Friday, April 15, 2011

About Korea

1. Fakta unik tumbuhan Ginseng

Selama di Korea kemarin saya sempat mengunjungi
tempat pabrik pengolahan Ginseng. Di Korea Ginseng
dikuasai dan dikelola oleh negara. Karena Ginseng
merupakan unsur komoditi vital bagi rakyat Korea
sehingga pemerintah turut mengawasi peredarannya.
Perlakuannya sama seperti pengelolaan air dan listrik kalau di negara kita. Ginseng adalah tanaman obat yang sangat terkenal
dari negara Korea. Mungkin sebagian besar dari Anda
sudah mengetahui akan hal ini. Tapi tahukah Anda
kalau akar obat tumbuhan Ginseng berkualitas tinggi
ternyata harus didapatkan dari proses menanam dan
memelihara pohon Ginseng selama 6 tahun lamanya. Kedua, tanah yang bekas ditanami Ginseng selama 10
tahun lamanya harus dikosongkan, tidak bisa
ditanami tumbuhan apa-apa. Mengapa? Karena unsur
hara dalam tanah yang bekas ditanami pohon Ginseng
telah habis disedot oleh pohon Ginseng. Makanya,
jangan heran kalau menemui Ginseng harganya sangat mahal sebab cara menanamnya memang sulit
dan memakan waktu cukup lama, tidak seperti
tumbuhan biasa.

2. Makanan Korea disajikan mentah

Kalau Anda pernah makan di restoran Korea satu
yang membedakannya dengan restoran disini atau
restoran siap saji adalah cara penyajiaannya. Di Korea
rata-rata makanan, terutama yang jenis ayam dan
daging (Barbeque) dihidangkan dalam kondisi tidak
siap saji atau tidak siap santap. Yaitu masih mentah, baru setengah matang dibumbui dan belum dimasak. Selama makan Anda lah yang harus memasak sendiri
dan membakar dan membolak-balik daging di tungku
yang disajikan di meja Anda. Karena itu di setiap meja
akan disajikan tungku pemanas untuk memanaskan
makanan yang disajikan di meja Anda. Alasan orang Korea mengapa disajikan dalam kondisi
mentah? Karena agar kondisi daging bisa dilihat
apakah masih segar atau tidak saat sebelum
dihidangkan kepada pengunjung restoran. Itu
alasannya. Ciri-ciri yang lain, semua masakan Korea tidak
memakai cabe dan tidak ada sambal karena terasi
dan petis tidak ada disana. He He. Cabe ada tapi hanya
digunakan sebagai lalapan saja. Itupun adanya hanya
cabe hijau besar, bukan cabe rawit. Nah, kalau Anda
orang Sumatera atau Jawa seperti saya yang sehari- hari terbiasa makan pedas, saran saya bawalah saus
sambal untuk dibawa ke Korea jika suatu saat Anda hendak kesana.

3. Rata-rata orang Korea mengenal agama
setelah mereka dewasa

Berbeda dengan kebanyakan orang di negara kita
yang rata-rata mengenal dan menganut agama sejak
kecil karena agama adalah kebanyakan warisan
didikan dari orang tua, tetapi di Korea justru tidak.
Pendidikan agama di Korea itu nomor yang kesekian,
atau tidak dalam skala prioritas kalau dibandingkan dengan mata pelajaran pendidikan umum. Terdengar
aneh, kan? Jadi jangan heran kalau orang Korea kebanyakan
belum beragama atau baru menganut agama setelah
mereka dewasa. Namun, satu hal yang patut saya
apresiasi dari orang Korea adalah meski mereka
kurang kuat dalam hal agama tapi jangan ditanya
moralitas orang Korea rata-rata sangat baik dan sangat disiplin melebihi akhlaq orang yang beragama.
Ini bisa saya amati dari perilaku mereka saat
berkendara di jalan, tidak membuang sampah dan
merokok di sembarang tempat, serta kepatuhan
mereka pada norma dan hukum yang berlaku di
negaranya tinggi. Ya, mungkin ini ciri-ciri umum negara yang sudah maju. Berbeda dengan negara kita
yang masih berkembang sehingga masih butuh
proses menuju ke arah ini.

4. Sistem pendidikan di Korea berbeda

Di negara kita karena tidak mengenal adanya wajib
militer maka rata-rata umur 22-24 tahun para remaja
sudah bisa menyelesaikan kuliahnya. Sementara di
Korea tidak. Angka rata-rata pria Korea bisa
menyandang gelar sarjana (S1) pada umur 27 tahun.
Mengapa? Karena harus cuti kuliah dulu atau setelah lulus SMA langsung mengikuti wajib militer dulu
sebelum meneruskan kuliah. Sekolah di Korea jam pengajarannya sangat panjang.
Dari pagi sampai jam 9 malam sehingga sangat jarang
pada hari biasa, bukan hari libur dan pada jam-jam
kerja bisa menemui anak sekolah bisa berkeliaran di
jalan-jalan atau mall tidak seperti halnya di negara
kita. Sisi positifnya selain tidak keluyuran di mall, juga
angka kenakalan anak atau remaja Korea seperti
tawuran dan menggunakan narkoba sangat rendah.
Karena waktunya banyak tersita untuk belajar setiap
hari di sekolah. Waktu di luar jam sekolah amat
pendek dan benar-benar untuk beristirahat di rumah. Dan Korea juga sangat terkenal keras, disiplin dan
benar-benar terstruktur kurikulum pendidikannya.
Sehingga inilah salah satu faktor kunci kesuksesan
negara Korea hingga menjadi negara maju seperti
sekarang ini. Korea selatan merdeka pada tanggal 15 Agustus
1945. Hanya beda dua hari dengan kemerdekaan
negara kita. Pernah menjadi negara sangat miskin.
Namun sekarang sudah melesat jauh meninggalkan
kita meskipun umur kemerdekaannya hampir sama
dengan negara kita.

5. Perselingkuhan dan nomor telepon seluler
diawasi ketat oleh negara

Membaca sub judulnya sepertinya ini bentuk sebuah
pengekangan kebebasan warga negara. Betul? Tapi
tunggu dan simak dulu sisi baiknya. Di Korea validitas
data pengguna nomor seluler benar-benar diverifikasi
datanya oleh negara sehingga tidak bisa semua orang
membuat data-data palsu untuk menggunakan ponsel buat menipu atau menyebar spam lewat ponsel.
Sehingga jika tetap nekat pasti akan ketahuan. Dan
nomor simcard ponsel tidak dijual secara bebas dan
terpisah dengan handsetnya. Dan ketentuan ketat di atas juga berlaku buat warga
asing atau turis yang lagi melancong ke negaranya.
Itulah makanya kemarin opsi Tips Komunikasi Saat Roaming Internasional yang ketiga, yaitu mengganti simcard dengan nomor lokal tidak bisa saya lakukan
selama di Korea sehingga tagihan saya membengkak
lumayan tinggi. Baca artikel “Telkomsel Terlalu Berlebihan Memperlakukan dan Mencurigai Pelanggan
Kartu Halo .” Sisi positif yang lain, angka perselingkuhan di Korea
sangat rendah. Bagaimana tidak, lalu-lintas data
penggunaan seluler setiap warga negara dilog
(rekam) oleh negara. Jika kedapatan suami selingkuh
maka seorang istri bisa melapor ke Polisi dan minta
dibukakan log percakapan dan SMS telepon seluler suaminya. Selanjutnya, jika sang suami terbukti
selingkuh ini bisa sebagai alat bukti yang
memberatkan. Hal yang paling ditakutkan pria Korea adalah saat
bercerai, kalau suami yang salah maka semua harta
yang menjadi milik bersama (gono-gini) semuanya
akan jadi milik pihak istri dan anak-anaknya, bagi
yang sudah punya anak. Dan suami tidak akan
mendapatkan bagian sepeser pun.

6. Gaji suami masuk rekening istri

Ini juga fakta yang unik. Semua gaji para pegawai di
Korea, baik yang swasta dan pegawai negeri
ditransfer ke rekening istrinya. Ini tentu tak lazim
seperti di negara kita dan umumnya pegawai yang
gajinya ditranfer ke rekening pegawainya. Untuk kebijakan ini saya sedikit lupa kemarin apa
yang menjadi alasannya. Mungkin juga salah satunya
untuk menghindari perselingkuhan atau perceraian.

Wah.. Sangat berbeda dgn Indonesia ya...
REPOST FROM : DIPTARA

Reshared by http://amalialuphonewkey.blogspot.com/  

No comments:

Post a Comment

Jangan lupa tulis nama kalian sebelum komentar ^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

KAMSAHAMNIDA

Profile

My photo
Pangkalan Bun, Kalteng, Indonesia
Saya buat BLOG ini untuk berbagi dengan teman-teman penjelajah dunia maya.... WELCOME TO MY BLOG :)