aku mau memperkanalkan oppa dengan eonni. Kenalkan, ini Yoonmi eonni dan eonni, ini Oppaku, Kyuhyun. ” Neul Yong memperkenalkan Kyuhyun dengan Yoonmi. Baik Kyuhyun maupun Yoonmi sedikit terlonjak saat lalu mereka berdua terkikik bersama.

            “ Ya ! kenapa kalian berdua malah terkikik ? ” Tanya Neul Yong heran.

            “ Neul Yong-ah, Aku dengan Eonni mu ini teman satu kampus. Untuk apa kau perkenalkan aku lagi dengannya ? ” Kata Kyuhyun masih disela-sela kikikannya. 

            “ Jeongmal ? Jadi kalian sudah kenal ? Aigoooo, ternyata dunia ini memang sempit ya. Ckckckck. ”

            “ Baiklah kalau begitu, lebih baik kalian berdua segera pulang. Cuaca sudah semakin dingin. ” Kata Yoonmi.

            “ Kau pulang bersama siapa Yoonmi-ssi ? ” Tanya Kyuhyun.

            “ Aku pulang sendirian. ”

            “ Apakah tidak apa-apa seorang yeoja pulang sendirian ? ” Tanya Kyuhyun lagi.

            “ Gwencahana Kyuhyun-ssi. Aku sudah biasa pulang sendiri. Lagipula rumahku tidak terlalu jauh dari sini. ”

            “ Baiklah kalau begitu. Kami berdua pulang duluan. Neul Yong-ah, cepat pakai helm mu.” Kyuhyun memberikan helm putih yang biasa digunakan Neul Yong. Neul Yong menerimanya dan segera naik ke motor.

            “ Eonni, aku pulang dulu ya. Eonni harus berhati-hati. Annyeong. ” Neul Yong memeluk pinggang Kyuhyun erat dan dengan segera Kyuhyun menyalakan motornya.

            “ Aku duluan, Yoonmi-ssi. Annyeong. ” Dan Kyuhyun segera menjalankan motornya menjauhi Yoonmi. ‘ Neul Yong beruntung sekali mempunyai kakak yang begitu baik. ‘ Batin Yoonmi.

            *****

            Neul Yong dan Kyuhyun telah sampai dirumah dan dengan segera Neul Yong pergi ke kamarnya. Mandi dan berganti pakaian tidur. Setelah itu, mengecek kembali ponselnya. Tidak ada pesan masuk. Lalu Neul Yong meletakkan ponselnya di meja nakas samping tempat tidurnya. Merebahkan tubunya yang lelah dikasur empuknya. Menarik selimutnya hingga menutupi dagu. Mencoba menutup matanya perlahan. Dan baru saja ia ingin memasuki dunia mimpinya, ponselnya berbunyi. Neul Yong mengerang kesal. Siapa yang berani mengganggu mimpinya ?

            Neul Yong meraba-raba meja nakasnya dan berhasil menemukan ponselnya. Matanya yang sudah terlanjur berat masih tetap menutup. Ia mencoba membuka matanya dan membaca pesan yang masuk. Matanya yang sudah berat mendadak terbuka lebar.

            From : Minho Oppa

            Kau marah padaku ?

            Kenapa Minho Oppa beranggapan seperti itu padaku ? Batin Neul Yong.

            To : Minho Oppa

            Aniyo.

            Tanpa menunggu terlalu lama, sms balasan pun datang.

            From : Minho Oppa

            Kau menghindariku.

            Menghindar ? Yah, mungkin itu benar. Neul Yong sedikit menjaga jarak dengan Minho. Bukan karena Minho menyatakan perasaannya tapi karena Neul Yong merasa tidak enak karena belum bisa menjawab perasaan Minho. Ia sendiri masih bingung dengan perasaannya sendiri. Dan tanpa berniat membalas sms Minho, Neul Yong kembali meletakkan ponselnya di meja nakas dan mulai kembali memasuki alam mimpinya.

            *****

            Seminggu lebih sudah Neul Yong menghindar dari Minho. Ia masih canggung dan juga bingung dengan perasaannya sendiri. Setiap Minho memanggilnya, ia selalu membuang muka dan langsung pergi entah kemana.

            Hari jumat ini, Neul Yong sudah berjanji dengan Kibum untuk mengantarkannya ke perpustakaan kota. Ada beberapa buku yang ingin ia pinjam.

Sepulang sekolah, Neul Yong membereskan buku-bukunya dengan cepat. Kibum sudah mengomelinya dari tadi karena sudah menunggu lama digerbang. Eunsoo heran dengan temannya satu ini. “ Kau kenapa ? ” Tanyanya.

“ Kibum oppa sudah ngomel-ngomel didepan gerbang. Aku disuruh cepat-cepat. ”

“ Eh, Kibum oppa ? ”

“ Ne. ” Kata Neul Yong. Lalu ia berdiri. “ Kalau begitu aku duluan ya.”

Eunsoo terdiam sebentar, lalu ia juga berdiri. “ Tunggu. Aku ikut..”

Neul Yong berjalan cepat meninggalkan Eunsoo yang jauh dibelakangnya. Tidak sampai 5 menit, ia sudah sampai di depan gerbang. Namun ia tidak melihat batang hidung Kibum. Setelah beberapa menit, sebuah motor yang sudah dikenalinya berhenti tepat didepanya. Tanpa basa basi, Neul Yong menerima helm yang disodorkan Kibum dan segera naik motor itu.

Eunsoo yang melihat Neul Yong meninggalkannya, memberengut kesal. Mobil yang ditunggunya sudah datang. Segera ia membuka pintu mobil dan duduk. “ Kajja Oppa. Aku ingin cepat-cepat sampai. ” Namun mobilnya tidak langsung jalan. Eunsoo heran. Perlahan ia menoleh ke arah si pengemudi. “ Oppa, kenapa tidak....” perkataannya terhenti.

“Kibum..Oppa ? Lalu yang tadi itu, siapa ?  ”

***

TBC

hehehehe.. sampai sini dulu ya... lanjutannya mungkin kurang lebih 1 bulan lagi... 
Jangan lupa Coment ya ~
yang koment didoakan bsa ketemu ma bias deh.. amin :)

14 comments:

  1. akhirny keluar juga ni ff

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, setelah sekian lama menunggu :D

      Delete
  2. To Author :

    Cepetin lanjutin FF nya dong...

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah dipost... Jangan lupa baca ya :)

      Delete
  3. lanjut lagi dong, :D
    bagus fanfic-nya
    daebak :)

    ReplyDelete
  4. admin FF nya keren lanjut ya....


    DAEBAAAAAKKKKKK!!!!!

    Aprilia_Siwonest

    ReplyDelete
  5. part 6 nya mana?
    tolong dibales dong..:(

    putri

    ReplyDelete
  6. makasih:D

    putri

    ReplyDelete
  7. good story :) eoni daebak!! :)

    ReplyDelete

Jangan lupa tulis nama kalian sebelum komentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KAMSAHAMNIDA

Profile

My photo
Pangkalan Bun, Kalteng, Indonesia
Saya buat BLOG ini untuk berbagi dengan teman-teman penjelajah dunia maya.... WELCOME TO MY BLOG :)